Senin, 04 Februari 2013

Gaya Malu-malu Orang Indonesia Saat Beli Kondom


Kondom sebagai alat kontrasepsi maupun perlindungan dari penyakit kelamin masih dianggap tabu sehingga banyak yang malu kalau harus membelinya. Di apotek, pembeli kondom punya ciri tertentu yang membedakannya dari para pengunjung lainnya.

"Pasien yang mau beli kondom biasanya tidak ingin ketahuan oleh pengunjung lain," kata Banu, seorang apoteker yang bekerja di salah satu jaringan apotek ternama.

Namun justru karena tidak ingin ketahuan, para pembeli kondom sering berperilaku aneh sehingga jadi tampak beda dari pengunjung lainnya. Perilaku yang dimaksud Banu antara lain sebagai berikut:

Mondar-mandir dulu di depan apotek



Seorang pembeli kodom biasanya ingin memastikan dulu situasi apoteknya aman, tidak sedang ramai pengunjung dan tidak ada yang mengenalinya. Bahkan sebelum masuk apotek, calon pembeli sering mondar-mandir dulu dan baru masuk kalau pengunjung lain sudah sepi.

Helm tidak dilepas



Karena malu, kebanyakan orang yang mau beli kodom tidak mau berlama-lama berada di apotek. Biar bisa langsung pergi secepat mungkin setelah mendapatkan barang yang diinginkan, maka helm pun tidak perlu dilepas.

Pakai slayer atau masker wajah



Menyamarkan identitas adalah salah satu modus orang yang malu-malu saat beli kondom. Menggunakan penutup muka seperti slayer atau masker cukup efektif menyamarkan wajah dan tidak terkesan berlebihan karena benda itu sering dipakai juga oleh pengendara motor.

Banyak beli vitamin tidak penting
Tidak semua orang punya nyali untuk langsung membeli kondom sesampainya di apotek. Kadang pembeli akan membeli obat-obat yang tidak penting dulu seperti multivitamin, sambil menilai situasi apakah aman atau tidak, pelayannya ramah atau galak, baru kalau sudah yakin maka dia baru akan beli kondom.

Hanya menunjuk, tidak banyak bicara
Kebanyakan pembeli kondom di apotek agak malu kalau ketahuan oleh pengunjung lainnya. Oleh karena itu, kebanyakan lebih suka menunjuk-nunjuk kondom yang inginkan sambil menyebut warna atau ciri-cirinya, daripada terang-terangan mengatakan mau beli kondom merek tertentu.

Habis dilayani langsung disembunyikan
Di apotek, orang yang membeli obat pasti akan memeriksa dulu belanjaannya untuk memastikan tidak ada yang salah. Khusus untuk pembeli kondom, pemeriksaan dianggap buang-buang waktu dan memperbesar risiko ketahuan. Kebanyakan begitu dibayar, barang langsung masuk kantong atau dimasukkan plastik hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar