Rabu, 31 Juli 2013

Laylatul Qadar; The Power Of Night

laylat-al-qadr

Allah Ta’ala dengan rahmat-Nya yang tak terbatas melebihkan kita sebagai hambaNya, karenanya kita tidak mungkin menghitung atau menunjukkan rasa terima kasih yang cukup atas kemaha kuasaan-Nya. Dan diantara banyak anugerah dan kesempatan yang Allah berikan, malam Laylatul Qadar adalah salah satunya.

Sebuah kesempatan untuk mendekatan dengan Sang Pencipta, maha pengampunan dosa dan pemberi surga. Laylatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan (83 tahun, bulan 4)!

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan,” (Quran 97: 3).

Rasul Allah (saw) telah mengatakan:

“Barangsiapa beribadah pada malam ini, dengan iman yang tulus dan dengan harapan yang tulus untuk mendapatkan pahala, maka dosa sebelumnya akan diampuni,” (Hadis-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah (saw) juga mengatakan:

“Carilah (laylatul qadr) di bulan Ramadan di sepuluh malam terakhir Ramadhan “(Sahih Hadis Ahmad 5: 318).

Diantara tanda-tanda malam ini adalah ketenangan, bersinar malam, tidak panas, tidak dingin tapi seolah-olah sebuah bulan bersinar jelas, dan tidak ada meteor sampai fajar. Tanda lainnya adalah bahwa pada pagi, matahari terbit tanpa sinar pancaran cahaya, muncul bukan seperti bulan di dalamnya kepenuhan. Pada hari itu, Allah melarang “Shayateen” dari kenaikan dengan Matahari.

Apa yang harus dilakukan pada malam ini? Berikut adalah beberapa saran untuk melalui waktu di malam Laylatul Qadr:

1.   Saatnya fokus. Jika mungkin, ambilah liburan untuk hari-hari di 10 terakhir Ramadan. Sebuah rencana jika Anda bekerja.

2.   Diskusikan pentingnya malam ini dengan teman dan keluarga.

3.   Itikaaf di sepuluh hari terakhir  Ramadhan. Jika  tidak bisa melewatkan dengan penuh sepuluh hari untuk itikaaf, maka lakukan beberapa hari yang bisa dilakukan, bahkan jika itu hanya satu hari. Menurut Rasulullah, “Barangsiapa melakukan I’tikaaf  hanya untuk mencari keridhaan Allah, maka Allah akan menyebar tiga parit antara dia dan api Neraka, lebar setiap parit yang lebih besar dari jarak antara Surga dan Bumi.”

4.   Bacalah Al-Qur’an sebanyak mungkin, berdoa dan berzikr.

5.    Istirahat secukup pada malam hari untuk menghindari rasa ngantuk berat, dengan beralih berbagai bentuk ibadah.

Semoga Allah menerima doa kita dan memungkinkan kita untuk mengambil manfaat penuh dari Malam Mubarak ini dan janganlah kita melupakan saudara-saudara kita di seluruh dunia yang sedang tertindas dan menghadapi kesulitan yang ekstrim, dengan berdoa tentunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar