Rabu, 18 September 2013

AIDS Senjata Biologis Terkuat Di Dunia?


Mungkinkah inilah asal mula AIDS ? Menurut laporan terakhir Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, klaim bahwa virus AIDS dikembangkan sebagai senjata biologis oleh Pentagon adalah propaganda komunis. Yeah, pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Uni Soviet pada tahun 1987, Mikhail Gorbachev telah mengemukakan teori AIDS sebagai senjata Biologis yang dikembangkan oleh Pentagon. Meskipun menurut catatan sejarah, ia telah "meminta maaf" kepada Presiden Amerika Ronald Reagen atas tuduhan itu, namun beberapa pakar kedokteran dan para ahli - ahli dalam berbagai bidang lainnya mulai menggencarkan pernyataan serupa dengan apa yang dinyatakan oleh Gorbachev. Benarkah Virus tersebut adalah salah satu senjata biologis terkuat didunia?

Mungkin beberapa dari kalian masih belum mengetahui, Apa sih AIDS itu? menurut Wikipedia Aids atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Bagaimana perjalanan sejarah yang masuk dalam klasifikasi "Top Secret" mengenai penyakit ini ternyata adalah virus mematikan buatan tangan manusia yang bertujuan untuk menciptakan sebuah Senjata Biologis yang sangat mematikan.



Beberapa tahun yang lalu, Boris Belitskiy, seorang pejabat pers Soviet papan atas menawarkan penjelasan alternatif mengenai asal mula "propaganda" seperti itu. " Beberapa pejabat pemerintahan Amerika Serikat seperti direktur USIA (CIA), Charles Wick, menuduh Uni Soviet telah membuat teori ini untuki menghasilkan sebuah propaganda. Tetapi, ilmuwan Soviet bukanlah yang pertama kali mengemukakan teori seperti apa yang dinyatakan oleh Gorbachev." Lapor Belitskiy. Teori ini kali pertama muncul dalam sejumlah jurnal oleh ilmuwan barat, seperti DR. John Seale, seorang tenaga spesialis dalam bidang penyakit kelamin didua rumah sakit besar di London.

Seorang jurnalis Soviet di Aljazair, Aleksander Zhukov, berusaha mewawancarai seorang dokter Eropa dirumah sakit yang bernama Moustapha, yang membuat sejumlah pengungkapan yang relevan tentang persoalan itu. Pada awal 70an, dokter tersebut (yang juga seorang imunolog) tengah bekerja pada sebuah perusahaan Jerman Barat OTRAG bertempat di Zaire (Afrika). Laboratoriumnya telah diserahi tugas untuk mengembang - biakkan virus yang biasanya menyerang hewan, tetapi merupakan bahaya potensial bagi manusia. Mereka secara khusus berminat pada virus tertentu yang mampu menduplikasi diri dengan begitu cepat sehingga mereka bisa melabilkan sistem kekebalan tubuh sepenuhnya.

"apakah mereka berhasil?"
Belitskiy-pun menjawab "Sebagian besar, Ya!" dan menambahkan bahwa Laboratorium diperintahkan untuk mengakhiri proyek itu dan mengembalikan hasilnya ke peneliti Amerika tertentu, yang telah mengikuti tugas ini dengan sangat berminat yang sampai batas tertentu sebagian sebagian peneliti ini meyakini bahwa pada kenyataannya mereka tidak bekerja pada korporasi OTRAG tadi, melainkan sebenarnya mereka adalah "bawahan" dari Pentagon.

Selang dua tahun setelah pengumuman oleh Belitskiy tadi, tahun 1991, Dr. Jacobo Segal, seorang profesor guru besar dari Humboldt University di Berlin, mengatakan kepada media internasional bahwa teori Pentagon mengenai AIDS cukup masuk akal. Ia mengatakan bahwa virus itu sangat mungkin dikembangkan "melalui tekhnologi gen" sebagai hasil dari riset hewan yang disponsori Pentagon, "untuk mengizinkan penyerangan terhadap sel kekebalan tubuh manusia." Lebih jauh lagi ia mengatakan bahwa teori ini didukung oleh banyak ilmuwan Eropa dan "belum terbukti keliru".

Aids, CIA, Gay dan Kulit Hitam

Tahun 1975, lima tahun setelah penandatanganan kesepakatan Geneva oleh Presiden Amerika saat itu Richard Nixon, catatan kongres mengungkapkan bahwa USPHS (United States Public Health Service) melalui Divisi Operasi Khusus (rahasia) Angkatan Darat terus menyediakan senjata Biologis termasuk neurotoksin dan virus mematikan ke CIA, yang secara tidak sah menyimpannya kedalam fasilitas mereka di Fort Detrick. Walaupun catatan tentang siapa yang memulai dan mengarahkan aktivitas terselubung ini dihilangkan oleh mereka (CIA), bersama dengan tape rekaman Watergate yang terkenal itu, Nathan Gordon, mantan kepala CIA untuk Bidang Kimia, Divisi layanan teknis mengakui mengetahui bahwa sebagian substansi yang disimpan akan digunakan untuk mempelajari metode imunisasi untuk penyakit vis-à-vis (Kanker). Lebih jauh lagi, setelah pengunduran diri Nixon, Presiden Gerald Ford dan Henry Kissinger (Sekretatis Negara) tersadar bahwa CIA menyimpan suplai residu senjata Biologis, tetapi tidak satupun dari keduanya memerintahkan untuk memusnahkannya, menurut pernyataan yang diberikan oleh Direktur CIA terdahulu, Richard Helms.

Saat peristiwa Holocaust, ilmuwan NAZI menguji darah - darah para korban (orang non-Aria ) untuk menentukan kerentanan terhadap penyakit spesifik terkait ras. Orang kulit hitam dan homoseksual (bersama dengan bangsa Yahudi), dilecehkan oleh NAZI. Lebih dari 10.000 Laki - laki homoseksual dibunuh.

Begitu juga yang dilakukan intelejensi Amerika Serikat, dimana orang kulit hitam dan homoseksual dibunuh, dilecehkan, dituduh ilegal dan melakukan kampanye intelejen tandingan dari era McCharty (1950an) hingga era Reagen (1980an). Kelompok pejuang hak sipil bagi warga kulit hitam dan homoseksual Amerika dan para pemimpinnya dianggap sebagai ancaman kaum komunis selama tahun - tahun berlangsungnya perang dingin (Terutama selama akhir `1960an dan awal 1970 ketika Nixon, Kissinger dan Edgar Hoover (Direktur pertama FBI) mendukung pendanaan COINTELPRO (Counter Intelligence Program) untuk aktivitas terselubung FBI dan CIA yang ditujukan untuk menetralisasi seluruh ancaman warga kulit hitam dan kaum homoseksual domestik dan asing)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar