Minggu, 18 Agustus 2013

Inilah Raja Tempe Dari Negara Sakura

 
Bagi orang Indonesia, tempe sudah menjadi salah satu makanan yang harus ada di atas piring. Namun bagaimana dengan orang-orang di Jepang? Apakah mereka akan menyukai tempe? Ternyata tantangan tersebut dijawab oleh seorang mantan bell boy di Yogyakarta yang kini dikenal di Jepang dengan nama “The King of Tempe”.
 
 
Orang itu adalah Rustomo, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini kini menjelma menjadi salah satu pebisnis tempe yang sukses di negeri Sakura itu. Kapasitas produksi Rustomo setiap lima hari dapat mencapai angka 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram.
Awalnya Rustomo menjual tempe karena terinspirasi dari makanan khas Jepang yang bernama Nato, sejenis makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas untuk lidah orang Jepang. Dari sinilah ia lihat kemiripan kandungan antara nato dan tempe.
 
Selama empat bulan ia mencoba membuat tempe dengan pengetahuan seadanya dan selalu gagal. Hingga akhirnya ia sempat pulang ke Indonesia untuk berguru kepada 60 pengrajin tempe di seluruh Jawa! Dari sinilah Rustomo kemudian mengetahui cara membuat tempe dengan benar, dan akhirnya ia memberi nama produknya Rusto’s Tempeh.
 

Peta penyebaran Rusto’s Tempeh sudah hampir tersebar di kota-kota besar di Jepang. Selain masyarakat Indonesia di Jepang, masyarakat Jepang juga ternyata menggemari tempe buatan Rustomo ini. Mulai dari perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah, hingga rumah sakit yang ada di Fukuoka merupakan konsumen tetapnya.

Wah ternyata tempe bisa juga menjadi makanan Internasional ya guys! Ada yang berminat menjadi pengusaha tempe?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar