Minggu, 11 Agustus 2013

Sabuk Penjaga Kesucian Wanita

Sejarah mengatakan bahwa penggunaan sabuk kesucian ini ditetapkan oleh para laki laki untuk istri atau anak mereka pada saat perang salib. Sahabat anehdidunia.com pernyataan itu dianggap salah oleh peneliti karena chastity belt itu dipergunakan adalah untuk kesepakatan wanita jaman dulu untuk melindungi kehormatannya dari pria lain sementara sang suami berjuang untuk membela negara. Kurang lebih sebagai simbol kesetiaan dan cinta selama menunggu suami atau kekasihnya datang dari medan pertempuran.

Namun masih ada kasus ditemukan bahwa para wanita yang menggunakan sabuk kesucian itu harus mengajukan petisi ke pengadilan dimasa itu, untuk membuka sabuk kesucian tersebut jika pasangan yang mereka nanti-nanti tidak kunjung tiba dari pertempuran, kemungkinan karena memakai chastity belt itu sangat mengganggu. Bayangkan saja Besi berat harus menempel sekian lama di tubuhnya.

Sejarah ini dimulai pada saat perbudakan di mesir kuno dimana para budak wanita diikat oleh pemilik budak dengan sabuk tersebut yang menunjukan bahwa budak tersebut adalah properti seksual sang majikan. Sementara di yunani kuno sabuk chastity belt itu digunakan untuk mengontrol jumlah kelahiran. Caranya pun mengerikan yaitu sang majikan memasang sabuk itu pada wanitanya yang mana dilekatkan di pinggang dan melingkari bagian kemaluannya sehingga dipercaya saat terjadi kehamilan, duri dari sabuk itu akan menekan perut saat perut membesar dan akhirnya terjadi keguguran. Mengerikan sekali.


Penggunaan Chastity Belt bukanlah hanya untuk perlindungan sang majikan terhadap budak wanitanya namun seperti yang diberitakan di Roma, para pelacur kuno disana akan membuka sabuk kesucian itu jika pelanggannya mampu membayarnya.

Chastity Belt sangat banyak ditemukan penggunaanya pada saat itu, hingga di sejarah China kuno para wanita disana juga menggunakannya namun bentuk dari Chastity Belt di China seperti keranjang karena dipercaya lebih mudah digunakan. Sahabat anehdidunia.com di china mereka harus minta ijin untuk tidak menggunakannya Chastity Belt biasanya pada saat mandi mingguan. Wanita di China kuno memilih untuk menggunakan Chastity Belt secara sukarela untuk menunjukan komitmen janji setia mereka terhadap pasangan.

Pada abad pertengahan, petinggi eropa tidak lagi menggunakan Chastity Belt dan memerintahkan para tukang kunci untuk membukanya karena Chastity Belt banyak menyebabkan pemakainya menderita kelainan pada pinggang dan vaginanya serta infeksi ke pemakai dan ditularkan ke suami atau pasangaannya. Pada saat itu sabuk kesucian itu mulai ditinggalkan.

Akhirnya pada Zaman Renaissance sabuk kesucian atau Chastity Belt menjadi aksesoris fashion untuk wanita kelas atas dengan ditambahkannya perhiasan berlian atau permata di sabuk kesucian tersebut dan biasanya sabuk tersebut akan dipasang di mempelai wanita dan sang suami akan menunjukan kepada para undangannya bahwa kunci "surga"nya masih terkunci dengan menunjukan bahwa dialah pemegang kunci yang sah.

Begitulah sahabat anehdidunia.com bagaimana mengerikannya menjaga kesucian pada saat itu. Bagaimana dengan sekarang? apakah Chastity Belt itu boleh dipergunakan? jawabannya HARUS namun Chastity Belt jaman sekarang adalah "Kepercayaan dan Kesetiaan yang Sejati" kepada pasangan kita. 
 
 
 
 
 On Sale Now!!
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar