Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

5 Kartu Kuning Sepakbola Paling Unik Di Dunia


5 Kartu Kuning Sepakbola Paling Unik Di Dunia

5 Kartu Kuning Sepakbola Paling Unik Di Dunia - Kartu kuning dalam dunia sepakbola bisa dikeluarkan wasit karena pelanggaran konyol. Bahkan, seorang pemain bisa mendapat kartu kuning karena berusaha menggocek lawan, atau memberi jersey ke pemain lawan.

Berikut ini 5 Kartu Kuning Sepakbola Paling Unik Di Dunia seperti dikutip dari The Guardian:


1. Menolong Wasit
 
Hal itu terjadi kepada legenda timnas Inggris, Paul Gascoigne. Ketika memperkuat Glasgow Rangers melawan Hibernian di Liga Skotlandia, Desember 1995, Gascoigne diganjar kartu kuning karena berusaha menolong wasit Dougie Smith. 

Bermula ketika kartu kuning wasit Smith terjatuh di samping gawang Hibernian. Ketika Gascoigne gagal memanfaatkan sundulan, mantan pemain Lazio dan Tottenham Hotspur itu tanpa sengaja menemukan kartu kuning wasit Smith.

Dengan maksud bergurau, Gascoigne mengacungkan kartu kuning tersebut ke arah wasit Smith, dan kemudian memberikannya kepada wasit rookie tersebut. Wasit Smith ternyata tidak suka dengan tindakan Gascoigne dan memberi Gazza kartu kuning.


2. Memberi Jersey ke Lawan



Kartu kuning konyol berikutnya didapat mantan striker timnas Rusia, Sergei Kiriakov. Pemain yang biasa dipanggil Kiki itu pernah mendapat kartu kuning lucu ketika memperkuat Karlsruhe di Jerman pada 1992. 

Kiki terkenal memiliki kecepatan yang luar biasa, hingga ketika melawan Sandhausen pada pertandingan Piala Jerman, salah satu pemain lawan terus berusaha menarik jerseynya.

Kesal terus ditarik, Kiki pun membuka jerseynya dan memberikannya kepada lawan. Sial bagi Kiki, wasit kemudian memberi kartu kuning keduanya di pertandingan tersebut. Kiki pun harus rela meninggalkan lapangan lebih awal.


3. Memperagakan Diving


Pertandingan melawan Liverpool pada Premier League musim 2004/2005 mungkin tidak akan pernah dilupakan mantan gelandang Crystal Palace, Joonas Kolkka. Ketika itu, Kolkka dibuat frustrasi oleh striker Milan Baros. Hingga di satu momen, Kolkka harus menekel Baros. 

Kolkka melampiaskan amarahnya kepada wasit Phil Dowd karena menganggap Baros melakukan diving. Gelandang asal Finlandia itu pun memperagakan aksi diving di depan wasit Dowd. Alhasil, Kolkka mendapat ganjaran kartu kuning.


4. Menggocek Lawan

http://www.indojamtangan.com

Bahkan, berusaha menggocek lawan pun bisa berbuah kartu kuning. Hal itu terjadi saat Robinho memperkuat Santos. Ketika itu, Robinho terkenal dengan teknik individu stepovers saat mendribling bola. Saking seringnya melakukan stepovers, Robinho pernah mendapat kartu kuning.
 
Wasit memutuskan memberi Robinho kartu kuning karena dianggap memprovokasi dan meremehkan lawan. Hal yang sama pernah dialami striker asal Brasil, Jaba, ketika memperkuat Coritiba di musim 2002/2003.


5. Tiga Kartu Kuning

http://www.unikgaul.com

Pemain seharusnya diusir wasit ketika mendapat kartu kuning kedua, tapi hal itu tidak berlaku untuk bek timnas Kroasia, Josip Simunic. Ketika melawan Australia di Piala Dunia 2006, wasit asal Inggris, Graham Poll, sudah memberi Simunic dua kartu kuning pada menit ke-61 dan 90. Namun, Poll tidak memberi Simunic kartu merah.

Poll baru mengusir Simunic setelah mantan bek Hertha Berlin itu mendapat kartu kuning ketiga di menit ke-93. Poll berdalih dirinya menulis Australia#3 di kartu kuning ketika Simunic mendapat kartu kuning kedua. 

Hal itu dikarenakan gaya bicara Simunic dengan aksen Australia. Poll mengira Simunic sebagai bek Australia bernomor punggung 3, Craig Moore.

Nah, itulah 5 Kartu Kuning Sepakbola Paling Unik Di Dunia semoga menambah wawasan anda.

Kamis, 11 April 2013

10 Pemain Sepakbola Dengan Tendang Tercepat Di Dunia


10 Pemain Sepakbola Dengan Tendang Tercepat Di Dunia

10 Pemain Sepakbola Dengan Tendang Tercepat Di Dunia - Tiga David tercatat sebagai pemain sepak bola dengan rekor tendangan paling cepat. David Hirst adalah yang tercepat, disusul oleh David Beckham dan David Trezeguet. Inilah 10 pemain yang memiliki ‘tendangan tercepat’:


1. David Eric Hirst


Pemain kelahiran 7 Desember 1967 ini tercatat memiliki tendangan paling kencang. Saat bermain untuk Sheffield Wednesday pada 1996, Hirst mampu menghasilkan tendangan dengan kesepatan 183 km/jam. Tingkat kecepatannya hampir menyamai kecepatan maksimum kendaran roda empat.


2. David Beckham


Legenda klub Manchester United ini pernah melambungkan si kulit bundar dengan kecepatan 157 km/jam, saat klubnya berhadapan dengan Chelsea pada 22 Februari 1997. Itulah tendangan tercepat yang dimiliki oleh pemain yang saat ini berlaga di kompetisi Major League Soccer untuk klub Los Angeles Galaxy.


3. David Trezeguet


Striker tim nasional Prancis ini termasuk salah satu ujung tombak yang disegani. Trezegol, julukannya, juga terkenal dengan tendangan kerasnya. Rekor yang pernah dicatat adalah saat bermain untuk Monaco yang berhadapan dengan Manchester United pada 19 Maret 1998. Ketika itu, kecepatan tendangannya mencapai 155 km/jam.


4. Richie Humphreys


Catatan sejarah yang dimiliki oleh pemain Sheffield Wednesday ini adalah saat timnya bertanding melawan Aston Villa pada 17 Agustus 1996. Para pertandingan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia itu, Humphreys melesakkan satu gol dengan kecepatan bola 154 km/jam.


5. Matthew Le Tissier


Pensiunan pemain Southampton tersebut mencatatkan sejarah tendangan terkerasnya, satu tahun setelah rekor Richie Humphreys. Ketika itu, 18 Januari 1997, klubnya berhadapan dengan Newcastle pada Liga Primer Inggris. Tendangan voli Le Tissier mempu menerobos gawang lawan dengan kecepatan bola 140 km/jam.


6. Alan Shearer


Mantan kapten Inggris ini dikenal sebagai legenda hidup Newcastle United. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Apalagi ketika mengeksekusi tendangan penalti. Rekor tendangan terkerasnya adalah saat klubnya melawan Everton pada 1 Desember 2002. Kecepatan bola yang ditendangnya mencapai 138 km/jam.


7. Roberto Carlos


Pemain kidal asal Brasil ini mampu menghasilkan tendangan 137 km/jam, saat membela Brasil melawan Prancis pada 3 Juni 1997. Pria yang sekarang bermain untuk Anzhi Makhachkala di liga Rusia itu memiliki keistimewaan lain. Akurasi dalam tendangan bebas yang melengkung dan keras, sehingga sulit diantisipasi penjaga gawang.


8. Hugo Almeida


Hugo Almeida mencatatkan rekor tendangan tercepatnya pada 1 November 2005, saat klub yang dia bela, Porto berhadapan dengan Inter Milan. Dari jarak 32 meter, pemain berkebangsaan Portugal itu mengirimkan bola berkecepatan 136 km/jam ke penjaga gawang lawannya, yang kemudian tidak dapat diantisipasi.


9. Tugay Kerimoğlu


Dia disebut sebagai legenda pesepak bola Turki. Rekornya dicatat saat pemain yang pensiun pada 2003 ini membela Blackburn Rovers berhadapan dengan Southampton pada 3 November 2001. Saat itu, pemain kelahiran 1970 ini mampu membuat bola yang ditendangnya melaju dengan kecepatan 135 km/jam.


10. Obafemi Martins


Tendangan keras Martins tercatat saat menjebol gawang Tottenham Spurs pada pertandingan 14 Januari 2007. Saat itu, pemain asal Nigeria tersebut membela Newcastle United, yang akhirnya menang dengan skor 3-2. Pemain yang sekarang berkarir di Rubin Kazan, klub asal Rusia, sedang ditawar oleh West Brom, klub Inggris dengan status pemain pinjaman.

Nah, itulah 10 Pemain Sepakbola Dengan Tendang Tercepat Di Dunia semoga menambah wawasan anda.

Sabtu, 06 April 2013

10 Pemain Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah


10 Pemain Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah

10 Pemain Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah - FC Barcelona, Salah satu klub sepakbola paling terkenal di seluruh dunia. Selalu berat untuk menentukan 10 pemain terbaik dari sebuah klub tersebut. Menurut saya, ada dua era yang membuat klub asal Katalan ini begitu besar. Era pertama adalah ketika era Dream Team dan era kedua adalah ketika di awal millennium baru hingga sekarang. Namun di luar era tersebut, ada juga banyak pemain berkualitas yang tidak mungkin dapat dilupakan oleh para pendukung Barcelona.

1. Laszlo Kubala

 http://www.bolatotal.com/foto_berita/barcelona1.jpg 
Kubala adalah legenda besar yang berhasil membawa Barcelona meraih kejayaan di era 50an. Sebagai ujung tombak, ia berhasil mempersembahkan seluruh gelar bagi Barca di tahun 1951-1952. Ia juga termasuk dalam barisan penyerang legendaris Barcelona bersama Cesar Rodriguez, Estanislau Basora, Eduardo Manchon, dan Moreno. Pemain yang terkenal melalui tendangan-tendangan bebasnya ini adalah pemain yang paling banyak mencetak gol dalam satu pertandingan bagi Blaugrana di La Liga dengan tujuh gol ketika menghadapi Sporting Gijon. Sekarang, ia diabadikan dalam bentuk patung yang berada di dekat stadion Camp Nou. 

2. Rivaldo

http://www.bolatotal.com/foto_berita/barcelona2.jpg

Pemain Brazil kelahiran 1972 ini adalah legenda hidup Barcelona. Datang dari Deportivo La Coruna untuk menggantikan peran Ronaldo, ia malah “menghapus” Ronaldo dari ingatan para pendukung El Barca. Di musim pertamanya, ia langsung sukses mengawinkan gelar La Liga dan Copa Del Rey untuk Barcelona. Berposisi sebagai gelandang serang, ia berhasil membukukan 136 gol dari 253 caps bersama Blaugrana. Ia juga berhasil meraih gelar Ballon d’Or ketika masih berseragam Barcelona. Satu hal yang pasti diingat oleh para pendukung klub asal Katalan ini adalah bagaimana hat-tricknya ketika melawan Valencia di laga terakhir La Liga musim 2000-2001. Gol indah bicycle kick nya di menit ke 89 berhasil memastikan hat tricknya hari itu sekaligus memastikan tempat di Liga Champions bagi Barca. Karena reputasinya itu, ia sampai masuk ke dalam komik Tsubasa! 

3. Johan Cruyff
barcelona1.jpg

Johan Cryuff adalah “Lionel Messi” di eranya ketika itu. Datang dari Ajax Amsterdam di tahun 1973, pemain berkewarganegaraan Belanda ini langsung memberikan gelar La Liga yang sudah 14 tahun tidak dibawa pulang ke Camp Nou. Selain keberhasilannya membantai Real Madrid dengan skor 0-5 di Santiago Bernabeu, ada sebuah gol yang membuktikan betapa hebatnya talenta dari seorang Johan Cruyff. Ya! Gol tersebut adalah gol nya melawan Atletico Madrid yang diberi nama “Le but impossible de Cruyff”. Cruyf pernah tiga kali memenangi gelar Ballon d’Or di tahun 1971, 1973, dan 1974. Hengkang dari El Barca di tahun 1978, ia kembali lagi pada tahun 1988 sebagai pelatih. Dan di bawah tangan dinginnya, Barca berhasil meraih gelar UEFA Champions League pertama mereka di Wembley 1992.

4. Ronald Koeman
barcelona1.jpg
Sebelum hadir Carles Puyol dan Gerrard Pique, Barcelona pernah memiliki bek tangguh di era 90an. Kuat, cepat, dan produktif mencetak gol. Dialah Ronald Koeman. Koeman adalah bagian penting dari “Dream Team” Barcelona di era kepelatihan Johan Cruyff.  Sekalipun berposisi sebagai bek, ia justu berhasil mencetak lebih dari 100 gol bagi El Barca! Cukup unik memang rekor yang ditorehkan oleh pemain yang lahir di Belanda 49 tahun silam ini. Satu gol yang jelas diingat oleh para Cules adalah saat tendangan bebas nya di babak extra time berhasil menembus gawang Gianluca Pagliuca dan memastikan gelar UEFA Champions League pertama bagi El Blaugrana.

5. Josep Guardiola
barcelona1.jpg
Nah! Ini dia pemain yang paling dirindukan oleh pendukung Barcelona. Ya sekalipun ia dirindukan karena sukses sebagai pelatih, seharusnya para Cules tidak melupakan betapa vitalnya peran Guardiola sebagai pemain. Adalah Johan Cruyff yang melihat bakat penting Pep sebagai gelandang bertahan ketika ia menonton pertandingan tim akademi Barcelona. Debutnya melawan Cadiz menjadi awal sebuah legacy di tubuh El Barca. Pendukung Barca pantas “berterima kasih” kepada Guillermo Amor. Apabila Guillermo tidak terkena larangan bertanding, mungkin anda tidak akan pernah melihat Josep Guardiola menjaga lini tengah Barca dan meraih berbagai gelar. Selain itu, Guardiola juga adalah salah satu kapten terhebat dengan karisma kepemimpinannya yang pernah dimiliki El Blaugrana. Ia memutuskan hengkang di tahun 2001. Setelah itu di tahun 2007, ia kembali ke Barcelona sebagai pelatih tim B. Dan itu adalah awal dari sebuah cerita yang akan dikenang oleh seluruh penggemar Barcelona. 

6. Ronaldinho 
http://www.bolatotal.com/foto_berita/barcelona6.jpg 
Jika Manchester United memiliki CR7, maka Barcelona memiliki R10. Bagi saya pribadi, Ronaldinho adalah permulaan dari era keemasan Barcelona di awal millennium baru ini. Awalnya, media memprediksikan Ronaldinho akan hijrah ke United (sepaket dengan Gabriel Heinze). Namun ternyata ia lebih memilih Barcelona sebagai klub barunya setelah ia pindah dari Paris Saint-German. Pria bernama asli Ronaldo de Assis Moreira ini benar-benar membawa era yang baru ke dalam permainan El Barca. Sulit untuk mendeskipsikan keajaiban yang dilakukan oleh Ronaldinho dengan kata-kata. Ia benar-benar seorang Brazillian dengan segala macam “joga bonito” nya. Setiap Ronaldinho membawa bola, kita pasti berharap akan ada trik-trik ajaib yang ia keluarkan dari dalam fantasinya. Dengan senyumnya yang khas, ia berhasil mempersembahkan sebuah gelar UEFA Champions League bagi Barca di tahun 2005 dan mendapatkan Ballon d’Or. Butuh pengakuan lebih lanjut? Coba tanyakan kepada pendukung Real Madrid yang memberi standing applause kepada Ronaldinho ketika laga El Classico di Santiago Bernabeu tahun 2006 silam. Satu hal lagi, Ronaldinho adalah awal dari meledaknya pertumbuhan pendukung Barca secara signifikan. 

7. Carles Puyol
barcelona1.jpg
El Capitano de Barca! Hingga saat ini, dialah kapten terbaik yang pernah dimiliki oleh Barcelona. Pemain asli La Masia ini adalah bagian penting dari kesuksesan El Barca. Ketegasan dan kelugasannya hampir selalu mencapai sempurna ketika ia menjaga barisan pertahanan. Secara simbolik, mungkin rambutnya dapat menggambarkan betapa garangnya ia ketika ia berada di lapangan. Meskipun akhir-akhir ini ia bertambah akrab dengan cedera, tapi tak satupun pemain Barcelona yang dapat menggantikan peran dari Puyol. Satu hal yang membuat Puyol begitu dihormati oleh penggemar dan pemain Barcelona adalah mental tak menyerah yang dimilikinya. Rekannya di pertahanan Barca, Gerrard Pique, pernah berkata bahwa Puyol adalah satu-satunya pemain yang ia kenal yang masih percaya bahwa tim nya dapat menang ketika sedang tertinggal empat gol.

8. Xavi Hernandez
barcelona1.jpg
Kapten kedua Barcelona. Kontrol bola yang sempurna, permainan ball possession brillian, pengatur tempo dalam permainan, dan passing yang mematikan. Xavi adalah salah satu pemain paling vital dalam permainan tiki-taka nya Barcelona. Pemain jebolan La Masia ini adalah pemegang caps terbanyak Barcelona dengan 645 pertandingan resmi (terhitung sampai 31 Oktober 2012). Siapapun pasti tahu betapa hebatnya Xavi dalam mengolah si kulit bundar. Sekalipun Barca mempunyai banyak pemain berkualitas untuk mengisi lapangan tengah, taka da satupun yang bisa menggeser Xavi apabila ia sedang dalam kondisi fit untuk bermain. Sadarkah anda bahwa Xavi memiliki kebiasaan unik? Bukan, ini bukan soal kehidupan pribadi atau ritual sebelum pertandingan. Coba perhatikan ketika ia sedang mengontrol bola. Ia memiliki kebiasaan untuk mengeluarkan lidahnya ketika si kulit bundar sedang berada dibawah kendalinya. 

9. Andres Iniesta
barcelona1.jpg
Iniesta adalah “partner in crime” nya Xavi dalam menjadikan lapangan tengah lawan menjadi seperti tempat bermain. Pemain kelahiran 28 tahun silam ini berperan sama pentingnya seperti Xavi dalam menjalankan taktik tiki-taka ala Barcelona. Namun satu hal yang berbeda adalah Iniesta lebih berperan kedepan dan menyerang. Sudah begitu banyak killer pass nya menjadi awal dari gol bagi Barcelona. Selain itu, ia juga cukup rutin mencetak gol bagi El Barca. Iniesta juga pemain yang sangat respek kepada pemain lain. Ingatkah kalian dengan perayaan gol nya ketika ia mencetak gol kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2010? Ia membuka kaus dan di dalam kaus itu terdapat tulisan untuk mengenang Dani Jarque (yang notabenenya adalan pemain Espanyol). Satu momen lain yang jelas akan diingat oleh para Cules adalah ketika Josep Guardiola sudah memberikan selamat kepada Guus Hiddink, lalu tak lama berselang Iniesta mencetak gol yang membuat ucapan selamat tersebut menjadi seperti harapan palsu bagi Hiddink.

10. Lionel messi
barcelona10.jpg
Siapa sihhh yang ga kenal lionel messi - Tahun 2005, Messi membawa negerinya juara Piala Dunia Yunior di Belanda. Messi meraih bola emas dan sepatu emas- Messi mencetak gol terakhir dari kemenangan Argentina vs Pantai Gading. Dan Messi pun menjadi pemain termuda Argentina pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

Maret 2007. Messi menjadi pemain termuda yang mencetak gol pada partai derbi "El Classico" antara Barcelona dan Real Madrid, Dia mencetak hat-trick dan menyamakan kedudukan 3-3.

April 2007 [vs Getafe]. Messi mencetak gol mirip dengan gayanya Diego Maradona saat mencetak gol kedua di Piala Dunia 1986 lawan Inggris. Dari tengah lapangan - Messi membawa Argentina meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Dia mencetak dua gol selama turnamen berlangsung.

Nah, itulah 10 Pemain Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah semoga menambah wawasan anda.

Selasa, 19 Maret 2013

7 Rival Abadi Paling Hebat Sepakbola


7 Rival Abadi Paling Hebat Sepakbola


Boca Junior vs River Plate

Boca Junior ber-rival dengan River Plate bukan bersaing secara perang habis habis-an. Tim Boca Junior mewakili sisi Timur dari tempat berakarnya yaitu di Buenos Aires. Dan River Plate pun dari kota yang sama. Pertandingan antar dua tim ini digambarkan sebagai Superclasico, sepak bola derby tertinggi. Fans biasanya dipisahkan secara ketat agar tidak mengejek satu sama lain dengan lagu-lagu dan slogan-slogan sepanjang pertandingan. Para pendukung mengakhiri Superclasico dengan pertempuran antar pendukung di jalan-jalan di Buenos Aires.

Rangers vs Celtic
Pertandingan dimainkan antara celtic dan rangers yang disebut 'Old Firm' berpotensi adanya ledakan emosi. Walaupun kedua tim yang berbasis di Glasgow, mereka membuat kelompok pendukung yang sangat berbeda antar pendukung, mencerminkan perjuangan politik di Irlandia. Secara politik Rangers memiliki pro-Inggris dan Celtic memiliki nasionalis. Ketegangan antara kedua klub sangat ekstrim, dengan adanya kekerasan norma. Pada hari adanya Old Firm rumah sakit di Glasgow meningkat 9 kali lipat dan ada rata-rata 150 orang ditangkap polisi di stadion per game.

Liverpool vs Manchester United
Pesaingan antara Liverpool dan Manchester United adalah persaingan yg didasarkan pada kecemburuan antar-klub. Kedua klub bisa dengan mudah sukses dalam sejarah sepakbola Inggris, dan pertandingan antara dua tim adalah salah satau pertandingan yang paling diantisipasi dalam dunia olahraga. Sementara itu perkelahian antara kedua belah pihak jarang terjadi selama atau setelah pertandingan , sikap netral menghadiri pertandingan ini. Secara tidak sadar ketegangan kita akan mendidih karena ketegangan antara kedua belah pihak. Aspek unik persaingan ini adalah bahwa ketegangan diperluas di seluruh dunia karena kedua klub memiliki jutaan pendukung di seluruh dunia.

PSG vs Olympique Marseilles
Persaingan antara Paris St Germain dan Olympique Marseille adalah pertandingan sepak bola terbesar di Perancis. Marseille mewakili Selatan dan PSG mewakili Utara.
Tidak seperti banyak pertandingan sepakbola besar lainnya (yang telah menjadi lebih redup dalam beberapa tahun),g PSG / Olympique Marseille menyajikan pertandingan menjadi lebih intens dan konfrontatif selama tahun-tahun terakhir. Kekerasan di stadion selama pertandingan adalah hal yang biasa, dan langkah-langkah pengamanan terus diketatkan untuk memastikan bahwa perang tidak pecah selama pertandingan

Barcelona vs Real Madrid
Pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid adalah yang paling tajam dalam dunia sepak bola. Persaingan antara kedua klub ini didasarkan pada sentimen nasionalis, dengan Barcelona yang mewakili separatis Catalans sementara Real Madrid mewakili inti budaya Spanyol.
Hampir semua orang di Spanyol sangat berminat pada pertaingan ini, Sementara kekerasan antara pendukung jarang, tidak lazim bagi antara kedua tim membuat berita utama di surat kabar nasional.

AC Milan vs Inter Milan
Derby della Madonnina, atau lebih dikenal dengan derby Milan adalah pertandingan sepakbola antara dua klub besar di Italia yaitu AC Milan dan Internazionale Milano FC. Derby ini merupakan salah satu pertandingan yang paling ditunggu oleh publik sepakbola di Italia dan di dunia. Pertandingan ini disebut “Derby della Madonnina” untuk menghormati salah satu atraksi utama dari kota Milan, patung Bunda Maria di atas Duomo, yang biasanya disebut “Madonnina“.

AS Roma vs Lazio
The Derby della Capitale , juga dikenal sebagai Derby il Capitolino dan Derby del Cupolone, serta Derby Roma dalam bahasa Inggris, adalah derby lokal di Roma, Italia, antara dua tim besar yaitu Lazio dan Roma. Hal ini dianggap sebagai derby paling sengit di negara maju dari derbies lokal besar lainnya, Derby della Madonnina (Milan derby) dan Derby della Mole (Turin derby). Derby telah secara historis ditandai dengan didtangi orang banyak, penuh kegembiraan, penuh kekerasan dan - baru-baru ini penuh dengan rasis spanduk di keramaian. Dalam derby baru-baru ini Desember 2009, wasit terpaksa memberhentikan permainan selama sekitar tujuh menit dari 13 menit ke paruh pertama karena kembang api yang dilemparkan ke lapangan.

Nah, itulah 7 Rival Abadi Paling Hebat Sepakbola semoga menambah wawasan anda.

Sabtu, 16 Maret 2013

5 Pelatih Sepakbola Yang Bukan Pemain Sepakbola

5 Pelatih Sepakbola Yang Bukan Pemain Sepakbola

5 Pelatih Sepakbola Yang Bukan Pemain Sepakbola - Siapa bilang untuk menjadi pelatih hebat sepakbola seseorang harus lebih dulu punya jam terbang tinggi sebagai pemain? Setidaknya, 5 pelatih sepakbola  di bawah ini telah membuktikan bahwa anggapan tersebut salah besar.

1. Arsene Wenger


Dia hanya bermain untuk klub amatir di Perancis. Pengetahuan sebagai sepakbola justru lebih banyak didapatnya lewat bangku pendidikan.
Wenger menyelesaikan gelar diploma kepelatihan pada 1981. Tiga tahun berselang, pria yang dikenalkan dengan dunia sepakbola oleh sang ayah ketika masih berusia 6 tahun itu dipercaya menangani tim gurem Liga Perancis, Nancy.
Sempat mendarat di AS Monaco (1987-1994) dan klub liga Jepang, Nagoya Grampus (1995-1996), pelatih yang dijuluki The Professor kemudian berlabuh di Arsenal dan masih bertahan sampai sekarang.



2. Gerrard Houllier


Sebelum menjadi pelatih, dia bekerja sebagai tenaga pengajar. Bahkan Houllier sempat diberi kepercayaan memimpin sebuah sekolah di Perancis.
Tapi karena panggilan jiwa, di usia 26 tahun pria yang pernah menangani sejumlah tim papan atas Eropa seperti Liverpool serta Olympique Lyon itu banting setir menjadi juru ramu strategi lapangan hijau. Tim yang pertama ditanganinya adalah sebuah klub amatir, Le Touquet Athletic Club pada 1976.


3.Carlos Alberto Parreira


Lima timnas pernah merasakan sentuhan tangan dingin Parriera. Brasil adalah yang paling sukses. Tiga gelar dipersembahkannya untuk tim Samba yaitu Piala Dunia 1994, Copa Amerika 2004 dan Piala Konfederasi 2005.
Namun usut punya usut, Parreira dulunya tidak pernah tercatat menjadi pemain. Perkerjaan sebelum menjadi ahli taktik adalah pelatih kebugaran tim.


4. Arrigo Sacchi


Dikenal karena sukses membawa AC Milan menjadi tim yang mendunia, rupanya Sacchi sempat diragukan pada masa awal menjadi pelatih. Alasannya sederhana, dia dinilai tak pengalaman karena hanya merupakan mantan pemain amatir.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka masih berpikir untuk menjadi joki maka Anda wajib menjadi kuda terlebih dahulu," kata Sacchi yang juga pernah menjajal profesi sebagai sales sepatu.


5. Jose Mourinho


Yang satu ini pasti tidak asing, Jose Mourinho. Lihai menyusun strategi untuk membawa tim asuhannya meraih kemenangan serta gelar juara, ternyata kesuksesan macam itu tak pernah dirasakannya saat menjadi pemain.
Berulang kali mencoba unjuk gigi sebagai pemain sepakbola dengan bergabung ke beberapa klub lokal di Portugal dan sialnya sebanyak itu pula Mourinho merasakan kegagalan serta penolakan.
Meskipun demikian kecintaan Mourinho pada sepakbola tak pernah luntur. Gagal menjadi pemain dia menjajal peruntungan dengan masuk ke jajaran manajemen. Bermodal ilmu psikologi yang dipelajarinya dibangku kuliah, Mourinho lalu memadukannya dengan metode kepelatihan sepakbola yang diserapnya ketika menjadi pemain.
Alhasil, secara perlahan Mourinho mulai mendapat kepercayaan, mulai dari pelatih tim junior, pemandu bakat, asisten pelatih, semua sudah pernah dirasakannya.


Nah, itulah 5 Pelatih Sepakbola Yang Bukan Pemain Sepakbola semoga menambah wawasan anda.

Sabtu, 02 Maret 2013

5 Pesepakbola Asing Paling Sukses Di Indonesia


5 Pesepakbola Asing Paling Sukses Di Indonesia

5 Pesepakbola Asing Paling Sukses Di Indonesia - Liga Indonesia tahun 1994, sebuah kebijakan industri sepakbola tentang pemain asing mulai dibuka. Sejak saat itulah pemain asing datang silih berganti ke Indonesia demi kemajuan dan untuk mengangkat skill pemain Indonesia. Tak pelak agen pemain pun langsung berkelana ke negara penghasil pemain sepakbola demi mendapatkan stock berkualitas. Alhasil banyak pemain asing yang kita temui di klub bola yang tentunya bergaji aduhai.

Beberapa pemain asing yang bermain di Indonesia banyak yang berguguran, selain karena faktor adaptasi dengan pemain Indonesia, faktor cuaca juga sangat berpengaruh di Indonesia. Namun ada beberapa pemain asing yang kerasan tinggal di Indonesia yang terkenal dengan suporter yang fanatik, bahkan mereka menjadi pujaan publik Indonesia dan sukses di Indonesia bukan hanya menjadi pemain namun juga menjadi pelatih sesudah gantung sepatu.

Berikut adalah 5 Pesepakbola Asing Paling Sukses Di Indonesia :


Cristian Gonzales
namanya begitu populer di seantero Indonesia ketika Cristian Gonzales dinaturalisasi oleh tim nasional Indonesia dan berpindah kewarganegaraan-nya semula, Uruguay. Cristian Gonzales adalah pemain sepakbola yang malang melintang di liga Indonesia. Tercatat 5 kali pemain dengan posisi striker ini mengecap daftar sebagai top skorer. Pernikahan-nya dengan gadis Indonesia dan kehebatannya ketika berlaga di Liga Indonesia membuat PSSI menaturalisasi pemain ini dan terbukti di Piala AFF permainan Cristian Gonzales langsung menyihir publik tanah air. Cristian Gonzales juga pernah menjadi pemain termahal di Indonesia dengan kontrak senilai 1,2 milyar.


Jacksen F Tiago
Pemain sepakbola yang berposisi sebagai striker asal brasil ini malang melintang di Liga Indonesia. Datang ke Indonesia membela klub petrokimia gresik, Jaksen F Tiago sukses ketika membela Persebaya Surabaya. Namanya pun dielu-elukan oleh pendukung persebaya ketika menhantarkan Persebaya menjuarai Liga Indonesia tahun 1996/ 1997 yang suporternya terkenal akan sebutan bonek-nya. Pensiun menjadi striker Jacksen F Tiago pun langsung mengambil kursus pelatih di brasil, setelah mendapatkan lisensi pelatih Jaksen pun kembali ke tanah air dan merengguk sukse bersama persebaya, tak lama setelah itu Jacksen pindah ke Persipura dan langsung menjadi pujaan public Papua.


Emanuel de Porras
Emanuel de Porras pernah menjadi pujaan the Viking, pendukung PSIS semarang. Emanuel de Porras yang berasal dari argentina bahkan tercatat menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang karier di PSIS semarang ketika membela tim itu tahun 2006 hingga 2007. Kini Emanuel De Porras menjadi andalan lini depan Jakarta FC yang bermain di Liga Primer Indonesia.


Fandi Ahmad
Pemain singapura ini merupakan salah satu pemain yang ditakuti di asia tenggara pada masanya. Legenda Singapura ini pernah mengenyam sukses bersama niac mitra surabaya. Namanya pun dikenal bukan Cuma publik singapura tapi di seluruh asia tenggara. Sesudah pensiun Fandi ahmad meneruskan kariernya menjadi pelatih dan kini tercatat sudah empat tahun melatih di Pelita Jaya.


Luciano Leandro 
Luciano Leandro lahir di  Brazil adalah playmaker handal di liga Indonesia ketika membela PSM Makasar dan Persija Jakarta. Dua klub ini pun diantarkan menjadi juara liga Indonesia pada era 1990-an. Sukses menjadi pemain, Luciano pun menjajal karier sebagai pelatih ketika gantung sepatu. Tahun 2007 luciano mengawali karier kepelatihan di Persma Manado, sayang kariernya mandek karena terbentur lisensi. Tahun ini Luciano kembali mencoba peruntungan menjadi pelatih setelah sebelumnya menjadi agen pemain.

Nah, itulah 5 Pesepakbola Asing Paling Sukses Di Indonesia semoga menambah wawasan anda.

Minggu, 10 Februari 2013

8 Team Paling Banyak Menjuarai Liga Champion UEFA

8 Team Paling Banyak Menjuarai Liga Champion UEFA

8 Team Paling Banyak Menjuarai Liga Champion UEFA - Pasti kamu sering bahkan sangat suka menoton laga piala cahampion ini loh laga pertandingan sepak bola antar club club terbaik di eropa apa kamu tahu tim mana saja yang sudah banyak menjuarai lagi ini jika belum tahu yuk kita simak 8 Team Paling Banyak Menjuarai Liga Champion UEFA berikut ini.
 
 

1. Real Madrid (9 kali juara)

Siapa yang tidak kenal dengan real madrid club raksasa asal spanyol ini telah menjuarai Piala Cahampion sebanyak  9 kali. Real Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah sepak bola Spanyol menurut jumlah gelar juara yang telah mereka dapatkan, dengan memenangi 31 kali gelar juara La Liga dan 9 kali juara Piala Champions/Liga Champions UEFA. Klub ini juga menerima penghargaan Klub Terbaik Abad ke-20 menurut FIFA pada 23 Desember 2000. Selain itu, Madrid juga berhasil menerima FIFA Order of Merit pada tahun 2004. Sebagai juara 9 kali Liga Champions, Real Madrid diperkenankan untuk mengenakan lencana kehormatan (badge of honours) pada kaus mereka ketika mereka bertanding pada pertandingan Liga Champions.


2. AC Milan (7 kali juara)

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah Juventus (40 tropi domestik). Milan juga menjadi klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi konfederasi (UEFA-Eropa) dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.


3.  Liverpool FC (5 kali juara)
 
Total Liverpool telah mengoleksi 18 tropi Liga Utama Inggris. Selama 16 tahun Premiere League bergulir, Liverpool belum pernah memenangkan title tersebut sekalipun. Liverpool memegang rekor 7 tropi juara Piala Liga, selisish 2 dengan Aston Villa. Liverpool pernah meraih gelar ganda dengan menjuarai Liga dan Piala FA pada tahun 1986. Mereka juga pernah memenangkan tiga trophi dalam satu musim sebanyak 2 kali – yang pertama mereka memenangkan Liga Inggris, Piala Liga dan Piala Champion pada tahun 1984, serta pada tahun 2001 dengan meraih Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA. Liverpool juga pernah meraih gelar ganda eropa dengan menjuarai Liga dan Piala Champion eropa pada tahun 1977. 

Hingga saat ini Liverpool telah mengkoleksi 5 tropi Liga Champion yang merupakan terbanyak di Inggris serta ketiga terbanyak di dari seluruh klub dibawah Real Madrid dan AC Milan. Dengan meraih tropi Liga Champion ke 5 pada tahun 2005, Liverpool berhak mengenakan UEFA Badge of Honour, serta berhak memiliki tropi secara permanen. Liverpool pernah menerima anugerah dari World Soccer Magazine sebagai Team of the Year pada 2001 dan 2005 serta gelar BBC Sports Personality of the Year Team pada 1977, 1986 dan 2001.

Liverpool adalah klub terbaik Inggris abad 20 menurut International Federation of Football History and Statistics (IFFHS). Untuk Level dunia, Liverpool berapa di urutan ke 8 setelah Real Madrid, Juventus, Barcelona, AC Milan, Bayern Munchen, Inter Milan & Ajax. adapun Manchester united yang telah mendominasi Liga Inggris selama 2 dekade terakhir berapa di posisi ke 11 di bawah Liverpool, Benfica dan Anderlecht.


4. FC Bayern München (4 kali juara)


Berdasarkan sejarah Bayern adalah tim paling sukses di sepak bola Jerman, karena mereka telah memenangkan paling banyak kejuaraan dan paling banyak piala. Mereka juga tim Jerman paling sukses dalam kompetisi internasional, setelah memenangkan enam trofi. Bayern merupakan salah satu dari tiga klub telah memenangkan semua tiga kompetisi besar Eropa dan juga klub terakhir yang memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut , mereka berhak memakai lencana multi-pemenang selama pertandingan Liga Champions.

5. AFC Ajax  (4 kali juara)
 

Sejak didirikan pada 1900, Ajax memasuki periode keemasan pada periode 1970-an. Saat masih ditangani Rinus Michels dan diperkuat Dua Belas Rasul-nya, Ajax merajai Eropa dengan menjuarai Liga Champions tiga tahun berturut-turut pada rentang 1971-1973.
Ajax kemudian dikenal dengan sistem pembinaan pemain muda yang handal dan terus melahirkan pemain-pemain berbakat dari dalam maupun luar Belanda. Seakan tiada habisnya, Ajax terus mengekspor para pemain terbaiknya, mulai dari Marco van Basten, Dennis Bergkamp, hingga Patrick Kluivert.
Setelah para pemain muda Ajax kembali mengejutkan Eropa dengan menjuarai Liga Champions 1995, masa keemasan Ajax kembali pudar. Butuh waktu untuk kembali merajai Benua Biru. Tapi, sebagai langkah pertama, Ajax harus merengkuh gelar Eredivisie yang belum lagi didapat sejak musim 2003/04 lalu.

6. FC Barcelona (4 kali juara)


Didirikan pada 1899 oleh 12 pemain sepak bola berasal dari Swiss, Inggris, dan Spanyol dibawah pimpinan Joan Gamper. FC Barcelona memiliki motto “Barca bukan hanya sekedar klub” (El Barça, és més que un club) serta memiliki himne yang berjudul “El Cant del Barca” yang diciptakan oleh Jaume Picas and Josep Maria Espinàs. Tidak seperti klub sepak bola pada umumnya, FC Barcelona benar-benar milik dan dioperasikan oleh para suporternya. Stadion utamanya berada di Camp Nou, Barcelona.
Klub ini masuk menjadi peserta Primera División (Divisi Utama) sejak tahun 1928, dan bersama-sama Real Madrid dan Athletic Bilbao menjadi tim yang tak pernah terdegradasi ke Segunda División (Divisi Dua). Klub ini juga menjadi klub yang menjuarai liga Spanyol pertama kali. Dengan persembahan 21 gelar Liga Spanyol, 25 gelar Copa del Rey, 10 gelar Piala Super Spanyol, 4 gelar Liga Champions Eropa, 4 gelar Piala UEFA, 4 gelar Piala Super Eropa, FC Barcelona menjadi salah satu tim tersukses di Spanyol, Eropa, dan dunia. Bukti paling nyata ketika pada tahun 2009 FC Barcelona berhasil menjadi klub Spanyol pertama yang berhasil meraih gelar Treble (juara La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions). Dilanjutkan dengan raihan gelar Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan FIFA Club World Cup untuk melengkapi raihan gelarnya menjadi Sextuples. Barcelona merupakan klub sepak bola pertama di dunia yang melakukan raihan ini. Fans Barca juga sering dipanggil Culés.

7 Manchester United (4 kali juara)
 
Manchester United F.C. adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester, Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson – dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership pada tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara. Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).

8. Internazionale Milan (4 kali juara)
 
Inter menjadi satu-satunya klub di Seri A yang tidak pernah turun ke Seri B, karena klub Juventus harus turun ke Seri B pada musim 2006/2007 terkait dengan kasus Calciopoli atau pengaturan skor pertandingan. Pada 2009-10, Inter Milan menjadi satu-satunya tim di Italia yang meraih treble winner[4] setelah memenangi tiga gelar sekaligus, yaitu: Seri-A, Coppa Italia dan Liga Champions disusul Quintuple[5]dengan memenangi lagi Piala super italia dan Piala dunia antarklub FIFA pada 2010.
 
Nah, itulah 8 Team Paling Banyak Menjuarai Liga Champion UEFA semoga menambah wawasan anda.