Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Jawaban Lucu Dan Polos Anak-Anak Saat Ujian

 
 
Anak-anak adalah makhluk polos yang punya pemikiran cerdas karena pengamatan mereka. Seperti alat perekam yang masih kosong, mereka bisa merekam apa saja yang ada di sekitar Anda, perbincangan Anda, cara Anda marah-marah, bagaimana Anda menunjukkan kasih sayang, dan lain sebagainya.
Dan hal-hal yang mereka temui sehari-hari nyatanya memang tak hanya terekam tetapi juga turut diaplikasikan saat mereka menjawab pertanyaan demi pertanyaan.

Simak beberapa kumpulan jawaban anak-anak yang bikin tertawa geli juga berpikir betapa mereka adalah makhluk-makhluk cerdas yang perlu banyak diajarkan hal-hal yang akan berguna bagi diri mereka esok.
Temukan X-nya
 
 
Dalam pelajaran pythagoras , biasanya kita diminta mencari panjang salah satu sisi segitiga. Diibaratkan sebagai 'x' dan meminta anak-anak menghitung berapa jumlahnya. Lucunya anak yang satu ini dengan polosnya melingkari dan menunjuk huruf x di salah satu sisi. Menganggap bahwa inilah jawaban yang benar menurutnya. Well, memang tidak salah juga kan.
 
Tak Terhingga
 
 
Dicontohkan dalam salah satu pertanyaan yang akan diajukan, bahwa ternyata memang jumlah akhirnya tak terhingga, dilambangkan dengan karakter yang mirip dengan angka 8 yang sedang tidur. Dan karena sudah diberi contoh demikian, di jawaban pertanyaan selanjutnya, angka 5 dibuat tidur. Apakah jawaban ini salah? Tentu saja, tetapi logika si anak ini cukup diacungi jempol.
 
Menyederhanakan
 
 
Saking kesalnya tidak menemukan jawaban atas pertanyaan sulit dalam soal ujiannya, si anak kemudian menggambar seekor beruang di ruang jawaban. Ia bercerita bahwa ia terlalu takut menjawab pertanyaan itu karena ada beruang di sana.
 
Hati-Hati Menggunakan Kata-Kata
 
 
Orang tua memang sejatinya harus lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, karena banyak kata yang pengucapannya terdengar mirip, namun artinya jauh berbeda. Contohnya seperti duck yang keliru ditulis dengan huruf f-uck ini sehingga menghasilkan kata yang tak seharusnya anak-anak dengar.
 
Logika si Peter
 
 
Menjabarkan variabel bukanlah salah satu pelajaran yang menyenangkan, dan inilah yang dilakukan seorang anak bernama Peter saat menjabarkan variabel. Yeap, ia membuat setiap variabelnya semakin jauh jaraknya.
 
Logika Centimeter
 
 
Ketika menjawab pertanyaan, anak-anak punya berbagai logika dan solusi terhadap pertanyaan tersebut. Seperti ini salah satu contohnya, di mana seorang anak diminta mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk mengubah centimeter ke meter. Sederhana, si anak menjawab dengan "coret saja kata centinya". Cerdas, nak!
 
Anak Yang Penyayang
 
 
Di dalam setiap hati anak-anak, ada kasih sayang yang ditunjukkan kepada semua makhluk hidup, tak peduli itu hewan, tumbuhan atau beraneka ragam warna kulit manusia. Dan salah satunya ditunjukkan lewat jawaban. seorang anak yang ditanya soal sebuah gambar. Gambar tersebut sebenarnya menceritakan teori Darwin, namun ia membuat sebuah jawaban sendiri di mana bikin Anda ketawa saat membacanya.
 
Letaknya Di Bawah
 
 
Saat diminta untuk memberi tanda tangan, tentunya Anda akan memberi tanda tangan sebuah dokumen di bagian bawah. Di mana di sana ada jabatan dan nama terang. Dan hal itu ternyata menjadi sesuatu yang dihafalkan oleh anak-anak. Ketika ditanya di mana dokumen deklarasi kemerdekaan Amerika ditanda tangani, ia tidak menyebutkan kota atau gedung apapun. Ia menjawabnya dengan polos, "tanda tangannya terletak di bawah".
 
Cincin Romantis
 
 
Anak-anak juga pengamat yang cerdas soal hubungan pria dan wanita. Dan tentunya hal ini tidak boleh diremehkan begitu saja. Saat ada pertanyaan soal cincin planet Saturnus, anak-anak membayangkan cincin yang sama seperti yang dipakai orang tuanya, sebagai tanda cinta. Jadi tidak salah kalau seorang anak menjawab cincin Saturnus sebagai bukti tanda cinta Tuhan pencipta alam semesta.
 
Atau!
 
 
Seorang guru memang hendaknya lebih cerdas daripada muridnya ketika mengajarkan atau membuat suatu pertanyaan. Dan hendaknya guru juga bisa menghargai logika jawaban murid-muridnya atas pertanyaan yang ia berikan. Seperti salah satu jawaban unik ini, di mana seorang guru meminta anak menuliskan lebih besar atau lebih kecil, dan ternyata malah si anak menuliskan or/ atau di tengah-tengahnya, tepat seperti contoh.

Senin, 02 September 2013

Dua Anak SD Ini Menikah?

merried child 420x360 Dua Anak SD Ini Menikah?

Usia anak-anak selalu identik masa bermain dan menggali banyak pengetahuan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi dua anak asal Mesir ini.

Laman Enqelab news melaporkan mengenai digelarny resepsi pernikahan anak-anak. Mempelai laki-laki diketahui baru duduk di kelas 5 SD dan mempelai wanitanya masih kelas 2 SD. Para tamu yang hadir pun, tak lain adalah teman-teman sekelas mereka.

Pusat Kebebasan dan Hak Asasi Sanhuri di kota Mansurah Mesir, mengecam pernikahan anak-anak di bawah usia ini. Pusat ini juga mengritik orang tua kedua mempelai, dan mengeluarkan sebuah pernyataan “Sepertinya kita kembali lagi ke masa lalu.”

Menurut Ridha Dambuqi selalu manajer Pusat Kebebasan dan Hak Asasi Sanhuri, tindakan semacam ini bertentangan dengan Konvensi Internasional Hak-hak Anak, tradisi, serta norma-norma yang diakui oleh dunia internasional.

Pernikahan dalam usia kecil sering terjadi lantaran banyak faktor seperti kemiskinan. Dan hal ini akan menimbulkan banyak problematika bagi kedua mempelai.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Cara Unik Anak-Anak TK Di Gaza Rayakan Kelulusan

anak anak gaza 300x226 Cara Unik Anak Anak TK Di Gaza Rayakan Kelulusan

Anak-anak TK di Gaza yang dikelola oleh Kelompok Jihad Islam, dikabarkan telah merayakan kelulusan mereka pada Selasa (12/6) dengan cara tidak biasa. Anak-anak berdandan ala pakaian tentara, melambaikan senapan mainan, dan melantunkan nyanyian slogan-slogan anti-Israel.

“Sudah menjadi kewajiban kami mendidik anak-anak agar mencintai perlawanan, Palestina dan Yerusalem, sehingga mereka akan menyadari pentingnya Palestina dan siapa musuh mereka,” kata kepala sekolah TK.
Anak-anak berpakaian seragam tentara  Jihad bak Brigade al-Quds, dan masing-masing anak memegang senapan mainan. Beberapa dari mereka juga mengangkat foto pendiri Jihad Islam, Fathi Shaqaqi.

Acara ini dihadiri oleh kerabat anak-anak, beberapa di antaranya adalah anggota Jihad Islam dan Faksi Perjuangan Palestina.

Selama acara berlangsung anak-anak diminta untuk berdiri di samping peti mati tiruan, dibungkus dengan bendera dari berbagai kelompok jihad Palestina. Bendera tersebut bertuliskan “Syahid.”

Seorang anak, Hamza, mengatakan “Ketika saya tumbuh dewasa, saya akan bergabung dengan Jihad Islam dan Brigade Al-Quds. Saya akan melawan musuh Zionis dengan rudal sampai aku mati sebagai syuhada, dan bergabung dengan ayah saya di surga,” Subhanallah.

Selasa, 13 Agustus 2013

15 Aturan Sepakbola Ketika Masih Anak-anak

 

Pasti tau kan yang namanya olahraga sepakbola? Sepakbola udah jadi salah satu olahraga yang paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Disini, sepakbola udah banyak yang suka atau malah udah menjadi hobi dari orang yang pernah main olahraga yang satu ini.

Lo mungkin salah satunya?. Lo pernah ngga waktu kecil main sepakbola? Buat yang pernah, pasti masih inget dong aturan-aturan unik yang berlaku waktu lo masih kecil. Nah, buat yang lupa-lupa inget, kali ini Saya punya artikel tentang 15 Aturan Unik Sepakbola Ketika Masih Anak-anak. Yuk baca Pren.

Hampir semua anak laki-laki pasti suka sama sepakbola. Mungkin ada yang udah suka sejak masih anak-anak. Waktu masih anak-anak, banyak aturan-aturan unik yang hanya berlaku pada waktu itu. Nah, berikut 15 aturan unik sepakbola ketika masih anak-anak:
  1. Yang gendut selalu menjadi kiper
  2. Orang yang membawa bola, yang memutuskan siapa yang akan bermain
  3. Penalty diberikan kalau pemain cidera serius
  4. Pertandingan dihentikan ketika semua udah pada lelah/kecapean
  5. Ketika udah pada cape, pada berkata ”gol selanjutnya adalah gol kemenangan”
  6. Ngga ada wasit
  7. Kalau ngga ada bola, botol plastikpun jadi
  8. Kalau pren dimasukkan terakhir, ngga ada harapan bermain puas
  9. Kalau bola masuk ke bawah mobil, mengambil bola dibawah mobil adalah hal yang paling menyebalkan
  10. Kalau pemilik bola pulang, maka pertandingan berakhir
  11. Kalau ngga ada gawang, maka menggunakan batu
  12. Kalau terjadi tendangan ke arah gawang tetapi tinggi bola diatas kiper, maka dianggap tidak gol alias goal kick
  13. Tidak ada rasis, tidak ada kartu, tidak ada jersey
  14. Tidak ada batasan waktu
  15. Semua orang ingin jadi kiper ketika terjadi penalty

Untuk Pertama Kalinya Nama Bayi “Muhammad” Paling Populer di London


by

Untuk pertama kalinya Muhammad adalah nama yang paling populer untuk bayi laki-laki di London, surat kabar Daily Mail Inggris melaporkan.

Berbagai ejaan dari nama Nabi Islam ini telah menduduki puncak daftar nama untuk anak laki-laki yang baru lahir di Inggris selama tiga tahun terakhir, namun sekarang ejaan “Muhammad” menduduki peringkat tertinggi di ibukota London dengan 768 kelahiran yang terdaftar tahun lalu, di atas nama Daniel dengan 666 kelahiran.

Nama yang paling populer di Inggris adalah Harry, dengan 6.893 anak laki-laki yang diberi nama tersebut. Namun, ketika berbagai ejaan untuk nama nabi umat Islam seperti Muhammad (urutan ke 18 secara nasional), Mohammed (urutan 25) dan Mohammad (urutan ke 58) digabungkan, maka nama berbagai ejaan Muhammad mengalahkan Harry dengan total 7.032 bayi.

Sejak tahun 1999, jumlah bayi yang diberi nama Muhammad dengan berbagai ejaan telah meningkat lebih dari setengah di Inggris, menurut laporan Daily Mail.

Minggu, 11 Agustus 2013

Lagu Anak-Anak Yang Nggak Cocok Buat Anak-Anak



Ternyata, setelah ditelisik ada beberapa lagu anak-anak yang sebenernya nggak cocok sama anak-anak. Liriknya nggak bagus buat psikologis anak-anak. Idih berat kayaknya, nih. Udah ah langsung aja yuk kita analisis lagu-lagu di bawah ini.

“Kring-kring-kring Ada Sepeda”

“Kring kring ada sepeda, sepedaku roda dua. Kudapat dari ayah karena rajin bekerja. Tok tok tok ada sepatu, sepatuku yang baru. Kudapat dari ibu karena rajin membantu…”

Analisis: perhatikan lirik ini à “kudapat dari ayah karena rajin bekerja..”. Secara hukum, ayahnya ini bisa dituntut karena mempekerjakan anak di bawah umur. Trus, si anak dapet hadiah setelah dia mengerjakan sesuatu. Artinya, si anak dari kecil diajarin untuk nggak ikhlas. Nggak mau ngapa-ngapain kalo nggak dikasih hadiah. Nah!

“Balonku”

“Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Hijau kuning kelabu merah muda dan biru. Meletus balon hijau DOR! Hatiku sangat kacau. Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat..”

Analisis: perhatikan lirik à “kupegang erat-erat..”. dari sini, anak kecil diajarin untuk posesif. Dari kecil aja posesif, gimana ntar gedenya? Wah, wah, wah. Nggak kebayang kalo ntar punya pacar.

“Nina Bobo”

“Nina bobo oh Nina Bobo. Kalau tidak bobo digigit nyamuk..”

Analisis: orangtua macam apa ini anak kecil udah diancem-ancem? Bayangin coba gimana perkembangan psikologinya ntar kalo udah gede. Lagian, mau tidur apa nggak, emang nyamuk peduli. Ngegigit mah ngegigit aja. Kalo kamu lagi pacaran deket got juga suka dikerubutin nyamuk, kan? Nyamuk tuh nggak peduli manusia lagi tidur apa nggak. Huh!

“Eeaaaa..” – Coboy Junior

Judulnya aja udah eeaaaaaa. Nggak banget dah! Udah gitu lagunya tentang muji-muji cewek yang diibaratkan bak bidadari jatuh dari surga. Kamu bayangin aja ya, secakep-cakepnya bidadari, kalo jatuh dari surga mah tetep aja mukanya ancur kehajar aspal!

Kamis, 25 Juli 2013

15 Aturan Sepakbola Ketika Masih Anak-anak



Unic29.com – Pren, pasti tau kan yang namanya olahraga sepakbola? Sepakbola udah jadi salah satu olahraga yang paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Disini, sepakbola udah banyak yang suka atau malah udah menjadi hobi dari orang yang pernah main olahraga yang satu ini.

Lo mungkin salah satunya?. Lo pernah ngga waktu kecil main sepakbola? Buat yang pernah, pasti masih inget dong aturan-aturan unik yang berlaku waktu lo masih kecil. Nah, buat yang lupa-lupa inget, kali ini unic29 punya artikel tentang 15 Aturan Unik Sepakbola Ketika Masih Anak-anak. Yuk baca Pren.

Hampir semua anak laki-laki pasti suka sama sepakbola. Mungkin ada yang udah suka sejak masih anak-anak. Waktu masih anak-anak, banyak aturan-aturan unik yang hanya berlaku pada waktu itu. Nah, berikut 15 aturan unik sepakbola ketika masih anak-anak:


1.Yang gendut selalu menjadi kiper

2.Orang yang membawa bola, yang memutuskan siapa yang akan bermain

3.Penalty diberikan kalau pemain cidera serius

4.Pertandingan dihentikan ketika semua udah pada lelah/kecapean

5. Ketika udah pada cape, pada berkata ”gol selanjutnya adalah gol kemenangan”

6. Ngga ada wasit

7. Kalau ngga ada bola, botol plastikpun jadi

8. Kalau pren dimasukkan terakhir, ngga ada harapan bermain puas

9. Kalau bola masuk ke bawah mobil, mengambil bola dibawah mobil adalah hal
yang paling menyebalkan

10. Kalau pemilik bola pulang, maka pertandingan berakhir

11. Kalau ngga ada gawang, maka menggunakan batu

12. Kalau terjadi tendangan ke arah gawang tetapi tinggi bola diatas kiper, maka dianggap tidak gol alias goal kick

13. Tidak ada rasis, tidak ada kartu, tidak ada jersey

14. Tidak ada batasan waktu

15. Semua orang ingin jadi kiper ketika terjadi penalty

Nah, itu tadi 15 aturan unik sepakbola ketika masih anak-anak. Lo boleh nambahin sendiri aturan-aturan unik lainnya di kotak komentar.

Minggu, 14 Juli 2013

“Anak Haram”, Bagaimana Islam Mengaturnya?

bayi

Sekarang ini agaknya  lumrah sekali anak lahir di luar nikah  di sekeliling kita. Tapi bagaimana sebenarnya Islam mengatur sang anak yang tak berdosa itu? Di lingkungan kita sering kali disebut anak haram. Sebutan anak haram itu tentu saja bukan si anak-nya yang haram, tapi kurang lebih hasil dari perbuatan haram.

Islam hanya mengakui hubungan darah ( nasab ) seseorang  melalui jalinan perkawinan yang sah.  Ini bisa dipahami langsung dari salah satu tujuan pernikahan adalah untuk meneruskan  keturunan. Artinya, ketika sesorang  telah melangsungkan akad nikah, kemudian mereka bercampur ( melakukan hubungan suami isteri) dan memperoleh keturunan, maka anak yang dilahirkan tersebut adalah sah dan dinasabkan kepada si ayah.
Namun sebaliknya, jika keturunan yang diperoleh di luar ikatan perkawinan, baik dilakukan dengan suka rela (perzinahan) atau paksaan (perkosa), maka dalam hal ini, anak yang dilahirkan dinasabkan pada si ibu  yang melahirkannya, bukan pada si Ayah.  Walaupun secara biologis diketahui bahwa anak tersebut terlahir dari benih sang ayah.

Kondisi ini juga berlaku pada kasus hamil di luar nikah. Mayoritas ulama sepakat bahwa anak yang dilahirkan dari hasil hubungan di luar nikah tidak boleh dinasabkan pada ayahnya. Karena perbuatan tersebut tergolong  zinah. Ini berdasarkan pada hadis Rasulullah SAW : “Status (kewalian) anak adalah bagi pemilik kasur/suami dari perempuan yang melahirkan. Dan bagi pelaku zina (dihukum) batu,” (Muttafaq ‘alaih). Dengan demikian, pernikahan yang didahului  zinah dan dan hamil sebelum dilangsungkan aqad nikah maka anak yang terlahir dinasabkan pada ibu. Sebagai konsekwensi, si ayah tidak berhak menjadi wali nikah, mewariskan, dan hukum lainnya yang berkaitan dengan nasab.

Adapun soal apakah si ibu harus memberitahukan pada si anak siapa ayah sebenarnya, itu tidak wajib. Jadi tidak berdosa  menyembunyikan identitas ayahnya. Karena secara hukum, tidak ada lagi hak si ayah pada anak yang dihasilkan dari perzinahannya. Hanya saja, untuk memberitahukan bahwa sang ayah sudah mati, kalau itu tidak benar dan hanya sebagai luapan kebencian semata maka ini tidak boleh. Sebab termasuk pada perbuatan dusta yang justru akan menyulut  permusuhan lebih dalam.

Cukup saja mengatakan kondisi apa adanya jika anak itu telah dewasa atau telah memungkinkan untuk menerima kenyataan.  Karena kita diharuskan senantiasa berbuat adil kepada siapapun, sampai pada orang yang kita benci sekalipun.  Dan, kejujuran itu merupakan wujud dari adil yang harus kita tampilkan. Allah swt berfirman : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil” (QS.Al-maidah :8)

Di sini, juga perlu diingat bahwa tidak ada istilah anak haram. Karena Islam tidak mengakui adanya dosa  warisan.  Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah (suci). Kalaupun ia ditakdirkan lahir dari hasil zina kedua orang tuanya, namun dosa zina bukan pada si anak tapi pada kedua orang tuanya. Allah swt berfirman : “dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”. (QS.az-Zumar: 7).  Oleh karenanya,  orang tua harus bertaubat nasuha.  Sebab zina adalah satu dosa besar yang sangat dimurkai oleh Allah swt.

Jumat, 05 Juli 2013

Inilah Bukti Bahwa Orang Tua Sering Membohongi Anaknya



Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Itulah Kebohongan orang tua pada anaknya. Apa bukti bahwa mereka suka berbohong pada anaknya?

Cerita bermula ketika masih kecil, sebut saja si Andi, terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, sang Orang Tua sering memberikan porsi nasinya untuk Andi. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk Andi, Orang Tua berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”.

KEBOHONGAN Orang Tua YANG PERTAMA
Ketika Andi mulai tumbuh dewasa, Orang Tua yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, Orang Tua berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, Orang Tua memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu Andi memakan sup ikan itu, Orang Tua duduk disampingnya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang Andi makan. Andi melihat Orang Tua seperti itu, hatinya tersentuh juga, lalu menggunakan sendok dan memberikannya kepada Orang Tua’nya. Tetapi sang Orang Tua dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” . KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEDUA

Sekarang Andi sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abangnya dan dia, Orang Tua pergi ke koperasi pembuatan kotak korek api untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel merk’nya, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, Andi bangun dari tempat tidurnya, melihat Orang Tua masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Andi berkata :”Ibu/bapak, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu/bapak masih harus kerja.” Orang Tua tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”.

KEBOHONGAN Orang Tua YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, Orang Tua meminta cuti kerja supaya dapat menemani Andi pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, Orang Tua yang tegar dan gigih menunggu Andi di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Orang Tua dengan segera menyambut Andi dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untuknya. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat Orang Tua yang dibanjiri peluh, Andi segera memberikan gelasnya untuk Orang Tuanya sambil menyuruhnya minum. Orang Tua berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”.

KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEEMPAT
Setelah kepergian sang ayah tercinta karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai seorang ayah dan juga ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumah Andi pun membantu ibu baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan keluarga Andi yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibu Andi untuk menikah lagi. Tetapi Orang Tua yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”.

KEBOHONGAN Orang Tua YANG KELIMA
Setelah Andi dan abangnya semua sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Abang Andi yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” .

KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, Andi pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya Andi pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, Andi bermaksud membawa ibunya untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepada Andi “Aku tidak terbiasa”. KEBOHONGAN Orang Tua YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, Andi yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Andi melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap Andi dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibu Andi sehingga ibunya terlihat lemah dan kurus kering. Andi sambil menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali melihat ibunya dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” .KEBOHONGAN Orang Tua YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibu Andi tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kali.

Selasa, 02 Juli 2013

Adakalanya Kita Perlu Bersifat Kekanak-Kanakan

anak-anak

Umumnya kalo lagi jalan-jalan—kemanapun itu kayanya hampir selalu ketemu sama yang namanya anak-anak, entah itu anaknya cuma sendirian, atau lagi main bareng sama temennya. Sering rasanya saya lihat, bagaimana anak-anak bermain. Saya yakin teman-teman juga sering memperhatikan.
Lucu juga kalau dilihat, bermain bola, jatuh, lari lagi, mengayuh sepeda, nabrak, mengayuh lagi, lari-larian, tersandung, berlari lagi. Walaupun kaki tangan lecet – lecet, tapi itu tidak membuat mereka berhenti. Ya, kadang ada menangis, namun seberapa saat kemudian, mereka tertawa lagi.

Menikmati hidup. Sakit dan luka sudah dianggap sebagai bagian dari permainan yang memberi tawa. Terkadang tengkar dengan temannya, itu sangat biasa. Dari perang mulut hingga perang tangan, itu sering terlihat. Namun saya yakin, pertengkaran pertengkaran mereka tidak berasal dari hati. Bukan pertengkaran karena benci. Pertengkaran mereka dengan temannya, mungkin salah satu cara mengakrabkan diri. Lihat saja, tak lama setelah bertengkar, mereka berdamai lagi. Seolah tidak pernah ada yang terjadi.

Melihat anak-anak demikian, terkadang malu sendiri rasanya. Saya, dan juga kita, pernah mengalami masa yang bernama anak-anak,namun terkadang lupa dengan perasaan yang dulu pernah ada.

Menikmati hidup. Bagaimana anak – anak tetap berlari walau telah terjatuh berulang kali. Namun kini, kadang memutuskan untuk berhenti saat terjatuh pertama kali. Saat gagal dalam pilihan hidup, lalu tidak mencoba lagi.

Menikmati hidup. Memang, semakin mendewasa kita semakin mampu berpikir. “Apa yang akan terjadi, kalau kita melakukan ini?” “Kalau kita begini, maka akan begini” Namun pada akhirnya, kita kadang membatasi diri dengan pikiran sendiri. Membatasi mimpi – mimpi kita, dengan bayangan – bayangan pikiran kekhawatiran, yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Menikmati hidup. Bukan memperbanyak musuh, yang tadinya teman. Bukan mempertajam perselisihan karena perbedaan. Bukan tidak mau menemani, karena pernah tersakiti.

Adakalanya, mungkin kita perlu bersifat kekanak-kanakan. Terus mencoba di saat jatuh dan gagal berulang kali. Tidak peduli, sakit ataupun luka, karena ingat selalu ada mama dengan betadine dan obat merah di rumah, he. Tidak peduli, sakit ataupun luka, karena ingat luka hanya sementara sakitnya. Maka gagal pun sementara saja pedihnya.

Belajar dari anak-anak adalah belajar tentang membebaskan diri dari segala kekhawatiran, berbuat sebebasnya, namun membingkainya dalam tanggung jawab seorang dewasa.

Belajar dari anak-anak, mungkin belajar bagaimana berteman dengan semua orang, termasuk yang memusuhi kita. Belajar tentang bagaimana memaafkan secepat kilat. Belajar tentang bagaimana melupakan kesalahan orang lain, karena itu memang tidak perlu diingat.

Belajar dari anak-anak, dalam berbagai kejadian kehidupan kita saat ini, jangan lupakan bagaimana untuk tetap tertawa saat menjalaninya.

Jumat, 28 Juni 2013

Ketika Anak Bertanya Soal Seks

ayah anak

Berapa usia anak Anda? Nah, akan ada waktu ketika anak-anak kita beranjak besar dan mulai bertanya tentang sesuatu yang mungkin membuat kita merah muka; seks. Atau kalau pun tidak bertanya, mereka menyatakan dan mungkin juga tidak sadar akan artinya, karena pengaruh pergaulan. Bagaiama menyikapinya?

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak soal seks adalah normal. Seiring bertambahnya usia, otak anak mengalami perkembangan. Sebagai konsekuensinya orang tua harus memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anak agar pengetahuan anak bertambah.

Memasuki usia prapubertas, anak-anak mulai tertarik pada hal-hal berhubungan dengan reproduksi. Salah satu di antaranya tentang kehamilan dan kelahiran. Menghadapi peranyaan seputar masalah seks, orang tua harus keluar dari budaya tabu membicarakan seks.

Yang harus kita perhatikan benar adalah jangan sampai anak mengetahuinya dari teman atau buku-buku yang tidak cocok untuk mereka. Orang tua harus memberi jawaban yang sesuai dengan usia, perkembangan mental dan perkembangan emosi anak, serta menguncinya dengan pengetahuan agama. ‘Contohnya, sel sperma dapat bertemu di rahim ibu melalui proses hubungan suami istri yang sudah menikah.

Dalam menjawab pertanyaan, orang tua juga perlu mengenali anak-anaknya. Ada anak yang setelah mendapat jawaban, dia berhenti bertanya. Ada anak yang terus bertanya sampai dia merasa puas. Agar dapat memberi jawaban, orang tua dituntut untuk terus menambah pengetahuannya dengan banyak membaca.

Usahakan pula menjalin hubungan yang harmonis dengan anak, dengan cara berkomunikasi yang baik agar anak tidak merasa enggan untuk berbicara dengan orang tua. Jika orang tua memberi rasa aman pada anak, anak akan merasa nyaman untuk bertanya. Jika Ibu merasa malu menjawab, katakan perasaan Ibu.

Misalnya, ”Aduh, Mama malu menjawabnya.” Jika ibu belum punya jawabannya, katakan pada anak bahwa Ibu tidak tahu dan silakan berjanji untuk mencarinya di buku atau bertanya pada orang yang lebih mengetahuinya.

Selasa, 04 Juni 2013

Lagu Anak-Anak Yang Nggak Cocok Buat Anak-Anak



Ternyata, setelah ditelisik ada beberapa lagu anak-anak yang sebenernya nggak cocok sama anak-anak. Liriknya nggak bagus buat psikologis anak-anak. Idih berat kayaknya, nih. Udah ah langsung aja yuk kita analisis lagu-lagu di bawah ini.

“Kring-kring-kring Ada Sepeda”
“Kring kring ada sepeda, sepedaku roda dua. Kudapat dari ayah karena rajin bekerja. Tok tok tok ada sepatu, sepatuku yang baru. Kudapat dari ibu karena rajin membantu…”

Analisis: perhatikan lirik ini à “kudapat dari ayah karena rajin bekerja..”. Secara hukum, ayahnya ini bisa dituntut karena mempekerjakan anak di bawah umur. Trus, si anak dapet hadiah setelah dia mengerjakan sesuatu. Artinya, si anak dari kecil diajarin untuk nggak ikhlas. Nggak mau ngapa-ngapain kalo nggak dikasih hadiah. Nah!

“Balonku”
“Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Hijau kuning kelabu merah muda dan biru. Meletus balon hijau DOR! Hatiku sangat kacau. Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat..”

Analisis: perhatikan lirik à “kupegang erat-erat..”. dari sini, anak kecil diajarin untuk posesif. Dari kecil aja posesif, gimana ntar gedenya? Wah, wah, wah. Nggak kebayang kalo ntar punya pacar.

“Nina Bobo”
“Nina bobo oh Nina Bobo. Kalau tidak bobo digigit nyamuk..”

Analisis: orangtua macam apa ini anak kecil udah diancem-ancem? Bayangin coba gimana perkembangan psikologinya ntar kalo udah gede. Lagian, mau tidur apa nggak, emang nyamuk peduli. Ngegigit mah ngegigit aja. Kalo kamu lagi pacaran deket got juga suka dikerubutin nyamuk, kan? Nyamuk tuh nggak peduli manusia lagi tidur apa nggak. Huh!
“Eeaaaa..” – Coboy Junior

Judulnya aja udah eeaaaaaa. Nggak banget dah! Udah gitu lagunya tentang muji-muji cewek yang diibaratkan bak bidadari jatuh dari surga. Kamu bayangin aja ya, secakep-cakepnya bidadari, kalo jatuh dari surga mah tetep aja mukanya ancur kehajar aspal!


sumber : www.nyunyu.com

Kamis, 30 Mei 2013

Keberanian Bocah Indonesia Gagalkan Kejahatan

Aksi superhero atau biasa disebut heroik juga terjadi di Indonesia, harus kita puji keberanian bocah bocah Indonesia yang dalam keberaniannya dapat menggagalkan aksi kejahatan. Berikut sahabat anehdidunia.com aksi heroik bocah Indonesia yang pemberani.
1. Bocah Arya Dilla Prawinsyah gagalkan perampokan (10)
http://anehdidunia.com

Usia Arya baru 10 tahun. Dia duduk di kelas dua salah satu Sekolah Dasar di Medan, Sumatera Utara.  Pada Senin kemarin, dia hampir saja menjadi korban perampokan. Untung aksi itu berhasil digagalkan, bukan oleh orang lain melainkan dari keberanian Arya melawan dua orang rampok yang mengincarnya. Cerita keberanian Arya bermula ketika dia melintas di Jalan M Idris, Sei Putih Timur, Medan Petisah Medan. Ketika itu, dia mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih biru muda BK 2927 ACE milik abangnya.

Saat tiba di depan Gang Madrasah, kendaraannya dihentikan dua pria berjalan kaki. Dua pria ini belakangan diketahui bernama Ferdi Armen Tampubolon, warga Pringgan, dan Ruben Hutajulu, warga Helvetia. Setelah dihentikan, Ruben membekap mulut Arya. Bocah kelas 2 SD Hang Tuah II, Jalan Titi Papan, ini kemudian didorong jatuh dari sepeda motornya. Ferdi mengambil alih kemudi sepeda motor yang dibawa Arya. Ruben pun sigap duduk di boncengan. Mereka kemudian melaju.

Tapi, Arya tidak begitu saja menyerahkan sepeda motornya. Saat kedua pelaku mencoba pergi, dia mengejar dan memegangi besi yang ada di belakang kendaraan. Bocah itu sampai terseret jatuh. Bocah ini terus mengejar. Beberapa puluh meter dari lokasi perampasan pelaku melambat, karena melintasi polisi tidur. Arya pun mengambil batu dan melemparkannya. Kepala Ruben terkena lemparan. Sepeda motor rampasan itu pun oleng.

Setelah keduanya jatuh, warga sekitar lokasi yang melihat kejadian itu langsung membantu Arya dan menangkap pelaku. Setelah dipukuli, Ferdi dan Ruben pun diserahkan ke petugas Polsekta Medan Baru yang tiba di lokasi kejadian.

2. Bocah Rizki gagalkan pencurian (10)
http://anehdidunia.com

Bocah superhero lainnya bernama Rizki (10). Dia berhasil menggagalkan pencurian di rumahnya di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, sekitar beberapa bulan lalu. Saat itu Rizki baru pulang dari sekolahnya di SDN 01 Kaur Selatan. Sementara kedua orang tuanya masih bekerja. Setibanya di rumah, Rizki kaget melihat beberapa orang asing ada di dalam.

Si pelaku yang juga kaget dengan kedatangan Rizki langsung menyekap mulut bocah itu dengan kain sarung dan tangannya diikat. Lucunya, pelaku tak mengikat kaki Rizki. Kondisi demikian dimanfaatkan Rizki untuk kabur lewat pintu belakang dan minta pertolongan. Dia sengaja berteriak-teriak di depan rumahnya untuk mengundang perhatian warga. Mendengar teriakan korban, pelaku kaget ternyata korban yang disekapnya bisa lolos ke luar rumah.

Mendengar teriakan Rizki, pelaku langsung melarikan diri. Warga pun berdatangan dan menenangkan Rizki yang kepanikan. Diduga perampok yang meninggalkan sarung dan sendal jepit ini tahu seluk beluk rumah milik pejabat daerah itu.

3. Bocah Ayu gagalkan perampokan (7)

http://anehdidunia.com

Kali ini menumpas kejahatan cilik adalah Meina Ayu Fitriyani (7). Dia berhasil menggagalkan perampokan di Toko Genteng Bumi Kukuh Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Tegal. Peristiwa perampokan itu terjadi siang bolong sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu suasana sedang sepi karena warga sekitar dan sejumlah pelayan toko sedang menunaikan salat Jumat. Tiba-tiba toko yang dijaga Ayu bersama neneknya kedatangan seorang pria yang terlihat akan membeli genteng. Pria itu pun sempat melakukan penawaran.

Tapi belum sempat terjadi kesepakatan harga, pria bertumbuh kekar itu membekap dan mencekik leher nenek Ayu. Selain itu, pelaku juga menodongkan pisau lipat sepanjang 10 cm . Melihat keselamatan jiwa neneknya terancam, Ayu kabur melalui salah satu pintu toko dan berlari ke luar. Selanjutnya, ia pun berteriak-teriak minta tolong kepada orang yang lewat.

Mengetahui hal itu, pelaku melarikan diri tanpa sempat membawa hasil jarahan. Sementara itu, baik warga maupun orang yang mendengar teriakan Meina segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kemudian mengejar pelaku, yang akhirnya dapat ditangkap 200 meter dari lokasi kejadian. Massa yang merasa jengkel akhirnya memukuli pelaku hingga babak belur.  Kemarahan warga bisa diredam setelah petugas Polsek Sumurpanggang tiba di lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

4. 3 bocah SMP gagalkan perkosaan

 http://anehdidunia.com

Ilham Maulana dan Muhammad Abdul Aziz siswa MTs Fathan Mubina Ciawi, dan Abdurrahman adalah siswa SMP Negeri 3 Ciawi, Jawa Barat. Ketiganya melawan seorang tukang ojek yang ketahuan melakukan pemerkosaan terhadap rekan siswi mereka. Salah satu siswa madrasah, Abdul Aziz mengaku spontan menghentikan upaya pemerkosaan yang dilakukan pelaku. “Spontan aja sih, hanya ingin menolong teman saja,” ujarnya.

Tiga remaja yang masih duduk di bangku MTs dan SMP kelas 2 akhirnya berhasil diselamatkan. Perbuatan asusila itu gagal karena tiga teman laki-laki korban mendengar korban teriak minta tolong. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan menobatkan 2 siswa MTs dan 1 SMP itu sebagai pejuang perlindungan anak.

Menurut Direktur Pendidikan Madrasah Dedi Djubaedi, aksi spontan Abdul Aziz dan kedua rekannya itu menunjukkan bagaimana pendidikan karakter, saat ini sangat penting. Kepedulian terhadap sesama, telah ditunjukkan ketiga remaja ini, dimana mereka dengan berani melawan pelaku kejahatan terhadap teman siswi mereka. Alhasil, pelaku pemerkosaan pun saat ini berhasil diringkus pihak kepolisian.

“Aksi spontan itu muncul dari alam bawah sadar. Perilaku alam bawah sadar yang tercermin itu merupakan bentuk nyata bagaimana karakter budi pekerti ditunjukkan dan menjadi kepribadian mereka. Itulah hasil pendidikan akhlaq,” kata Dedi yang menyebut aksi itu sudah sangat jarang ditemui oleh banyak remaja saat ini di tengah budaya individualis dan hedonisme perkotaan. Aksi ke tiga pelajar ini kontan saja menuai pujian dan penghargaan dari banyak pihak.

 
Sumber: http://www.anehdidunia.com

Jumat, 10 Mei 2013

Ponsel Ini Aman untuk Anak-anak

1stFone

VIVAnews - Meningkatnya aktivitas seksual dan korban-korban bully di sekolah dan dunia maya diduga kuat karena saking terbukanya akses pornografi di dunia maya.

Banyak murid sekolah atau anak di bawah umur yang hari ini bisa memainkan ponsel pintar, bahkan beberapa sudah memilikinya, dan bebas menggunakan tanpa ada pengawasan.

Lalu, bagaimana cara mencegah anak agar terhindar dari tindakan cyberbullying atau kekerasan di dunia maya?

Baru-baru ini, sebuah perusahaan ponsel, OwnFone, menciptakan ponsel bertajuk 1stFone. Unik, karena ponsel ini sengaja dibuat untuk mencegah tindakan cyberbullying dan "sexting" --kirim-kiriman pesan teks yang merangsang lawan bicaranya-- di kalangan anak-anak di bawah umur.

Diciptakannya 1stFone didasari oleh hasil studi terbaru Southampton Rape Crisis, yang mengatakan lebih dari 7.000 anak di bawah usia 10 tahun secara rutin mengirimkan gambar-gambar porno kepada teman-teman sekelasnya.

Tom Sunderland, pendiri OwnFone mengatakan, di dunia yang didominasi oleh ponsel pintar yang kian canggih, orang tua tentu menghadapi pilihan sulit ketika mencari ponsel pertama yang aman untuk anaknya.

"Menjawab persoalan itu, kami akhirnya membuat ponsel yang menarik bagi anak-anak dan orang tua mempunyai kendali penuh dalam penggunaannya," kata Sunderland.


Wajah 1stFone saat diperagakan oleh model. (Daily Mail)

Ponsel berdimensi seperti kartu kredit ini hanya memiliki bobot 40 gram dan tidak memiliki layar. Fungsinya hanya untuk melakukan dan menerima panggilan telepon serta hanya mampu menyimpan 12 nomor kontak orang-orang terdekat.

"Untuk pengawasan dalam penggunaannya, hanya orang tua yang bisa menambah dan mengubah daftar kontak di ponsel," ujar Sunderland.

Tampilan depan 1stFone sangat sederhana, hanya dihuni oleh tombol memulai dan mengakhiri panggilan, tombol power, tombol volume, dan empat tombol pintar untuk panggilan ke nomor penting.

Dalam hal daya, vendor mengklaim ponsel 1stFone dapat digunakan setiap hari dan sangat cocok dipakai dalam keadaan darurat.

Untuk menarik perhatian anak-anak, 1stFone dibalut tiga motif warna-warni, seperti Green Dinosaur, Pink Leopard, dan Orange Splat.
Di Eropa, 1stFone dibanderol dengan harga £55, setara Rp850 ribu. Jika tertarik, Anda bisa membelinya melalui situs OwnFone.