Selasa, 31 Desember 2013

Kegiatan Sehari-hari Setan dalam Mengganggu Manusia

http://asalasah.blogspot.com/2013/11/kegiatan-setan-sehari-hari-dalam.mengganggu-manusia.html

Setan, atau yang sering juga disebut iblis atau hantu adalah makhluk gaib ciptaaan Allah yang selalu saja mengganggu manusia, karena memang tugas utama mereka adalah menggoda manusia agar menjadi teman mereka di neraka kelak.

Di dalam al-Quran yang mulia disebutkan 5 pekerjaan utama setan secara gamblang yang antara lain :

1. Menakut-nakuti manusia dengan kefakiran sampai menyuruh berbuat keji :

“Setan mengancam kamu dengan kefakiran dan menyuruh kamu berbuat keji.” (QS 2:268)

Setan selalu membawa rasa was-was, kegelisahan, dan ketakutan akan kemiskinan: semua ketakutan ini muncul ketika seseorang dalam keadaan lemah atau tidak berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih tinggi. Takut kekurangan rezeki, sama saja dengan mengingkari Tuhan yang telah menjanjikan rezeki, kebaikan, dan kemurahan hati kepada semua makhluk-Nya.

Allah berjanji bahwa semua makhluk-Nya akan diberi penghidupan selama mereka mengikuti jalan Islam dan amal baik (ihsan). Kecenderungan negatif dalam diri manusia—unsur setani berupa keserakahan dan cinta kekuasaan—muncul membawa keraguan, prasangka, dan eksploitasi. Semua ini merupakan kecenderungan negatif yang membebani manusia, di saat dia kebingungan berjuang tanpa ditemani cahaya ilahi. (Syaikh Fadhlullah Haeri, Tafsir Surah al-Baqarah)

Rasulullah Saw bersabda, “Kosongkanlah pikiran kalian dari interes-interes dunia semampu kalian, karena siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, niscaya Allah menyia-nyiakannya dan menjadikan kefakiran di hadapan matanya. Sementara itu, siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah pasti menghimpun segala urusannya dan menjadikan kekayaan di dalam hatinya.” (Nahjul Fashahah, hadis no. 1165)


http://asalasah.blogspot.com/2013/11/kegiatan-setan-sehari-hari-dalam.mengganggu-manusia.html


2. Menciptakan Permusuhan dan Saling Benci di antara Manusia.
“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.” (QS 5:91)

Rasulullah Saw bersabda, “Pintu-pintu langit dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Pada hari itu ampunan diberikan kepada hamba yang tidak menyekutukan Allah, kecuali hamba yang masih memiliki permusuhan dengan saudaranya.” (Nahjul Fashahah, hadis no. 1162)

3. Menghias Perbuatan Buruk Seolah-olah Baik.

“…setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS 6:43)

“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.” Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat, setan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah!”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS 8:48)

4. Menjadikan Manusia Lupa

“…Dan jika setan menjadikan kamu lupa , maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat.” (QS 6:68)

5. Setan Merusak Hubungan Persaudaraan & Silaturahim

“…Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusak hubunganku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS 12:100)

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik . Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS 17:53)

Rasulullah saww bersabda, “Dosa-dosa yang dipercepat siksanya bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat adalah : memutuskan silaturrahim, berkhianat dan berdusta” (Kanz ul ‘Ummal hadits ke:6986)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar