Senin, 23 September 2013

Sex Style

Posisi 'Angkat Bokong' (Bum Lift Sex Position)

Posisi ini merupakan variasi dari posisi missionaris (pria di atas) dan lutut di dada. Pada posisi ini, wanita telentang dengan kaki dibuka lebar. Pria melakukan penetrasi di depan pasangannya dengan berlutut dan menempatkan salah satu atau kedua tangannya di bawah bokong (pantat) pasangan, mengangkat dan memiringkan panggul selama ia melakukan penetrasi.

Kelebihan:

1. Posisi ini memungkinkan untuk perubahan variasi dalam sudut dan kedalaman penetrasi.

2. Memungkinkan kedekatan fisik dan tatap muka, yang membuat hubungan makin romantis.

3. Memungkinkan pasangan menggunakan tangan dan tubuh bagian atas untuk menambahkan gerakan untuk penetrasi.

Kekurangan:

1. Si wanita memiliki sedikit kontrol karena sebagian besar gerakan dilakukan oleh pria.

2. Posisi ini membutuhkan fleksibilitas kaki yang baik pada wanita, serta keseimbangan dan kekuatan pria untuk melakukan penetrasi.

3. Posisi ini tidak akan nyaman jika dilakukan pada permukaan yang keras, seperti karpet kasar, meja, lantai dan lainnya.

Posisi Lutut di Dada (Knees on Chest Sex Position)

Posisi ini hampir mirip dengan missionary (posisi pria di atas), tetapi posisi kaki wanita diangkat dan diletakkan di atas bahu pria, sehingga lututnya menyentuh dada.

Si pria bisa melakukan penetrasi sambil berlutut menghadapi pasangan dan menempatkan keseimbangan berat badan pada kaki.

Kelebihan:

1. Kedua pasangan dapat merasakan perasaan yang erat saat penetrasi karena saling berhadapan dan sangat intim.
2. Penetrasi sangat mendalam, kontak fisik sangat dekat selama penetrasi.
3. Posisi yang baik untuk merangsang G-spot.

Kekurangan:

1. Kendali sebagian besar dipegang oleh pria dan gerakan wanita menjadi terbatas.

2. Jika pria memiliki ukuran kelamin yang besar, posisi ini terkadang akan menyakitkan bagi wanita karena kedalaman penetrasi.

3. Pria akan lebih banyak menempatkan berat badannya pada pasangan yang di bawah. Hal ini mungkin akan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada beberapa orang karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Posisi Reverse Cowgirl

Hubungan seksual dengan posisi reverse cowgirl hampir mirip dengan woman on top, hanya saja si wanita yang memegang kendali menghadap ke belakang, ke arah kaki bukan wajah pria.

Kelebihan:

1. Wanita lebih bebas menggerakkan tubuhnya sehingga dapat menerima rangsangan yang efektif dari gesekan penis terhadap klitoris atau G spot.
2. Wanita punya kendali penuh untuk mengatur sudut, kedalaman dan kecepatan penetrasi.
3. Sangat baik bila pihak wanita ukuran tubuhnya jauh lebih kecil daripada pasangannya.

Kekurangan:

1. Tidak memungkinkan banyak kontak fisik atau kontak mata, karena posisi wajah saling membelakangi.
2. Karena pria kurang dapat mengontrol gerakan, penis mudah tergelincir keluar.
3. Tidak baik untuk tujuan menghasilkan kehamilan. Juga tidak baik untuk wanita hamil.
4. Gerakan pria yang terbatas mungkin dapat mengurangi gairah seksualnya.

Posisi Spooning, Cocok untuk Wanita yang Hamil Tua

Hampir mirip dengan posisi samping (side-by-side), posisi spooning dilakukan dengan saling berhadapan dan bertatap muka. Bedanya, posisi si pria lebih miring condong di bawah, sehingga akan ada beberapa tumpang tindih lengan dan kaki dalam posisi ini.

Kelebihan:

1. Posisi ini menawarkan banyak kontak fisik bagi orang yang melakukan penetrasi.

2. Untuk orang dengan masalah pinggul, posisi ini bisa sangat nyaman dan memungkinkan untuk lebih lama dengan penetrasi lebih lambat.

3. Cukup memuaskan untuk hubungan seksual pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Kekurangan:

Posisi ini tidak memungkinkan untuk penetrasi yang gesit dan kedua pasangan mungkin merasa seperti kurang bebas gerak dan kurang lincah.

Posisi Sudut (Right Angle Sex Position)

Posisi Right Angle merupakan perpaduan antara posisi missionary dan lutut di dada (knees on chest). Pada posisi ini, si wanita berbaring dengan satu kaki diangkat ke udara, ditopang dengan bahu pria yang berlutut di antara kaki wanita sambil melakukan penetrasi.

Ada banyak variasi pada posisi ini, sebagian besar tergantung pada cara pasangan berlutut dan memanfaatkan kakinya yang diangkat ke atas. Ini akan membuat sensasi berbeda pada saat penetrasi.

Kelebihan:

1. Pilihan yang pas untuk orang yang sedang merasa lelah, karena kaki pasangan bisa menjadi penopang tubuhnya.

2. Posisi ini memungkinkan Anda melakukan penetrasi yang dalam.

3. Pasangan bisa saling bertatap muka, yang menambah keintiman.

Kekurangan:

1. Posisi ini tidak memungkinkan kontak tubuh secara keseluruhan, karena terhalang oleh kaki.

2. Salah satu pasangan perlu memiliki lutut dan bagian tubuh bawah yang kuat.

3. Pada posisi ini, salah satu pasangan (sebagian besar pria) lebih dominan dan memegang peranan besar.

Posisi Berdiri (Wall Standing Sex Position)

Dalam posisi ini, hubungan seksual dilakukan dengan keadaan berdiri. Si pria berada di belakang wanita, sambil memegang pinggang dan melakukan penetrasi dari belakang. Sedangkan si wanita sedikit membungkuk menghadap ke dinding.

Kelebihan:

1. Posisi ini cocok untuk hubungan seks singkat, khususnya bila wanita menggunakan rok.

2. Pria lebih leluasa yang memiliki tenaga tambahan sehingga dapat memberikan ekstra stimulasi pada klitoris.

3. Banyak peran fantasi seksual yang bermain dalam posisi ini.

4. Jika Anda memiliki otot kaki yang kuat, Anda dapat bervariasi sudut dan kekuatan penetrasi tanpa memberikan tekanan lebih pada pinggul.

Kekurangan:

1. Membutuhkan kekuatan otot tungkai yang signifikan untuk posisi datar.

2. Membutuhkan fleksibilitas.

3. Beberapa orang mengatakan posisi ini melelahkan dan tidak akan melakukannya untuk seluruh sesi bercinta atau tidak akan orgasme saat dalam posisi ini.

Posisi Menyilang (Cross Buttock)

Posisi ini dinamakan 'cross buttock' karena saat berhubungan seksual tubuh wanita dan pria terlihat saling menyilang. Penetrasi dilakukan dengan posisi missionary (posisi pria di atas), namun posisi pria berbaring menyilangi pelvis (tulang panggul) pasangan, sedikit miring, sambil tetap menahan berat badan pada siku kaki.

Kelebihan:

Wanita akan menikmati posisi ini karena penis dapat menstimulasi sisi dinding vagina, kondisi yang secara normal tidak dirasakan wanita.

Kekurangan:

Keintiman dan kemesraan terasa kurang karena tidak ada kontak mata. Tapi jika menginginkan kontak mata lebih, si pria tinggal mengganti posisi menjadi missionary.

Posisi Duduk (Face-to-face Position)

Dalam posisi duduk yang dikenal dengan 'The face-to-face position', pria duduk di kursi atau di tepi tempat tidur atau di atas tempat tidur. Wanita duduk di atasnya dengan paha menyilang paha pria. Keduanya saling berhadapan.

Kelebihan:

Wanita bebas menggerakkan tubuhnya sehingga dapat menerima rangsangan yang efektif dari gesekan penis terhadap klitoris atau G-spot.

Rangsangan seksual pada zona erotik tubuh wanita dapat dilakukan oleh pria dengan bebas.

Kekurangan:

Penis dapat masuk terlalu dalam, sehingga dapat mengganggu wanita.

Posisi Samping (Side-by-side Position)

Posisi ini dilakukan dengan berbaring miring, berhadap-hadapan sehingga pasangan bersama-sama bertumpu pada satu sisi tubuh. Posisi samping dapat dilakukan dalam beberapa variasi sebagai berikut:
  1. Wanita mengangkat satu tungkai sehingga pahanya menyilang di atas paha pria, sementara tungkai yang lain lurus
  2. Wanita merenggangkan kedua pahanya dan menyilang pada kedua paha pria
  3. Wanita merenggangkan kedua pahanya, mengangkat dan menekuk lutut sehingga menyilang pada pinggang pria
  4. Satu tungkai pria diletakkan di antara paha wanita dan tungkai yang lain di angkat miring menyilang di pinggang wanita.
Kelebihan:
  1. Hubungan seksual berlangsung lebih rileks. Keduanya dapat bergerak bebas dan mudah mengontrolnya.
  2. Dapat digunakan dalam keadaan tubuh letih, kegemukan, kesehatan terganggu dan perbedaan tinggi badan yang mencolok
  3. Cukup memuaskan untuk hubungan seksual pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
Kekurangan:

Bagi beberapa orang, tidak mudah untuk mempertahankan tekanan pada daerah Vulva (bagian luar dari organ reproduksi wanita yang dapat diraba dan dilihat yaitu mons pubis yang berupa timbunan lemak yang ditumbuhi rambut; Labia majora, bibir vagina luar; Labia minora, bibir vagina dalam).

Posisi 'Doggie Style'

Hubungan seksual 'Doggie Position' atau 'Doggie Style' adalah posisi sanggama dimana pria melakukan hubungan seksual dari arah belakang wanita. Disebut 'Doggie Position' karena hubungan sanggama ini mirip dengan cara anjing jantan menggauli betinanya. Dalam istilah kedokteran seksual disebut Rear-Entry Position.

Kelebihan:

1. Wanita kurang banyak bergerak sehingga dapat digunakan pada usia kehamilan tua.

2. Tekanan bokong wanita terhadap tubuh pria sering kali menambah rangsangan seksual pria.

3. Tangan pria bebas memberikan rangsangan pada bagian tubuh wanita yang peka rangsangan seksual.

4. Posisi wanita yang berlutut baik untuk menghasilkan pembuahan pada keadaan posisi rahim yang terbalik (inverted uterus).

Kekurangan:

1. Keintiman dan kemesraan terasa kurang
2. Klitoris tidak mengalami gesekan penis, sehingga bagi sebagian wanita kurang memberikan rangsangan seksual.

Posisi 'Woman on Top'

Sebagian orang menganggap posisi ini tidak wajar karena berdasarkan anggapan masa lalu wanita seharusnya bersikap lebih pasif. Tentu saja anggapan itu sudah tidak berlaku lagi karena wanita masa kini merasa berhak juga untuk mengekspresikan perilaku seksualnya sesuai dengan keinginannya. Posisi 'Woman-on-Top' adalah posisi wanita di atas pria.

Kelebihan:
  1. Wanita lebih bebas menggerakkan tubuhnya sehingga dapat menerima rangsangan yang efektif dari gesekan penis terhadap klitoris atau G spot. Di samping itu kedalaman penis dapat diatur
  2. Pria dapat memperlambat terjadinya orgasme
  3. Tangan pria bebas sehingga dapat memberikan rangsangan pada bagian tubuh wanita yang peka rangsangan seksual
  4. Sangat baik bila pihak wanita ukuran tubuhnya jauh lebih kecil daripada pasangannya.
Kekurangan:
  1. Karena pria kurang dapat mengontrol gerakan, penis mudah tergelincir keluar
  2. Tidak baik untuk tujuan menghasilkan kehamilan
  3. Juga tidak baik untuk wanita hamil
  4. Gerakan pria yang terbatas mungkin dapat mengurangi gairah seksualnya.
Posisi Missionary (Man on Top)

Posisi hubungan seksual 'Man on Top' (missionary position) adalah posisi yang paling umum dilakukan oleh suami istri, di mana posisi pria di atas dan wanita di bawah.

Dinamakan Missionary Position terkait dengan sejarah penduduk kepulauan Polynesian yang mempunyai budaya seksualitas tentang hubungan seksual dengan berbagai posisi. Pada era penjajahan kolonialis Eropa, kaum Missionaris Nasrani hanya membolehkan posisi hubungan seksual yang beradab adalah pria di atas dan wanita di bawah. Maka sejak itu posisi ini dinamakan 'Missionary Position'.

Kelebihan:
  1. Hubungan seksual dapat disertai ciuman sehingga hubungan intim dapat lebih mesra.
  2. Penis lebih mudah masuk ke dalam vagina
  3. Penis dapat tetap di pertahankan di dalam vagina ketika terjadi orgasme dan ejakulasi
  4. Lebih mudah menghasilkan pembuahan untuk terjadinya kehamilan.

Kekurangan:
  1. Gerakan wanita kurang bebas, hingga partisipasi aktifnya kurang
  2. Bagi wanita mungkin kurang terasa nyaman karena penis masuk terlalu dalam
  3. Bagi pria sering terasa terlalu merangsang hingga cepat mencapai orgasme, sementara pasangannya belum apa-apa
  4. Tidak dianjurkan bagi wanita yang hamil besar.

Sumber:
 about.com
Pangkahila W., 2001
Pangkahila W., 2001; Roberts A., dan Padgett-Yawn B., 1998
menshealth.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar