Senin, 02 September 2013

Kenapa Alien dan Jin Tidak Terlihat?

Alien atau Jin

Salah satu dari peristiwa menarik atau misteri dunia yang paling membuat penasaran adalah hantu. Keberadaan entitas yang satu ini selalu ditolak oleh orang yang skeptis, padahal semua agama “memperkenalkan” keberadaan mereka disetiap Kitab Suci agama-agama di dunia.

Banyak pendapat mengenai keberadaan makhluk tak terlihat ini, bahkan ada juga yang tak percaya, tapi ada juga yang perrcaya tapi itu adalah sejenis jin.

Sebagian penganut yang bertumpu pada ilmu sains atau Scientology ada yang percaya tentang makhluk “beda dimensi” ini. Namun seiring zaman, mereka yang berbasis pada sains akhirnya menganggap bahwa hantu adalah salah satu jenis alien, namun berada pada dimensi yang berbeda dengan dimensi manusia.

Jadi perkembangan arti “alien” semakin melebar, tak hanya makhluk dari luar angkasa, namun juga makhluk dari dimensi lain.

Tapi semua itu tak menyimpang dari arti “alien” itu sendiri, yaitu “makhluk asing” atau belum dikenal, jadi pengertiannya masih tepat walau penggunaannya jadi melebar.
biggest water in the universe found in quasar



Multiverse lebih tepat dari pada Universe

Ilmu pengetahuan modern malah sudah berteori dan menganggap bahwa alam semesta yang maha luas tak terbatas ini, yang terlihat baru hanya sebatas pengelihatan mata manusia.

Artinya masih banyak “object” atau entiti atau makhluk astral yang tak terlihat lainnya, namun mata sudah tak sanggup lagi untuk mencapai panjang gelombang tersebut.

Bahkan ilmu pengetahuan fisika dan kimia juga sudah tak lagi sanggup menjelaskan, karena tidak memiliki rumus pasti untuk keberadaan “dimensi lain” yang sudah berada diluar kemampuan ilmu-ilmu tersebut.

Oleh karenanya banyak ilmuwan udah berpendapat bahwa alam semesta atau yang selama ini dikenal sebagai “Universe” harus diubah menjadi “Multiverse”, yang artinya memiliki banyak dimensi, yaitu keberadaan dimensi lain yang tak terlihat oleh mata manusia, dan mereka meyakini bahwa dimensi lain itu ada.

Namun menurut ilmu-ilmu agama (dalam hal ini misalkan Islam – pen.) juga harus meyakini keberadaan entitas ini, tapi yang harus diberi garis tegas adalah: hantu adalah jin, dan mereka bukan orang yang sudah mati.

Orang yang sudah mati tak akan menggoda manusia karena bukan itu sejatinya roh manusia dalam menjalani ketentuanNya setelah ia wafat.
Big eye Alien

Salah satu bentuk Extra Terrestial yang banyak diyakini keberadaannya hingga sekarang, lebih dikenal dengan sebutan” The Grey Alien.”

Makhluk yang mati dipercaya oleh semua agama kembali kepada Tuhannya, mereka mati bukan untuk menggoda manusia lainnya, tapi semua itu sebenarnya adalah jin.

Jadi singkatnya, alien artinya adalah “makhluk yang belum dikenal”, wujudnya bisa sebesar bakteri hingga lebih besar dari makhluk yang kini telah dikenal manusia, dan mereka bisa berasal dari luar angkasa (sering disebut juga Extra Terrestrial atau E.T yang berarti makhluk luar angkasa), juga dari dalam Bumi (seperti spesies makhluk baru yang belum dikenal) atau juga dari dimensi lainnya (pada ilmu pengetahuan terkini).

Tapi pada dasarnya dahulu, alien itu adalah spesifikasi untuk makhluk asing yang belum dikenal dan memiliki sifat biologis serta terlihat mata, namun akibat mulai diyakini adanya keberadaan jin oleh ilmu pengetahuan yang terkadang tak percaya keagamaan, akhirnya mereka bingung mengategorikannya, maka dari itu mereka menambahkan pengertian “jin” (menurut religius) dalam daftar “alien” (menurut sains). Jadi untuk masa kini, Jin termasuk jenis Alien.

Sedangkan Hantu adalah wujud makhluk jin yang tampak oleh manusia akibat “kemampuannya” yang dapat mendekati frekuensi gelombang yang dapat diterima, dilihat atau didengar oleh kemampuan indera manusia.

Spektrum “Kasat Mata”

Spektrum kasat mata (bahasa Inggris: Visible spectrum) adalah bagian dari spektrum elektro dari spektrum optik. Mata normal manusia akan dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz).

Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas maksimum di sekitar 555 nm, di wilayah hijau dari spektrum optik. Warna pencampuran seperti pink atau ungu, tidak terdapat dalam spektrum ini karena warna-warna tersebut hanya akan didapatkan dengan mencampurkan beberapa panjang gelombang.

spektrum cahaya dalam panjang gelombangPanjang gelombang yang kasat mata didefinisikan oleh jangkauan spektral jendela optik, wilayah spektrum elektromagnetik yang melewati atmosfer Bumi hampir tanpa mengalami pengurangan intensitas atau sangat sedikit sekali, meskipun cahaya biru dipencarkan lebih banyak dari cahaya merah, salah satu alasan: menggapai langit berwarna biru (baca juga: Mengapa Langit Berwarna Biru? Ini Jawabnya)

Radiasi elektromagnetik di luar jangkauan panjang gelombang optik, atau jendela transmisi lainnya, hampir seluruhnya diserap oleh atmosfer. Dikatakan jendela optik karena manusia tidak bisa menjangkau wilayah di luar spektrum optik. Inframerah terletak sedikit di luar jendela optik, namun tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Banyak spesies yang dapat melihat panjang gelombang di luar jendela optik. Lebah dan serangga lainnya dapat melihat cahaya ultraviolet, yang membantu mereka mencari nektar di bunga.

Spesies tanaman bergantung pada penyerbukan yang dilakukan oleh serangga sehingga yang berkontribusi besar pada keberhasilan reproduksi mereka adalah keberadaan cahaya ultraviolet, bukan warna yang bunga perlihatkan kepada manusia. Burung juga dapat melihat ultraviolet (300-400 nm).

Keterbatasan Pengelihatan Manusia


Indera pengelihatan manusia misalnya, hanya dapat melihat pada gelombang atau spektrum dari warna merah sampai warna ungu, dibawah warna merah atau dikenal sebagai “infra red” mata manusia sudah tak lagi dapat melihatnya. Begitu pula diatas ungu yang dikenal sebagai “ultra violet”, mata manusia juga sudah tak lagi dapat melihatnya, mirip infra red.

Kedua spektrum itu hanya dapat dilihat melalui bantuan alat yang hanya dapat mendetaksi infra red dan ultra violet. Diatas atau dibawah itu seperti sinar alpha beta, gamma dan sejenisnya manusia juga tak mampu melihatnya.
spectrum

spektrum sinar

Untuk membuktikannya anda dapat melakukan percobaan sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan dua alat bantu saja dan keduanya pasti anda miliki, yaitu sebuah remote control atau AC atau remote control apapun. Dan alat kedua adalah kamera digital, bisa juga anda pakai kamera yang ada diponsel anda.

Caranya, tekan tombol apapun di remote control dan pada saat yang sama lihatlah LED IR (Iinfra red) pada remote yang berada pada diujungnya. LED IR harusnya menyala, namun mata anda tak mampu untuk melihat sinar inra red tersebut.

Kini ambillah kamera digital anda, gunakan mode kamera lalu sorot ke LED IR pada remote control yang sedang anda tekan tombolnya. Maka sinar infra red pada lampu LED akan terlihat oleh mata anda dengan bantuan kamera digital anda tersebut!

IR LED remote control and camera


Mengapa kamera ponsel dapat mampu mendeteksi sinar infra red tersebut? Karena dalam ilmu fotografi ada istilah yang disebut frame per second (FPS) atau gambar per gambar dalam setiap detiknya.

FPS, yaitu sebuah satuan kecepatan kamera video dalam mengambil sukma atau objek berdasarkan gambar per gambar, atau penangkapan objek dengan wujud berupa frame atau seperti gambar atau foto.
hantu The Brown Lady

Hantu The Brown Lady yang terkenal, para peneliti fotografi yang telah menelitinya meyakini bahwa foto ini asli tanpa rekayasa double frames.

Tapi karena sangat cepat pergantiannya, maka mata kita tak dapat melihat pergantian gambar per gambar atau foto per foto tersebut, kecuali dengan suatu alat bantu.

Sedangkan mata manusia azaz kerjanya tak sama seperti video kamera. Pada mata manusia pengelihatannya adalah konstan dan terus menerus, bukan berdasarkan frame per frame.

Itu baru contoh dan pembuktian kecil, bahwa mata kita hanya dapat melihat pada spektrum terbatas dari tak terbatasnya frekuensi di jagad raya.

Oleh karenanya, banyak objek astral atau jin atau yang sering disebut hantu dapat terekam sukma mereka hanya melalui foto dan kamera video. Dan itu semua adalah berdasarkan kemampuannya dalam “melihat pinggir spektrum” yang mana mata manusia tak mampu untuk melihatnya!
Spectrum Frekuensi


Spectrum Frekwensi

Sama seperti penglihatan, pendengaran manusia juga sangat terbatas, hanya sekitar 20-22 Hertz hingga 20-22 kilo Hertz, dibawah dan diatas itu disebut infra sonic dan ultra sonic.

Nyaris dibatas atas pada dunia audio mirip suara treble, dan nyaris pada batas bawahnya mirip dentuman bass.

Diluar kedua batas atas dan batas bawah frekuensi suara itu, manusia mulai tak dapat lagi mendengarnya melalui panca indera yang dimilikinya, telinga.

Oleh sebabnya jika anda membeli alat anti tikus atau nyamuk, anda tak dapat mendengarnya karena ketebatasan pendengaran manusia.


Berbeda dengan hewan, beberapa hewan dapat melihat spektrum cahaya dan dapat mendengar spektrum frekuensi suara diluar kemampuan manusia. Oleh karenanya banyak jenis hewan yang dapat mengetahui akan terjadi gempa bumi atau bahkan dapat melihat makhluk astral.

Itulah sebabnya banyak ilmuwan setuju, bahwa spektrum diluar kemampuan indera manusia tersebut adalah TAK TERBATAS. Dan itu pula sebabnya mengapa sebagian ilmuwan lebih menyetujui alam semesta ini kurang tepat jika disebut Universe, tapi lebih tepat disebut Multiverse.

Jin Dapat Berwujud Apa Saja Termasuk Berwujud Manusia


Lalu mengapa ada hantu (baca: jin) yang berwujud manusia? Hal itu sering disebut dengan “menjelma” seperti wujud manusia, tapi itu adalah jenis jin yang kini oleh kalangan sains disebut juga sebagai Alien.

Dimensi mereka para jin, tak terpengaruh oleh tempat dan waktu karena berada di dimensi lain (bukan pada dimensi ketiga seperti manusia). Olah karenanya, mereka tak berfisik dan dapat bersembunyi pada benda berdimensi lain dengan mereka, misal pada benda dimensi manusia, dimensi ketiga.

Oleh karenanya mereka dapat berubah bentuk menjadi mirip binatang, bahkan mirip mausia yang sudah meninggal. Lalu pertanyaannya, mengapa mereka bisa berwujud seperti orang yang sudah wafat tapi kita pernah kenal disaat mereka hidup, bahkan berwujud seperti kakek nenek kita atau buyut kita?


Perlu diketahui bahwa jin memiliki umur yang jauh lebih panjang dibanding manusia.

Umurnya bisa ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun, daripada patokan tahun yang dipakai manusia. Satu tahun versi jin jauh lebih panjang dibanding versi tahun manusia. Ini dikarenakan dimensi mereka memiliki waktu yang berbeda, bahkan bisa jadi tak memiliki patokan waktu yang standar.

Jadi mereka bisa tahu seperti apa wujud orang tua kita yang sudah wafat, kakek, nenek, buyut dan seterusnya karena mereka juga tahu. Lalu mereka dapat menjelma dan berwujud seperti orang yang sudah wafat tersebut.

hollow-earth-aliensHal ini mirip jika kita memiliki hewan peliharaan, kucing misalnya, kita dapat memelihara kucing hingga beberapa keturunan.


Kita pasti tahu seperti apa ibu-bapak si kucing, kakek-neneknya bahkan buyut dari kucing-kucing itu, tapi bedanya kita tak dapat berwujud seperti buyut kucing dengan muka menyeramkan lalu dapat menegur cicitnya dan berkata “hai apa kabar cicit” karena kita dan kucing ada dalam satu dimensi yaitu dimansi ketiga.

Jadi apapun hantu yang kita lihat dan berwujud seperti manusia, sebenarnya adalah perwujudan jin-jin (menurut ufology – alien) agar dapat mengecoh manusia supaya manusia dapat memuja orang yang sudah wafat itu dan akan memulai kemusrikannya.

Tapi keberadaan Extra Terestrial atau makhluk luar angkasa masih sangat memungkinkan, bahkan diyakin sudah saling bekerja sama, namun pihak militer tak pernah mau membukanya ke publik karena takut ada kehebohan di dunia.

alien coming soonSedangkan menurut penganut religius, jin juga memiliki akal, pendidikan, ilmu pengetahuan, keluarga, beranak, bersosialisasi dan lainnya, sama dan mirip seperti manusia, namun jin berada pada dimensi yang berbeda, lain dengan dimensi tempat manusia berada yang dikenal dengan dimensi ketiga.


Tapi perlu diingat kembali kembali bahwa kemungkinan keberadaan Alien dari luar planet Bumi atau Extra Terrestrial masih terbuka lebar.

Sayangnya, mereka masih saling “terkurung dengan waktu” di masing-masing planetnya dan belum dapat melakukan kontak diantara mereka karena masalah jarak dan waktu.

Sama-sama tak bisa saling mengontak karena jarak yang sedemikian amat sangat jauhnya. Kecuali makhluk yang sudah bisa “mengalahkan jarak dan waktu” yang jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah makhluk pintar tapi belum bisa mengalahkan jarak dan waktu, untuk saling berjumpa.

Sumber : indocropcircles

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar