Selasa, 31 Desember 2013

Studi: Berdoa Dapat Tingkatkan Kontrol Diri

Evan Dimas berdoa usai mencetak gol ke gawang Laos [foto ilustrasi]

Sebagian orang percaya, doa memiliki kekuatan untuk membantu kita agar tetap optimistis dan yakin menjalani kehidupan.

Bahkan, studi terbaru dari peneliti psikologi Jerman menemukan bahwa doa bisa membantu orang untuk mempertahankan pengendalian diri.

Dilansir Daily Mail, peneliti dari Saarland University dan University of Mannheim Jerman mengatakan berdoa sangat membantu orang dalam mengendalikan emosi dan perilaku sehari-hari.

Temuan peneliti Jerman itu berbeda dengan studi sebelumnya yang mengatakan orang yang berusaha keras mengendalikan emosi dan pikiran, maka sangat berisiko mengalami ledakan agresif dalam bentuk lain, misalnya meminum minuman keras atau nafsu makan bertambah.

"Waktu singkat seorang untuk berdoa dapat mengurangi dampak pengikisan kontrol diri," tulis tim peneliti dalam jurnal online, Journal of Experimental Social Psychology. Peneliti mengatakan berdoa berdampak positif bagi kinerja.

"Hasil tersebut konsisten dan berkontribusi dengan pertumbuhan kinerja. Itu membuktikan dampak menguntungkan berdoa pada pengendalian diri," kata peneliti.

Dalam studi dampak doa itu, peneliti melibatkan 79 orang, yang mana 41 di antaranya penganut Kristen, 14 atheis, 10 agnostik, dan 14 orang penganut agama lain.

Masing-masing peserta studi itu ditinggalkan sendirian selama lima menit dan diberikan pilihan, berdoa atau berpikir bebas seintens mungkin.

Setelah itu, peserta studi menonton klip film lucu yang mana setengahnya diminta untuk beraksi normal. Sementara setengah lainnya diminta untuk mengendalikan emosi dan reaksi wajah mereka.

Hasil dari itu kemudian diuji dalam tes Stroop, yaitu sebuah tes untuk menilai emosi seseorang.

Dalam penilaian, peserta diminta merespons warna yang ditampilkan bukan merespon kata-kata yang tertulis. Ini merupakan cara untuk mengukur pengendalian diri.

Hasilnya, peserta yang berpikir bebas, tak berdoa ditemukan berjuang keras untuk menyelesaikan tes Stroop.

Namun sebaliknya, peserta yang di awal berdoa, pada akhir uji coba memiliki pengendalian diri yang tinggi. Peneliti juga menambahkan peserta yang berdoa ternyata sama berusaha kerasnya menekan emosi selama pemutaran klip film

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar