Selasa, 31 Desember 2013

Negara Penyumbang Sampah Elektronik Terbesar

http://asalasah.blogspot.com/2013/12/negara-penyumbang-sampah-elektronik.terbesar.html

Amerika Serikat tercatat sebagai negara penyumbang sampah perangkat elektronik terbesar di dunia. Negara adidaya itu tercatat memproduksi ratusan juta perangkat elektronik dalam setahun.

Dalam data yang dikumpulkan kemitraan PBB dalam laporan inisiatif 'Solving the E-Waste Problem (StEP)', AS memuncaki daftar negara penghasil sampah elektronik terbesar hingga tahun 2012 dengan menyumbangkan 9,4 juta metrik ton, setara 10,4 juta ton sampah.

Persis di belakang AS, China menempati urutan kedua dengan kontibusi sampah elektronik mencapai 7,3 juta metrik ton, atau setara delapan juta ton, dilansir LiveScience.

Menurut data StEP Iniative, terdapat 184 negara di seluruh dunia yang menghasilkan hampir 54 juta ton (setara 49 juta metrik ton) produk elektronik dalam setahun.

Dari angka itu, jika dirata-rata tiap orang di seluruh dunia ini memiliki sampah elektronik masing-masing 20 kilogram. Sadarkah Anda? Sebagian besar mungkin menjawab tidak.

StEP Iniative meramalkan sampah elektronik dunia meningkat 33 persen atau menjadi 72 juta ton pada tahun 2017 nanti. Jumlah ini setara dengan 11 Piramida Giza di Mesir.

Uniknya, dari sisi produksi perangkat, sebenarnya China merupakan penyumbang terbesar. Pada tahun 2012, Negeri Tirai Bambu itu memproduksi 12,2 juta ton perangkat elektronik.

Sementara AS menempati urutan kedua dengan produksi 11 juta ton perangkat elektronik. Namun, kenyatanya AS malah menjadi penyumbang sampah terbesar mengungguli China. Artinya, masyarakat di AS lebih konsumer terhadap barang-barang elektronik ketimbang masyarakat di China.

Menurut laporan US National Center for Electronics Recycling (NCER) dan MIT, Amerika Serikat menghasilkan 258,2 juta unit komputer, TV dan ponsel, pada tahun 2010 silam. Dengan catatan 171,4 juta di antaranya telah didaur ulang dan 14,4 juta unit telah diekspor.

Beda definisi
Harus diakui, data komprehensif sampah elektronik global masih terbilang minim dari tiap-tiap negara, pasalnya tiap negara memiliki definisi sampah elektronik yang berbeda-beda.

Misalnya, AS hanya mengakui TV dan komputer sebagai sampah elektronik, sementara negara-negara Eropa sepakat mengatakan semua perangkat yang diberi daya baterai merupakan kategori sampah digital.

"Itulah mengapa kami mengembangkan peta sampah elektronik. Ini pertama kali kami memperkenalkan data yang dapat dijadikan perbandingan," ujar Ruediger Kuehr dari United Nations University, Jerman.

"Peta ini juga sangat penting untuk membangun kesadaran pembuat kebijakan nasional. Harus ada tindakan yang konkret," tambah Sekretaris Eksekutif StEP Iniative itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar