Selasa, 31 Desember 2013

Ketahui Pengaruh Emosi Pada Tubuh


Saat patah hati, rasa sesak biasanya muncul di dada. Anda mungkin merasa sulit bernapas, dan biasanya tidak ingin melakukan kegiatan apapun. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab.
 
Sebuah penelitian membuktikan, bahwa emosi memang dapat mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda dan khas. 

Efeknya bisa bermacam-macam, mulai dari kenaikan berat badan, sesak napas, hingga sakit kepala. Misalnya, saat marah, Anda akan merasa mengalami sakit kepala dan diikuti dengan rasa gatal pada telapak tangan. Ini terjadi karena emosi yang meledak dan menyebabkan kesadaran untuk berkelahi. 

Rasa sedih, memiliki efek yang berbeda. Ia bisa membuat penderitanya menjadi sangat lemah. Dan sesak napas karena jantung beraktivitas lebih dari biasanya. 

Sama halnya saat merasa depresi. Sedangkan rasa jijik, biasanya berpengaruh pada kerja tenggorokan dan sistem pencernaan tubuh. 

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti asal Finlandia yang menunjukkan 700 relawan. Mereka diminta untuk menonton sebuah film dan membaca buku dengan cerita yang telah dirancang untuk membangkitkan emosi tertentu. 

Setelah itu, mereka diberi gambar bagian-bagian tubuh dan diminta untuk memberi warna pada bagian tubuh yang paling aktif atau yang kurang aktif saat merasakan emosi. Hasilnya, selain emosi-emosi yang telah disebutkan tadi. Ada satu emosi yang membuat seluruh tubuh menjadi sangat aktif. Yaitu saat merasa bahagia atau jatuh cinta.

Dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Proceeding of National Academy of Sciences ini, para peneliti mengatakan bahwa perasaan fisik tersebut dapat mendukung seseorang untuk merasakan emosi. 

"Sensasi tubuh secara subjektif berhubungan dengan emosi manusia. Sehingga dapat membantu kita lebih memahami perasaan emosi seperti depresi dan rasa cemas," ujar para peneliti dari Universitas Turku seperti dilansir Daily Mail.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar