Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Begini Nih Gaya Orang Jepang Pacaran

1. Moment kokuhaku (penembakan)

Di Jepang moment nembak cewek namanya Kokuhaku, biasanya sebelum menyatakan cinta, seorang cowo bakal ngajak temen cewenya buat jalan rame2 sama temen2 lain. Nah waktu dalam perjalanan pulang dari jalan-jalan itulah, si cowok bakal nembak cewe yang disukainya.


2. Tidak bilang cinta, Cuma bilang suka

Pasangan pacaran di Jepang nggak pernah bilang Aishiteru (cinta) ke pasangannya. Mereka Cuma bilang Daisuki (suka banget) ke pasangannya. Hal ini karena ungkapan aishiteru hanya diungkapkan pria kepada wanita jika mereka sudah memutuskan akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.


3. First date di Restaurant mewah

Nah, ketika baru saja menjadi pasangan, cowo Jepang akan mengajak pacarnya untuk kencan pertama di sebuah Restaurant mewah. Kalo kencan2 selanjutnya sih boleh ajja jalan2 ke mall atau nonton bareng.


4. Tidak menjemput pasangan

Tradisi antar jemput pasangan di Jepang dengan di Indonesia ga sama. Karne di Jepang

sebagian besar penduduknya menggunakan kereta sebagai sebagai sarana transportasi, maka pasangan pacaran lebih banyak bertemu di stasiun daripada menjemput ke rumah pasangannya. Begitu juga waktu pulang ngedate, cowo ga akan mengantar cewenya nyampe rumah, mereka akan berpisah di stasiun. Ketika suda sampai di rumah masing-masing, si cowo bakal sms cewenya buat memastikan cewenya nyampe rumah dengan keadaan selamat.



5. Tidak ada istilah traktir

Nah yang satu ini kayanya harus ditiru nih sama pasangan pacaran di Indonesia. Di Jepang ga ada tradisi cewe makan dibayarin cowonya. Abis makan ya bayar sendiri2. Hehe, jadi hemat kan kalo pacaran kaya gini


6. Tidak mengenalkan ke orang tua sampe memutuskan untuk menikah

Di Jepang, mengenalkan pasangan ke orang tua ga akan dilakukan sampe bener2 serius dan memutuskan untuk menikah.



sumber:http://www.kaskus.co.id

Selasa, 02 Juli 2013

Kerudung Dalam Tradisi Yahudi Dan Kristen

islampos_kerudung_yahudi

Oleh: Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center
MENARIK sekali statemen Menteri Dalam Negeri Italia Giulliano Amato, beberapa waktu lalu menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia yang menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia. Ia mengatakan demikian, “Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya untuk menentang kerudung kaum Muslimah?”
Dan Amato menambahkan, “Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung. Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini.”

Wanita memakai busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah.  Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandangan kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang kerudung (penutup kepala).

Kerudung dalam Tradisi Yahudi
Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: “Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala” dan “Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,” dan “Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.”

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang.” Dr Brayer juga mengatakan bahwa “Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut.”

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).

Kerudung dalam Tradisi Kristen
Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakaian biarawati adalah jilbab, pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada berubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad Saw.

I Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
I Korintus  11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya “On The Veiling Of Virgins” menulis: “Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu.”

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272).

Rabu, 23 Januari 2013

5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia

5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia

5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia - Kehidupan seksual seringkali dianggap salah satu kemewahan setiap manusia. Dan terkadang sudah menjadi kodrat jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan itu dengan cara pernikahan.

Namun tahukah Anda, rupanya di dunia ini ada beberapa tempat yang memiliki tradisi seksual yang dianggap tak masuk akal dan mengagetkan. Saking anehnya, tradisi-tradisi itu dianggap tak masuk logika manusia. Tak percaya? Baca 5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia berikut ini, namun tak dianjurkan untuk dicoba karena ini semua hanyalah tradisi turun-temurun di tempat tersebut.

1. The Sambians: Suku Peminum Air Mani


 

Untuk menjadi seorang pria dalam suku primitif ini, bocah laki-laki akan dipisahkan dari perempuan semenjak berusia 7 tahun dan hidup dengan sesama pria selama 10 tahun. Selama masa itu, mereka akan dijauhi dari seluruh sifat perempuan termasuk meminum air mani para tetua yang dipercaya mempertahankan pertumbuhan dan kekuatan sampai akhirnya kembali ke suku. Menjijikkan? Itulah kebudayaan suku di Papua Nugini ini.

2. The Mardudjara: Pemotongan Organ Intim


 
Tradisi terpenting dari suku Mardudjara Aborigin di Australia ini bisa dibilang cukup mengerikan. Mereka melakukan sunat barbar kepada organ intim para pria di sana. Di mana organ intim pria itu dipotong memanjang ke bawah sampai bagian scrotum dan darah yang menetes ke api dianggap memurnikannya. Sehingga bisa merubah saluran buang air kecil bagi para pria. Hanya pertanyaannya adalah, bukankah itu akan merusak organ intim pria secara medis?

3. The Trobrianders: Berhubungan Seks Saat Muda


 
Suku primitif di pedalaman Papua Nugini ini tampaknya bisa menjadi studi kasus dalam konseksuensi revolusi seksual. Bagaimana tidak, anak-anak di sana memulai berhubungan seksual pada usia 6-8 tahun untuk wanita dan 10-12 tahun untuk pria tanpa stigma sosial. Tradisi ini sudah menjadi hal yang terjadi di suku tersebut dan tak ayal sebagai pemicu berkembangnya penyakit AIDS secara mengerikan di pedalaman Papua.

3. Saut d'Eau: Ritual Voodoo dan Cinta


 
Jika kamu bepergian ke Haiti dan mengunjungi air terjun Saut d'Eau di bulan Juli, maka kamu akan melihat ritual yang cukup cabul. Kalau kamu berpikir bahwa praktisi Voodoo akan melakukan persembahan untuk dewi cinta dengan cara normal maka itu salah. Akan ada sekelompok orang telanjang yang memutar dan menggeliat di dalam lumpur yang bercampur dengan darah hewan kurban seperti kepala sapi dan kambing.

4. The Nepalese: Berbagi Istri


 
Ada sebuah kasus di kawasan Himalaya, di mana hanya ada sedikit lahan yang tersedia untuk pertanian. Keluarga dengan lebih dari satu anak dihadapkan dengan pembagian tanah mereka untuk setiap anak yang akan berkeluarga. Bagaimana solusinya? Akhirnya mereka mencari satu saja istri untuk anak-anak mereka agar hidup bersama tanpa membagi tanah keluarga. Sulit untuk dibayangkan.

5. The Wodaabee: Mencuri Istri Orang


 
Suku Wodaabe di Nigeria, Afrika Barat dikenal dengan para pria yang suka mencuri istri orang lain. Di mana pernikahan pertama diatur oleh orangtua ketika mereka masih bayi dan harus antara garis keturunan yang sama. Namun di festival tahunan Gerewol, pria Wodaabe memakai make up dan kostum lalu menari untuk mengesankan para wanita serta mencuri istri baru. Jika seorang pria mampu mencuri istri dan tak terdeteksi (terutama dari sang suami yang tak ingin berpisah), maka mereka diakui secara sosial dan disebut menjalani pernikahan atas dasar cinta. Gila? Iya memang.

Nah, itulah 5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia semoga menambah wawasan anda tentang artikel 5 Tradisi Seksual Paling Unik Di Dunia

Selasa, 08 Januari 2013

10 Tradisi Gila Di Jaman Sekarang

10 Tradisi Gila Di Jaman Sekarang

 Berikut ini adalah 10 Tradisi Gila Di Jaman Sekarang


10. New Years Dive – Siberia, Russia


Di Rusia penyelam2 melakukan tradisi menyelam kedanau yg mencapai 5.390 kaki untuk membawa pohon tahun baru dan ditanamkan didalamnya, terdengar tidak terlalu berbahaya mungkin, tetapi danau yg disebut2 sebagai danau terdalam didunia ini berada dibawah lapisan es, dan untuk menuju kedanau tersebut harus memotong balokan es tsb. tradisi ini telah berlangsung dari tahun 1982 baca selengkapnya



9. Polar Bear Plunge - Maryland, USA
Tradisi musim dinging yg berlangsung dibanyak negara ini melibatkan banyak peserta untuk untuk melompat kedalam air dingin, di maryland tradisi dilakukan di Sandy Point State Park, Sebenernya sebelum melakukannya peserta harus menandatangani sebuah dokumen yg berisi "bahwa lompatan ini sangat berbahaya, dapat menyebabkan cedera serius, seperti kelumpuhan, hipotermia, dan bahkan kematian"




8. Firework Battle - Chios, Yunani
Tradisi aneh, yg terjadi di Yunani ini berawal dari kejenuhan mereka berdoa di gereja, dan pelampiasannya mereka pun membakar petasan, kembang api dgn sasaran tembaknya adalah gereja mereka dan tidak jarang mereka saling berperang petasan antar umat gereja satu dgn gereja lainnya




7. Baby Dropping Ritual - Solapur, India
Muslim di India barat tepatnya di Solapur berbaris untuk menjatuhkan bayi mereka dari sebuah menara dgn ketinggian 15 meter, ritual yg terjadi selama lebih dari 500 tahun ini dipercaya untuk mambuat anak2 tumbuh sehat dan kuat





6. Cooper's Hill Cheese-Rolling - Gloucester, Inggris
Festival yang diadakan setiap bulan Mei di Cooper’s Hill, Gloucestershire di Inggris. Festival ini melibatkan keju yang digelindingkan menuruni bukit yang sangat curam, ratusan orang yang mulai berjalan menuruni bukit (risiko nyawa dan anggota tubuh) untuk menangkap keju.






5. Onbashira - Tokyo, Jepang
Obashira jika diasrtikan kedalam bahasa Indonesia adalah "pilar-pilar yg terhormat". Tradisi yg terjadi sekali tiap 6 tahun ini adalah menaiki sebuah batang pohon yg telah ditebang untuk menuruni bukit, baca selengkapnya




4. Goat Tossing Festival - Spain
Spanyol memang memiliki banyak festival aneh seperti goat tossing festival ini. Setiap tahun pada Minggu keempat di bulan Januari, orang orang lokal dari kota kecil bernama Manganeses de la Polvorosa berkumpul untuk goat tossing festival kehormatan di St Vincent de Paul, santo pelindung mereka. Festival ini telah berlangsung begitu lama dan tidak ada seorangpun yang tahu kapan dimulai.festival ini melibatkan seorang anak muda yang menemukan kambing di desa, kambing diikat, dan kemudian naik ke bagian atas menara tempat lonceng bergantung Gereja lokal. Dia kemudian menjatuhkan kambing dari ketinggian lebih dari 50 kaki di mana kambing itu (mudah-mudahan) tertangkap oleh penduduk desa yang memegang lembar terpal. Aparat desa telah melarang namun masih terus berlanjut. Berbagai lembaga penyayang binatang mengeluhkan tentang hal ini, tetapi tetap aja dijalankan ritual ini




3. Yanshui Beehive Rockets Festival - Yanshui, Taiwan
Tradisi 15 hari setelah hari raya Imlek, biasanya diberbagai belahan dunia tidak terkecuali di Indonesia, adalah melepaskan kembang api ke arah langit, tapi tidak di Taiwan, mereka mengarahkan petasan tsb ke arah orang banyak




2. Running of te bulls - Pamplona, Spain
Terkenal didunia dan sangat berbahaya festival utk menghormati santo pelindung kota. Festival dimana masyarakat berlari bersama banteng





1. College Hazing - Bandung, IndonesiaFakta diseluruh dunia menyimpulkan 49% mahasiswa baru akan mengalami perpeloncoan di Perguruan tinggi. Terlepas dari kenyataan bahwa perpeloncoan itu dilarang dan dibantah oleh salah satu perguruan tinggi di Bandung ini, banyak protes untuk membubarkan sekolah perguruan tsb, tetapi hampir setiap tahunnya selalu memakan korban. Kekerasan berupa pemukulan dan tendangan di bagian dada dengan alasan pembinaan sudah menjadi tradisi berbahaya di perguruan tinggi ini.

 

Nah, itulah 10 Tradisi Gila Di Jaman Sekarang semoga menambah wawasan anda tentang artikel   10 Tradisi Gila Di Jaman Sekarang