Tampilkan postingan dengan label ragam indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

7 Fakta Menarik yang Bakal Kamu Rasakan Jika Naik Transjakarta


Bus Transjakarta merupakan noda transportasi masal yang sering digunakan warga Jakarta untuk malakukan aktivitas sehari-hari. Selain harganya yang cukup terjangkau, alat transportasi ini sudah 10 tahun beroperasi menemani warga Jakarta sejak tahun 2004.

Berikut 7 fakta menarik jika kamu menggunakan bus Transjakarta :

1. Harga Tiket 


Di tahun 2004 Gubernur Sutiyoso menetapkan tarif busway sebesar Rp. 2500 dan Rp. 1500 di pagi hari pada jam 05.00-07.00 pagi. Jika banyak tarif angkutan umum yang sudah naik beberapa kali sejak tahun 2004 tetapi busway masih berharga Rp. 2000 dan 3500,- hingga 2014 saat ini.

2. Antrian Panjang



Jumlah penumpang Transjakarta semakin hari semakin melonjak, lihat saja antrian yang terjadi di beberapa koridor seperti Dukuh Atas dan Harmoni di jam-jam sibuk hampir tak pernah sepi tiap harinya.

3. Penumpang Setia


Meski antrian sudah sangat panjang banyak warga Jakarta seolah tak peduli dan tetap setia untuk menunggu kedatangan busway bera jam lamanya.

4. Penerobos Busway



Nah ini dia nih, yang ngebuat jalur Busway terhambat! Banyak para pengguna kendaraan pribadi baik motor atau mobil yang sering menerobos jalur busway. Bahkan sering terlihat di sekitar Jalan Daan Mogot menuju Cengkareng para pengendara motor melawan arus.

5. Rute Makin Beragam



Saat ini Transjakarta memiliki 12 koridor dan sejak dibukanya jalur APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) banyak rute yang memudahkan penumpang dari berbagai wilayah seperti Cibinong, Cileungsi, Bekasi dan Ciputat yang langsung berhenti di beberapa halte busway.

6. Area Khusus Wanita


Semenjak banyak terjadinya kasus pelecehan seksual dan tindakan asusila di dalam busway. Maka saat ini busway memiliki area khusus wanita, walaupun di jam-jam padat masih terlihat dirute-rute yang memiliki bus gandeng banyak pria berada di area depan.

7. Emansipasi Wanita 



Emansipasi wanita dalam hal pekerjaan sangat terasa di dalam busway, Jika banyak wanita yang jarang menjadi supir atau kenek bus tetapi tidak untuk Transjakarta. Banyak para wanita yang berprofesi baik menjadi pramudi ataupun petugas di dalam busway.

Waspada, Tempat-Tempat Biasa 'Oknum' Polisi Ngumpet.



 

Tindakan tegas para Polisi Lalu Lintas untuk menindak para pengendara yang melanggar memang sudah sepatutnya dilakukan. Namun, terkadang tak sedikit pengendara yang lengkap dengan kelengkapan motor, mengeluh acapkali ditindak oleh oknum polantas.

Terkadang beberapa oknum polantas mencari-cari kesalahan pengendara motor, saat para pengendara motor itu berhenti di lampu merah. Dengan sedikit 'spik' melanggar Lalu Lintas, biasanya pengendara motor yang rada 'bego' akan terjebak, dan akhirnya meminta damai.

Selain lengkap dalam berkendara, disini Bro kudu waspada. Ada beberapa tempat favorit para oknum polantas untuk 'ngejebak' para pengendara motor. Nih dia Bro...

1. Di Tikungan

Nah, ini banyak kejadian nih, terkadang sekonyong-konyong dari balik tikungan muncul gerombolan oknum polantas yang secara tiba-tiba berdiri ditengah jalan dan menyuruh minggir pengendara motor yang 'apes'. Biasanya terlihat seperti tebang pilih, karena ada beberapa pengendara yang nggak diberhentikan. Dan konyolnya, proses ini tanpa peringatan seperti rambu akan ada pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Waspada!

2. Di Kegelapan

Nah, kalo yang ini juga nih. Lagi asik-asik jalan, tiba-tiba dari balik kegelapan muncul oknum polantas yang secara tiba-tiba memberhentikan pengendara yang berjalan pelan. Pekatnya malam dijadikan tameng untuk bersembunyi para oknum polantas ini. Kudu Ekstra Waspada!

3. Misterius alias Tiba-Tiba

Kalo yang ini, suka nongol tiba-tiba alias ngagetin. Dan yang ngeselin suka seenaknya matiin stop kontak motor dan mengambil kuncinya. Mungkin dia pikir sang pengendara bakalan kabur. Kudu super Waspada!

4. Di Balik Rambu

Ini juga rada-rada ngeselin. Saat dilampu merah, beberapa pengendara memang acapkali melihat oknum polisi yang bersembunyi di balik Rambu. Tujuannya mengincar pengendara yang bisa ditargetkan secara acak. Hati-hati!

5. Di Balik Pohon

Ini yang nggak tau etika. Biasanya oknum polantas yang kayak gini cuma sekedar mengincar kata damai dari para pengendara motor. Modus jebakan cukup kental dari aksi ini. Sekali pengendara ngotot, maka nggak akan ada ampun, Tilang !! Sadis Bro

6. Di Warung Kopi Perempatan

Sambil ngopi, para oknum polantas nunggu pengendara untuk dijadikan target. Nah, biasanya ini terjadi pada perempatan yang rada-rada ambigu, nggak ada rambu, nggak ada lampu merah. waspadalah.. waspadalah...

Tapi Bro

Jangan kuatir, masih banyak para polantas yang berkerja secara professional dan membantu sekali dalam kemacetan yang ruwet. Banyak juga diantara mereka yang tak segan memperingatkan untuk keamanan berkendara.

Salut untuk armada kepolisian yang bekerja secara profesional yang dekat dengan pengguna jalan. Dan sepertinya sudah saatnya para polantas menjadi sahabat pengendara bukan justru jadi momok. Sekali lagi, apresiasi untuk para polantas Profesisonal.

Rabu, 16 April 2014

Sejarah dan Kontroversi Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

Hampir semua pemimpin dunia mempunyai pesawat khusus yang digunakan untuk suatu kunjungan ke negara lain atau wilayah yang jauh dari ibukota negara.

Hal yang sama juga terjadi dengan Presiden Republik Indonesia (RI). Sejak Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selalu siap pesawat khusus yang mengangkut sang presiden untuk kunjungan kenegaraan.

Pesawat Kepresidenan RI dari Soekarno Hingga SBY

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut ini pesawat-pesawat yang digunakan RI-1 :

I. Presiden Soekarno (1945-1967)

1. DC-3 Dakota



Proklamator Kemerdekaan Indonesia ini menggunakan DC-3 Dakota sebagai pesawat kepresidenannya. Pesawat ini adalah sumbangan masyarakat Aceh yang mengumpulkan 20 kilogram emas untuk membeli Dakota yang selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan seperti membantu perjuangan bangsa termasuk digunakan Soekarno sebagai presiden untuk menjalankan diplomasi luar negerinya.

2. DC-8 PanAm
Ini adalah pesawat yang disewa Pemerintah RI dari Pan American World Airways (PanAm) Amerika Serikat (AS) untuk keperluan pejalanan Presiden Soekarno. Uniknya, pesawat ini digunakan Soekarno dalam lawatan ke Moskow, Uni Soviet saat hubungan AS dan negara komunis itu sedang tegang-tegangnya saat Perang Dingin berlangsung.

3. Boeing 707 PanAm


Pesawat ini disewa Pemerintah RI dari PanAm pada saat kunjungan Presiden Soekarno melawat ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden AS John F. Kennedy tahun 1961. Pesawat disewa lengkap dengan pilot dan pramugari dari PanAm.

4. Lockheed C-140 Jetstar


Sekembali Presiden Soekarno dari AS, pemerintah negara tersebut menghadiahi Indonesia dengan pesawat Lockheed C-140 Jetstar yang diberi nama Saptamarga, Irian, dan Pancasila. Soekarno mempunyai tiga pesawat C-140 Jetstar unuk menopang lawatan ke luar negeri maupun dalam negeri. Salah satu pesawat ini sempat dijadikan sebagai pesawat kepresidenan yang stand by di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengevakuasi presiden manakala bila terjadi ancaman.

5. Ilyushin Il-18


Tidak mau kalah” dengan AS, Presiden Uni Soviet Nikita Kruschev menghadiahi dua unit pesawat Ilyushin Il-18 untuk Presiden Soekarno. Pesawat ini kemudian menjadi salah satu pesawat kepresidenan RI dan diberi nama “Dolok Martimbang”. Pesawat bermesin propeller ini digunakan Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan di dalam negeri dan ke kawasan regional Asia Tenggara.

6. Convair 990 Garuda Indonesia Airways


Tahun 1963 Garuda Indonesia Airways membeli Convair 990 dan sempat dijadikan pesawat kepresidenan RI. Presiden Soekarno menggunakan pesawat ini dalam kunjungan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Utara, dan Aljazair.

II. Presiden Soeharto (1967-1998)

1. C-130 Hercules TNI AU



Di awal pemerintahannnya di tahun 1967, Presiden Soeharto menggunakan C-130 Hercules untuk berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Memang Hercules untuk keperluan Presiden ini tidak sama dengan Hercules biasa. Kabinnya dibuat nyaman untuk mengangkut VVIP.

2. DC-8 Garuda Indonesia Airways


Presiden Soeharto juga sempat menggunakan pesawat yang disewa Pemerintah RI dari maskapai Garuda Indonesia jenis DC-8 ini untuk berkunjung ke luar negeri di masa awal pemerintahannya.

3. Avro RJ-185 dan Fokker 28 Pelita Air Service. Presiden Soeharto kerap menggunakan 2 pesawat yang disewa dari anak perusahaan Pertamina ini untuk kunjungan di dalam negeri sampai era 80an dan 90an awal. Avro RJ-185 kelak masih dipakai 3 presiden setelah Soeharto yaitu Habibie, Gus Dur dan Megawati untuk perjalanan di dalam negeri.

4. Super Puma
Selain 3 pesawat diatas, Soeharto juga pernah memakai helikopter SA-330 Puma, atau SA 332 Super Puma TNI AU.

5. DC-10 Garuda Indonesia


Di era 80an, Presiden Soeharto menggunakan pesawat DC-10 yang disewa pemerintah dari Garuda Indonesia. Pesawat bermesin tiga buatan McDonell Douglas, AS ini sering menjadi trademark Soeharto kala berkunjung ke luar negeri.

6. MD-11 Garuda Indonesia

Memasuki era 90an, Garuda Indonesia mengganti armada DC-10 nya dengan MD-11. Masih model mesin 3 seperti halnya DC-10 namun dengan mesin yang lebih kuat dan adanya winglet di ujung-ujung sayapnya.

Tampaknya Presiden Soeharto atau pemerintah saat itu menyukai pesawat model 3 mesin untuk fasilitas presiden. Soeharto menggunakan pesawat ini di perjalanan terakhirnya ke Mesir beberapa saat sebelum lengser dari jabatan kepresidenan.

III. Presiden BJ. Habibie (1998-1999)

1. Avro RJ-185 Pelita Air Service



Presiden Habibie hanya sebentar menjabat presiden dan tercatat tak pernah memakai pesawat kepresidenan, dikarenakan tak pernah melakukan kunjungan keluar negeri. Namun ia menggunakan pesawat milik Pelita yang pernah digunakan Soeharto saat jadi presiden. Dan menurut catatan, saat menghadiri KTT ASEAN di Singapura, Habibie berangkat pagi dan pulang malam dengan menggunakan pesawat Avro RJ-185 Pelita Air.

IV. Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001)

1.Boeing 707 TNI AU



Presiden yang akrab dipanggil Gus Dur ini pernah menggunakan pesawat Boeng 707 VVIP TNI AU untuk perjalanan keluar negeri. Namun ada satu kisah saat Presiden Gus Dur hendak berkunjung ke Australia. Sampai di atas Darwin, pesawat mengalami kebocoran oli sehingga harus mendarat darurat di Pangkalan AU Australia di Darwin.

2. MD-11 Garuda Indonesia. Presiden Gus Dur masih menggunakan pesawat MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia untuk perjalanannya ke luar negeri.

3. Avro RJ-185. Pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Abdurrahman Wahid untuk perjalanan nya di dalam negeri.

V. Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

1. MD-11 Garuda Indonesia


Presiden Megawati Soekarnoputri melanjutkan masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Megawati tidak terlalu sering mengadakan kunjungan ke luar negeri. MD-11 yang disewa dari Garuda Indonesia adalah pesawat yang dipergunakan.

2. Avro RJ-185. Seperti halnya Soeharto, BJ.Habibie, dan Abdurrahman Wahid, pesawat milik Pelita Air ini sering dipergunakan Presiden Megawati untuk perjalanan nya di dalam negeri.

VI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

1. Airbus A330-300 Garuda Indonesia



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap menggunakan pesawat Airbus A330-300 yang disewa dari maskapai Garuda Indonesia.

2. Boeing 737 Garuda Indonesia. Untuk perjalanan di dalam negeri atau regional, Presiden yang kerap dipanggil SBY ini menggunakan Boeing 737 yang juga disewa dari Garuda Indonesia. Dimensi dan kapasitas pesawat ini memang lebih kecil daripada Airbus A330.

VII. Pesawat Kepresidenan periode 2014-2019 dan selanjutnya

Pada era Presiden SBY sebenarnya sudah menyiapkan sebuah pesawat khusus Boeing 737 BBJ (Boeing Business Jet) yang dibeli Pemerintah RI. Pemerintahan SBY beralasan bahwa sudah saatnya Presiden RI mempunyai sebuah pesawat khusus yang tidak perlu menyewa lagi.


Sejak tahun 2010, Pemerintah Republik Indonesia sudah memulai melakukan pemesanan pesawat khusus ini.

Pilihan dijatuhkan pada Boeing Business Jet 2 (BBJ2), sebuah pesawat yang mengambil basis dari Boeing 737-800 yang dikembangkan lebih lanjut oleh Boeing dan General Electric (GE).

Dari luar tampilan pesawat BBJ2 terlihat sama saja dengan Boeing 737-800 biasa. Namun jangan tanya kecanggihan dan kemewahannya.

Standar keamanan dan kenyamanan pesawat baru ini pun dibuat layak untuk seorang presiden.

Pesawat akan dimiliki oleh Sekretariat Negara RI dan operasional serta perawatannya akan diserahkan kepada TNI AU. Pesawat ini rencananya tahun 2014 sudah jadi dan siap operasional.

Detail Pesawat Kepresidenan Indonesia 2014

Sejak tiba di Base Operations (Base Ops) Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Kamis (10/4/2014), sosok pesawat Kepresidenan RI jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) membuat takjub para tamu undangan acara serah terima yang langsung dihadiri dari pihak Boeing. Sebab sejak 69 tahun merdeka, ini merupakan kali pertama Indonesia punya pesawat khusus kepresidenan RI.


Spesifikasi pesawat Boeing 737-800 jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) untuk presiden RI 2014 :

Spesifikasi pesawat kepresidenan RI :

Jenis/tipe pesawat : Boeing Business Jet 2 (BBJ2)
Daya tampung maksimal : 70 penumpang
Jarak terbang maksimal : 10.334 kilometer selama 10-12 jam
Kecepatan maksimal : 871 kilometer per jam
Panjang : 39,5 meter,
Rentang sayap : 35,8 meter
Tinggi : 12,5 meter
Ketinggian terbang maksimum : 41.000 kaki atau sekitar 12.300 meter

Interior:
Pesawat BBJ2 dirancang untuk memuat 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden.

BBJ2 memiliki ruang interior yang berukuran 25 persen lebih lega dibanding versi biasa. Hal ini dikarenakan panjang pesawat di-stretch 19,2 feet atau sekitar 5,7 meter lebih panjang.

Kokpit:
Kokpit pesawat kepresidenan RI ini dilengkap dengan sistem avionik canggih seperti double FMS (flight management system), sistem komunikasi Rockwell Collins Series 900 VHF comm/nav ganda dengan DME (distance measuring equipment), HF comms, ADF (automatic direction finder), GPS (global positioning system), MLS (microwave landing system) serta radar cuaca tipe WXR-700X.


Sistim Keamanan:

Pesawat kepresidenan RI ini juga memiliki sistem keamanan dan komunikasi canggih. Meskipun tidak dijelaskan secara spesifik, pesawat RI-1 ini dilengkapi sensor dan radar warning untuk mendeteksi ancaman rudal yang mendekat. Memang, pesawat ini tidak dilengkapi kemampuan antirudal, tapi setidaknya pilot bisa mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindarkan pesawat dari terjangannya.

Kemampuan terbang:

Pesawat ini ditenagai dua mesin turbofan General Electric/Snecma (CFMI) CFM56-7 yang masing-masing memiliki power 27.300 lbs dan mampu membuat pesawat terbang sejauh 10.334 kilometer atau sekitar 12 jam. Kemampuan ini didapat berkat adanya 9 tangki bahan bakar tambahan yang memuat total 39.554 liter avtur.

BBJ2 mampu terbang dengan ketinggian maksimal 41.000 feet, mampu terbang selama 10 jam, memiliki kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach. Pesawat juga dilengkapi dengan perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah untuk daya jangkau sampai dengan 10.000 kilometer.

Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air dan tugas kepresidenan di negara sahabat. Pesawat seri 737-800 ini juga merupakan jenis yang sama yang digunakan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia.

Interior pesawat kepresidenan RI, satu buah kursi Pesawat Presiden seharga bangun dua gedung Sekolah Dasar.

Pembelian interior pesawat dinilai berlebihan senilai Rp 243 miliar. Juga harga satu kursi yang menyamai biaya pembangunan dua sekolah dasar. Koordinator LSM Bendera, Mustar Bonaventura, mengungkapkan keresahannya soal harga kursi yang dibayarkan pemerintah untuk mempercantik pesawat kepresidenan di Jakarta, Minggu, (26/2/2012).


“Jadi jika diasumsikan ada 100 kursi di dalam pesawat maka harga rata-rata tiap kursi senilai Rp 2 miliar. Sementara Rp 43 miliar lainnya untuk tempat tidur, wc, meja, televisi, dapur, tangga dan lain-lain. Harga kursi Rp 2 miliar itu setara dengan membuat 2 SD permanen dengan 6 ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah dan satu lapangan voli atau Badminton,” bebernya.


Mustar Bonaventura merinci jika satu kelas rata-rata berisi 40 siswa maka setiap SD bisa menyekolahkan 240 siswa. Tapi jika kegiatan sekolah dibuat dua kali dalam satu hari yaitu pagi dan siang maka tiap SD bisa menampung 480 siswa atau 960 siswa untuk 2 SD.

“Dengan demikian jika seluruh biaya kursi itu di gunakan untuk membangun SD maka ada 9.600 anak yang bisa bersekolah. Jika tiap bangunan bertahan rata-rata 10 tahun maka dengan harga 100 kursi pesawat Presiden bisa menyekolahkan 96.000 siswa,” paparnya.

Kapan Pemerintah Akan Kembali Hidupkan dan Kembali Mendukung IPTN?

Indonesia sendiri sebenarnya memiliki kemampuan untuk membuat pesawat di era Menristek BJ. Habibie. Mengapa kini “mati”? Penyebabnya adalah IMF (International Monetary Fund).

Menurut Habibie, saat itu Suharto meneken tandatangan untuk mematikan IPTN, sedangkan Habibie tak diikutsertakan pada perjanjian tersebut. Lalu IPTN dan perusahaan dibawahnya harus ditutup karena “mengalami kerugian akibat hutang”.

Habibie menolak rencana itu, “Yang mengalami hutang adalah swasta, bukan BUMN,” jelas Habibie. Akhirnya semua terkuak bahwa pembubaran IPTN atas tekanan dari IMF.

Saat itu Habibie telah membuat beberapa assembly pesawat komersil kebanggaan Indonesia melalui PT. Nurtanio, yaitu pesawat tipe N-250 yang dinamai “Gatot Kaca” dan telah terbang pada tanggal 10 Agustus 1995, untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Assembly telah dibuat di Mobile, AS dan Stuttgart, Jerman. Sekitar 80% pesawat telah mengudara. Sejak awal berdiri memiliki “hanya” 250 orang karyawan saja dan telah menguntungkan negara sebesar 10 billion dollar AS! Akhirnya IPTN justru ditutup pada saat beberapa perusahaan pesawat dunia justru ambruk bahkan di “bill out” oleh pemerintahnya.

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?


Seorang bapak sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha.  Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan. Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.

Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.

Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri.

Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras rakyat yang  sah dimata hukum.

Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain.

Bentak bapak. Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.

Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah. Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya. Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.

“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”

“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja.”

“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”

“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”

Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.

“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”

Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.

Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.

Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya  untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.

Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “

Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.

“Bapak……… bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”

Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”

Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak…….. Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka.”

Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan penuh kebijakan. “Anakku……….. Negeri ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak. Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Itu jauh lebih mulya dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini!”

Jumat, 07 Februari 2014

Biaya Nikah di KUA Rp 50 Ribu, di Luar Jam Kantor Rp 600 Ribu

kua Biaya Nikah di KUA Rp 50 Ribu, di Luar Jam Kantor Rp 600 Ribu

Ingin menikah di akhir pekan atau di luar hari kerja? Bersiaplah mengeluarkan kocek sebesar Rp 600 ribu. Pemerintah telah menyiapkan peraturan mengenai tarif baru untuk nikah ini.

“Ada 3 pembahasan yang kami godok terkait biaya pernikahan,” kata Deputi IV Bidang Kooridnasi Pendidikan dan Agama Kemenko Kesra, Agus Sartono, di kantornya, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) akhirnya menyelesaikan draft finalisasi Peraturan Pemerintah (PP) tentang biaya akad nikah sebelum diserahkan ke presiden. Dalam peraturan itu disebutkan, biaya nikah gratis untuk warga miskin. Kementerian Agama yang akan mengatur definisi secara hukum nantinya.

“Kedua, menikah di kantor KUA (Kantor Urusan Agama) dikenakan biaya Rp 50 ribu dan menikah di luar jam kerja atau di luar kantor, tarifnya Rp 600 ribu,” imbuhnya.

Agus menambahkan, nantinya uang itu akan masuk ke kas negara. Kemudian 80 persennya akan dikembalikan ke Kementerian Agama. Uang itu masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Jadi tidak serta merta (diberikan kepada) petugas KUA. Dengan begini, kewajiban melayani dipenuhi, opersaional juga terpenuhi,” lanjutnya.

Pembahasan ini untuk menjawab keresahan yang muncul akibat PP 47 2004. Dalam PP itu disebutkan, pemberian di luar honor petugas KUA merupakan gratifikasi. Pemberian honor atau barang kepada petugas KUA diberikan warga yang kebanyakan menikah di luar jam kerja atau pada hari libur.

“Karena itu, banyak warga yang memberi semacam uang transport sebagai pengganti melayani di hari libur. Lagi pula, biaya operasional KUA Rp 2 juta per bulan. Karena ada peraturan itu, penerimaan uang transport masuk dalam gratifikasi,” tuturnya.

Hal itulah yang meresahkan para petugas KUA. Untuk memberi kejelasan tentang peraturan pembiayaan, pihaknya berkoordinasi dengan KPK dan kementerian terkait untuk membahas peraturan tentang biaya pernikahan.

“Setelah ini, masih akan bertemu ke Kemenkumhan satu kali lagi. Senin depan akan ke Kementerian Keuangan. Semoga akhir Februari selesai semua,” pungkas Agus seperti dikutip Liputan 6.

Pemilu Dari Masa Ke Masa

 
Bicara Pemilu, udah pasti menyangkut Politik. Tapi ada yang tau gak, kapan sih Indonesia itu mulai mengadakan Pemilu?
Indonesia tepatnya mengadakan Pemilihan Umum pada tahun 1995, tepatnya setelah kemerdekaannya di tahun 1945. Darisinilah masyarakat Indonesia belajar tentang demokrasi.

Indonesia baru yang sangat muda terseok- seok dalam mempersiapkan pemilu. Situasi keamanan yang belum kondusif, kabinet yang penuh friksi, dan gagalnya pemerintahan baru menyiapkan perangkat Undang-Undang pemilu membuat pemungutan suara baru bisa dilaksanakan 10 tahun setelah kemerdekaan.

Dalam pemilu pertama ini masyarakat memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Konstituante adalah lembaga negara yang ditugaskan untuk membentuk Undang-Undang Dasar baru menggantikan UUD sementara 1950.

Anggota angkatan bersenjata dan polisi ikut berpartisipasi dalam pemungutan suara.Pemilu tahun 1955 diadakan dalam dua periode. Pada periode pertama tanggal 29 September 1955 masyarakat memilih anggota DPR.

Lalu, pada periode kedua pada 15 Desember 1955 masyarakat memilih anggota Konstituante. Tak kurang dari 80 partai politik, organisasi massa, dan puluhan perorangan ikut serta mencalonkan diri. Bisa dibayangin kan banyak banget!!

Pada Maret 1956 parlemen terbentuk dengan jumlah angggota sebanyak 272 orang. Ada 17 fraksi yang mewakili 28 partai peserta pemilu, organisasi, dan perkumpulan pemilih. Sedangkan anggota Konstituante berjumlah 542 orang. Mereka dilantik pada 10 November 1956.

Selanjutnya, kondisi politik Indonesia pasca pemilu 1955 sarat dengan berbagai konflik. Akibatnya, pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 1960 tidak dapat terselenggara.

Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit pada 5 Juli 1959 yang membubarkan DPR dan Konstituante hasil pemilu 1955 serta menyatakan kembali ke UUD 1945.

Soekarno secara sepihak membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat oleh presiden.

Bener Gak Sih Pemilu Itu Pemaksaan?

 
Demokrasi!!! Habis demokrasi, muncul deh PEMILU. Jadi rakyat bisa bebas milih para calon wakit rakyat dan juga presidennya sendiri.
Tapi sadar gak sih kalau sebenarnya PEMILU itu pemaksaan? Katanya demokrasi dan bebas memilih, tapi di beberapa tempat yang berhasil gue lihat terjadi banyak pemaksaan.

Contohnya aja sebelum PEMILU dimulai, ada beberapa rumah warga yang mendadak jadi basecamp tim sukses seorang caleg. Gak cuma satu, tapi banyak dan itu beda-beda partai loh!

Kalau itu kan sebelum PEMILU, nah pas PEMILU dimulai juga terjadi pemaksaan. Buktinya, orang yang sakit, cacat, atau lumpuh masih aja dipaksa-paksa buat nyoblos. Padahal, ia aja udah gak peduli lagi sama politik busuk bangsa ini.


Kalau itu masih gak jadi bukti pemaksaan, masih ada lagi loh! Habis nyoblos semuanya diwajibkan mencelupkan jari ke tinta, sebagai tanda ia udah nyoblos.

Sebenarnya sih gak perlu, mereka-mereka saja yang takut terjadi kecurangan di PEMILU. Rasa tersebut muncul, karena emang para elite politik kita itu semuanya curang.

Terus terang dari sekian banyak caleg dan capres, apakah kamu udah melihat daftar riwayat hidupnya?

Sabtu, 01 Februari 2014

10 Tahun Beraksi, Akhirnya Kolor Ijo Tertangkap


KOMPAS.com — SA, anak sulung Buasir Nur Khotib (50) alias "Kolor Ijo", mengaku kaget ayahnya ditangkap polisi karena mencuri dan memerkosa puluhan perempuan. Dia tidak percaya ayahnya adalah Kolor Ijo yang telah meneror perempuan sejak tahun 2014.

“Saya dan keluarga tak percaya jika bapak Kolor Ijo. Kami kaget saat bapak ditangkap polisi. Dia memang pernah dipenjara dulu di Rutan Kraksaan karena melakukan pencurian, tapi sudah tobat," kata SA saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Wonomerto, Kota Probolinggo.

"Tapi jika benar bapak memang Kolor Ijo, saya minta maaf kepada seluruh korban. Kalau keluar malam hari pamitnya syuting video,” ujarnya tampak sedih.

Sebelumnya diberitakan, Buasir Nur Khotib mengaku telah memerkosa dan merampok 31 perempuan mulai gadis hingga ibu-ibu. Hal itu dilakukannya selama rentang waktu 10 tahun.

Pengakuan Buasir itu disampaikan Kapolresta AKBP Iwan Setiawan, Kamis. Namun, Iwan menyatakan tidak akan percaya begitu saja atas pengakuan Kolor Ijo. "Kami menduga jumlah korban bisa lebih dari pengakuan tersangka," katanya. Kepolisian, lanjut Iwan, masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Kapolresta menambahkan, Kolor Ijo ditangkap setelah anggota polisi menyamar sebagai pasien. Setelah mencocokkan sidik jari yang menempel di botol air pemberian Buasir kepada anggota polisi tersebut, ternyata sidik jarinya cocok dengan yang ditemukan polisi dalam kasus pemerkosaan oleh Kolor Ijo beberapa waktu lalu.





Selain itu, polisi melacak pelaku setelah ponsel milik korban ternyata masih aktif dan dipegang Buasir. Saat itulah polisi melakukan penangkapan.

Kepolisian Resor Kota Probolinggo, Jawa Timur, menangkap Kolor Ijo bernama Buasir Nur Khotib (50), warga Desa Pohsangit Lor, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, di rumahnya.

Polisi menangkap Buasir yang telah meneror perempuan sejak 2004. Aksi Buasir ini telah berlangsung selama 10 tahun. Dalam melakukan aksinya, Kolor Ijo selalu mengenakan celana pendek berwarna hijau, lalu mencuri barang berharga milik korban dan memerkosa perempuan, baik gadis maupun janda.

Kapolresta AKBP Iwan Setiawan menjelaskan, sebelum melakukan aksinya, Kolor Ijo melakukan pengintaian rumah korban selama dua hari. Jika rumah korban dekat, dia naik sepeda. Jika jauh, dia menyewa ojek.

Rabu, 29 Januari 2014

Kemesraan di tengah banjir

Banjir yang menggenangi perumahan Pondok Jaya akibat dari jebolnya tanggul Kali Mampang.





Inilah Reaksi PAra Caleg Tak Terpilih di Tahun 2009

stress 490x326 Ini Dia Reaksi Caleg caleg Tak Terpilih di Tahun 2009 (2 Habis)

Selang dua bulan ke depan, Indonesia akan menggelar pemilu 2014. Seperti kita ketahui, untuk jadi wakil (sebagian) rakyat butuh modal besar. Harapannya, tentu saja, setelah terpilih, modal itu bisa balik lagi.

Nah, lima tahun silam, ada banyak caleg stress gara-gara gagal tak terpilih pada pemilu legislatif  di bulan April tahun 2009 itu. Berikut adalah sebagian data tentang caleg tak terpilih dan kemudian jadi stres. Daftar nama dan info diambil dari berbagai sumber media cetak maupun online.

1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang disumbangkannya ke mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang disumbangkannya ke dua mushallah.

2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di Kecamatan Labangka. Namun karena kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.

3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.

4. Caleg dari Partai Golkar dari Kota Bogor, Yuniar, melalui tim suksesnya berinisial SB, menarik kembali ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp50.000 bertuliskan Karya Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye di Kampung Muara, RW 11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat. Namun saat hasil suara dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama Yuniar hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.

5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai Timur Aswin melalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik pada warga setempat.

6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB Selasa (14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01, Desa Bangunjaya,Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.

8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol. Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untukme ngurus kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan istrinya.

9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal hanya beberapa jam setelah mengikuti penghitungan suara pemilu. Diduga caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini meninggal karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu. Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.

10.Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo, Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari Minggu (12/4). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban pikiran.

11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.

12. Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg berinisial HT meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.

15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.

16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) berinisial S Sirimau untuk DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.

18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik kembali sumbangan kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa kampanye, S cukup sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun Kamal, Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband dan uang tunai Rp 2,5 juta.

19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.

20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I Kecamatan Herlang, Bonto Tiro dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4) malam lalu dengan cara mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia menyatakan, lahan yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.

21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK dari lahan tempat mereka tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan Tobelo, kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tergusurnya warga itu dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan yang beralasan bahwa tempat tinggal warga “menumpang” itu akan dibangun tempat usaha. EP yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak memperoleh satupun suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu dari penggusuran tersebut.

22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan suara berakhir.

23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati Ternate melakukanpenarikan televisi dan bantuan semen. Hal ini dilakukan karena suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan.

Selasa, 31 Desember 2013

Alat Ini Bisa Mengurangi Iuran istrik Anda 30%

http://asalasah.blogspot.com/2013/12/alat-ini-bisa-mengurangi-iuran-istrik.html

Tagihan listrik anda membengkak atau merasa berat dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL)? Kini kedua masalah itu sudah ada solusinya. Adalah Home Electric Saver sebuah alat mini yang dapat memaksimalkan daya listrik sekaligus menghemat listrik hingga 30%.

Home Electric Saver dikembangkan oleh anak bangsa asal Malang dan dibuat di Indonesia. Sosok Bambang Sugiyanto 49 tahun adalah suksesor di balik kecerdasan dirinya melihat pasar dan mengembangkan alat yang berguna ini.

"Produk ini gampang dijual dan saya berpikir ketika pertama kali mau membuat, saya prediksi TDL ke depan akan naik terus. Jadi saya sudah prediksi itu sebelum saya buat alat ini," kata Pemilik Home Electric Saver Bambang saat berbincang dengan detikFinance di Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) Epiwalk, Kuningan Jakarta Selatan.

Bambang menjelaskan konsep kinerja alat mini hemat listrik ini. Mesin utama alat ini adalah sebuah kapasitor bank mini. Kapasitor ini berfungsi menghilangkan proses induksi listrik yang menyebabkan energi listrik terbuang dan boros pemakaian. Dengan pemakaian alat ini, induksi listrik dihilangkan dan daya listrik dapat dimaksimalkan untuk digunakan.

"Jadi ini alat isinya kapasitor bank mini, tetapi ukurannya mikro, kalau di pabrik wajib digunakan, tetapi ukurannya tabung. Tetapi ini untuk rumah. Karena dengan kapasitor bank ini, induksinya dihilangkan pada peralatan yang kita gunakan. Penggunaan listrik kita lebih efisien, putarannya agak berkurang dan tagihan listrik berkurang 30%," terangnya.

Hebatnya lagi, alat ini tidak melanggar ketentuan oleh PT PLN (persero). Legalitas produk ini sudah sesuai dengan SK Menteri PU No. 23/PRT/78 tentang alat sejenis kapasitor bank. Ia juga merujuk pada instruksi Presiden RI No 10/2005 tentang penghematan energi.

Bambang mengaku hanya mengembangkan ide yang sudah ada. Alat serupa pernah dibuat negara Jerman dengan sistem yang sama dan cara yang sama. Namun harga produk buatan Jerman yang sejenis jauh lebih mahal

"Jadi fungsinya energi listrik bisa dimaksimalkan. Ide ini sebenarnya kalau dari sisi teknis sudah ada yaitu dari Jerman tetapi mahal harganya. Kita modifikasi dengan pengembangan teknologi yang kita ambil dengan menggunakan komponen lokal 90%, 10% komponen kapasitor kita masih impor. Buatan Jerman sejenis harganya Rp 100 juta/unit, kalau kita ini hanya Rp 300 ribu/unit," tambahnya.

Alat ini sudah dikembangkan sejak tahun 2005. Dalam kurum waktu itu, sudah ada sekitar 500 ribu unit alat yang terjual dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua. Bambang kini menjual 3 tipe alat penghemat listrik yaitu untuk daya 450-1300 watt seharga Rp 300 ribu/unit, daya 2.200-4.400 watt seharga Rp 400 ribu/unit dan daya 5.500-8.800 watt seharga Rp 500 ribu/unit.

Produk Bambang sudah diamini oleh PT Telkom Tbk. Bahkan Telkom telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Bambang untuk menyediakan alat penghemat listrik di semua kantor cabang Telkom. Bahkan produk ini sudah dilirik oleh negara jiran Malaysia. Namun Bambang sudah lebih dulu mendaftarkan hak mereknya agar tidak dibajak oleh orang tak bertanggung jawab.

"Tujuh unit alat ini sudah dipasang di Telkom Gatot Subroto Jakarta dan akan dipasang di 57 Gedung Telkom nantinya. Estimasi di satu gedung Telkom itu adalah penghematan listrik sebesar 12%. Produk ini belum diekspor, tetapi ada beberapa customer di Malaysia yang tertarik dan sudah dibawa ke sana. Sudah didaftarkan hak merek produknya," jelasnya.

Sabtu, 28 Desember 2013

Sumpah Pemuda Belum Selesai

 
Sumpah Pemuda 1928. Dalam rentang waktu 85 tahun ini bangsa Indonesia tiada henti berusaha me­maknai deklarasi anak-anak muda yang ketika itu begitu menggetarkan. Menggetarkan bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar belum terpikirkan sama sekali tentang identitas sebuah nation. Perlawanan yang menggetarkan bagi kolonialisme. Masihkah Sumpah Pemuda menggetarkan bagi anak-anak bangsa se­karang ini?
Deklarasi sebagai sebuah komunitas multietnis yang bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia, adalah sebuah terobosan luar biasa pada zamannya. Politik identitas Indonesia itu berhasil me­nembus pertarungan ideologi-ideologi yang meminggirkan pemikiran yang menempatkan spirit komunitas kebangsaan multietnis sebagai sentral elan vital meski tidak dalam satu rumusan ideologis.

Indonesia yang multietnis sudah ditegaskan dalam peristiwa dekla­rasi di Jalan Kramat Raya nomor 106 Ja­karta Pusat (sekarang menjadi Mu­seum Sumpah Pemuda), yang pada waktu itu adalah milik seorang Tiong­hoa bernama Sie Kong Liong. Menye­diakan tempat untuk gerakan perla­wanan butuh keberanian, dan itu dila­kukan seorang warga Tionghoa. Satu Indonesia benar-benar diperjuangkan dalam kebersamaan dan keragaman sejak dari rahim awalnya.

Konteks Sumpah Pemuda yang sedemikian kaya dengan makna manusia universal dalam identitas kebangsaan itu melingkupi teks Sumpah Pemuda melampaui zamannya. Kita memang perlu terus menyegarkan pemahaman tentang konteks Sumpah Pemuda, agar inti pesan yang visioner itu tidak tertelan derasnya problematika yang menerpa bangsa. Situasi saat ini jauh lebih sulit karena yang dilawan adalah kolonialisme oleh bangsa sendiri.

Korupsi, penyelewengan hukum, penindasan struktural, dan sederet masalah besar dapat menggerogoti pemahaman generasi saat ini tentang makna keindonesiaan. Tanyakan ke­pada para anak muda, apa arti Sum­pah Pemuda bagi mereka, jawaban yang muncul sebagian besar akan bersumber dari teks hafalan, yang mungkin juga tidak semuanya benar secara tekstual. Kalimat “bertumpah darah” bagi Indonesia serasa sangat jauh dari diri sendiri.

Di sinilah letak urgensi kontekstu­alisasi Sumpah Pemuda, yakni bangga menjadi Indonesia dalam arti sedalam-dalamnya. Persoalan-persoalan bangsa telah menumbuhkan sinisme pada sebagian besar ma­syarakat, terutama kalangan muda. Sumpah Pemuda bisa menjadi jawaban bagi sinisme itu. Mengutip puisi Chairil Anwar, “Kami sudah coba apa yang kami bisa. Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa.” Itulah semangat Sumpah Pemuda untuk masa kini dan masa depan.

sumber: suaramerdeka.com

Selasa, 12 November 2013

Bergambar Soekarno, Indonesia Sempat Punya Uang Seperti Dolar

http://images.detik.com/content/2013/11/10/5/10rpdalam.jpg

Bank Indonesia (BI) memiliki koleksi mata uang tempo dulu yang masih terawat dengan baik. Salah satu yang menarik adalah mata uang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bentuknya seperti dolar.

"Ini mata uang Republik Indonesia Serikat. Bentuknya sekilas memang mirip dolar," kata petugas Museum Numismatik Bank Indonesia kepada detikFinance saat ditemui di Museum BI, Kawasan Kota Tua.

Dijelaskan petugas tersebut Indonesia sempat menjadi Republik Indonesia Serikat yang disingkat RIS. RIS ini merupakan negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949.

"Ini waktu itu diputuskan sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar," tutur petugas tersebut.

Sejak saat tersebut alat tukar yang merupakan uang pun dicetak baru. Tak hanya uang, perangko dan sejenisnya juga dicetak menggunakan nama Republik Indonesia Serikat.

Museum BI ini memang menyimpan sejarah tentang uang dan segala aktifitas bank sentral tempo dulu. Museum BI ini menjadi suatu lembaga tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan aneka benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang BI.

"Saat ini memang telah ada beberapa museum yang keberadaannya mempunyai kaitan dengan sejarah BI, namun museum-museum tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu, gagasan untuk mewujudkan Museum Bank Indonesia juga diilhami oleh adanya beberapa museum bank sentral di negara lain, sebagai sebuah lembaga yang menyertai keberadaan bank sentral itu sendiri," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Difi Johansyah.

Minggu, 27 Oktober 2013

Misteri di Balik 'Tidak Adanya' Angka 4 Pada Lift di Indonesia

misteri angka 4 pada lift indonesia
Pernahkah anda-anda ketika berkunjung ke mall / hotel / gedung pada saat menaiki lift atau elevator tidak menemukan lantai 4 tetapi lantai 3A ? pasti saya rasa pernah. Hal tersebut membuat kita heran sebagai pengunjung dan bertanya-tanya mengapa. Ini bisa terjadi karena sebuah kepercayaan, seperti hal-nya angka 13. Mengapa itu bisa terjadi, pasti ada jawaban-nya mengapa !!!. dan kenapa Tidak untuk angka 4 ( empat ).
Di sebagian besar lift yang ada di Hongkong atau nomor-nomor apartemen di Taiwan angka 4 ini jarang sekali digunakan. Seperti angka 13 yang dipercaya membawa celaka di berbagai negara lain, angka 4 menjadi tabu untuk digunakan. Termasuk di Indonesia, gedung-gedung yang dimiliki oleh sahabat kita ras kuning angka 4 bisa di bilang di haramkan.
Kepercayaan ini dianut bukan oleh kalangan orang cina saja, bahkan perusahaan Canon di Jepang pun takut oleh angka 4 ini sehingga untuk model digital camera nya, mereka tidak berani menggunakan nama model PowerShot G4 melainkan langsung melompat dari PowerShot G3 menjadi G5.
Bahkan ada satu hotel di Jakarta dimana pemiliknya begitu percaya sekali terhadap ramalan feng shui, sehingga di seluruh hotel miliknya tidak ada satu pun angka 4, mulai dari no kamar s/d no lift, boro2 angka 4, angka yg bisa dijumlahkan menjadi 4 pun telah dihilangkan sama sekali seperti angkat 13 (1+3) ato 22 (2+2) ato 24. Bahkan ketika saya berkunjung ke salah satu mall terbaru di Blok M, pada lantai 4-nya tertulis 3A.

Rabu, 23 Oktober 2013

Fakta Perilaku Berinternet Orang Indonesia



Berikut 10 Perilaku Berinternet Orang Indonesia, dikutip dari: beritaunik.net
  1. Satu dari tiga orang penduduk perkotaan di Indonesia mengakses internet dalam satu bulan terakhir
  2. Penetrasi internet pada segmen penduduk usia 15-29 tahun paling tinggi dibandingkan segmen usia lain dengan persentase sebesar 64 persen. Diikuti usia 20-24 tahun sebesar 42 persen. Berikutnya usia 25-29 tahun sebesar 28 persen, kemudian usia 30-34 tahun sebesar 16 persen, usia 40-44 tahun sebesar 12 persen, dan usia 45-50 tahun sebesar 5 persen.
  3. Pengguna internet tidak hanya di kota besar, tetapi juga menyebar di kota-kota kecil.
  4. Warung internet (warnet) paling sering digunakan mengakses internet, 83 persen dari pengguna online menggunakan warnet dalam satu bulan terakhir. Disusul akses dari handphone, PDA, dan perangkat mobile lain sebesar 22 persen, dari kantor 19 persen, dari sekolah 17 persen, dan dari rumah 16 persen.
  5. Enam dari 10 pengguna internet mengunjungi situs jaringan sosial(social network) setiap bulan.
  6. Sebanyak 28 persen masyarakat perkotaan mengakses internet dalam satu bulan terakhir. 6 persen mengakses internet tiap hari.
  7. Penggunaan internet yang tinggi tidak hanya didominasi Jakarta, tetapi juga merata di banyak kota lain.
  8. Aktivitas internet paling sering digunakan bukan untuk membuka berita online atau bertransaksi, melainkan untuk membuka email berbasis web sebesar 59 persen, instant messenger 58 persen, membuka situs jaringan sosial 58 persen, mesin pencari 56 persen, membaca berita online 47 persen. Setelah itu baru untuk keperluan lain. Untuk membuka internet banking hanya 5 persen. Untuk transaksi online? Masuk urutan terakhir, cuma 3 persen.
  9. Yahoo! adalah layanan email berbasis web paling dominan, sedangkan Google dominan untuk mesin pencari.
  10. Situs jaringan sosial masih merajai. Sebanyak 58 persen mengakses situs jaringan sosial.

Senin, 02 September 2013

Inilah 14 Pelanggaran Ajang Miss World

habib 640x451 Inilah 14 Pelanggaran Ajang Miss World Menurut Habib Rizieq

Penyelenggaran Miss World 2013 di Bali terus mendapat penolakan. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bersikukuh, ajang Miss World haram untuk digelar.

Habib menyodorkan 14 pelanggaran dari penyelenggaraan Miss World kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

“Kami DPP FPI meminta dengan hormat agar acara Miss World 2013 di Indonesia tidak diberikan izin,” kata Habib melalui pesan singkatnya yang diterima Islampos.com di Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Berikut 14 pelanggaran menurut Habib atas penyelenggaraan kontes kecantikan itu:

1. Norma Agama
2. Norma Budaya
3. Pancasila
4. UUD 1945
5. KUHP psl 281 ttg merusak kesopanan di muka umum.
6. UU Pornografi
7. Larangan Presiden RI tgl 28 Mei 1996
8. Instruksi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunkasi RI tgl 30 Jan 1984 No.1M.I/HK/208/MPPT/84
9. Surat Dirjen Pariwisata tgl 27 Juni 1981 No.142//D.1/VI/1981.
10. SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tgl 26 Mei 1984 No.0237/U/1984.
11. Instruksi Dirjen Pariwisata tgl 27 Juli 1984 No.02/INST/VII/1984.
12. Surat Dirjen Pariwisata RI tgl 14 Sept 1984 No.66/B.4/IX/84.
13. SK Dirjen Kebudayaan RI tgl 25 Juni 1986 No.0646/FI.IV/J.96.
14. Surat Gubernur DKI Jakarta tgl 9 Ags 1980 No.3554/VIII/1980.

Selain ke-14 poin, Habib juga menyatakan kontes kecantikan berskala dunia, macam Miss World dan Miss Universe, merupakan ajang maksiat internasional. Dia menyebut, salah satu peserta Miss Universe 2005 dari Indonesia Artika Sari Devi sebagai salah satu contohnya.

“Di Tahun 2005, Artika Sari Devi dari Indonesia dan para peserta Miss Universe 2005 di Thailand bukan hanya pakai bikini. Bahkan difoto telanjang bugil di ruang ganti di depan para pria petugas pemberi pakaian. Dan fotonya disebarluaskan oleh kantor Berita AFP,” ucapnya.

“Inikah yang disebut mengharumkan Bangsa? Semoga Bapak Kapolri tampil di barisan terdepan dlm membela dan menjaga moral bangsa. Terima kasih,” pungkas Habib.

Minggu, 01 September 2013

Era Soeharto, Indonesia Dilarang Ikuti Kontes Ratu Dunia

soeharto Era Soeharto, Indonesia Dilarang Ikuti Kontes Ratu Dunia

Berbeda dengan presiden lainnya hingga era SBY, ketika itu Presiden Soeharto secara resmi melarang keikutsertaan Indonesia dalam kontes ratu dunia atau semacamnya di luar negeri, baik sebagai peninjau atau peserta, termasuk mengundang ratu dunia ke Indonesia. Keikutsertaan seperti itu dipandang tidak sesuai dengan adat dan kebudayaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, Indonesia pun untuk sementara waktu tidak mengizinkan penyelenggaraan kontes ratu di dalam negeri, sampai masalah itu selesai dibicarakan oleh semua pihak, yaitu organisasi kemasyarakatan, termasuk Kowani, Komisi VII DPR, dan para pakar.

“Itu sudah distop. Jadi tidak boleh sama sekali, dan tidak ada tawar menawar. Tidak ada bargaining. Pokoknya tidak boleh ikut-ikutan, wong itu bukan alam kita, kok. Kan mereka alam Barat, apa yang dilaksanakan mereka belum tentu sesuai di negara kita, dan yang di negara kita juga belum tentu sesuai di negara Barat itu,” demikian kata Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Mien Sugandhi usai menemui presiden Soeharto, diirilis dari harian Kompas edisi Rabu, 29 Mei 1996.

Kepada Presiden, Mien Sugandhi melaporkan masalah keikutsertaan Indonesia dalam kontes Ratu Dunia. Mien mengatakan, keputusan Presiden itu dikeluarkan setelah mendengar seluruh latar belakang, termasuk laporan lengkap dari Menko Kesra yang membahasnya dalam Rakor Kesra tanggal 21 Mei 1996. Namun bentuk dan rumusan larangan itu, apakah akan dikeluarkan dalam bentuk Keppres atau keputusan lain, masih akan dibicarakan lebih lanjut dalam Rakor Kesra mendatang.

Mien Sugandhi mengatakan, selaras dengan larangan itu, Indonesia perlu pula mengkaji pelaksanaan penyelenggaraan ratu-ratuan di Indonesia. Ditegaskan, masalah kontes ratu di Indonesia itu harus dibicarakan dan dirumuskan bersama antara organisasi kemasyarakatan termasuk Kowani dan Komisi VII DPR RI.

“Kepinginnya itu kayak apa sih ratu-ratuan atau putri-putrian di Indonesia ini. Dengan demikian kita dapat masukan dari organisasi masyarakat wanita di Indonesia ini. Kalau sudah dirumuskan baru dikeluarkan kepada masyarakat yang mau,” katanya.

Walau begitu, lanjut Mien Sugandhi, Presiden masih mengizinkan pelaksanaan kontes ratu yang lebih mengutamakan wawasan seperti Abang-None Jakarta, putri kampus, atau putri pendidikan yang lebih menunjukkan citra Indonesia. “Tapi kalau kirim ke luar negeri dilarang keras. Karena sudah dilarang berarti tidak ada yang mengirim ke sana atau mengundang. Tidak mengundang atau menerima. Karena kita tidak menerima Miss Universe, mereka ke sini mau ngapain?,” kata Ny. Mien Sugandhi.

Namun suasana berubah ketika tahun 2000, di masa pemerintahan Gus Dur, kontes Puteri Indonesia kembali diizinkan, namun pemenangnya tidak dikirim ke kontes Miss Universe maupun Miss World. Kebijakan ini tetap dipertahankan sewaktu Megawati memimpin negara ini. Sayangnya, setelah SBY berkuasa di Istana Negara, pemenang kontes Puteri Indonesia kembali mendapat restu untuk mengikuti kontes pamer aurat sejagad.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Asal Mula Pelacuran Di Jakarta


Asal Muasal Sejarah Pelacuran di Jakarta

Sebelumnya kita sudah pernah membahas Sejarah pelacuran di Indonesia yang kami dapat dari sebuah blog, penulisan yang sangat didasari oleh sumber yang jelas. Sekarang kami akan membahas Asal mula pelacuran di Jakarta yang menurut kami sangat banyak orang yang ingin mengetahui kejelasan dari asal mula pelacuran tersebut.
Praktik pelacuran diperkirakan sudah ada sejak VOC menguasai Batavia abad ke 17. Awalnya masyarakat Betawi menyebut pelacur dengan sebutan cabo. Kata ini berasal dari bahasa China Caibo yang kurang lebih berarti wanita malam. Awalnya memang praktik pelacuran banyak dijalankan oleh pendatang dari Tionghoa.

Lokalisasi pertama bernama Macao Po. Lokasinya di dekat Stasiun Kota, Jakarta. Ketika itu, pusat niaga dan keramaian memang berpusat di wilayah yang kita kenal sebagai kawasan Kota Tua. Macao Po ini merupakan lokalisasi kelas atas. Pengunjungnya adalah pejabat VOC yang memang doyan main wanita dan korupsi.

Selain itu para saudagar Tionghoa pun kerap mampir ke sana. Pelacur di Macao Po khusus didatangkan dari Makau atau Macao. Mungkin dari sinilah nama lokalisasi itu berasal. Demikian ditulis dalam Ensiklopedi Jakarta yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta tahun 2005.
www.anehdidunia.com

Untuk lokalisasi kelas bawah, ada di kawasan Glodok. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Macao Po. Letaknya ada di Gang Mangga. Para pelacur di sini beragam, mulai dari Indo, pribumi, hingga Tionghoa. Karena murah, maka pelayanan kesehatannya pun tidak terjamin. Penyakit sipilis pun menyebar hingga pada abad ke 19, penyakit sipilis juga disebut sebagai penyakit Gang Mangga.

Tapi kemudian lokalisasi Gang Mangga tersaingi dengan rumah-rumah bordil yang didirikan orang Tionghoa. Rumah-rumah bordil ini dinamakan Soehian. Tapi awal abad ke-20, lokalisasi ini ditutup karena kerap mengundang keributan.

Setelah Indonesia merdeka, pelacuran masih menjamur di Jakarta. Pusat-pusat lokalisasi yang terkenal antara lain di Gang Hauber di kawasan Petojo, Jakarta Pusat. Wali Kota Sudiro mengganti nama Gang Hauber menjadi Gang Sadar untuk mengubah citra lokalisasi ini pada pertengahan 1950-an. Tapi praktik pelacuran masih berlangsung hingga era 1980-an.

Tahun 1960-an ada lokalisasi Kaligot di Mangga Besar. Lalu Planet, di kawasan Senen Jakarta Pusat. Sementara lokalisasi kelas bawah memanjang dari Stasiun Senen sampai Gunung Sahari. Para pelacur bertarif murah ini melayani pria hidung belang di gubuk-gubuk kardus sepanjang rel kereta. Gerbong kosong pun jadi tempat esek-esek.

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin kemudian menggusur tempat pelacuran ini. Semuanya dilokalisir di Kawasan Lokalisasi Kramat Tunggak, Jakarta Utara. Langkah Bang Ali yang seperti melegalkan pelacuran ini ditentang banyak pihak. Tapi Bang Ali cuek saja. Dia mengaku lebih baik melokalisir pelacur agar mudah dibina daripada melihat pelacur berkeliaran tanpa pengawasan.

Pada periode 1970-1980an, luas Kramat Tunggak mencapai 12 hektar. Jumlah pelacur mencapai 2.000 orang. Kebanyakan berasal dari wilayah Pantura seperti Subang, Indramayu dan Cirebon. Lokalisasi ini dikenal sebagai tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

Tahun 1999, Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso membubarkan Kramat Tunggak. Bang Yos mengubah lokalisasi ini menjadi Islamic Center. Tapi bukan berarti masalah pelacuran selesai. Para wanita malam kembali berkeliaran di jalan-jalan. Sebagian menyaru sebagai pemijat atau pemandu lagu. Saat Jakarta gelap mereka melenggok di atas aspal. Menukar cinta dengan lembaran rupiah. Pelacuran tak akan mati. Hanya berpindah tempat.

Banyak faktor yang mendorong orang terjun dalam dunia pelacuran, antara lain faktor ekonomi, sosiologis, dan psikologis. Faktor ekonomi, kebutuhan hidup semakin banyak dan dan mendesak, namun tidak dapat dipenuhi akibat tidak ada sumber penghasilan. Oleh karena itu melakukan pelacuran dianggap sebagai solusi yang instan. Faktor sosiologis, merujuk pada perkembangan dan perubuhan sosial-budaya yang begitu cepat, ikatan sosial yang renggang, dan masyarakat bersifat pragmatis, nilai-nilai sosial mengendor. Banyak anggota masyarakat yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, mereka teralienasi dari masyarakatnya. Pelacuran dipandang sebagai jalan keluar dari alienasi tersebut. Faktor psikologis, kepribadian yang lemah dan mudah terpengaruh, moralitas yang rendah dan kurang berkembang sehingga tidak dapat membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah, boleh dan tidak boleh, menjadi sebab-sebab timbulnya pelacuran.

17 Mei 1912, Batavia heboh. Sesosok mayat wanita muda ditemukan mengapung di Kalibaru. Mayat gadis indo itu terbungkus dalam karung dan tersangkut pintu air. Masyarakat makin heboh saat mengetahui siapa yang tewas. Namanya Fientje de Feniks, seorang pelacur yang kerap dikunjungi para pembesar dan orang kaya. Untuk ukuran saat itu, Fientje jadi idola. Wajahnya campuran Indonesia dan Eropa. Matanya besar dengan hidung mancung dan bibir sensual. Rambutnya panjang, hitam dan berombak. Saat tewas usianya belum lagi 20 tahun.

Sehari-hari, Fientje tinggal di rumah pelacuran milik Umar. Demikian ditulis dalam Ensiklopedi Jakarta yang diterbitkan Pemprov DKI Jakarta tahun 2005. Tewasnya Fientje menjadi fokus pemberitaan koran-koran saat itu. Masyarakat penasaran dengan setiap perkembangan terbaru kasus Fientje. Komandan Polisi Batavia, Komisaris Reumpol menangani kasus ini. Reumpol memeriksa setiap saksi dengan teliti. Akhirnya dia menemukan titik terang ketika seorang pelacur teman Fientje bersaksi. Pelacur itu bernama Raonah, dia melihat langsung seorang pria bernama Gemser Brinkman mencekik Fientje dari sela-sela bilik bambu.

Brinkman bukan orang sembarangan. Dia cukup punya pengaruh di Batavia saat itu. Brinkman juga anggota Sociteit Concordia yang beranggotakan pembesar-pembesar Belanda. Wartawan Senior Rosihan Anwar menulis soal sidang Brinkman ini. Raonah sempat dituding berbohong dan memberikan keterangan palsu oleh pengacara Brinkman. Pengadilan bahkan sempat mengirim tim untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di lokalisasi milik Umar.

Raonah bersikeras pada pendapatnya. Dengan yakin dia berkata pada ketua majelis hakim. "Tuan, saya seorang perempuan, jadi saya penakut. Tapi saya katakan sekali lagi, laki-laki itu yang melakukan pembunuhan," ujar Raonah. Pengadilan akhirnya mengganjar Brinkman dengan hukuman mati. Awalnya Brinkman yakin eksekusi tidak akan jadi dilakukan. Dia berfikir tidak mungkin seorang kulit putih terhormat seperti dirinya dihukum mati hanya karena membunuh pelacur indo. Dia juga percaya pengaruh teman-temannya di Sociteit Concordia  akan membantu memperingan hukumannya. Tapi Brinkman salah, pengadilan tetap berniat mengeksekusinya. Dia pun stres, dan berteriak-teriak terus dalam selnya. Akhirnya Brinkman bunuh diri dalam sel.

Ada beberapa versi soal pembunuhan ini. Ada yang mengatakan Brinkman sebenarnya tidak membunuh Fientje saat itu juga. Tetapi dia menyuruh algojo bernama Silun bersama dua anak buahnya. Silun yang akhirnya mencekik Fientje hingga tewas. Sial bagi Silun, Brinkman belum membayarnya lunas. Dia baru dibayar persekot atau uang mukanya saja. Brinkman keburu tewas saat Silun ditangkap.

Mengenai motif pun berbeda-beda. Sebagian pihak meyakini Brinkman membunuh Fientje karena cemburu. Dia sebenarnya sudah ingin menjadikan Fientje sebagai gundik, namun ternyata Fientje masih juga melayani laki-laki lain. Kisah soal Fientje ini juga ditulis dalam Novel karangan Pramoedya Ananta Toer. Di buku 'Rumah kaca', Pram juga memasukan kisah soal pembunuhan ini. Namun Pram mengganti nama Fientje de Feniks menjadi Rientje de Roo.
       
Rientje De FENIKS VERSI Lain
Nah, di Kalibaru inilah pada 17 Mei 1912 terjadi peristiwa yang bikin heboh. Mayat perempuan muda indo ditemukan terapung di Kalibaru. Mayat itu terbungkus dalam karung dan tersangkut di pintu air. Maka peristiwa itu pun langsung menyebar ke penduduk di pelosok Batavia. Tak ketinggalan tambahan cerita berbumbu seks dan kekerasan. Usut punya usut ternyata perempuan indo ini pekerja seks dan menghuni sebuah rumah pelacuran  yang dimiliki germo bernama Umar.

Jakarta Tempo Doleo terbitan tahun 1972 mengisahkan, Komisaris Kepala Batavia Toen Ruempol kelabakan memecahkan misteri mayat dalam karung ini.  Hasil visum menunjukkan mayat perempuan indo ini tewas dicekik. Kemudian diketahui pula nama si perempuan ini, Fientje De Feniks. Sang germo tak luput diperiksa Reumpol. Dari mulut Umar terluncurlah nama seorang tuan besar bernama Gemser Brinkman. Brinkman beken di kalangan orang-orang  Belanda yang tergabung dalam Societet Concordia di Gedung Harmonie, pasalnya meneer ini memang anggota sositet ini.

Brinkman tak bisa berkutik manakala Umar menunjuk hidungnya. Tak salah lagi, Brinkman memang pelanggan Fientje. Hal ini diperkuat dengan kesaksian rekan sejawat Fientje, Raonah. "Saya melihat sendiri bagaimana meneer Brinkman membunuh Fientje," begitu kira-kira ucap Raonah. Kala peristiwa itu terjadi ia sedang berada di belakang tempat pelacuran Umar dan mendengar suara gaduh. "Lantas saya intip," lanjutnya, dari balik celah pohon bambu. Dari celah itulah ia menyaksikan Brinkman mencekik Fientje hingga tewas.

Pengadilan memutuskan si meneer bersalah dengan ancaman hukuman mati. Akhirnya karena panik, Brinkman pun buka suara. Namun sayang, suaranya tak mempan di hadapan pengadilan. Kabar yang menyebar di kalangan penduduk, ia menggunakan algojo dari kalangan penduduk pribumi. Brinkman menyuruh Pak Silun, salah seorang algojo, untuk mengambil nyawa Fientje. Silun bersama dua anak buahnya menjalankan tugas. Silun kemudian menyesal karena baru terima persekot, sisa pembayaran tak mungkin diberikan lantaran Brinkman keburu dihukum mati. Bukan cuma tak ada lagi pembayaran, Silun juga masuk bui. Sayang tak dikisahkan bagaimana nasib Silun, dihukum seumur hidup atau dihukum mati.

Mengangkat tema pelacuran mungkin kurang sopan namun segala sisi hitam dan putih dunia akan kami angkat di blog ini. Tetaplah melihat segala sesuatu dari segi positif. Semoga artikel ini berguna bagi anda.

Minggu, 25 Agustus 2013

FPI Siap Bubarkan Ajang Miss World Apapun Resikonya


Salah satu poin penting hasil dari Munas FPI yang ketiga pada 24 Agustus lalu adalah peserta Munas sepakat untuk menolak digelarnya ajang Miss World berlangsung di Indonesia dan mendesak pemerintah untuk membatalkan digelarnya ajang pamer aurat tersebut.

Habib Rizieq sebagai Imam besar ormas Amar Ma’ruf Nahi Munkar Front Pembela Islam dengan tegas menyatakan bahwa ormas yang ia pimpin menolak dengan keras diselenggarakannya kontes Ratu kecantikan sedunia itu. Menurutnya tidak ada manfaatnya gelaran acara ajang pamer aurat itu diselenggarakan di Indonesia.

Dalam orasinya pada acara puncak Munas FPI pada hari Ahad kemarin (25/8/2013) di markas besarnya jalan Petamburan Tanah Abang Jakarta, Habib Rizieq menyinggung adanya upaya pemindahan lokasi ajang Miss World ke wilayah Indonesia yang berpenduduk minoritas Muslim jika gelaran acara itu batal dilakukan di Jakarta dan Bogor karena ada penolakan masyarakat.

“Saya ingatkan kepada pemerintah indonesia jangan coba-coba berkilah bahwa yang menolak Miss World hanya daerah yang berpenduduk mayoritas Muslim sehingga kemudian menjadikan Bali yang berpenduduk mayoritas non Muslim, sebagai lokasi digelarnya ajang Miss World. Pemerintah mesti paham bahwa Bali bagian dari Indonesia. Bali bagian dari NKRI, Bali bukan berdiri sendiri. Bali tidak boleh eklusif, kita tidak rela Bali hanya menjadi pulau maksiat karena Bali bagian dari NKRI,” tegas Habib Rizieq dalam orasinya di depan ribuan massa FPI.

Beliau juga menyerukan kepada seluruh anggota FPI agar di daerah masing-masing menggelar aksi demonstrasi secara massif menolak digelarnya ajang Miss World berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Lebih khusus lagi Habib Rizieq meminta FPI Jawa Timur melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh di Bali agar mau ikut serta mendukung penolakan ajang Miss World.

“Dengan segala apapun yang bisa kita lakukan maka kita wajib bubarkan acara Miss World. Jika pemerintah memaksakan kehendaknya untuk tetap menggelar acara maksiat tersebut, saya siap tanggung jawab dunia akhirat kalau acara Miss World dibubarkan oleh masyarakat dan pemerintah tidak usah kemana-kemana mencari provokatornya, ada Habib Rizieq yang siap pasang badan,” tantang beliau.