People like us, who believe in physics, know that the distinction
between past, present, and future is only a stubbornly persistent
illusion. (Albert Einstein)
Perjalanan Menembus Waktu
Apakah kita bisa melakukan perjalanan menembus waktu ke masa lampau?
Apakah kita bisa juga bepergian menembus waktu ke masa depan?
Kemungkinan melakukan perjalanan menembus waktu membuka suatu dunia yang
sangat luas yang berisi kemungkinan-kemungkinan yang menarik. Kita bisa
kembali ke masa muda kita dan menghapus peristiwa-peristiwa yang
memalukan kita di masa lampau, memilih pasangan hidup yang berbeda, atau
memilih pekerjaan yang berbeda. Kita bahkan bisa mengubah
peristiwa-peristiwa bersejarah yang penting dan mengubah nasib umat
manusia.
Film rekaan ilmiah Superman bisa memperjelas suatu kemungkinan tadi.
Dalam klimaks film itu, Superman, sang pahlawan, sangat terpukul secara
emosional ketika suatu gempa bumi memorak-porandakan sebagian besar
Kalifornia (AS) dan meremukkan kekasihnya di bawah ratusan ton bebatuan
dan puing-puing. Superman yang meratapi kekasihnya yang mati secara
mengerikan merasa begitu sedih sehingga dia meluncur ke ruang angkasa
dan melanggar sumpahnya untuk tidak merusak jalannya sejarah manusia.
Dia meningkatkan kecepatannya sampai dia mencapai kecepatan cahaya
dengan menghancurkan halangan cahaya sambil mengganggu jalinan ruang dan
waktu. Dengan melesat pada kecepatan cahaya, dia memaksa waktu untuk
melambat, lalu berhenti, dan akhirnya mundur ke suatu waktu sebelum Lois
Lane, kekasihnya, remuk dan tewas. Ini berarti dia bergerak melebihi
kecepatan cahaya.

Akan tetapi, trik tadi jelas tidak mungkin. Waktu memang melambat ketika
Anda meningkatkan kecepatanmu. Meskipun demikian, Anda tidak bisa
bepergian melebihi kecepatan cahaya (dan sebagai akibatnya membuat waktu
bergerak mundur). Teori relativitas khusus Einstein menyatakan massamu
akan menjadi antara dalam proses kecepatanmu. Jadi, metode bepergian
melebihi kecepatan cahaya yang disukai kebanyakan penulis fiksi ilmiah
bertentangan dengan teori relativitas khusus.
Meskipun bepergian melampaui kecepatan cahaya tidak mungkin karena
kendala teori Einstein tadi, situasi perjalanan itu sebenarnya sangat
rumit. Untuk memecahkan masalah bepergian melampaui kecepatan cahaya,
kita perlu meninggalkan teori relativitas khusus yang melarang
perjalanan menembus waktu dan mengandalkan teori relativitas umum
Einstein yang membuka kemungkinan mengadakan perjalanan menembus waktu.
Dalam hubungan ini, relativitas umum punya kehandalan lebih luas dari
pada relativitas khusus. Relativitas khusus memerikan hanya benda-benda
yang bergerak dengan kecepatan yang tetap dan menjauh dari bintang mana
pun; sementara itu, teori relativitas umum jauh lebih kokoh karena mampu
memerikan roket yang melaju mendekati bintang-bintang yang sangat padat
dan lubang-lubang hitam. Karena itu, teori relativitas umum
menggantikan beberapa dari kesimpulan yang lebih sederhana dari teori
relativitas khusus. Bagi fisikawan mana pun yang secara serius sudah
menganalisis matematika dari perjalanan menembus waktu di dalam batas
teori relativitas umum, kesimpulannya, secara mengejutkan, jauh dari
jelas.
Para pendukung perjalanan menembus waktu mengatakan bahwa persamaan
matematik Einstein untuk relativitas umum memang mengizinkan beberapa
bentuk perjalanan menembus waktu. Akan tetapi, mereka mengakui bahwa
energi yang dibutuhkan untuk memilin waktu menjadi suatu lingkaran
begitu besar sehingga persamaan matematik Einstein tidak bisa
diandalkan. Di kawasan yang secara fisikal terbuka kemungkinan bagi
perjalanan menembus waktu, teori kuantum mengambil alih peranan teori
relativitas.
Anda barangkali masih ingat persamaan matematik Einstein yang menyatakan
bahwa lekukan atau pelengkungan ruang dan waktu ditetapkan oleh isi
materi dan energi di alam semesta. Sesungguhnya, ada kemungkinan untuk
menemukan konfigurasi materi-energi yang cukup kuat untuk memaksa
pelengkungan ruang dan waktu yang memampukan perjalanan menembus waktu.
Akan tetapi, pemusatan materi-energi yang diperlukan untuk melengkungkan
waktu ke belakang begitu besarnya sehingga relativitas umum tidak bisa
diandalkan dan koreksi kuantum - perbaikan teori kuantum atas kekurangan
teori relativitas umum - mulai mendominasi relativitas. Jadi, keputusan
terakhir atas perjalanan menembus waktu tidak bisa dijawab di dalam
batas persamaan matematik Einstein tadi karena persamaan ini tidak bisa
diandalkan dalam medan gravitasional yang sangat luas/besar, tempat kita
mengharapkan teori kuantum menjadi dominan.
Inilah tempat teori ruang hiper tentang ruang dasadimensional bisa
mengatasi masalah tadi. Baik teori kuantum maupun teori gravitasi
Einsten disatukan dalam ruang dasadimensional. Penyatuan ini diharapkan
memampukan teori ruang hiper untuk mengatasi secara nyata masalah
perjalanan menembus waktu tadi.
Meskipun perjalanan menembus waktu secara teoritis bisa dilakukan,
kemungkinan ini dikelilingi berbagai kontroversi. Kontroversi apa?
Ambruknya Kausalitas
Banyak penulis rekaan ilmiah sering bertanya-tanya apa yang akan terjadi
seandainya seseorang menembus waktu ke masa lampau dengan menumpang
mesin waktu. Di permukaan, kebanyakan cerita mereka tampak bisa
dipercaya. Tapi bayangkanlah kekacauan yang akan timbul seandainya
mesin-mesin waktu untuk bepergian ke masa lampau sama lazimnya dengan
mobil-mobil, dengan puluhan juta mesin waktu bisa diperoleh secara
komersial. Malapetaka segera akan timbul karena merobek jalinan alam
semesta. Jutaan orang akan pergi ke masa lampau untuk mencampuri urusan
masa lampaunya dan masa lampau orang lain dan dalam proses itu menulis
kembali sejarah. Sedikit di antaranya bahkan bisa pergi ke masa lampau,
dipersenjatai dengan senapan untuk menembak mati orang tua musuhnya
sebelum mereka lahir. Maka menjadi mustahil mengadakan suatu sensus yang
sederhana untuk mengetahui berapa banyak orang yang ada di sana pada
waktu apa pun.

Bayangan seorang pelukis tentang perjalanan menembus waktu dengan
memakai suatu mesin waktu; ruang dan waktu sudah dipilin menjadi suatu
lingkaran.
Kalau perjalanan menembus waktu bisa dilakukan, maka hukum-hukum
kausalitas (sebab-akibat) bisa ambruk. Sesungguhnya, seluruh sejarah
sebagaimana yang kita tahu bisa ambruk juga. Bayangkanlah kekacauan yang
disebabkan oleh ribuan orang yang bepergian ke masa lampau untuk
mengubah peristiwa-peristiwa penting yang mengubah arah sejarah.
Awal 1999, Presiden B.J. Habibie sepakat untuk mengizinkan rakyat TimTim
mengadakan suatu referendum: apakah mereka ingin merdeka atau
provinsinya menjadi suatu daerah otonom di dalam NKRI. Di luar
perkiraan, banyak rakyat TimTim memilih untuk merdeka; TimTim sekarang
menjadi suatu negara merdeka.
Tokoh-tokoh nasional yang radikal di Indonesia tahun 2011 yang masih
tetap tidak bisa menerima fakta kemerdekaan TimTim bisa pergi ke masa
lampau sebelum Habibie memberi lampu hijau untuk referendum itu,
melakukan kudeta terhadap Habibie, memaksa dia membatalkan kesepakatan
yang dicapai, menggantikannya dengan seorang rekan mereka sebagai
Presiden RI yang baru yang tetap mempertahankan TimTim sebagai suatu
provinsi RI, dan kembali ke tahun 2011. Dengan ikut campur tangan dalam
sejarah RI dalam hubungan dengan TimTim, mereka mengubah suatu peristiwa
penting dalam sejarah modern Indonesia.
Gambar iklan sebuah film tentang perjalanan menembus waktu dengan memakai mesin waktu.
Anggaplah tokoh-tokoh aliran keras Timur Tengah seperti Presiden
Ahmadinejad dari Iran yang menginginkan Israel terhapus dari peta dunia
bisa memanfaatkan perjalanan menembus waktu ke masa lampau dengan mesin
waktu untuk mencapai keinginannya tadi. Dia dan tentaranya berangkat Mei
2011 dan tiba tahun 1967 sebelum perang selama enam hari antara Israel
dan tiga negara Arab (Mesir, Siria, dan Yordania) pecah. Dalam perang
itu, Israel mengalahkan ketiga-tiganya.
Israel melakukan serangan lebih dahulu yang mengagetkan tentara Arab.
Tentara Israel menghancurkan tentara dan angkatan udara Mesir, Siria,
dan Yordania; mereka menguasai Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, Jalur
Gaza, dan seluruh kota Yerusalem. Akhirnya, Israel mencapai perdamaian
dengan Mesir dan Yordania.
Ahmadinejad dan tentaranya yang tiba dari tahun 2011 di Israel tahun
1967 lalu melakukan serangan dadakan dengan memakai bom nuklir portabel
(bisa dibawa ke mana-mana), senjata elektro-magnetik canggih yang bisa
mematikan listrik dan semua peralatan elektronik termasuk pada komputer
dan pesawat tempur dan tenk-tenk tentara Israel, dan bom hidrogen.
Tentara Israel yang dikagetkan serangan dadakan ini dihancurkan dalam
waktu singkat, kota-kota di Israel hancur, dan hampir semua penduduknya
tewas.
Terhapuslah Israel dari peta dunia. Suatu perisitwa sejarah yang penting
di Timur Tengah 1967 diubah oleh kemampuan Ahmadinejad dan tentaranya
karena mereka mampu kembali ke masa lampau itu dengan mesin waktu dan
melaksanakan misinya dengan sukses lalu kembali ke masa depan, yaitu,
Mei 2011. Apakah Timur Tengah akan damai sesudah kehancuran Israel atau
malah makin kacau karena penentangan oleh beberapa negara Arab terhadap
munculnya Iran sebagai negara adi daya kecil pengganti Israel di Timur
Tengah adalah salah satu implikasi yang bisa timbul karena perubahan
terhadap sejarah di Israel 1967.
Apa implikasi penting dari perjalanan menembus waktu ke masa lampau?
Perjalanan macam ini bisa berarti peristiwa sejarah mana pun tidak akan
sekalipun dipecahkan. Buku-buku sejarah tidak sekalipun bisa ditulis.
Sekalipun terorisme berhasil diberantas sampai tuntas di Indonesia,
katakanlah pada tahun 2010, beberapa orang tokoh radikal di masa depan
akan selalu berupaya pergi dengan mesin waktu ke waktu sebelum terorisme
dibasmi sampai habis tahun 2010 dan menimbulkan terorisme dengan dampak
yang lebih mengerikan karena mereka meledakkan Hotel Marriott, Hotel
Ritz-Carlton, dan bangunan-bangunan yang melambangkan dominasi Barat
lainnya yang mereka benci dengan bom nuklir portabel. Suatu sejarah
sukses kepolisian RI dalam memberantas terorisme menjadi berantakan dan
harus ditulis ulang.
Implikasi lain dari pengubahan sejarah masa lampau oleh mereka yang tiba
dari masa depan dengan mesin waktu adalah bahwa sejarah bisa ditulis
kembali semudah menghapus tulisan di papan tulis. Masa lampau kita bisa
mirip pasir yang tergeser karena tiupan angin yang terus-menerus.
Sejarah akan tetap berubah setiap kali seseorang memutar tombol suatu
mesin waktu dan melakukan perjalanannya yang bodoh ke masa lampau.
Sejarah, seperti yang kita tahu, akan menjadi mustahil. Sejarah akan
berhenti.
Kebanyakan ilmuwan jelas tidak menyukai kemungkinan yang tidak
menyenangkan ini. Mengapa tidak? Pertama, menjadi mustahil bagi ahli
sejarah memperoleh makna dari "sejarah". Kedua, paradoks-paradoks yang
sejati segera timbul bilamana kita memasuki masa lampau atau depan
dengan mesin waktu. Stephen Hawking, ahli kosmologi tenar asal Inggris
itu, sesungguhnya sudah memakai situasi ini untuk menyediakan suatu
bukti "eksperimental" bahwa perjalanan menembus waktu tidak mungkin bisa
dilakukan. Dia percaya perjalanan menembus waktu tidak mungkin
terlaksana karena "fakta bahwa kita belum diinvasi oleh kerumunan turis
dari masa depan."
Paradoks-paradoks waktu apakah yang akan timbul dalam hubungan dengan perjalanan menembus waktu?
Paradoks Waktu
Perjalanan menembus waktu dengan mesin waktu akan menimbulkan berbagai
paradoks waktu. Umumnya, kebanyakan paradoks waktu bisa dikelompokkan ke
dalam salah satu dari dua jenis dasar. Pertama, bertemu dengan orang
tuamu sebelum Anda lahir. Kedua, orang tanpa masa lampau.
Jenis pertama menimbulkan kerusakan paling parah pada jalinan
ruang-waktu karena perjalanan ini mengubah peristiwa-peristiwa yang
sebelumnya sudah direkam. Anda masih ingat rekaan ilmiah Back to the
Future? Pahlawan muda dalam film ini, Marty, pergi dengan mesin waktu ke
masa lampau dan bertemu dengan Lorraine, ibunya sebagai seorang gadis
muda, tepat sebelum dia jatuh cinta pada George, ayah Marty.
Marty merasa terkejut dan cemas ketika dia menyadari tindakannya yang
kurang hati-hati sudah mencegah perjumpaan yang menentukan nasib kedua
orang tuanya. Hubungannya dengan Lorraine menjadi makin parah ketika si
gadis muda itu jatuh cinta padanya! Kalau Marty tanpa pikir panjang
mencegah ibu dan ayahnya agar tidak saling jatuh cinta dan tidak mampu
mengalihkan perasaan asmara yang tidak pantas dari ibunya padanya, dia
akan lenyap karena kelahirannya tidak akan pernah terjadi.
Paradoks kedua melibatkan peristiwa-peristiwa tanpa awal apa pun.
Misalnya, bayangkanlah seorang penemu yang jatuh miskin dan berjuang
untuk bertahan hidup. Dia mencoba membuat mesin waktu pertama sedunia di
kamar bawah yang kusut di rumahnya.
Tanpa dinyana, seorang lelaki tua yang kaya muncul dan menawarkan kepada
penemu itu dana yang cukup dan persamaan matematik yang rumit dan denah
sirkuit aliran listrik (circuitry) untuk menciptakan suatu mesin waktu.
Sebagai akibatnya, penemu yang miskin itu memperkaya dirinya sendiri
dengan pengetahuan tentang perjalanan menembus waktu karena sebelumnya
tahu secara pasti naik-turunnya pasar saham akan terjadi sebelum
pergerakan pasar saham ini akan benar-benar terjadi.
Dia mengeruk keuntungan dengan bertaruh di pasar saham, pacuan kuda, dan
peristiwa-peristiwa lainnya. Puluhan tahun kemudian, dia yang sudah
menjadi seorang lelaki tua yang kaya pergi ke masa lampau dengan mesin
waktu untuk melengkapi nasibnya. Dia bertemu dengan dirinya sebagai
seorang lelaki muda yang bekerja di kamar bawah tanah rumahnya, dan
memberi kepada dirinya yang lebih muda rahasia perjalanan menembus waktu
dan uang untuk menguraikan dan memanfaatkan rahasia itu. Pertanyaannya
ialah: Dari mana asalnya gagasan tentang perjalanan menembus waktu?
Barangkali, gagasan paling gila dari paradoks-paradoks yang timbul
karena perjalanan menembus waktu jenis kedua diramu oleh Robert Heinlein
(1907-1988), seorang penulis rekaan ilmiah asal Amerika Serikat.
Gagasan paling gila ini bisa Anda baca dalam sebuah cerita pendek
klasiknya berjudul "All You Zombies--."
Robert Heinlein (1907-1988)
Seorang bayi perempuan diturunkan pada sebuah rumah panti asuhan di
Cleveland (AS) pada tahun 1945. Bayi itu lalu dikenal dengan nama
"Jane". Jane bertumbuh-kembang menjadi seseorang yang merasa kesepian
dan patah hati, tidak tahu siapa orang tuanya, sampai satu hari tahun
1963 dia secara aneh tertarik pada seorang gelandangan. Jane jatuh cinta
pada lelaki itu. Tapi baru saja keadaan akhirnya menjadi baik bagi
Jane, musibah beruntun menghantamnya. Pertama, dia dihamili gelandangan
itu, yang kemudian lenyap. Kedua, selama waktu melahirkan yang rumit
dari bayinya, para dokter menemukan bahwa Jane punya organ kelamin
lelaki dan wanita, dan untuk menyelamatkannya, mereka terpaksa melakukan
pembedahan yang mengubahnya dari seorang "wanita" menjadi seorang
"lelaki." Akhirnya, seorang asing misterius menculik bayinya dari ruang
bersalin.
Terhuyung-huyung karena bencana beruntun itu, ditolak oleh masyarakat,
dicela oleh nasib, "Jane" menjadi seorang pemabuk dan gelandangan. Dia
tidak hanya kehilangan orang tua dan kekasihnya; dia juga kehilangan
anak tunggalnya. Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1970, dia
tersandung ke dalam suatu bar yang sepi bernama Pop's Place, dan
menumpahkan semua ceritanya yang menyedihkan pada seorang pelayan bar
yang tua. Pelayan bar yang simpatik itu menawarkan kepada gelandangan
itu peluang untuk membalas dendam terhadap orang asing yang membiarkan
dia hamil, dengan syarat bahwa dia bergabung dengan "korps penembus
waktu." Kedua-duanya lalu memasuki sebuah mesin waktu, dan pelayan bar
itu menurunkan gelandangan itu pada tahun 1963. Gelandangan itu secara
aneh tertarik pada seorang wanita piatu berusia muda, yang akhirnya
hamil.

Pelayan bar itu lalu bepergian ke masa depan sejauh sembilan bulan,
menculik bayi perempuan itu dari rumah sakit, dan menurunkan bayi itu di
rumah panti asuhan pada tahun 1945. Lalu, pelayan bar itu menurunkan
gelandangan yang bingung sekali itu pada tahun 1985 untuk mendaftarkan
diri dalam korps penembus waktu. Gelandangan itu akhirnya membenahi
hidupnya, menjadi seorang anggota senior yang dihormati dari korps
penembus waktu, lalu menyamar sebagai seorang pelayan bar. Dia sekarang
punya suatu misi yang paling sulit: suatu pertemuan dengan nasib, yaitu,
bertemu dengan seorang gelandangan di Pop's Place pada tahun 1970.
Pertanyaannya ialah: Siapa ibu, ayah, kakek, nenek, putera, puteri, cucu
perempuan, dan cucu lelaki Jane? Tentu gadis itu, gelandangan itu, dan
pelayan itu adalah orang yang sama. Paradoks-paradoks ini bisa membuat
kepalamu pusing, terutama kalau Anda mencoba menguraikan asal-usul yang
berbelit-belit dari orang tuanya. Kalau kita menggambarkan pohon
silsilah Jane, kita menemukan bahwa semua cabangnya dilengkungkan ke
arah dalam kembali pada dirinya, mirip suatu lingkaran. Kita tiba pada
kesimpulan yang mengejutkan bahwa Jane adalah ibu dan ayahnya sendiri!
Seluruh pohon silsilah itu adalah dirinya sendiri.
Tapi paradoks waktu yang paling sulit dipahami adalah metode "garis
dunia" (world lines) yang dipelopori Albert Einstein. Teori
relativitasnya memberi kita metode ini untuk memahami paradoks waktu
lebih baik.
Garis-Garis Dunia
Garis-garis dunia adalah suatu metode yang sederhana berdasarkan teori
relativitas untuk memahami paradoks waktu yang paling sulit. Metode ini
dipelopori Albert Einstein.
Misalnya, weker kita membangunkan kita satu hari pada pukul 8:00 pagi.
Alih-alih pergi bekerja, kita memutuskan untuk tidur-tiduran di tempat
tidur. Tampaknya, kita tidak melakukan apa pun dengan bermalas-malasan
di tempat tidur. Sebenarnya, kita tengah menggambarkan suatu "garis
dunia."
Ambillah selembar kertas grafik. Pada skala horisontal, tulislah kata
"jarak", dan pada skala vertikal, tulislah "waktu." Kalau kita hanya
tidur-tiduran di tempat tidur dari pukul 8:00 sampai dengan 12:00, garis
dunia kita adalah suatu garis vertikal yang lurus. Kita pergi selama
empat jam ke masa depan tapi tidak menempuh jarak apa pun. Sekalipun
kita menikmati waktu luang kesenangan kita tanpa melakukan apa pun, kita
menciptakan suatu garis dunia. (Kalau seseorang mengkritik kita karena
bermalas-malasan, kita benar-benar bisa menegaskan bahwa, menurut teori
relativitas Einstein, kita tengah menggambarkan suatu garis dunia kita
dalam suatu ruang-waktu catur-dimensional.)
Sekarang, katakanlah kita akhirnya bangun dari tempat tidur pada siang
hari dan tiba di tempat kerja pukul 1:00 siang. Garis dunia kita menjadi
miring karena kita tengah bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.
Rumah kita ada pada sudut kiri bagian bawah, dan di sudut kanan bagian
atas terletak kantor kita. Akan tetapi, kalau kita mengemudikan mobil ke
kantor, kita tiba di sana lebih awal, pada pukul 12:30. Ini berarti
bahwa semakin cepat kita bepergian, semakin menyimpang garis dunia kita
dari garis vertikalnya. (Perhatikanlah bahwa ada juga dalam diagram kita
suatu "kawasan terlarang" yang tidak bisa dimasuki garis dunia kita
karena kita akan bepergian lebih cepat dari kecepatan cahaya.)

Satu kesimpulan menjadi jelas. Garis dunia kita tidak pernah benar-benar
mulai atau berakhir. Sekalipun kita mati, garis-garis dunia dari
molekul-molekul dalam tubuh kita tetap berlangsung. Molekul-molekul ini
bisa berpencar ke udara atau tanah, tapi molekul-molekul itu akan tetap
menggambarkan garis-garis dunianya yang tidak berakhir. Serupa dengan
ini, ketika kita lahir, garis-garis dunia dari molekul-molekul yang
berasal dari ibu kita bergabung membentuk seorang bayi. Tidak sekalipun
garis-garis dunia terputus atau muncul tanpa asal usul.
Untuk lebih memahami kecocokan semua yang dijelaskan tadi, ambillah
contoh sederhana dari garis dunia pribadi kita. Katakanlah bahwa pada
tahun 1950, ibu dan ayah kita berjumpa, saling jatuh cinta, dan
melahirkan bayi (kita). Jadi, garis dunia ayah dan ibu kita bertabrakan
dan menghasilkan suatu garis dunia yang ketiga (garis dunia kita).
Akhirnya, ketika seseorang mati, garis-garis dunia yang membentuk dia
terpencar menjadi miliaran garis dunia dari molekul-molekul kita.
Garis-garis dunia ini tersebar sebelum kita lahir, berkumpul untuk
membentuk tubuh kita, dan akan terpencar lagi sesudah kita mati. Alkitab
mengatakan, "dari debu ke debu." Dalam gambaran yang relativistik ini,
kita bisa mengatakan, "dari garis dunia ke garis dunia."
Jadi, garis dunia kita berisi seluruh informasi tentang sejarah kita.
Segala sesuatu yang pernah terjadi pada kita - dari sepeda kita yang
pertama, ke kencan kita yang pertama, ke pekerjaan kita yang pertama -
direkam dalam garis dunia kita. Sesungguhnya, ahli kosmologi besar asal
Rusia, George Gamow, yang terkenal karena mendekati karya Einstein
dengan kecerdasan bercampur rasa humor dan dengan kelucuan yang aneh
secara jitu memberi otobiografinya judul My World Line, Garis Duniaku.
Dengan bantuan garis dunia, kita sekarang bisa menggambarkan apa yang
terjadi ketika kita bepergian dalam waktu ke masa lampau. Katakanlah
kita memasuki suatu mesin waktu dan berjumpa dengan ibu kita sebelum
kita lahir. Sayangnya, dia jatuh cinta pada kita dan memutuskan hubungan
cintanya dengan ayah kita. Apa kita memang lenyap, seperti yang
diperikan dalam Back to the Future? Pada suatu garis dunia, kita
sekarang melihat mengapa ini mustahil kita lakukan. Ketika kita lenyap,
garis dunia kita pun lenyap. Akan tetapi, menurut Einstein, garis dunia
tidak bisa dipotong. Jadi, mengubah masa lampau mustahil dilakukan,
menurut teori relativitas.
Sejauh ini, kita sudah membicarakan paradoks waktu yang pertama.
Paradoks ini tentang sifat ananta garis dunia kita dan kemustahilan
untuk mengubah masa lampau kita. Apa paradoks waktu yang kedua?
Paradoks waktu yang kedua melibatkan penciptaan kembali masa lampau.
Akan tetapi, paradoks ini menimbulkan masalah yang menarik. Misalnya,
dengan bepergian dalam waktu ke masa lampau, kita tengah menggenapi masa
lampau tapi tidak menghancurkannya. Jadi, garis dunia penemu mesin
waktu dalam tulisan terdahulu adalah suatu ikalan (loop) yang tertutup.
Garis dunianya menggenapi, dan bukan mengubah, masa lampau.
Yang jauh lebih rumit adalah garis dunia "Jane." Anda ingat dia seorang
wanita yang adalah ibu dan ayah dan putera dan puterinya sendiri.
Dari tokoh dalam cerpen Robert Heinlein itu, perhatikanlah sekali lagi
bahwa kita tidak bisa mengubah masa lampau kita. Kita sekadar menggenapi
apa yang sudah diketahui. Karena itu, dalam alam semesta seperti itu,
adalah mungkin untuk bertemu dengan Anda sendiri di masa lampau. Kalau
kita hidup mengikuti suatu siklus waktu, maka cepat atau lambat kita
akan bertemu dengan seorang lelaki atau wanita muda yang kebetulan
adalah diri kita sendiri ketika kita lebih muda. Lalu, dengan sedikit
berpikir, kita ingat bahwa ketika kita muda, kita berjumpa dengan
seseorang yang lebih tua dan menarik perhatian kita yang mengkleim bahwa
kita mirip.
Jadi, kita barangkali bisa menggenapi masa lampau tapi tidak sekalipun
mengubahnya. Garis-garis dunia, seperti yang sudah kita tekankan, tidak
bisa dipotong dan tidak bisa berakhir. Garis-garis dunia barangkali bisa
membentuk ikalan dalam waktu tapi tidak sekalipun mengubah waktu.
Akan tetapi, diagram tentang garis-garis waktu tadi sudah dijelaskan
hanya dalam batas teori relativitas khusus Einstein. Teori ini bisa
menjelaskan apa yang terjadi kalau kita memasuki masa lampau, tidak
bersifat terlalu sederhana untuk menjawab pertanyaan tentang apa
perjalanan menembus waktu masuk di akal atau tidak. Untuk menjawab
pertanyaan yang lebih besar ini, kita harus berpaling pada teori
relativitas umum, tempat situasinya menjadi makin sulit.
Dengan kekuatan penuh relativitas umum, kita melihat bahwa garis-garis
dunia yang dipilin-pilin ini bisa saja diizinkan secara fisikal.
Ikalan-ikalan yang tertutup ini secara ilmiah dinamakan closed timelike
curves (CTCs), secara longgar bisa diterjemahkan sebagai kurva mirip
waktu yang tertutup. Perdebatan di lingkungan ilmiah adalah apakah CTCs
diizinkan atau tidak oleh relativitas khusus dan teori kuantum?
Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah manusia bisa melakukan perjalanan waktu?
Sumber: wrong-dimension.blogspot.com