Rabu, 12 Februari 2014

Tiga “Akhlak” Baru yang Muncul Setelah Valentine

pacaran 490x326 Tiga Akhlak Baru yang Muncul Setelah Valentine

Islam memang agama dunia yang penuh dengan kasih sayang. Dalam islam kasih sayang teramat tinggi nilainya. Tidak terbatas oleh waktu yang khusus dan terhadap orang tertentu. Kasih sayang dalam Islam berlaku untuk semua makhluk ciptaan Allah. Terjadi sepanjang hari dan sepanjang kehidupan.

Rasulullah S.A.W bersabda :“Barang siapa tidak menyayang. Tidak akan disayang. Barang siapa tidak menyayangi yang ada di bumi, maka tidak akan disayangi oleh yang di langit.”

Valentine’s day sudah menjadi fenomena di masyarakat. Hari yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini dianggap hari kasih sayang. Biasanya di rayakan dengan acara bertukar kado dan kartu ucapan, dan menghabiskan waktu seharian bersama pasangan kekasih bahkan tidak jarang ada yang melakukan perzinahan.

Di mana-mana di hiasi pernak-pernik valentine. Asal muasal valentine’s day itu sendiri berkaitan dengan St. Valentine, seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya. Ia meninggal pada tanggal 14 Februari dan dijadikan orang suci Kristen.

Dilihat dari segi tata cara perayaan dan asal-muasalnya jelas bahwa Valentine’s day bukan berasal dari Islam. Valentine’s day akan membentuk akhlak baru yang menghawatirkan diantaranya :

1. Tasyabuh : akhlak meniru orang lain. Sedangkan rasulullah bersabda : “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” (HR. Tirmidzi)

2. Praktik berkasih sayang yang buruk akan membuat ketinggian kasih sayang dalam islam pudar dan sirna secara perlahan.

3. Secara tidak langsung memberikan keuntungan pada pihak kapitalis. Mereka yang membuat, meproduksi barang untuk perayaan. Sementara pembelinya adalah umat islam.

Lalu kenapa kita harus iri hati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain? Bukankah Allah itu Ar-Rahman dan Ar-Rahim?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar