Tampilkan postingan dengan label sadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sadis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Lagu yang Digunakan dalam Praktek Penyiksaan


Telinga manusia merupakan organ yang hampir tidak terlindungi. Fakta ini menjadi senjata bagi para introgator terutama mereka yang bertugas di penjara mengerikan seperti Guantanamo Bay atau Abu Ghraib. Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa proses penyiksaan dan musik adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan terutama di dalam penjara sekelas kedua tempat tersebut. Lirik yang mengundang rasa gelisah, melodi yang menyiksa dan volume super keras sangat tepat kombinasinya dengan durasi pemutaran lagu yang mungkin mencapai jutaan kali.

Anda mungkin tidak akan menyangka beberapa lagu yang masuk dalam daftar di bawah ini. Karena jika dipikirkan secara logika, beberapa lagu yang ini akan terdengar damai jika dimainkan ketika bersantai. Berikut Talkmen akan memberikan beberapa lagu-lagu populer yang sering dijadikan sebagai alat penyiksaan:

AC/DC dan Metallica

Lagu heavy metal tentu saja menjadi favorit untuk melakukan interogasi di penjara sekelas Guantanamo Bay. Heavy metal seakan memiliki kekuatan lengkap untuk melakukan penyiksaan di dalamnya dengan suaranya yang keras. Bayangkan jika lagu-lagu AC/DC diputar berulang kali di telinga Anda dengan volume yang keras. Selain berdampak pada rusaknya pendengaran, pemutaran secara berulang kali akan berpengaruh buruk pada mental sang tahanan. Untuk AC/DC, lagu berjudul Shoot to Thrill dan Hells Bells adalah favorit para interogator. Sedangkan Metallica, Enter Sandman yang terkenal merupakan salah satu lagu yang sering dimainkan selama berjam-jam untuk mengorek informasi dari para tahanan.

Nancy Sinatra - These Boots Were Made for Walking

David Koresh, sang pemimpin sekte sesat yang mengaku nabi adalah orang pertama yang disiksa menggunakan lagu milik Nancy Sinatra pada tahun 1993. Lagu berjudul These Boots Were Made for Walking diputar secara berulang-ulang sehingga menimbulkan siksaan mental yang kuat pada Koresh. Ia dilepaskan oleh FBI dalam sebuah ruangan dengan speaker super besar yang memainkan These Boots Were Made for Walking sementara para petugas memakai penutup telinga. Efektif, karena akhirnya Koresh menyerah karena sudah tidak tahan mendengar alunan lagu tersebut. Sejak saat itu, Nancy Sinatra dimasukkan dalam playlist penyiksaan dan proses interogasi. Awalnya FBI akan memakai lagu Achy Breaky Hearts milik Billy Ray Cyrus, namun ternyata banyak petugas yang menyukai lagu tersebut.

Lagu tema Sesame Street dan Barney

Musisi Christopher Cerf yang menciptakan lagu tema Sesame Street terheran-heran ketika lagunya digunakan sebagai alat interogasi dan penyiksaan. Cerf telah menciptakan lebih dari 200 lagu selama 40 tahun untuk membantu anak-anak membaca dan menulis dan ternyata salah satu karyanya digunakan untuk praktik yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. Pada 2003, seorang agen pemerintah Amerika Serikat menjelaskan bahwa tahanan Guantanamo Bay dan Abu Ghraib disiksa dengan lagu tema Sesame Street. Ia mengatakan bahwa para tahanan diikat pada sebuah kursi dengan headphone yang terpasang. Kemudian mereka ditinggalkan dalam waktu yang lama, bahkan hingga berhari-hari dengan lagu bervolume kencang di headphone mereka. Selain Sesame Street, lagu tema sang dinosaurus, Barney juga digunakan sebagai alat serupa.

Christina Aguilera - Dirrty

Selama tinggal di Guantanamo Bay, Mohammed Al Qahtani yang dipercaya sebagai salah satu pelaku pembajakan pesawat yang menabrak WTC pada 9/11 selalu bangun dari tidurnya dengan dua cara yang buruk. Terkadang dengan siraman air di kepalanya, atau dengan diputarnya lagu Dirrty milik Christina Aguilera dengan volume super kencang. Lagu ini terkenal dengan liriknya yang banyak mengeksploitasi seks. Penyiksaan ini seringkali dicampurkan dengan metode lain seperti menari telanjang, mengencingi diri sendiri, penghancuran moral secara seksual dan masih banyak metode lainnya. Tindakan tidak manusiawi ini menuai kontroversi dan para interogator tersebut diprotes oleh pengacara dari Al Qahtani.

Bruce Springsteen - Born in the USA

Mungkin di antara sekian banyak lagu yang digunakan dalam penyiksaan di penjara kejam Guantanamo Bay, lagu yang satu ini adalah yang paling dianggap memiliki nilai patriotisme tinggi. Terlihat dari judulnya, bahwa Born in the USA milik Bruce Springsteen adalah lagu kebangsaan para tentara Amerika Serikat. Namun cerita tentang bagaimana digunakannya lagu ini sungguh tidak manusiawi, berbanding terbalik dengan pandangan para interogator di Guantanamo. Seorang warga keturunan Spanyol yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Al-Qaeda menghabiskan waktunya selama dua tahun penuh di penjara tersebut dengan lagu ini. Seorang aktivis HAM di Inggris mengatakan bahwa lagu ini tidak patriotis seperti yang dibayangkan, karena penggunaannya yang sama sekali tidak dapat diterima akal sehat manusia.

Deicide - F*ck Your God

Berbeda dengan Metallica dan AC/DC, lagu-lagu beraliran death metal yang lebih terasa gelap dan kasar serta jujur (bahkan terlalu jujur) dalam liriknya. Sebuah band bernama Deicide dengan lagu berjudul F*ck Your God menjadi andalan banyak tentara Amerika untuk menyiksa tahanan religius di Iraq. Liriknya sangat explicit dan kotor. Anda bisa membayangkan jika Anda dipaksa mendengarkan lagu 'anti-religi' ini secara continue dalam keadaan kurang tidur di sebuah ruangan sempit yang dipenuhi speaker raksasa. Buruknya, sang drummer band Deicide merasa 'biasa saja' dengan digunakannya lagu ini sebagai salah satu bagian dari proses penyiksaan. Ia berkata: "It’s cool. Jika penyiksaan dengan musik adalah salah satu standar yang digunakan, Deicide bangga menjadi bagian dari hal tersebut. Aku bangga bisa berkontribusi dengan cara yang berbeda."
 
Not cool, dude. Bahkan co-founder sebuah blog metal bernama MetalSucks mengutuk perkataan drummer bernama Steve Asheim tersebut dengan komentar: "Oh well. No one ever listened to Deicide for their brains."

Rabu, 22 Februari 2012

Aksi kanibal di Seluruh Dunia

Berikut ini daftar 20 pelaku kanibal tersohor di dunia.

1. Suku Indian di Kepuluan Karibia Barat
carb west indian cannibal
Tahun 1492 Christoprus Colombus menemukan kepulauan Karibia. Dan penduduk aslinya yang setengah telanjang ternyata adalah kanibal! Bagi bangsa Eropa waktu itu, kanibal merupakan makhluk yang sangat berbahaya. Inilah asal-muasal terjadinya pembantaian dan eksploitasi.

Etnis asal Amerika Selatan yang tinggal di sekitar Brazilia, Paraguay, dan Argentina, bernama Tupinamba, memiliki kebiasaan menyantap tawanan perangnya sebagai aksi balas dendam demi keluarga yang gugur dalam peperangan. Praktik semacam ini dikenal sebagai Endokanibalisme. Adat tersebut tetap dilakukan sampai awal abad 17. Setelah masuknya bangsa Eropa, terutama Spanyol, suku ini kemudian menghilang. Sebagian berpindah tempat dan sisanya berasimilasi dengan masyarakat Brazilia.

Di Amerika Serikat ditemukan bekas-bekas kanibalisme yang dilakukan oleh Anasazis, Suku Indian kuno yang musnah 1.300 tahun yang lalu. Di sana ditemukan debu dan pecahan tulang, bekas-bekas pengelupasan kulit kepala, mutilasi, bekas luka bakar, dan pemanggangan daging manusia di atas periuk.

Suku Aztec melakukan kanibalisme dalam ritual keagamaannya. Semula, yang menjadi korban adalah tawanan perang, tetapi kemudian merambat pula pada anggota suku sendiri. Diduga, sebagai hukuman bagi kejahatan yang telah dilakukan oleh anggota suku tersebut.

2. Suku Wari
wari tribes cannibal
Orang-orang Wari, dilakukan dua macam ritual kanibal, pemakaman dan peperangan, sampai tahun 1960-an, ketika para pekerja sosial dari pemerintah dan misionaris, memaksa mereka untuk praktek kanibalisme ditinggalkan. Tapi praktek Wari's makan yang mati mereka cintai bukan untuk kekuasaan atau keperluan kesehatan, sebagai keyakinan suku lain, tetapi bagian dari kesedihan dan penderitaan bagi yang berangkat cinta. Upacara ritual untuk mati termasuk makan bagian dari mayat kerabat mati untuk membantu Wari berduka menghadapi kematian dan kesedihan.

3. Suku Maori
maori tribes cannibal
Suku Maori adalah pendatang pertama di Selandia Baru - tiba berabad-abad sebelum Eropa dengan budaya modern awal. Mereka telah mengenal praktek kanibalisme selama peperangan. Pada Oktober 1809 sebuah kapal narapidana Eropa diserang oleh sekelompok besar prajurit Maori sebagai balas dendam atas penganiayaan anak seorang kepala suku. Suku Maori membunuh sebagian besar dari 66 orang di penumpang kapal dan membawa korban mati dan hidup dari perahu dan kembali ke pantai untuk dimakan. Beberapa orang yang beruntung menemukan tempat persembunyian di dalam tiang kapal itu ketakutan karena mereka melihat teman-temannya sekapal dimakan oleh suku Maori selama dua hari.

4. Suku Tolai
tolai tribes cannibal
Sebuah suku di Papua New Guinea dari era modern, meminta maaf karena nenek moyang mereka telah membunuh dan memakan empat orang misionaris abad ke-19 yang dipimpin oleh pendeta Inggris, Rev George Brown, seorang Wesleyan petualang misionaris, yang lahir di Durham tapi menghabiskan hidupnya dengan menyebarkan kristiani dan firman Allah di Laut Selatan.

Pada tahun 1978 suku Tolai membunuh menteri dan tiga orang guru Fiji, mereka memasak dan memakannya bersama-sama, dipimpin oleh kepala suku Taleli Tolai.

5. Suku Kulina
kulina tribe cannibal
Ocelio Alves de Carvalho, 19 petani, ditemukan oleh kerabatnya dalam keadaan tragis. Carvalho dimutilasi, dan tengkoraknya tergantung di pohon di sebuah reservasi suku Indian di gunung Amazon. Maronitton Clementino da Silva, menyatakan bahwa Carvalho sedang menggiring sapinya ketika tiba-tiba gerombolan Suku Kulina mendekati Carvalho, mengundangnya untuk desa mereka dan tidak pernah terlihat lagi. Militer dan Polisi Sipil dilarang untuk memasuki Tanah suku sesuai dengan UU Brasil. Investigasi terhadap suku ini pun dilakukan oleh para detektif, dan mereka melaporkan bahwa Carvalho dibunuh, dimutilasi dan dimakan organ internalnya; jantung, hati serta disantap pahanya.

6. Front Nasional Liberia (RUF)
RUF west africa cannibal
RUF adalah sebuah organisasi revolusioner berbasis di Sierra Leone di Afrika Barat. Pada akhir 1990 mereka telah mengucurkan banyak darah dalam kampanye untuk menjatuhkan pemerintah pusat. Pemberontakan ini diwujudkan dengan melakukan teror di pedesaan Sierra Leone tempat pertambangan berlian. RUF berkomitmen untuk memberikan teror, termasuk memaksa anak-anak untuk menjadi tentara. Mereka tidak segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi; juru damai, personil PBB - dengan cara mengamputasi dan menyantap tubuh mereka. Selain untuk mengintimidasi, hal ini dilakukan untuk menambah kekuatan mereka. Hingga kini tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah korban yang telah disantap oleh RUF.

7. Anggota Team Rugby Sekolah Stella Maris, Uruguay
stella maris rugby team urugay cannibal
Pada tanggal 13 Oktober 1972 tim rugby sekolah Stella Maris mengadakan perjalanan dari Justify FullMontevideo, Uruguay untuk bermain di Santiago Chile. Akibat cuaca buruk dan kesalahan pilot, pesawat yang mengangkut 45 orang ini jatuh di puncak gunung yang tak dikenal di perbatasan Chile dan Argentina, dan tidak ditemukan oleh tim pencari yang telah berusaha menyisir kawasan tersebut selama 11 hari. Akhirnya mereka menyimpulkan bahwa seluruh penumpang telah tewas, meskipun ini merupakan kesimpulan yang salah.

Mereka yang selamat tinggal di atas gunung selama dua bulan. Karenatidak adanya makanan di atas gunung, maka mereka memakan teman mereka satu persatu siapa saja yang mati duluan (peristiwa ini sudah difilmkan).

8. Moninder Singh dan tukang masaknya, Surendra Koli
monder singh and surendra koli cannibal
Pada tanggal 30 Desember 2006 di sebuah properti di Nithari, New Delhi, yang dimiliki oleh Moninder Singh Pandher, pengusaha, pihak berwenang menemukan bagian-bagian tengkorak dari 19 orang, empat wanita dan empat anak laki-laki dan sebelas anak perempuan. Moninder Pandher dan pembantu rumah tangga sekaligus merangkap sebagai tukang masak, Surendra Koli adalah tersangka utama dan keduanya ditangkap karena pembunuhan, pemerkosaan, penculikan. Tercatat ada 40 orang hilang dan sebagian besar adalah anak-anak, namun polisi tidak menemukan tulang-tulang lainnya selain ke 19 orang tadi.

Dalam pengakuannya, Moninder dan Surendra memakan hati, jantung dan membuat 'kebab' dari orang-orang yang mereka bunuh dan berhubungan seks dengan mayat-mayat perempuannya.

9. Keluarga Mauerova
mauerova family cannibal
Klara Mauerova, 31 th dan Barbara Skrlova keduanya adalah anggota kultus Gerakan Grail dari Republik Ceko. Selama bulan 8, keduanya telah melakukan pelecehan seksual kepada adik dan sepupu mereka; Jakub 10th, Ondrej dan Klara 8th. Terakhir mereka membunuh sekaligus menyantap mentah-mentah daging mereka. Hal ini diketahui oleh seorang tetangga, yang memasang sebuah kamera monitor di sekitar rumahnya. Ketika ditangkap Klara pun mengakui kejahatan yang telah dilakukannya.

10. Jeffrey Dahmer
jeffrey dahmer cannibal
Jeffrey adalah seorang laki-laki biasa kelahiran Amerika pada tanggal 12 Mei 1960, yang konon katanya disebut-sebut sebagai Jack the Ripper ke-2, dan tak hanya itu saja, menurut sumber, Jeffrey juga melakukan kanibalisme pada setiap korban yang dibunuhnya. Masa kecil Jeffrey layaknya seperti keluarga normal lainnya. Jeffrey kecil bersekolah di SD Revere school dan pada saat itu dia mempunyai kebiasaan aneh yaitu memutilasi binatang-binatang yang sudah mati, seperti ketika anak kucing yang terlindas mobil dan badannya sudah hancur pun masih sempat di potong-potong lagi olehnya.

Kehidupan remaja Jeffrey pun makin menjadi!! Dia pemabuk berat dan mempunyai orientasi seks yang menyimpang, Jeffrey homo!!. Dan sejak itu dia mulai kencan dengan sesama jenisnya dan dia pun tidak segan-segan membunuh teman kencannya itu sendiri. Kegilaan Jeffrey pun semakin mantap dan paten pada saat dia tumbuh dewasa. Setiap ada party homo dia selalu datang dan membawa teman-teman kencannya, yang pastinya pria, dan setelah puas dengan hawa nafsunya, dibunuhlah teman kencannya itu dengan cara mutilasi atau mencincang. Semua korban dari kegiatan sadis jeffrey ini adalah laki-laki kisaran umur antara 14-36 tahun. Korban pertamanya, anak laki-laki berumur 14 tahun bernama Konerak Sinthasomphone

11. Armin Meiwes
armin meiwes cannibal
Apa yang terjadi pada malam tanggal 9 Maret 2001, di luar jangkauan pemikiran orang normal. Dua pria dewasa yang usianya terpaut satu tahun itu, naik ke tempat tidur di rumah Meiwes. Brandes menelan 20 pil tidur terlebih dahulu. Dan, dengan persetujuan Brandes, Meiwes memotong penisnya. Potongan penis itu kemudian digoreng dan dinikmati bersama-sama. Setelah makan malam dengan menu “sangat spesial”, Brandes - yang masih dalam keadaan berdarah - mandi. Sementara, Meiwes membaca novel Star Trek. Menjelang pagi, Meiwes menyelesaikan tugasnya.

Ia membunuh Brandes, dengan menikam lehernya menggunakan pisau dapur. Sebelumnya, Meiwes mencium korbannya terlebih dahulu.Pria kanibal itu memotong-motong tubuh Brandes, kemudian menyimpannya di kulkas. Sementara, tengkorak kepalanya dikubur di pekarangan.Setelah beberapa minggu, Meiwes memasak 20 kilogram daging tadi sedikit demi sedikit menggunakan minyak zaitun, dibumbui bawang putih.

“Dalam setiap gigitan, ingatanku kepadanya (Brandes) semakin kuat,” tuturnya. Dibalik jeruji penjara, Meiwes berceritera kepada detektif polisi, dia menyantap daging korbannya dengan cara sangat istimewa. Ia menggunakan koleksi peralatan makan terbaiknya, ditemani sebotol anggur merah dan nyala lilin. “Rasanya mirip daging babi,” katanya

12. Albert Fish (1870-1936)
albert fish cannibal
Albert adalah seorang kanibal memakan sedikitnya lima belas anak-anak, namun dia hanya dihukum untuk dua kasus pembunuhan atas korban terakhirnya, seorang anak berusia sekitar sepuluh tahun bernama Grace Budd, yang dipotongnya dalam ukuran-ukuran kecil dan kemudian dimasaknya dengan potongan-potongan wartel dan bawang.

Di dalam surat kepada ibunya ia menulis “ini adalah keledai kecilnya yang dipanggangnya di dalam tungku”.

13. Andrei Chikatilo
andrei chikatilo cannibal
Di Rusia ada Andrei Chikatilo yang membunuh 53 wanita dan anak-anak pada 1978. Beberapa korban di antaranya dipotong-potong tubuhnya dengan cara digigit.

Chikatilo menderita kelainan sejak ia percaya bahwa adiknya diculik dan tubuhnya dimakan saat Ukraina dilanda kelaparan pada 1930-an.

14. Issei Sagawa
issei sagawa cannibal
Ketika sedang belajar di Paris, mahasiswa Jepang ini melihat Renee Hartevelt, seorang wanita cantik. Dia (Issei) langsung jatuh cinta dan tidak bisa berhenti memikirkan kulit Renee yang putih. Renee adalah wanita yg sempurna yang Issei inginkan.

Renee adalah wanita berusia 25 tahun, pirang, dan mandiri. Dia bisa berbicara dalam 3 bahasa dan punya masa depan yang cerah, dan sedang berjuang meraih gelar Ph.D dalam bidang French literature. Issei meminta Renee untuk mengajarinya bahasa jerman, dan karena Bapaknya (Issei) orang kaya, si Renee di bayar, dan Renee menerima tawaran itu. Singkat cerita... dia membujuk Renee untuk mampir ke rumahnya, dengan niat untuk membunuh Renee. Setelah dibunuh, mayat Renee di makan oleh Issei, karena untuk memuaskan fantasi seks yang sudah lama terpendam.

15. Alferd Packer
alfred packer cannibal
Alferd Packer (21 November 1842 - 23 April 1907) sering dikenal sebagai satu-satunya warga Amerika yang pernah dihukum dengan tuntutan kanibalisme, meskipun sebenarnya tuntutannya adalah pembunuhan, bukan kanibalisme. Para anggota Partai Donner yang terkenal itu pun tidak dihukum karena kanibalisme di California, karena secara hukum kanibalisme bukanlah kejahatan di Amerika Serikat.

Pada 9 Februari 1874, dia dengan 5 orang lainnya melakukan ekspedisi di pegunungan Colorado. Dua bulan kemudian Packer kembali dari ekspedisi sendirian. Ketika ditanya kemana orang-orang yang telah pergi dengan dia, Packer mengatakan bahwa dia telah membunuh mereka semua untuk bertahan hidup dengan terpaksa memakan tubuh teman-temannya....serem

16. Vince Li
vince li cannibal
Orang-orang Cina imigran dibunuh, dipenggal dan dimakan daging satu penumpang, Tim McLean, 22 tahun di papan bus Greyhound. Bus sedang melakukan perjalanan sepanjang Jalan Raya Trans-Canada di Kanada Barat. Hampir tiga lusin penumpang menyaksikan pembunuhan mengerikan Mclean. Li putus kepala Mclean dan ditampilkan ke beberapa penumpang bus luar. Li berhasil melarikan diri melalui jendela tapi kemudian ditangkap.

Menurut beberapa laporan polisi, mereka menemukan bagian-bagian tubuh berserakan Mclean di dalam bus. Setelah polisi menangkapnya, Li memohon untuk membunuhnya. Ia menghadapi persidangan untuk kejahatan yang dilakukan.

17. Robert Ackerman
robert ackerman cannibal
Robert Ackerman, 19th, seorang anak normal, cerdas dan ramah, tetapi dalam di awal masa kecilnya, ia memiliki masalah psikologis yang memburuk ketika ayah mereka meninggalkan mereka. Ketika ia berusia 15 tahun dia lari dari rumah, dan menjadi pecandu obat-obatan.

Dia kecanduan metamfetamin dan ekstasi dan kemudian digunakan sebagai obat kuat untuk melakukan kejahatan. Ketika ia ditangkap di pengadilan Jerman, ia mengaku ketagihan akan obat-obatan psikotropika. Pada tahun 2007 bulan Agustus, Robert Ackerman yang ketika itu berumur 19 tahun dibawa menuju ke Wina, Austria dan dikurung di sebuah panti jompo untuk pasien sakit mental.

Di sini, ia berteman sekamar Josef Schweiger, 49th yang telah dikurung di sana sejak Juni 2007. Suatu ketika tetangga kamarnya melihat Robert sedang telanjang bulat dan posisi merangkak dengan mulut penuh berlumur darah, sedang memangsa teman sekamarnya. Sejak saat itu, Robert dijuluki sebagai 'Remaja Kanibal dari Vienna'.

18. Norberto Manero (Filipina)
norberto manero cannibal
Norberto Manero, Jr atau dikenal sebagai "Kumander Bucay", kepala suku terkenal dari Geng Ilaga, sebuah kelompok yang dibentuk untuk membunuh pemberontak muslim dan suka main hakim sendiri.

Dia dinyatakan bersalah atas pembunuhan pada April 11, 1985, atas seorang pastur misionaris, Pastor Tullio Favali, yang dituduhnya telah membantu gerakan revolusioner di Tulunan, Cotabato Utara. Dilaporkan pula Manero telah memakan otak pastur malang ini.

Pada 1970-an dan 1980-an, geng Ilaga mempraktekkan kanibalisme, mereka membunuh orang-orang muslim dan memakan daging mereka. Ilaga dalam bahasa Visayan artinya, 'tikus'. Manero menjalani hukuman di tahun 1987 dan dibebaskan dari penjara pada awal tahun 2008, dan sekarang jadi preman di kotanya.

19.Sergei Zhmaryov
sergei zhmaryvov cannibal
Sergei Zhmaryov, 26 th adalah seorang programmer komputer ditangkap setelah ayahnya menemukan dia membunuh neneknya Lydia, 60 tahun, yang telah memeliharanya sejak kecil di Simferopol, Ukraina. Laporan itu mengatakan Sergei menggunakan patahan cermin dan mengiris wajah si nenek, membunuh dan dengan brutal memakannya. Ayah Sergei shock setelah memergoki ibunya (si nenek) dibunuh secara brutal oleh anaknya sendiri. Lydia ditemukan terbaring di genangan darah; mata, lidah, telinga dan bibirnya terputus karena sudah dimakan oleh Sergei. yang ketika itu hanya mengenakan celana pendek dan memegang sebuah salib seolah melakukan ritual pemakaman, karena ia digambarkan seorang fanatik agama.

20. Sup Bayi di China (paling Biadab)
Sup bayi ini terkenal di Provinsi Guandong, Cina dan sekarang menjadi tren untuk sup herbal, vitalitas seksual, meningkatkan stamina dan kesehatan. Ini adalah laporan email yang diterima oleh The Times Seoul, yang tentunya berdampak besar pada respon masyarakat luas.

Serentak majalah-majalah di Hongkong membahas tema tersebut. Mereka menayangkan foto-foto dari janin laki-laki yang dipotong-potong, direbus dan disajikan untuk disantap.

22 Maret 2003, kepolisian Bingyang, propinsi Guangxi menangkap penyelendupan di sebuah truk yang dipenuhi 28 janin.

Berikut ini adalah foto-foto tentang sup bayi yang menghebohkan itu.
soup human baby china

Itulah daftar ke 20 Pelaku Kanibal Tersohor di dunia.


Saya tambahkan satu bonus lagi, no. 21 untuk Sumanto dari Indonesia.
sumanto cannibal indonesia
Sumanto lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 3 Maret 1972. Pada awal tahun 2003, ia mencuri mayat seorang nenek yang baru saja dikubur dan lalu dimakannya karena percaya ini akan memberinya kekuatan supranatural. Kepercayaan Sumanto didasarkan pada kepercayaan mistis lokal dan para pakar berpendapat bahwa Sumanto mengidap gangguan jiwa.

Duh... cari menu yang lainnya dung. Kan masih banyak tumbuhan dan hewan yang telah diciptakan untuk dikonsumsi...

Jumat, 16 September 2011

Pembunuhan yang Dilakukan Anak-anak Berumur 7-10 tahun

Di zaman ini Banyak orang tua semakin bertanya-tanya apakah mereka membesarkan pembunuh berantai masa depan? Karena banyak insiden yang melibatkan senjata di sekolah yang berujung dengan kematian di kalangan anak-anak lai.Semoga dengan adanya beberapa kasus ini akan membuat tiap orang tua akan kembali mengevaluasi kemampuan mereka untuk bisa memahaami ke inti masalah anak-anak mereka ter kemarahan.

Ibu dari Dylan Klebold (Columbine Shooter) menulis sebuah esai di majalah O di mana ia menggambarkan keterkejutan dan kengeriannya atas tindakan anaknya. Dia tidak pernah percaya anaknya akan mampu menyakiti orang lain apalagi sampai membunuh remaja lain yang tidak bersalah.
Berikut Daftar pembunuhan yang pernah dilakukan anak-anak berusia 7-10 tahun:


1. Tim Kretschmer

Seorang remaja 17 tahun pergi ke bekas sekolah tinggi di Winnenden, Jerman pada tanggal 11 Maret 2009 dan insiden fatalpun terjadi, dia menembak dan membunuh 9 siswa, 3 guru dan 3 para pengamat sebelum mejedorkan pistol itu ke kepalanya sendiri. Dia baru pulih dari perawatan psikiatris karena depresi ketika penembakan terjadi. Sehari sebelum penembakan terjadi, Kretschmer mengumumkan rencananya pada chatroom internet. Nilainya yang gagal membuatnya harus mengejar merupakan pemicu kemungkinan untuk tindakannya ini.


2. Jeffrey Weise

Pada tanggal 21 Maret 2005, Jeffrey Weise (16) membunuh kakek dan pacar kakeknya. Dia melanjutkan untuk masuk sekolah dengan mobil polisi kakeknya dimana ia mulai menembak dan membunuh 5 siswa, 1 guru dan 1 penjaga keamanan sebelum menembakkan pistol pada dirinya sendiri. Penyebab dari tindakannya ini terutama karena dia sering dihina dan dilecehkan.



3. Dylan Klebold dan Eric Harris

Dylan Klebold bersama dengan Eric Harris pergi ke Columbine High School pada tanggal 20 April 1999 dan melukai 12 teman sekelas dan 1 guru pelatih. 21 orang lainnya terluka dalam penembakan, banyak dari mereka yang terluka dan cacat oleh peristiwa ini.


Harris dan Klebold adalah individu yang merasa depresi. Mereka ditindas di sekolah dimana dia belajar. Video tentang insiden oleh kedua siswa ini menggambarkan bahwa peristiwa yang terjadi di Columbine High School pada tanggal 20 April 1999 sengaja direncanakan selama berbulan-bulan.

Buku harian di kamar mereka juga menggambarkan ketidakpuasan dengan hidup dan sekolah.


4. Kelly Ellard

Virk Reena 14 th sering dikucilkan dan diintimidasi oleh orang lain di sekolahnya. Dia sering berusaha untuk dapat diterima oleh orang lain. Dia mengisap ganja, minum alkohol dan tidak mematuhi keluarganya untuk terlihat keren.


Pada tanggal 14 November 1997, Virk diundang ke sebuah pesta dekat Jembatan Craigflower mana ia mengkonsumsi alkohol terlalu banyak.


Saat di sana, dia dicecar oleh sekelompok 8 remaja yang melecehkan dan mengejeknya.

Kelly Ellard dan Warren Glowatski, dua anggota dari kelompok remaja, mulai mengikuti Virk saat dia berjalan menjauh. Ellard dan Glowatski mengalahkan Virk dan memaksanya untuk melepaskan sepatunya.

Ellard, yang berusia 15 tahun pada saat itu, dibenamkan Virk sampai dia mati.


Selama pengadilan, Ellard terkenal karena sarkasme dan sering mengamuk.Dia gagal untuk menyadari beban tindakannya. Setelah 3 percobaan, Ellard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2005 dengan kemungkinan pembebasan bersyarat dalam waktu 7 tahun.


5. Joshua Phillips

Joshua Phillips was convicted for murdering his missing 8 year old neighbour, Maddie Clifton in 1998. Joshua Phillips dihukum karena membunuh tetangganya Maddie Clifton yang berusia 8 tahun yang dilaporkan hilang, pada tahun 1998. Ibunya menemukan mayat yang diplester di tempat tidur Phillips tujuh hari setelah Clifton hilang. Phillips dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Dia tidak pernah menyatakan alasan mengapa dia melakukan pembunuhan.


6. Eric Smith

Eric Smith 13 th dihukum karena menyumpalkan baterai dan memukul seorang anak berusia 4 tahun sampai mati pada tahun 1994. Dia melanjutkan dengan tindakan sodomipada bocah 4 tahun itu dengan tongkat lalu dia menimpakan batu-batu besar upada tubuh kecilnya yang remuk.Smith dihukum minimal 9 tahun penjara untuk pembunuhan tingkat kedua.

Dia masih di penjara dan permohonan jaminan untuk kebebasanya 5 kali ditolak. Ejekan digunakan sebagai alasan untuk perilaku biadab Smith.


7. Lionel Tate

bocah berusia 12 tahun ini mengaku meniru gerakan gulat ketika ia memukuli sampai mati seorang gadis berusia 6 tahun pada tahun 1999.


Dia juga mengklaim bahwa ia telah mengunci posisi kepala gadis itu sebelum membenturkannya ke meja. Meskipun siswa cemerlang, Tate dikenal karena perilaku temperamentalnya dan sering mencuri dan dia pernah diskors 15 kali dari sekolahnya.


Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2001 untuk pembunuhan tingkat pertama. Ketika kasusnya dikaji ulang pada tahun 2004, dia dibebaskan.Pertahanan percaya bahwa uji kompetensi mental harus sudah dilakukan sebelum sidang. Dia sekarang 10 tahun dalam masa percobaan dan memakai monitor pergelangan kaki.


8. Michael Slobodian

Michael Slobodian 16 tahun masuk Brampton Highschool pada 28 Mei 1975 dengan 2 senapan dalam kasus gitarnya. Setelah gagal fisika, Slobodian ingin balas dendam.

Ia masuk kamar mandi anak laki-laki di mana dia membunuh John Slinger.


Dia melanjutkan kesenangan nya membunuh di ruang seni di mana dia membunuh seorang guru bahasa Inggris. Dia bunuh diri di lorong dekat ruang seni. Cathy dan Nancy Davis, putri mantan Perdana Menteri William Davis ', menyaksikan peristiwa itu.


9. Mary Bell

Bocah 11 tahun ini didakwa dengan pembunuhan dengan mencekik dua anak laki-laki berusia 3 dan 4 tahun . Tidak seperti insiden pembunuhan pertama, yang kedua dilakukan dengan teman, Norma Bell. Bell mengukir "N" dengan silet di perut korban.

Dia selanjutnya mengambil potongan rambut korban, mengiris iris kaki korban dan memotong penis korban.


Bell berasal dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang pelacur yang tidak hadir dalam kehidupan Bell. Pada tahun 1980, Bell dibebaskan dari penjara dan diberikan anonimitas.


10. Jon Venables & Robert Thomson

Jon Venables dan Robert Thomson dua anak berusia 10 tahun telah menculik, membunuh dan menyiksa anak usia 2 tahun tJames Bulges pada tahun 1993. Venables dan Thomson bolos sekolah dan pada 12 Februari 1993 memilih untuk menonton anak-anak di Pusat Perbelanjaan Strand Baru. Mereka mendekati Bulges saat ibunya sedang berbelanja dan agak terpisah jauh dari ibunya


Saat berjalan dengan Thompson dan Venables, bulges kecil sering dijatuhkan berulang kali. Banyak orang - orang melihat Venables, Thompson dengan Bulges tetapi orang - orang menyangka mereka bertiga bersaudara


Pembunuhan itu terjadi di rel kereta api di mana Venables dan Thomson menyiksa secara seksual dan fisik ke Bulges. Pada akhirnya, mereka membaringkan Bulges di atas rel kereta api dan menutupi tubuh dengan batu bata sebelum kereta datang.


Pada tanggal 24 November 1993, Venables dan Thompson diputuskan bersalah dan dikirim ke penjara. Pada tahun 2001, keduanya dibebaskan karena Dewan Pembebasan merasa mereka telah belajar dengan pengalaman mereka. Namun pada tahun 2010, Venables ditangkap lagi dengan tuduhan serius.

Kamis, 19 Mei 2011

Mengenang Tragedi Sampit (Gak Pakai Foto)

Berikut ini sebuah versi mengenai tragedi Sampit. Saya mengambil dari blog sebelah dan membuang foto-fotonya. Terima kasih:

Tahun 1972 di Palangka Raya, seorang gadis Dayak digodai dan diperkosa, terhadap kejadian itu diadakan penyelesaian dengan mengadakan perdamaian menurut hukum adat.

Tahun 1982, terjadi pembunuhan oleh orang Madura atas seorang suku Dayak, pelakunya tidak tertangkap, pengusutan / penyelesaian secara hukum tidak ada.


Tahun 1983, di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan, seorang warga Kasongan etnis Dayak di bunuh (perkelahian 1 (satu) orang Dayak dikeroyok oleh 30 (tigapuluh) orang madura). Terhadap pembunuhan atas warga Kasongan bernama Pulai yang beragama Kaharingan tersebut, oleh tokoh suku Dayak dan Madura diadakan perdamaian: dilakukan peniwahan Pulai itu dibebankan kepada pelaku pembunuhan, yang kemudian diadakan perdamaian ditanda tangani oleh ke dua belah pihak, isinya antara lain menyatakan apabila orang Madura mengulangi perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari Kalteng.

Tahun 1996, di Palangka Raya, seorang gadis Dayak diperkosa di gedung bioskop Panala dan di bunuh dengan kejam (sadis) oleh orang Madura, ternyata hukumannya sangat ringan.

Tahun 1997, di Desa Karang Langit, Barito Selatan orang Dayak dikeroyok oleh orang Madura dengan perbandingan kekuatan 2:40 orang, dengan skor orang Madura mati semua, tindakan hukum terhadap orang
Dayak: dihukum berat. Orang Dayak tersebut diserang dan mempertahankan diri menggunakan ilmu bela diri? dimana penyerang berhasil dikalahkan semuanya.

Tahun 1997, di Tumbang Samba, ibukota Kecamatan Katingan Tengah, seorang anak laki-laki bernama Waldi mati terbunuh oleh seorang suku Madura yang ?tukang jualan sate?. Si belia Dayak mati secara mengenaskan, ditubuhnya terdapat lebih dari 30 (tigapuluh) bekas tusukan. Anak muda itu tidak tahu menahu persoalannya, sedangkan para anak muda yang bertikai dengan si tukang sate telah lari kabur ?.Yang tidak dapat dikejar oleh si tukang sate itu, si korban Waldi hanya kebetulan lewat di tempat kejadian.


Tahun 1998, di Palangka Raya, orang Dayak dikeroyok oleh 4 (empat) orang Madura, pelakunya belum dapat ditangkap karena melarikan diri dan korbannya meninggal, tidak ada penyelesaian secara hukum.

Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang petugas Tibum (ketertiban umum) dibacok oleh orang Madura, pelakunya di tahan di Polresta Palangka Raya, namun besok harinya datang sekelompok suku Madura menuntut
temannya tersebut dibebaskan tanpa tuntutan; ternyata pihak Polresta Palangka Raya membebaskannya tanpa tuntutan hukum;

Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang Dayak dikeroyok oleh beberapa orang suku Madura --- masalah sengketa tanah ---; 2 (dua) orang Dayak dalam perkelahian tidak seimbang itu mati semua, sedangkan pembunuh lolos, malah orang Jawa yang bersaksi dihukum 1,5 tahun karena dianggap membuat kesaksian fitnah terhadap pelaku pembunuhan yang melarikan diri itu.

Tahun 1999, di Pangkut, ibukota Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, terjadi perkelahian massal dengan suku Madura, gara-gara suku Madura memaksa mengambil emas pada saat suku Dayak menambang emas. Perkelahian itu banyak menimbulkan korban pada ke dua belah pihak, tanpa penyelesaian hukum.

Tahun 1999, di Tumbang Samba, terjadi penikaman terhadap suami-isteri bernama IBA oleh 3 (tiga) orang Madura; pasangan itu luka berat. Dirawat di RSUD Dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, biaya operasi /perawatan ditanggung oleh Pemda Kalteng. Para pembacok / pelaku tidak ditangkap, katanya? sudah pulang ke pulau Madura sana!. (Tiga orang Madura memasuki rumah keluarga IBA dengan dalih minta diberi minuman air putih, karena katanya mereka haus, sewaktu IBA menuangkan air di gelas, mereka
membacoknya, isteri IBA mau membela, juga di tikam. Tindakan itu dilakukan mereka menurut cerita mau membalas dendam, tapi salah alamat).

Tahun 2000, di Pangkut, Kotawaringin Barat, 1 (satu) keluarga Dayak mati dibantai oleh orang Madura, pelaku pembantaian lari, tanpa penyelesaian hukum. Tahun 2000, di Palangka Raya, 1 (satu) orang suku Dayak di bunuh / mati oleh pengeroyok suku Madura di depan gedung Gereja Imanuel, Jalan Bangka. Para pelaku lari, tanpa proses hukum.

Tahun 2000, di Kereng Pangi, Kasongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, terjadi pembunuhan terhadap SENDUNG (nama kecil). Sendung mati dikeroyok oleh suku Madura, para pelaku kabur / lari, tidak tertangkap, karena lagi-lagi ?katanya? sudah lari ke Pulau Madura, proses hukum tidak ada karena pihak
berwenang tampaknya ?belum mampu? menyelesaikannya (tidak tuntas).

Tahun 2001, di Sampit (17 s/d 20 Februari 2001) warga Dayak banyak terbunuh / dibantai. Suku Madura terlebih dahulu menyerang warga Dayak.

Tahun 2001, di Palangka Raya (25 Februari 2001) seorang warga Dayak terbunuh / mati diserang oleh suku Madura. Belum terhitung masalah warga Madura di bagian Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan
Selatan. Suku Dayak hidup berdampingan dengan damai dengan Suku Lainnya di Kalimantan Tengah, kecuali dengan Suku Madura. Lanjutan kerusuhan tersebut adalah peristiwa Sampit yang mencekam itu.

A.KRONOLOGIS KEJADIAN

1. Tanggal 18 Februari 2001

a. Pkl.01.00 WIB terjadi peristiwa pertikaian antar etnis diawali dengan terjadinya perkelahian antara Suku Madura dengan kelompok Suku Dayak di Jalan Padat Karya, yang mengakibatkan 5 (lima) orang meninggal dunia dan 1 (satu) orang luka berat semuanya dari Suku Madura.

b. Pkl. 08.00 WIB terjadi pembakaran rumah Suku Dayak sebanyak 2 (dua) buah rumah yang dilakukan oleh kelompok Suku Madura dan 1 (satu) buah rumah Suku Dayak dirusak dan dijarah oleh kelompok Suku madura. Kejadian ini mengakibatkan 3 (tiga) orang meninggal semuanya dari Suku Dayak.

c. Pkl. 09.30 WIB pengiriman Pasukan Brimob Polda dari Kalimantan Selatan sebanyak 103 personil dengan kendali BKO Polda Kaliteng untuk pengamanan di Sampit dan tiba Pkl. 12.00 WIB

d. Pkl. 10.00 WIB sebanyak 38 (tiga puluh delapan) orang tersangka dari kelompok Suku Dayak atas kejadian tersebut di atas diamankan ke MAPOLDA Kalteng di Palangka Raya dan menyita beberapa macam senjata
tajam sebanyak 62 buah.

e Pkl. 20.30 WIB ditemukan 1 (satu) orang mayat dari kelompok Suku Dayak di Jalan Karya Baru, Sampit.

2. Tanggal 19 Februari 2001

a. Pkl. 02.00 WIB terjadi pembakaran 1 (satu) buah mobil Kijang milik Suku Madura di Jalan Suwikto, Sampit.

b. Pkl. 16.00 WIB ditemukan mayat sebanyak 4 (empat) orang dan 1 (satu) orang luka bakar semuanya dari Suku Dayak di Jalan Karya Baru, Sampit.

c. Pkl. 17.00 WIB diadakan sweeping oleh Petugas aparat keamanan terhadap kelompok Suku Madura dan kelompok Suku Dayak di Sampit.

d. Penangkapan 6 (enam) orang Suku Dayak tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka
yang telah ditahan sebelumnya, dan diamankan di Polres Kotim.

e. Pkl. 22.00 WIB Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan DANREM 102/PP bersama pasukan dari Yonif 631/ATG sebanyak 276 orang menuju Sampit dan tiba Pkl. 03.00 WIB.

f. Pada tanggal 18 dan 19 Februari 2001 kota Sampit sepenuhnya dikuasai oleh Suku Madura yang
menggunakan senjata tajam dan bom molotov.

3. Tanggal 20 Februari 2001.

a Pkl. 08.30 WIB diadakan pertemuan antara DANREM 102/PP, KAPOLDA dan Wakil Gubernur dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tokoh masyarakat di Sampit ( Tokoh Dayak, Madura dan Tokoh Masyarakat
Sampit) untuk mengupayakan penghentian pertikaian dan dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi pertikaian dengan mengadakan dialog dengan warga yang bertikai.


b. Warga yang ketakutan karena kerusuhan dan sweeping disertai pembakaran rumah yang dilakukan oleh Suku Madura terhadap Suku Dayak mengungsi ke Gedung Balai Budaya Sampit, Gedung DPRD Kotawaringin Timur dan Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur sebanyak 702 KK (2.850 orang) bukan Suku Madura dan sebagian warga non Madura mengungsi ke Palangka Raya.


c. Terjadi perkelahian dan kerusuhan massal terbuka antara Suku Madura dan Suku Dayak yang datang membantu dari pedalaman.

4. Tanggal 21 Februari 2001.

a. Pkl. 09.00 WIB di Sampit diadakan pertemuan Wakil Gubernur, DANREM 102 / PP dan KAPOLDA Kalimantan Tengah dengan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur.


b. Pkl. 09.00 WIB di Palangka Raya ada Unjuk Rasa oleh masyarakat Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Batak dan masyarakat lainnya ke DPRD Propinsi Kalimantan Tengah menyampaikan tuntutan sebagaimana pada Lampiran 07.

c. Pkl. 12.15 WIB para pengunjuk rasa menuju MAPOLDA Kalimantan Tengah untuk menjemput 38 tahanan yang diminta penangguhan penahanannya.

5. Tanggal 22 Februari 2001.

a. Pkl. 08.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB di ruang kerja Wakil Gubernur Kalimatan Tengah untuk mengantisipasi menanggulangi kerusuhan di Sampit.

b. Pkl. 08.30 WIB berangkat ke Jakarta rombongan dari LMMDDKT sebanyak 3 orang didampingi oleh KAJATI Kalimantan Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah, Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah dan Kepala Direktorat Sosial Politik Propinsi Kalimantan Tengah menghadap KAPOLRI untuk menyampaikan usul
supaya KAPOLDA Kalimantan Tengah diganti.

c. Pkl. 10.30 WIB Wakil Gubernur Kalteng menghubungi Wakil Gubernur Jawa Timur per telepon untuk koordinasi dalam rangka penanganan evakuasi pengungsi ke Surabaya.

d. Ditemukan 14 buah Bom Rakitan di rumah Suku Madura di Sampit.

e.Menghubungi Dirjen Perhubungan Laut untuk koordinasi angkutan Kapal dan merubah rute pelayaran
Kapal Pelni yang ke Kumai untuk membawa pengungsi dari Sampit ke Surabaya.

6. Tanggal 23 Februari 2001.

a. Pkl. 08.30 WIB Tim Investigasi MABES POLRI berangkat ke Palangka Raya dibawah Pimpinan Brigjen Pol. MUJI HARTAJI beserta 2 anggota untuk mengadakan pengecekan di lapangan.

b. Pkl. 15.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB Kalimantan Tengah untuk membahas bantuan Kapal, membentuk Tim Sukarelawan untuk dikirim ke Sampit untuk membentuk dan memperkuat Satlak PB di Sampit.


c. Melakukan evakuasi pengungsi Suku Madura dari Kuala Pembuang ke Gresik sebanyak 205 orang dengan KLM Bintang Selatan dan sebanyak 1.027 orang dengan KM Anugrah Samudra.

7.Tanggal 24 Februari 2001.

a.Ditemukan 4 (empat) mayat Suku Madura di Sampit.

b.Ditemukan 6 (enam) bahan peledak bom rakitan di Komplek IKAMA Palangka Raya.

c.Pkl. 10.00 WIB melakukan evakuasi Suku Madura sebanyak 2.100 orang dari Sampit ke Surabaya dengan KRI Teluk Sampit

d. Pkl. 23.45 WIB melakukan Evakuasi Suku Madura sebanyak 3.000 orang dengan KRI Teluk Ende.

8. Tanggal 25 Februari 2001.

a. Pkl. 09.30 WIB melakukan Evakuasi pengungsi dari Kumai ke Semarang sebanyak 2.139 orang dengan KM Leuser.

b.Pkl. 11.30 WIB Menkopolsoskam beserta rombongan tiba di Palangka Raya dan langsung meninjau lokasi
kerusuhan di Kota Sampit dan Kota Palangka Raya.

c. Pkl. 18.30 WIB kerusuhan dari Sampit meluas ke Kota Palangka Raya, mulai terjadi pembakaran rumah-rumah Suku Madura sebanyak 20 buah oleh warga masyarakat non Madura yang datang dari berbagai tempat di pedalaman.

9. Tanggal 26 Februari 2001.

a.Satkorlak Pengendalian Bencana (PB) Kalteng menerima bantuan dari Depkes dan Kessos, Dinas PU Kalimantan Tengah, Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) PMI Pusat lihat Lampiran 06.

b.Terjadi pembakaran 3 (tiga) buah rumah Suku Madura
di Kota Palangka Raya oleh masyarakat setempat non
Madura.

10. Tanggal 27 Februari 2001.

a. Pukul 08.30 WIB tiba di Palangka Raya Tim KOMNAS HAM Pusat di bawah Pimpinan Sdr. Bambang W. Suharto.

b.Pukul 07.38 WIB tiba di Palangka Raya rombongan PMI Pusat di bawah pimpinan Sdr. Mar'ie Muhammad beserta rombongan dengan membawa bahan makanan dan obat-obatan.

c. Meninggal dunia sebanyak 7 orang terdiri dari 5 (lima) orang Suku Madura dan 2 (dua) orang yang tidak diketahui identitas Sukunya akibat kerusuhan di kota Palangka Raya.

d.Evakuasi Suku Madura sebanyak 2.269 orang dari Pegatan Mendawai Kotawaringin Timur ke Banjarmasin dengan Speed Boat.

e.Rombongan petugas Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB sebanyak 4 (empat) orang tiba di palangka Raya meminta informasi berkenaan jumlah pengungsi dan penangananya serta upaya penanggulangan kerusuhan.

f.Pukul 13.45 WIB di Sampit terjadi kesalah-pahaman antara aparat keamanan di Pelabuhan Sampit sehingga menimbulkan korban dari POLRI 3 orang luka tembak, dari TNI-AD 1 (satu) orang meninggal dunia dan dua orang luka tembak. Kerugian material 1 (satu) buah Jeep PM, 1 (satu) buah Suzuki Vitara dan 6 (enam) buah truk TNI-AD rusak berat.

11. Tanggal 28 Februari 2001.

a.Jumlah pengungsi yang dievakuasi dengan Kapal Laut secara keseluruhan sejak tanggal 18 Pebruari 2001 sebanyak 57.492 (lima puluh tujuh ribu empat ratus sembilan puluh dua) orang dengan perincian pada Lampiran 02.

b.Terjadi kebakaran di Pasar Sampit, Jalan Iskandar pada pukul 18.45 WIB. Besarnya kerugian belum bisa dihitung dan akan dilaporkan kemudian.

c.Jumlah korban sejak tanggal 18 Pebruari 2001 terdiri dari korban jiwa sebanyak 383 (tiga ratus delapan puluh tiga) orang dan luka-luka sebanyak 38 (tiga puluh delapan orang). Korban materil berupa rumah terbakar sebanyak 793 (tujuh ratus sembilan puluh tiga buah) dan rumah yang rusak sebanyak 48
(empat puluh delapan). Kendaraan roda empat dan roda dua sebanyak 13 (tiga belas) buah, serta Becak sebanyak 206 (dua ratus enam) buah lihat Lampiran 01.

d.Jumlah satuan pengamanan untuk wilayah Sampit yang sudah dikerahkan sampai saat ini sejak tanggal 18 Pebruari 2001 sebanyak 3.129 (tiga ribu seratus dua puluh sembilan) personil lihat Lampiran 03.

12. Tanggal 01 Maret 2001.

a. Kunjungan Wakil Presiden beserta rombongan dan pengarahan kepada Gubernur dan Muspida dalam rangka peninjauan ke Sampit dan Palangkaraya.

b. Menyampaikan pernyataan sikap oleh Forum Komunikasi Umat beragama Kabupaten KOTIM tentang jaminan keamanan untuk masyarakat Sampit yang dihadiri oleh Tokoh masyarakat dan tokoh agama ( Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu).

c.Menerima pengungsi di Palangkaraya sebanyak 174 orang

13. Tanggal 02 Maret 2001.

a.Memberangkatkan 6 dokter dari RSCM Jakarta dan 10 orang Kelompok Sukarelawan (KSRL) ke Sampit.

b.Pemberangkatan pengungsi dari Sampit dengan menggunakan KRI Teluk Bone sebanyak 3.019 orang dan KRI Teluk Saleh sebanyak 3.156 orang ke Surabaya.

c.Menyerahkan bantuan beras dari Wakil Presiden sebanyak 20 ton ke Sampit.

d.Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur mengenai solusi penanganan pertikaian antar etnis oleh tokoh masyarakat dan dihadiri unsur Muspida Tk. I Propinsi Kalteng.

14. Tanggal 03 Maret 2001.

a. Pengiriman Aqua oleh pengurus Daerah PMI Propinsi Kalimantan Tengah sebanyak 9000 botol = 750 dos.

b.Pengiriman 100 kantong darah dan 100 kantong darah segar bantuan dari PMI Pusat ke Sampit.

c. Memberangkatkan Sekretaris Daerah, Kadit Sospol dan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah ke Surabaya dalam rangka pertemuan dengan Tokoh Madura dan Kapolri.

B.LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN PEMDA DAN
APARAT KEAMANAN

1.Menerjunkan satuan pengamanan dari POLRI dan TNI ke lokasi kerusuhan.

2.Melakukan tindakan persuasif dan preventif terhadap kelompok yang bertikai untuk mengantisipasi
berkembangnya kerusuhan yang lebih meluas.

3.Mengadakan evakuasi para pengungsi dari Sampit ke Surabaya maupun dari Palangka Raya ke Surabaya lewat
Banjarmasin.

4.Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama guna mencegah berkembangnya pertikaian.

5. Melaksanakan patroli dan menempatkan pasukan pada tempat yang rawan pertikaian.

6.Memberikan bantuan bahan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi yang diperoleh dari berbagai
pihak.

7.Berusaha meredam dan menghentikan aksi pembakaran dan pengrusakan milik warga Suku Madura dengan cara
mengeluarkan pengumuman dan himbauan yang disampaikan media massa dan elektronik serta mobil keliling
secara kontinyu.

8.Melakukan optimalisasi Siskamling di 500 RT sekota Palangka Raya untuk mengadakan tindakan
preventif.

9.Mengadakan koordinasi secara intensif dengan MUSPIDA Propinsi Kalimantan Tengah dan instansi
terkait, maupun dengan MUSPIDA Kota Palangka Raya dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur beserta instansi terkait.

10.Mengikuti pertemuan Kerukunan Warga Kalimantan dengan tokoh Madura dan Gubernur Jawa Timur di Surabaya tanggal 3 Maret 2001.

C.PERMASALAHAN JANGKA PENDEK

1.Lokasi kerusuhan sifatnya terpencar pada wilayah yang luas sehingga agak menyulitkan bagi aparat keamanan untuk mengadakan tindakan preventif dan represif dengan kondisi tenaga yang terbatas.


2.Masih ada sisa pengungsi yang belum dievakuasi.

3.Penanganan para pengungsi oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam menerima evakuasi.

4.Kekhawatiran kemungkinan aksi pembalasan terhadap Warga Kalimantan Tengah yang berada di Jawa termasuk yang sedang menuntut ilmu terutama di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

5.Keterbatasan dana untuk penanganan pengungsi dan upaya penyelesaian konflik serta pendataan harta benda milik para korban kerusuhan.

D.POKOK POKOK MASALAH YANG HARUS DITANGANI DALAM
JANGKA MENENGAH DAN PANJANG

1.Bahwa proses marginalisasi dan pemelaratan yang terjadi di Kalimantan Tengah, baik dari sisi ketidakadilan pemanfaatan sumberdaya alam dan Pembangunan Daerah, maupun ketidakadilan akan adanya perlindungan hak-hak hidup masyarakat telah ditambah oleh ketidakmampuan etnis Madura untuk memberikan toleransi terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak Kalimantan Tengah.

2.Adanya arogansi budaya Suku Madura yang memandang remeh budaya lokal Suku Dayak, menimbulkan berbagai gesekan yang seluruhnya tidak pernah diselesaikan secara tuntas, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Akumulasi gesekan-gesekan tersebut menimbulk an perseteruan dan perkelahian massal yang membesar dan memuncak dari waktu ke waktu.

3.Kecenderungan Suku Madura membawa kenalan, sanak-keluarga, kerabat dan anggota masyarakat Madura ke Kalimantan Tengah yang kurang berpendidikan dan berlaku kriminal, tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu, telah menyebabkan Kalimantan Tengah menerima warga Suku Madura yang potensial dan banyak melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak.

4.Hal-hal tersebut telah membangkitkan kerugian yang tidak terhingga bagi Suku Dayak, baik dari segi moril, mau pun materil. Adanya hujatan bahwa Suku Dayak tidak beradab, tidak toleran, tidak berkemanusiaan dan lain-lain yang dilansir baik oleh perorangan mau pun media massa serta elektronik secara
luas, tanpa mempertimbangkan penderitaan berkepanjangan yang timbul dimasyarakat Suku Dayak akibat kerusuhan yang muncul dari adanya Suku Madura di Kalimantan Tengah.

5.Adanya kecenderungan pihak Suku Madura melindungi warganya yang berbuat jahat terhadap Suku Dayak, menyebabkan akumulasi kebencian yang merupakan masalah umum dan sosial dikalangan warga non Madura di
Kalimantan Tengah. IKAMA menjadi tempat untuk menyelamatkan warga Suku Madura yang berbuat jahat kepada warga non Madura.

6.Adanya upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong peristiwa kerusuhan yang ada di Kalimantan Tengah hanya muncul dari sisi Suku Dayak, yaitu dengan merujuk akibat kerusuhan semata, tanpa memperhatikan
asal-muasal dan proses-proses yang mandahuluinya.

7.Terlihat pula upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong masyarakat agama untuk berseteru satu dengan lainnya dengan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pembasmian terhadap umat muslim.

8.Adanya pertimbangan yang naif dari tokoh-tokoh Madura dengan menelorkan ancaman-ancaman kepada para petinggi Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah untuk memaksakan kehendak mereka dalam penyelesaian
kerusuhan. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi korban kelalaian para tokoh-tokoh Suku Madura yang gagal membina warganya yang mencari kehidupan di Kalimantan Tengah.

9.Suku Dayak Kalimantan Tengah selama ini sangat toleran terhadap Suku Madura, sehingga pada beberapa keluarga Dayak, telah menerima anaknya menikah dengan Suku Madura.

E.SARAN PENANGANAN MASALAH ETNIS

1.Diperlukan upaya pengelolaan yang komprehensif masalah etnis di Kalimantan Tengah yang mencakup inventarisasi, rekonsiliasi, penyusunan strategi pembinaan dan pemeliharaan kondisi yang kondusif dalam masyarakat Kalimantan Tengah. Untuk itu diperlukan program khusus dan action plan yang terperinci yang disepakati bersama secara Nasional.

2. Diperlukan upaya mengetuk hati Pemerintah Pusat, bahwa masalah etnis bukan hanya terdapat di Kalimantan Tengah, melainkan juga menjadi masalah Nasional. Diperlukan upaya yang berimbang dalam penanganan etnis dengan menggalakkan berbagai bidang pembangunan di Daerah yang bertumpu kepada entitas masyarakat setempat sebelum memperluas cakupannya secara Nasional dengan melibatkan berbagai etnis / komunitas masyarakat lainnya. Masalah kependudukan dan lapangan kerja Nasional agar dimulai penyelesaiannya pada tingkat lokal, dimana partisipasi lokal dimaksimalkan sebelum melibatkan unsur-unsur lainnya yang bersifat menunjang secara Nasional. Diupayakan agar masalah Nasional jangan dibebankan pemecahannya secara partial kepada Daerah. 

http://jelajahunik.blogspot.com/2010/07/menengok-kembali-tragedi-sampit.html

Senin, 31 Januari 2011

Inilah Daftar perang paling Mengerikan, Gan

Perang Dunia I akan dikenang sebagai salah satu perang paling berdarah dalam sejarah manusia.Jutaan tentara mati di kedua pihak, dan hampir seluruh generasi pemuda musnah.
Tentara yang terjebak dalam parit ditembus, yang mengakibatkan ribuan mati dalam serangan sia-sia melawan musuh yang diperkuat dengan benteng-benteng. Perang juga memperkenalkan senjata baru dan mengerikan, seperti senapan mesin, yang membuat perang lebih mengerikan dan mematikan. Ada banyak pertempuran yang mengerikan, tapi ini adalah 10 daftar pertempuran yang terburuk selama PD I.
10. Pertempuran Tannenberg (182.000 korban )Setelah invasi Rusia gagal di Timur Prusia, Rusia berhasil untuk menimbulkan kekalahan Jerman di Gumbinnen dan membuatnya mundur ke arah Barat.Jerman dengan cepat pindah dan mengkonsolidasikan Tentara Jerman ke-8 untuk menghentikan pergerakan maju Rusia.
Meskipun kalah jumlah, oleh dua daerah yang penuh dengan tentara Rusia, Jerman berhasil menimbulkan kekalahan besar Rusia di Tannenberg, dianggap oleh beberapa orang sebagai kekalahan yang paling telak dalam perang. Rusia menderita 170.000 korban dan Jerman 12.000, menyoroti kebodohan dari komandan Rusia dan ketidakefektifan tentara Rusia.
9. Pertempuran Arras (278.000 korban)Pada 1917, Front Barat sudah berada di jalan buntu selama dua tahun. Banyak pertempuran berdarah, termasuk rumah jagal di Verdun dan Somme, telah mengakibatkan pada jutaan korban di kedua belah pihak, dan Eropa telah bosan dengan perang.
Perintah Sekutu tinggi diperlukan untuk memecahkan garis depan pertahanan Jerman .Tentara Jerman sekarang numerik inferior, dan kemenangan yang solid melanggar garis Jerman dapat dengan mudah mengakhiri perang.
Akibatnya, rencana dibentuk untuk serangan parit oleh Jerman di kota Arras, yang dikombinasikan dengan serangan Perancis ke Selatan, diharapkan akan memecahkan kebuntuan di Front Barat dan membawa kemenangan Sekutu.
Pertempuran Arras dimulai pada tanggal 9 April 1917, dan upaya awal menyebabkan penangkapan Ridge Vimy strategis penting oleh pasukan Kanada dan keuntungan besar oleh pasukan Inggris di tengah.
Namun, ketika pertempuran ditutup pada tanggal 16 Mei 1917, keemajuan pasukan Inggris sempat terhenti. Meskipun kemenangan Inggris taktis, pertempuran tidak menghasilkan terobosan berarti yang diharapkan.Inggris kehilangan 158.000 tentara dalam serangan itu, dan Jerman 120.000 kematian.
8. Pertempuran Gallipoli (473.000 korban )
Pada 1915, perang di Barat telah macet. Kedua belah pihak telah membangun jaringan parit besar dan kehilangan banyak tentara dalam serangan sia-sia terhadap posisi musuh yang dibentengi.
Selain itu, kekalahan mengejutkan di Tannenberg telah membuat Rusia kembali mundur, mempertaruhkan Sekutu kehilangan kontributor yang berharga bagi upaya perang.Dengan jumlah korban yang tinggi, Sekutu memutuskan bertaruh, demi membuka front kedua.
Sir Winston Churchill, Pemimpin pertama Angkatan Laut, memutuskan serangan pada Dardanella di hari Turki modern untuk mengancam Ottoman ibukota Konstantinopel.Para sekutu berharap bagian depan kedua akan membantu memecahkan kebuntuan di Front Barat, dan membawa bantuan kepada Rusia yang terkepung dengan membuka jalur laut untuk memasok bantuan.
Ketika serangan angkatan laut awal gagal, Sekutu memutuskan serangan amfibi untuk menghancurkan tentara Ottoman.
Para sekutu Turki percaya bahwa hanya akan melipat dan runtuh dengan korban minimal (Kekaisaran Ottoman disebut "orang sakit di Eropa" pada saat itu dan dipandang sebagai kekuatan lemah. Namun, yang sebaliknya terjadi. Pasukan Turki digali di dan menolak, stymieing pendaratan Sekutu Hasil ini,. bersama dengan perencanaan yang buruk pada bagian dari komandan Sekutu, adalah pasukan Sekutu macet di pantai dan gagal untuk mencapai tujuan mereka, dan akhirnya macet Gallipoli depan ke dalam perang parit yang sama seperti yang terlihat di Front Barat Inggris, Australia dan Selandia Baru pasukan bentrok dengan Turki, mencoba untuk keluar dari bunker laut mereka. sekutu akhirnya kehilangan 220.000 orang dan 253.000, dan Kekaisaran Ottoman memperoleh kemenangan yang menakjubkan .
Catatan: kampanye Gallipoli dikatakan waktu ketika Australia dan Selandia Baru mulai melihat diri mereka sebagai sebuah negara yang unik dan terpisah dari Inggris, berasal dari kisah-kisah tentang keberanian Australia dan New Zealand Army Corps (ANZAC).
7. Pertempuran Pertama Marnes (483.000 korban)Pada awal September 1914, tentara Jerman menggilas Belgia dan mendorong melalui Prancis, mengancam Paris. pasukan Inggris dan Perancis telah mengambil korban jiwa mencoba untuk menghentikan Jerman, dan tampaknya bahwa Paris akan jatuh ke pasukan Jerman.
Putus asa untuk menghentikan serangan Jerman, pasukan Inggris dan Perancis konsolidasi dari sungai Marnes, di luar Paris.
Sekutu akhirnya mampu menghentikan dan mendorong Jerman ke Prancis dalam serangan balik terhadap Jerman oleh enam tentara lapangan Prancis dan satu tentara Inggris, yang menyebabkan korban jiwa kepada tentara Jerman dan memaksa mereka untuk meninggalkan rencana Schliffen dan mundur, dalam hal kemudian dikenal sebagai "Miracle on Marnes".
Meskipun Sekutu Menang, pertempuran ini sangat mahal, jumlah korban pasukan Sekutu 263.000 jiwa, dan Jerman 220.000. Selain itu, pertempuran memaksa Jerman mundur dan kemudian konsolidasi dan mulai membangun benteng, menyebabkan Sekutu untuk merespon dan mengarah mereka pada peperangan parit berdarah yang menjadikan ciri pertempuran di Front Barat.
6. Perang Serbia (+ total korban 633.500)Hampir setiap anak sekolah tahu bahwa Perang Dunia I dimulai ketika Archduke Franz Ferdinand , pewaris tahta Austria-Hungaria, dibunuh oleh Gavrilo Princep nasionalis Serbia.Mereka juga tahu bahwa segera setelahnya, Austria-Hungaria menginvasi Serbia, menyebabkan Rusia menyatakan perang terhadap Austria-Hongaria, dan kemudian Jerman menyatakan perang terhadap Rusia, dan kemudian seterusnya dan sebagainya.
Kampanye Serbia dengan Austria dimulai dengan penembakan terhadap Beograd pada 29 Juli 1914, diikuti oleh invasi militer Serbia pada tanggal 12 Agustus.
Meskipun kalah jumlah, Serbia berhasil menumpulkan invasi Austria untuk sebagian besar tahun 1914 dan ke 1915, ketika Jerman dan Bulgaria bergabung dengan Austria dalam upaya untuk menaklukkan Serbia dan melancarkan serangan baru, memuncak dalam Pertempuran Kosovo pada bulan November dan Desember tahun 1915, di mana tentara Serbia itu akhirnya hancur dan Serbia mengalami kebinasaan masal.
Kampanye ini sangat berdarah bagi kedua belah pihak, dengan Austria, Jerman dan Bulgaria kehilangan 313.500 korban gabungan, dan Serbia kehilangan lebih dari 320.000 tentara.
5. Pertempuran Passchendaele (848.614 korban)Juga dikenal sebagai Pertempuran Ypres Ketiga, tujuan dari pertempuran itu untuk menerobos desa-desa dari Passchendaele di Flanders Barat, Belgia dengan mengepung dan memukul mundur tentara Jerman.
Dalam serangkaian operasi “bite and hold" melawan barisan pasukan Jerman, Sekutu berusaha untuk memakai siasat terhadap Jerman melalui peperangan atrisi berdarah, memuncak saat pasukan Kanada mengambil kendali Passchendaele pada tanggal 6 November 1917, mengakhiri pertempuran.
Kondisi selama pertempuran itu sangat menyedihkan; kedua belah pihak menderita korban yang mengerikan, dengan keuntungan Inggris hanya mendapatkan sebagian kecil daerah baru untuk usaha mereka.
Lumpur adalah pemandangan yang sering dijumpai dalam suasana pertempuran itu, tank-tank yang hancur dan bahkan orang - orang tenggelam.Perdana Menteri Inggris saat itu, David Lloyd George, menggunakan pertempuran sebagai contoh strategi memprihatinkan yang tidak masuk akal dan keahlian militer yang buruk.
Sekutu kehilangan total 448.614 orang dan Jerman 400.000.orang
4. Pertempuran Verdun (976.000 korban)Saat pertempuran Somme sedang direncanakan, Jerman melancarkan serangan besar-besaran terhadap benteng Perancis di dekat kota Verdun-Meuse-sur.Meskipun tujuan Jerman adalah untuk menguasai kota, satu lebih sederhana bahkan lebih jelas; hanya membunuh begitu banyak tentara Prancis itu akan mematahkan semangat Perancis dan memaksa mereka untuk meninggalkan pertempuran.
Prancis, meskipun, keras kepala membela Verdun dan korban yang ditimbulkan mengerikan pada tentara Jerman, sementara penderitaan jumlah korban yang tak kalah banyak dari pasukan mereka sendiri sebagai balasan.
Hampir 40 juta artileri yang dipertukarkan selama pertempuran, bekas-bekas perang menandai area dengan kawah, beberapa di antaranya masih terlihat sampai hari ini, dan mempopulerkan teriakan perang Prancis “ They shall not pass!”.Verdun milik Prancis dan Jerman sedaangkan Somme milik Inggris, sebuah simbol kengerian perang pada umumnya, dan kesia-siaan Perang Dunia I pada umumnya.
Prancis kehilangan 542.000 korban, sementara Jerman kehilangan 435.000.
3. Pertempuran Somme (1.219.201 korban)Salah satu dari dua tempat penjagalan pada pertempuran besar Perang Dunia I, Somme masih menggema di benak Inggris sebagai contoh penyembelihan massal tidak masuk akal perang.Direncanakan pada tahun 1916, tujuan dari pertempuran itu menjadi upaya Anglo-Perancis besar untuk memecahkan garis pertahanan Jerman yang bisa dimanfaatkan dengan pukulan yang menentukan.
Serangan Jerman di Verdun, bagaimanapun, memaksa komandan Sekutu untuk mengubah rencana mereka, dan pertempuran menjadi serangan utama dari Inggris, meskipun Perancis juga memberikan kontribusi signifikan.
Inggris menyiapkan penyerangan dengan serangan artileri besar-besaran beberapa hari di garis Jerman, yang mereka harapkan akan merusak pertahanan Jerman dan membuat jalan bagi pasukan Inggris untuk menerobos maju.
Pada hari pembukaan pertempuran, mereka belajar dari kegagalan aksinya ketika Inggris menderita 60.000 korban dalam satu hari, merupakan kehilangan pasukan terbesar dalam sejarah yang pernah dialami pasukan Inggris.Serangan terus sepanjang daerah Somme sampai 13 November, 1916 ketika serangan akhirnya mereda.
Pertempuran, meskipun akhirnya diragukan karena tidak ada terobosan, adalah strategis penting bagi sekutu, karena memaksa Jerman untuk mundur 40 mil dan kemudian menetapkan wilayah tersebut untuk kemenangan Sekutu di akhir tahun 1918.Sekutu membayar mahal kemenangan itu, Sekutu kehilangan total 623.906 korban, termasuk 100 tank dan 782 pesawat. Jerman kehilangan hampir 600.000 orang.
2. Serangan Musim Semi (1.539.715 korban)Juga dikenal sebagai Serangan Ludendorff atau kaiserschlacht ('s pertempuran Kaiser), Serangan Spring diluncurkan, seperti namanya, pada musim semi tahun 1918.
Jerman kembali melawan dinding, negara ini menderita blokade benteng-benteng Inggris, mengakibatkan Jerman kehilangan begitu banyak pria dan tentara Jerman terpaksa merekrut orang-orang tua dan anak-anak muda untuk berperang di garis depan.
Selain itu, kedatangan ribuan pasukan baru dari Amerika Serikat itu membuka jalan bagi kemenangan Sekutu tertentu. Komando tinggi Jerman tahu satu-satunya cara untuk memenangkan perang adalah untuk mengalahkan Sekutu dengan serangan besar sebelum Pasukan Amerika bisa sepenuhnya dikerahkan. Jerman Erich Ludendorff umum dipilih untuk merencanakan serangan, yang diluncurkan pada tanggal 21 Mei, 1918.
Rencananya adalah untuk menerobos masuk melalui pertahanan kota Somme yang dikuasai oleh Inggris, dengan tiga serangan lain yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian Sekutu dari Serangan utama.Diharapkan serangan terhadap Somme akan memecahkan garis Sekutu, tentara Inggris akan hancur dan memaksa Sekutu untuk memulai gencatan senjata.Menggunakan gerak cepat "stormtroopers", Jerman awalnya membuat kemajuan signifikan, mendorong Sekutu kembali dan mendapatkan sebagian besar wilayah di Perang Dunia I
Namun, operasi tidak memiliki tujuan yang jelas, dan Jerman akhirnya bergerak begitu cepat sehingga mereka tidak dapat mengangkut suplai yang cukup untuk mempertahankan daerah yang telah direbutnya.
Juga, mereka gagal untuk menyediakan unit gerak cepat, seperti kavaleri, untuk mengeksploitasi keuntungan mereka.Sekutu akhirnya menghentikan serangan Jerman, mengakhiri serbuan Jerman yang dalam posisi lemah ketika serbuan terakhir perang itu dibuat.Jerman kehilangan lebih dari 680.000 korban , sebagian besar pada unit stormtrooper yang memimpin serangan, sementara Sekutu kehilangan lebih dari 850.000 tentara gabungan .Serangan itu gagal dalam tujuannya untuk memecah pasukan Sekutu, yang telah dikombinasikan dengan pasukan Amerika yang baru tiba, Sekutu sudah siap untuk membuat serangan terakhir melawan Jerman.
Catatan: Salah satu pertempuran yang paling terkenal di sejarah militer Amerika terjadi selama Serangan Spring.Sebuah kekuatan dan infanteri marinir AS terlibat perang dengan Jerman dalam Pertempuran Belleau Kayu, menghentikan serangan Jerman dan memberikan kontribusi untuk kekalahan total pada Serangan Spring.
Selama pertempuran, ia mengatakan bahwa Marinir berjuang begitu keras bahwa Jerman mulai menyebut mereka "Teufel Hunden", yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris mengungkapkan salah satu dari Marinir lebih terkenal dengan julukan; “Devil Dogs”
1. Serangan Seratus Hari(1.855.369 korban)Dengan kegagalan Serangan Spring, Jerman dibiarkan dalam posisi yang lemah, setelah mendapatkan alasan bahwa mereka tidak bisa cukup membela dan telah menghabiskan sebagian besar, dan pasukan terbaik mereka mencoba mendobrak garis Sekutu.
Sekutu, di sisi lain, yang sudah kelelahan tapi tidak hancur, memiliki keuntungan dari ribuan pasukan tambahan dari Amerika Serikat, di bawah komando Jenderal John "Blackjack" Pershing.
Komandan tertinggi Sekutu pada saat itu, Marsekal Ferdinand Foch, memutuskan bahwa Sekutu harus kembali menyerang, dan menyetujui rencana yang diusulkan oleh komandan Inggris Sir Douglas Haig untuk menyerang Tentara Jerman di Amiens yang sudah lemah.
Serangan, yang dikenal sebagai Pertempuran Amiens, sukses, memaksa Jerman untuk akhirnya meninggalkan baris di Amiens.Sekutu meluncurkan serangkaian serangan lain, termasuk pertempuran Somme Kedua, Noyons II dan Arras II.Hasilnya adalah sukses spektakuler, garis Jerman akhirnya patah dan Jerman terpaksa mundur kembali ke Hindenburg Line, serangkaian usaha defensif untuk melindungi tanah air Jerman.Sekutu kemudian mulai menyerang pertahanan dengan serangkaian serangan diarahkan untuk mencapai terobosan akhir.
Saat Jerman tengah kelelahan menahan serangan, tidak dapat mempertahankan garis, dan akhirnya, Sekutu menembus Line Hindenburg pada Pertempuran Cambrai.Jerman akhirnya memohon perjanjian perdamaian, dan gencatan senjata ditandatangani pada 11 November 1918, membawa pertempuran paling berdarah dari Perang Dunia I berakhir.
Serangan 100 hari adalah keberhasilan spektakuler bagi Sekutu , tapi mereka membayar mahal untuk itu, Sekutu kehilangan total 1.069.636 korban, termasuk 127.000 pasukan Amerika.Jerman kehilangan 785.733 korban, tapi mungkin kerugian yang terbesar adalah runtuhnya Kekaisaran Jerman dan persyaratan perdamaian menghancurkan Jerman kemudian dipaksa untuk menerima.
Catatan: pertempuran dari serangan 100 Hari mencakup Meuse-Argonne Offensive, yang merupakan serangan besar pertama Perang Dunia I untuk memasukkan pasukan Amerika dalam kapasitas yang signifikan

sumber: http://danish56.blogspot.com/2011/01/10-pertempuran-paling-berdarah-dan.html

via terselubung.blogspot.com