Sabtu, 23 Februari 2013

8 Kasus Penolakan Warga Miskin Oleh Rumah Sakit


8 Kasus Penolakan Warga Miskin Oleh Rumah Sakit

8 Kasus Penolakan Warga Miskin Oleh Rumah Sakit - Dera Nur Anggraini, bayi pasangan Eliyas Setya Nugroho dan Lisa Darawati sangat tragis. Bayi yang mengalami masalah pada kerongkongannya itu ditolak oleh 10 rumah sakit di Jakarta. Dera pun menghembuskan nafas terakhir sebelum mendapatkan pertolongan.

Kasus Dera bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya ada sejumlah deretan kasus yang membuktikan bahwa Rumah Sakit di Indonesia kerap menolak pasien miskin. 

Ilustrasi (Okezone)

Berdasarkan catatan yang berita unik kutip dari okezone, ada beberapa kasus serupa yang pernah terjadi. Tak hanya di ibu Kota Negara saja, tapi kasus penolakan rumah Sakit juga terjadi di seluruh Indonesia.

Berikut 8 Kasus Penolakan Warga Miskin Oleh Rumah Sakit :

1. 15 Oktober 2011, Suryani (44), penderita kanker getah bening ditolak Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. Alasannya, Suryani hanya memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

2. 22 November 2011, Nur Islamiyah, seorang warga miskin pengguna program Jaminan Persalinan (Jampersal), warga Desa Bakung, RT 03 RW 05, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar ditolak petugas Rumah Sakit Umum Mardi Waluyo, Blitar. Pihak rumah sakit beralasan tidak ada dokter jaga.

3. 16 Juli 2012, Andika Pratama, bocah berusia 1,5 tahun yang menderita tumor ganas pada bagian pangkal hidung ditolak rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Pihak RS Wahidin Sudirohusodo beralasan, kartu kepemilikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Andika berasal dari Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sedangkan RS Wahidin berada di Sulawesi Selatan.

4. 6 Agustus 2012, seorang ibu melahirkan di teras rumahnya karena dtolak oleh Rumah Sakit Umum Nagan Raya, Aceh. Alasannya, pihak rumah sakit tidak memiliki obat dan dokter. Akhirnya bayi tersebut meninggal karena tidak mendapat pertolongan medis. 

5. 10 November 2012,  Iwan Rudiawan (42 thn), warga Hang Lekir II, Gang Buntu RT.10/RW.06 kelurahan Gunung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan tidak bisa merawat, putrinya Dinda Anisa. Rumah sakit Fatmawati menolak merawat Dinda. Alasannya, Dinda tidak memenuhi kategori rawat inap, dan disarankan hanya berobat jalan. 

6. 7 Januari 2013, Afiyah putri Ratih Mustikowati, Warga Kelurahan Gadang, Kota Malang ditolak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Awalnya, Afiyah lahir secara normal, pada 8 September 2012. Lantas, dua bulan kemudian kepala Afiyah membesar dan pandangan mata tak fokus. Setelah berobat di puskesmas, Afiyah didiagnosa menderita hydrocephalus, selanjutnya dirujuk ke RSSA Malang, dan ditolak.

7. 14 Januari 2013, Masanih (44), seorang ibu rumah tangga warga RT 03 RW 10 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur yang menderita infeksi lambung ditolak oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo. Dirinya ditolak pihak rumah sakit dengan alasan ruang rawat pasien semua penuh, baik ruang kelas II maupun kelas III.

8. 19 Januari 2013, Ruslan, Bocah tanpa anus di Kampung Melayu, Jakarta Timur, dua kali ditolak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Meski berbekal kartu Jamkesmas, pihak rumah sakit menolak dengan alasan alat medis yang rusak.

Nah, itulah 8 Kasus Penolakan Warga Miskin Oleh Rumah Sakit dan jika anda ingin menambahkan kasus kasus lain tentang penolakan rumah sakit terhadap warga miskin silahkan di kotak komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar