Rabu, 14 Agustus 2013

5 Dampak Buruk Gadget


TEMPO.CO - Telepon genggam pintar dan komputer telah membantu banyak pekerjaan manusia. Namun penggunaan kedua gadget itu memiliki efek samping. Seperti menimbulkan sakit pada bagian tubuh tertentu karena terlalu lama menggunakan perangkat keras itu. Mulai dari nyeri leher, bahu, hingga kecelakaan fatal. Beberapa cedera datang tiba-tiba, dan ada juga yang datang berulang.

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal American Journal of Preventive Medicine, 2009, menemukan cedera yang terkait gadget meningkat pesat. Dan mereka yang banyak terkena adalah kaum muda. Para peneliti kemudian mendokumentasikan penyakit-penyakit ini, bahkan memberikan mereka nama khusus. Berikut lima penyakit di antaranya:

1. BlackBerry Thumb dan iPad Hand

Penggunaan jari atau tangan pada gadget dalam waktu yang lama, secara bertahap bisa melukai otot-otot, tendon, dan saraf. Kondisi ini secara umum disebut repetitive strain injure (RSI) alias cedera berulang dan memiliki julukan yang menyomot nama gadget. Seperti cedera jempol yang sering disebut Blackberry Thumb; dan cedera tangan, disebut iPad Hand.

Satu jenis cedera yang paling parah adalah sindrom carpal tunnel, di mana ada tekanan yang berlebihan pada saraf di dalam pergelangan tangan. Gejalanya nyeri, mati rasa, dan kerusakan otot di tangan serta jari. Orang dengan kasus yang parah sindrom memerlukan pembedahan untuk pengobatan.

2. Tinnitus

Mereka yang sering menelpon lama dengan ponsel memiliki risiko terkena Tinnitus. Penyakit ini membuat telinga sering kali benging, atau si penderita merasa mendengar suara-suara tertentu. Sebelumnya, penyakit diperdebatkan di kalangan medis. Namun pada 2010, jurnal Occupational and Environmental Medicine mempublikasikan orang yang menelepon dengan ponsel secara intens, dua kali sehari lebih dari empat tahun, besar kemungkinannya menderita Tinnitus.

3. PlayStation Palmar Hidradenitis

Penyakit kulit jenis ruam ini pertama kali ditemukan pada gadis 12 tahun di Swiss. Pada telapak tangannya ditemukan lesi yang menyakitkan. Lesi ini menjalar ke bagian lain di tubuhnya. Setelah selidiki, dokter menemukan bahwa sebelum benjolan muncul, gadis itu telah bermain game di PlayStation-nya selama beberapa jam setiap hari.

Dalam jurnal British Journal of Dermatology, 2009, Vincent Piguet dan koleganya dari University Hospitals and Medical School of Geneva menyatakan, ruam itu akibat si gadis terus-menerus memegang erat dan menekan konsol game. Sehingga menghasilkan luka di tangannya.

4. Nintendinitis dan Wiiitis

Dokter spesialis orthopedi kini mulai akrab dengan beragam cedera kepala, dislokasi bahu, hingga patah tulang. Para pengidap cedera ini bukan atlet tapi para gamer yang memainkan game Nintendo atau Wii.
Cedera yang mereka alami memang mirip dengan penyakit pada atlet. Maklum dua gadget ini memang bisa membuat para gamer memainkannya dengan mengolah badan. Sehingga, mereka juga punya risiko cedera. Nama cedera ini disebut Nintendinitis dan Wiiitis

5. Tewas

Headphone memang bisa membuat kuping tak terganggu oleh kegaduhan sekitar. Namun, headphone ini juga bisa membuat pengguna tak awas atas peringatan dari sekitar. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan, jumlah pejalan kaki celaka karena gadget ini. Dari rentang 2004-2011, ada 106 kasus kecelakaan menimpa pedestrian. Dengan korban tewas mencapai 70 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar