Selasa, 13 Mei 2014

Ilmuwan:Beberapa Tahun Lagi Pemimpin Dunia Harus Bersiap Sambut Alien

Benarkah makhluk alien itu ada? pertanyaan itu kerap kali timbul lantaran selama ini alien dianggap sebagai sosok fiksi yang biasanya muncul dalam film, atau bahkan sebangsa Jin.



Tapi ada pertanyaan mendasar, tahukah anda seberapa besar alam jagad raya ini? Jika kita sadari, jauh lebih besar bahkan tak terkira dari daya fikir anda sendiri.

Sebuah galaksi rata-rata memiliki 200 milyar bintang (atau 200 ribu juta bintang). Jika di dalam satu galaksi saja (misal Bima Sakti) hanya ada satu planet, yaitu Bumi yang layak dihuni, itu berarti perbandingannya hanya 1 per 200 milyar (1 : 200.000.000.000) adanya kemungkinan kehidupan di sebuah galaksi, sebuah kemungkinan yang sangat-sangat kecil.

Namun jika setiap galaksi hanya ada satu planet saja yang layak dihuni dari 200 milyar galaksi, (misalnya planet Bumi di galaksi Bima Sakti) itu berarti ada sekitar 200 milyar planet lainnya yang layak huni!

Jika dari 200 milyar planet layak huni tersebut kita ambil hanya 50% saja yang memiliki makhluk cerdas, berarti ada 150 milyar (150.000.000.000) planet berpenghuni makhluk cerdas! Wow!


Janganlah berfikiran skeptik, ini semua adalah teori kemungkinan. Teori kemungkinan yang dihitung dengan kemungkinan yang sangat-sangat minimalis yang ditambah dengan ilmu matematika dasar.

Seorang ilmuwan terkemuka asal Oxford University, Inggris mewanti-wanti para pemimpin dunia untuk bersiap-siap merumuskan kebijakan yang tepat untuk mempersiapkan pertemuan pertama manusia dengan alien.

Berbicara dalam Euroscience Open Forum di Dublin, Irlandia, Jocelyn Bell Burnell mengatakan ia menduga alien akhirnya bisa “bergaul” dengan manusia satu abad mendatang.



Menurutnya alien paling mungkin ditemukan di planet berpermukaan batuan, mengandung karbon dioksida, dan juga ber-atmosfir ozon.

“Jika kita memang menduga ada kehidupan cerdas lain di luar sana, akankah kita memperkenalkan diri kita kepada mereka?” tanya Burnell.

“Pertanyaan yang menarik adalah siapa yang akan anda beritahukan pertama – pers, perdana menteri, presiden atau Paus? Kita harus mulai memikirkannya dari sekarang,” sambung Burnell.

Meski demikian, menurut profesor perempuan itu, butuh waktu berpuluh-puluh tahun bagi manusia untuk berkomunikasi dengan alien baik melalui radio ataupun laser.

“Belum ada yang bisa melesat lebih cepat dari cahaya. Jadi Anda mungkin akan melakukan komunikasi satu arah yang akan memakan waktu selama 50 atau seratus tahun,” sambung Burnell.

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa hampir setengah orang Inggris percaya bahwa manusia tidak sendiri di alam semesta ini. Demikian juga Amerika Serikat yang lebih dari sepertiga warganya yakin alien hidup di luar angkasa.

Pengakuan Ilmuwan Setelah Berjumpa dengan “Alien”

Seorang fisikawan nuklir Charles Hall mengaku bahwa ia mengetahui ada interaksi antara makhluk alien dengan manusia. Dilansir Theage, (18/3/2013), Charles Hall juga merupakan mantan anggota militer asal Amerika Serikat dan seorang penulis yang berkeliling Australia.

Ia mengklaim bahwa militer Amerika Serikat melakukan kontak dengan spesies asing selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan bahwa alien ini berpakaian seperti manusia dan mengunjungi Las Vegas.

“Di 1964, ketika saya menjadi pengamat cuaca di Nellis Air Force Base, Nevada, saya menyaksikan interaksi antara militer dengan sebuah grup dengan sosok tinggi misterius, putih, ekstraterestrial mirip manusia,” tutur Charles.
 

Charles menceritakan, pesawat terbang yang dimiliki grup misterius ini bisa bergerak dengan cepat dibandingkan kecepatan cahaya. “Pesawat mereka mampu bepergian lebih cepat daripada kecepatan cahaya karena Einstein adalah salah tentang relativitas,” jelasnya.

Charles mengungkapkan, ketika itu tidak diperkenankan kamera untuk mengambil gambar di situs pertemuan militer dengan makhluk misterius tersebut. Situs tersebut juga kabarnya dihapus dari peta.

Lebih lanjut Charles mengatakan, ketika grup misterius ini tiba, salah satu dari mereka mengunci diri di stasiun cuaca dan tidak pergi ke ujung bangunan. Kemudian, mereka bertemu dengan pihak militer Amerika Serikat.

“Ada grup yang terdiri dari lima orang, dua pria dan tiga wanita. Mereka datang untuk pergi ke kamar mandi. Jika Anda menghadapi si ‘putih tinggi’ (julukan makhluk misterius tersebut) ini, pasti akan terkejut. Anda tidak akan yakin bila Anda seperti melihat hantu atau malaikat, atau Anda sedang bermimpi,” terangnya.

 

Lebih lanjut Charles mendeskripsikan, tinggi badan makhluk putih-tinggi ini sekira 2,5 meter.

Selain itu, terdapat pula anggota grup yang berkulit kuning/orange serta seseorang yang persis manusia dan mampu bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

Kabarnya, makhluk alien yang diceritakan ini terlibat dalam urusan “transfer atau pertukaran teknologi” dengan militer Amerika Serikat.

Charles sengaja menulis pengalamannya dalam sebuah buku fiksi untuk menyamarkan identitas mereka yang terlibat, namun ia mencatatkan bahwa ini adalah benar sesuai pengalaman dirinya.

Charles mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serika tetap menjaga rahasia ini agar tetap tenang. Sebab, masyarakat tentu belum siap dalam menerima kehadiran bentuk alien.

Sementara itu, Mariana Flynn, kepala UFO Research Centre NSW percaya bahwa Charles memang benar-benar telah berjumpa dengan alien.

“Topik ini merupakan sebuah ‘kain merah’ untuk menarik beberapa orang. Khususnya mereka yang memiliki kewenangan,” pungkas Mariana.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar