Minggu, 18 Agustus 2013

Bom Bisa Disimpan di Implan Payudara Wanita


Wanita-Siapa yang menduga jika bahan peledak bisa disimpan di implan payudara. Di Bandara Heathrow, London pihak keamanan setempat menemukan adanya kekhawatiran bahan peledak disimpan pada wanita yang disembunyikan di implan payudaranya.

Anggota staf intelejen menilai ini adalah rencana serangan Al-Qaeda terhadap salah satu maskapai penerbangan yang terbang dari London.

Kepolisian sendiri beranggapan bahwa pembuat bom Al-Qaeda, Ibrahim al-Asiri telah mengembangkan metode untuk menggagalkan scanner bandara dengan menyembunyikan bahan peledak dalam rongga implan atau tubuh.

Sementara itu, Ahli Bahan Peledak Andy Oppenheimer mengatakan, ada ketakutan besar bahwa al-Qaeda berencana menggunakan perangkat internal untuk mencoba dan melewati scanner bandara. Dan ternyata terungkap, bahan peledak bisa di implan payudara.

"Ini rahasia cantik atas yang berpotensi sangat mengerikan dan menakutkan," kata Andy.

Analis keamanan independen Paul Beaver juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap bahan peledak yang disimpan di rongga tubuh dan implan payudara.

"Teroris semakin pintar, dan ini metode baru yang harus kita temukan pemicunya. Tapi saya pikir, pemicunya mungkin listrik. Karena selama ini kita tahu ada dua cara utama untuk meledakan yaitu dengan reaksi kimia dan detonator yang dikendalikan radio," ujarnya.

Hingga saat ini pihak keamanan bandara setempat juga masih mempertimbangkan adanya penggunaan implan payudara di dalam pesawat penumpang.

Implan payudara adalah kantung silikon yang berisi gel silikon atau cairan saline steril, yang secara konsistensi (kekenyalan) menyerupai jaringan payudara normal.

Dokter bedah plastik akan menempatkan implan dibawah kelenjar payudara atau di bawah otot dada sehingga tidak mengganggu fungsi menyusui.

Komplikasi yang mungkin terjadi dapat berupa perdarahan (termasuk memar), infeksi, bentuk yang tidak simetris, sebagian kulit yang mati dan kontraktur kapsul implan yang berakibat pengerasan pada sebagian atau seluruh bagian implan akibat bekuan darah atau infeksi.

Untuk itu, sebelum melakukan tindakan implan perlu dilakukan komunikasi dengan dokter terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar