Selasa, 13 Agustus 2013

Kenapa Diharamkan Jima’ Dalam Kondisi Haid?

haid

Harus diakui bahwa ketika sedang datang bulan, libido wanita bisa sangat tinggi sehingga membuat keinginan berjima’ pun menggebu-gebu. Namun apakah libido yang sedang menggebu tersebut harus disalurkan dengan berjima’ dengan suami? Tentu saja tidak, karena hal itu telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci, apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri,” (Surah Al-Baqarah : Ayat 222).

Dari Masruuq b. Ajda’i berkata: “Aku telah bertanya kepada ‘Aisyah tentang sesuatu yang boleh dilakukan seorang suami terhadap istrinya yang sedang Haid.” ‘Aisyah menjawab, Apa saja boleh, kecuali kemaluannya (bersetubuh),’” (Riwayat Bukhari).

Sebagai seorang Muslim, jika sudah ada ayat dan sunnah yang mengharamkan sesuatu, cukuplah kalimat Sami’na Wa Atho’na (Kami dengar dan kami taat). Dan sebagai bagian dari keimanan, tidak perlu kita mempertanyakan apalagi mengkritisi pengharaman tersebut. Namun bukan sesuatu yang dilarang jika kita ingin mengetahui hikmah dari pelarangan tersebut, khususnya larangan berjima’ ketika haidh (menstruasi).

Ada beberapa alasan medis yang membuat berjima’ ketika menstruasi bisa berisiko terhadap kesehatan, berikut beberapa risiko tersebut seperti dikutip laman wolipop.com dari berbagai pakar seksologi, yaitu:

1. Endometriosis
Saat melakukan hubungan suami istri, wanita akan mengalami orgasme dan pada saat itu rahim akan berkontraksi yang menyebabkan darah kotor dari menstruasi bisa masuk ke dalam perut melalui saluran telur. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh wanita.

2. Infeksi
Hubungan suami istri biasanya akan menimbulkan luka dan endometriumnya mengalami peluruhan, darah menstruasi atau sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.

3. Luka trauma di mulut rahim yang diakibatkan adanya infeksi
Jika berjima saat sedang haid, darah menstruasi atau sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi. Infeksi ini bisa menimbulkan luka di mulut rahim.

4. Ketika bercinta saat wanita sedang haid, gerakan-gerakan Mr. P ketika penetrasi ke Miss V bisa memicu masuknya gelembung udara ke dalam pembuluh darah yang terbuka. Dikhawatirkan terjadinya emboli, yaitu gelembung udara yang terbawa aliran darah dan bila menyumbat pembuluh darah sekitar jantung akan fatal akibatnya.

Maha benar Allah dengan firman-Nya. Ternyata apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya, terbukti bermaslahat untuk umat manusia. Lalu masih kah kita ragu dengan Ayat-ayat dan Sunnah Nabi-Nya? Jangan mengaku Muslim jika masih membantah dan ragu akan hal tersebut. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar