Tampilkan postingan dengan label tokoh dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh dunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Jokowi = Obama?

jokowiobama Jokowi = Obama?

Pada tahun 1949, seorang atase pers muda Jakarta dikirim dari ke New York, dengan membawa tugas mahasulit yakni meyakinkan publik Amerika untuk mendukung generasi muda Indonesia dalam perjuangan melawan pasukan Belanda. Ketika itu, Belanda sudah menjajah Indonesia selama lebih dari satu abad.

Menyadari bahwa Indonesia, seperti Amerika sebelumnya, sedang mencari cara untuk menciptakan bangsa yang berdaulat dengan melawan ikatan kolonial yang terikat pada sebuah kekuatan tunggal Eropa, ia membawa makalah yang fasih soal Amerika dengan judul yang provokatif: “Ini Tahun 1776 di Indonesia.”

Peritiwa itu terjadi setengah abad, dengan lima dekade kediktatoran, sebelum bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan sejati. Tapi seperti demokrasi mayoritas Muslim di negeri berpenduduk 250 juta ini, yang dikatakan oleh atase pers muda itu mulai terjadi di tahun 2008 di Amerika, bukan Amerika di tahun 1776, dan mungkin terulang di tahun 2014 di Indonesia. Sekadar informasi, pada tahun 2008, seorang warga Amerika berusia 47 tahun, seorang senator negara bagian dengan catatan publik yang sangat sedikit namun bisa bersuara emas terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Dan sekarang, sebagian masyarakat Indonesia (entah berapa persen) percaya bahwa mereka memiliki Barack Obama sendiri dalam bentuk mantan agen furnitur, berusia 52 tahun, yang asalnya seorang walikota kota kecil dan gubernur kota besar dengan catatan publik yang juga tipis dan berbahasa emas dan selalu dipuji sebagai pahlawan selama kunjungannya ke jalan-jalan Jakarta. Sama seperti Obama yang dipuji karena suara segarnya dan menarik dalam politik Amerika, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dipuji oleh media sebagai seorang pejabat publik yang terbuka dan mudah didekati. Huffington Post menulis bahwa banyak orang Indonesia berharap Jokowi dapat melakukan seperti apa yang dilakukan Obama untuk Amerika. Tapi orang Indonesia juga tidak tahu apa yang terjadi di Amerika, khususnya setelah satu periode Obama memerintah.

Jika Anda bertanya kepada jutaan pendukung Obama hari ini yang kecewa dengan kepemimpinannya, mereka akan mengatakan: lanjutkan, dengan suara yang sangat hati-hati. New York Times baru-baru ini mengatakan, “Di tahun kelimanya di Gedung Putih, Obama menemukan dirinya frustrasi oleh anggota partainya sendiri yang merasa lelah kepemimpinannya dan semakin bersedia untuk melawannya.”

Ini bukan berarti bahwa Obama tidak menyadari beberapa prestasi signifikan sejak menjadi presiden. Tapi ada rasa menggerogoti bahwa jika telah menunggu beberapa saat lagi untuk mencalonkan diri sebagai presiden, ia mungkin telah benar-benar menjadi presiden yang hebat. Tapi banyak janji besarnya sebagian besar belum direalisasi, sebagian karena kekhawatiran mendalam atas pengalaman dalam menghadapi birokrasi dan itu telah terbukti beralasan. Sementara ia mengerti soal politik di Chicago, namun ia tidak pernah memberi dirinya kesempatan untuk belajar bagaimana Washington bekerja.

Ini merupakan pertanyaan lama dalam demokrasi: berapa banyak pengalaman yang dibutuhkan oleh seorang presiden? Sebenarnya, satu-satunya cara untuk benar-benar mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk menjadi presiden adalah untuk benar-benar menjadi presiden. Dan jika jutaan orang berteriak-teriak untuk pencalonan mereka, tidak banyak pejabat publik akan berpaling dari pencalonan dirinya itu sebagai presiden. Pada tahun 2006, Obama menulis, “Saya relatif baru di kancah politik, dan saya berfungsi sebagai layar kosong di mana orang-orang dari garis-garis politik sangat berbeda memproyeksikan pandangan mereka sendiri.”

Untuk pemilih Indonesia yang kecewa, begitu sedikit yang diketahui tentang Jokowi bahwa dia—tidak seperti calon yang lebih mapan—bisa menjadi segalanya bagi semua orang.

Masalahnya adalah bahwa tantangan utama yang dihadapi masing-masing negara, apakah itu keberpihakan politik yang mendalam di AS atau korupsi endemik di Indonesia, adalah tantangan budaya yang diperlukan seorang presiden untuk memahami bagaimana sebuah sistem bisa bercokol, bekerja cukup baik untuk mengubahnya. Seorang presiden dapat mengusulkan undang-undang untuk merombak perawatan kesehatan atau meningkatkan pendidikan, namun tidak ada hukum yang dapat mengatasi keberpihakan atau korupsi.

Obama, ketika dihadapkan pada realitas itu, masih menurut Huffington Post, tidak memiliki jawaban kecuali sebuah pidato. Akibatnya, keberpihakan Amerika semakin buruk, dan lihatlah shutdown pemerintah di Washington sudah membuktikannya.

Apakah ini juga sama terjadi pada Joko Widodo dan korupsi? Tak ada yang tahu. Jokowi mungkin akan punya manuver mengatasi mereka yang ingin terus diuntungkan dari korupsi. Namun di Solo, selama delapan tahun memerintah, Islam terus bergejolak, memburuk di bawah pemerintahannya ke titik bahwa Solo telah menjadi pusat intoleransi agama di tingkat nasional.

Sementara dua belas bulan sebagai Gubernur DKI Jakarta juga sudah ditunjukkan oleh realita: banjir dan macet seburuk yang selalu terjadi sepanjang waktu, sebagian karena ia tidak memiliki waktu untuk melihat ide-idenya. Dan itu benar-benar sebuah titik: mungkin Jokowi harus menunggu sampai ia dapat membuktikan bahwa ia mampu memecahkan masalah sebuah kota yang berpenduduk 10 juta sebelum dia mengaku mampu memecahkan masalah suatu negara dengan 250 juta warga.

Kamis, 14 November 2013

Apa yang Melatarbelakangi Kematian Putri Diana?

lady diana 490x326 Apa yang Melatarbelakangi Kematian Putri Diana?

31 Agustus 1997 Lady Di, atau Putri Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowongan Pont de l’Alma di Paris. Ia saat itu tengah bersama dengan Dodi Al-Fayed dan sopir Henri Paul.
Mobil Mercedes-Benz W140 (no pendaftaran 688 LTV75) milik Hôtel Ritz Paris.

Henri Paul mengemudi dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi. Analisis darah menunjukkan Henri Paul telah minum alkohol lebih dari tiga kali dan mengurangi kestabilan sewaktu menyopir.

Namun, ada yang menyebutkan sampel darah itu milik orang lain, karena biasanya sopir hotel sangat profesional. Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowongan tetapi gagal mengendalikan mobil selepas itu. Terowongan dua tiang itu dibuat  tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tidak memakai sabuk pengaman. Anehnya pengawal pribadi Fayed yang bernama Trevor Rees-Jones selamat.

Dodi Fayed dan Diana duduk di tempat duduk belakang. Perdarahan terjadi sehingga Dodi dan Henri mati di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Diana menyusul sekitar jam 4 pagi. Kecelakaan sendiri terjadi sekitar jam 1 pagi.

Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1.5 miliar penonton di seluruh dunia.

Dian Frances Spencer merupakan anak kedua dari Edward John Spencer, yang kemudian menjadi Earl Spencer ke-8, dan istri pertamanya, Frances Spencer, Viscountess Althorp. Diana dilahirkan di Park House, Sandringham, di Norfolk, Inggris, dan dibaptiskan di Gereja Santa Maria Magdalena oleh Pendeta Percy Herbert.

Diana mempunyai latar belakang keluarga kerajaan dan bangsawan. Dari ibunya, Diana mempunyai darah orang Amerika. Moyang Diana merupakan seorang wanita dari keluarga berada dari Amerika, Frances Works. Ayan Diana sendiri merupakan keturunan langsung Raja Charles II melalui dua anak laki-laki di luar nikah dan meneruskan Raja James II melalui seorang anak perempuannya di luar nikah.

Menurut penyusun biografi Diana, Lady Colin Campbell, moyang Diana, Eliza Kewark (beberapa sumber mengeja nama Kewark sebagai “Kevork” atau “Kevorkian”) berasal dari Bombay, India dan kemungkinan keturunan orang India, walaupun keluarga Diana sering mengatakan keluarga “Kevork/Kewark” adalah dari Armenia.

Di balik kematian Diana, meruak berbagai teori konspirasi. Ayah Dodi Fayed ialah Mohamad Fayed seorang pengusaha keturunan Mesir yang memiliki toko mewah Harrods. Banyak teori mengaitkan perisik M16, CIA dan Mossad terlibat dalam komplotan membunuh putri yang diramalkan akan memeluk Islam dan diramalkan mempunyai anak beragama Islam. Namun sampai saat ini tak pernah ada bukti yang menguatkan hal ini.

Selasa, 12 November 2013

Bergambar Soekarno, Indonesia Sempat Punya Uang Seperti Dolar

http://images.detik.com/content/2013/11/10/5/10rpdalam.jpg

Bank Indonesia (BI) memiliki koleksi mata uang tempo dulu yang masih terawat dengan baik. Salah satu yang menarik adalah mata uang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bentuknya seperti dolar.

"Ini mata uang Republik Indonesia Serikat. Bentuknya sekilas memang mirip dolar," kata petugas Museum Numismatik Bank Indonesia kepada detikFinance saat ditemui di Museum BI, Kawasan Kota Tua.

Dijelaskan petugas tersebut Indonesia sempat menjadi Republik Indonesia Serikat yang disingkat RIS. RIS ini merupakan negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949.

"Ini waktu itu diputuskan sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar," tutur petugas tersebut.

Sejak saat tersebut alat tukar yang merupakan uang pun dicetak baru. Tak hanya uang, perangko dan sejenisnya juga dicetak menggunakan nama Republik Indonesia Serikat.

Museum BI ini memang menyimpan sejarah tentang uang dan segala aktifitas bank sentral tempo dulu. Museum BI ini menjadi suatu lembaga tempat mengumpulkan, menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan aneka benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang BI.

"Saat ini memang telah ada beberapa museum yang keberadaannya mempunyai kaitan dengan sejarah BI, namun museum-museum tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu, gagasan untuk mewujudkan Museum Bank Indonesia juga diilhami oleh adanya beberapa museum bank sentral di negara lain, sebagai sebuah lembaga yang menyertai keberadaan bank sentral itu sendiri," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Difi Johansyah.

Minggu, 01 September 2013

Era Soeharto, Indonesia Dilarang Ikuti Kontes Ratu Dunia

soeharto Era Soeharto, Indonesia Dilarang Ikuti Kontes Ratu Dunia

Berbeda dengan presiden lainnya hingga era SBY, ketika itu Presiden Soeharto secara resmi melarang keikutsertaan Indonesia dalam kontes ratu dunia atau semacamnya di luar negeri, baik sebagai peninjau atau peserta, termasuk mengundang ratu dunia ke Indonesia. Keikutsertaan seperti itu dipandang tidak sesuai dengan adat dan kebudayaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, Indonesia pun untuk sementara waktu tidak mengizinkan penyelenggaraan kontes ratu di dalam negeri, sampai masalah itu selesai dibicarakan oleh semua pihak, yaitu organisasi kemasyarakatan, termasuk Kowani, Komisi VII DPR, dan para pakar.

“Itu sudah distop. Jadi tidak boleh sama sekali, dan tidak ada tawar menawar. Tidak ada bargaining. Pokoknya tidak boleh ikut-ikutan, wong itu bukan alam kita, kok. Kan mereka alam Barat, apa yang dilaksanakan mereka belum tentu sesuai di negara kita, dan yang di negara kita juga belum tentu sesuai di negara Barat itu,” demikian kata Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Mien Sugandhi usai menemui presiden Soeharto, diirilis dari harian Kompas edisi Rabu, 29 Mei 1996.

Kepada Presiden, Mien Sugandhi melaporkan masalah keikutsertaan Indonesia dalam kontes Ratu Dunia. Mien mengatakan, keputusan Presiden itu dikeluarkan setelah mendengar seluruh latar belakang, termasuk laporan lengkap dari Menko Kesra yang membahasnya dalam Rakor Kesra tanggal 21 Mei 1996. Namun bentuk dan rumusan larangan itu, apakah akan dikeluarkan dalam bentuk Keppres atau keputusan lain, masih akan dibicarakan lebih lanjut dalam Rakor Kesra mendatang.

Mien Sugandhi mengatakan, selaras dengan larangan itu, Indonesia perlu pula mengkaji pelaksanaan penyelenggaraan ratu-ratuan di Indonesia. Ditegaskan, masalah kontes ratu di Indonesia itu harus dibicarakan dan dirumuskan bersama antara organisasi kemasyarakatan termasuk Kowani dan Komisi VII DPR RI.

“Kepinginnya itu kayak apa sih ratu-ratuan atau putri-putrian di Indonesia ini. Dengan demikian kita dapat masukan dari organisasi masyarakat wanita di Indonesia ini. Kalau sudah dirumuskan baru dikeluarkan kepada masyarakat yang mau,” katanya.

Walau begitu, lanjut Mien Sugandhi, Presiden masih mengizinkan pelaksanaan kontes ratu yang lebih mengutamakan wawasan seperti Abang-None Jakarta, putri kampus, atau putri pendidikan yang lebih menunjukkan citra Indonesia. “Tapi kalau kirim ke luar negeri dilarang keras. Karena sudah dilarang berarti tidak ada yang mengirim ke sana atau mengundang. Tidak mengundang atau menerima. Karena kita tidak menerima Miss Universe, mereka ke sini mau ngapain?,” kata Ny. Mien Sugandhi.

Namun suasana berubah ketika tahun 2000, di masa pemerintahan Gus Dur, kontes Puteri Indonesia kembali diizinkan, namun pemenangnya tidak dikirim ke kontes Miss Universe maupun Miss World. Kebijakan ini tetap dipertahankan sewaktu Megawati memimpin negara ini. Sayangnya, setelah SBY berkuasa di Istana Negara, pemenang kontes Puteri Indonesia kembali mendapat restu untuk mengikuti kontes pamer aurat sejagad.

Jumat, 26 Juli 2013

Bayi Kate Middleton Keturunan Nabi Muhammad?

bayi-kate-thesun

Entah ini sekadar iseng atau kurang kerjaan atau mau cari sensasi saja. Jean Louis Beaucarnot, ahli silsilah asal Prancis, berpendapat bahwa bayi Kate Middleton dan Pangeran William asal Inggris memiliki garis keturunan dari Nabi Muhammad. Demikian seperti dilansir oleh afp.

Menurut Beaucarnot, darah keturunan Nabi Muhammad dari bayi Kate Middleton berasal dari mendiang Putri Diana yang meninggal karena tabrakan di Paris, bukan dari darah Kerajaan Inggris.

Beaucarnot meyakini bahwa Diana, meninggal dalam kecelakaan mobil di akhir 90-an, berarti nenek dari bayi Kate Middleton adalah cicit dari Raja Alfonso VI asal Kerajaan Seville Prancis dari istri keempatnya bernama Zaida. Nah, entah bagaimana dan dari mana, Raja Alfonso ini—masih menurut Beaucarnot, diyakini sebagai keturunan dari Nabi Muhammad.

Ahli silsilah itu meyakini semua keturunan dari Raja Seville memiliki hubungan darah dengan Nabi Muhammad.

Sementara itu, berdasarkan penelitian dari kelompok genealogi di Inggris, nenek moyang Kate Middleton berasal dari keluarga kaya. Ibunya bahkan termasuk keluarga bangsawan di Inggris bagian Utara.

Dari garis Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth II, darah bayi Kate Middleton mungkin lebih jelas. Silsilah Kerajaan Inggris tentu mudah ditelusuri.

Yang mengejutkan, terutama bagi Barat, adalah garis keturunan bayi Kate Middleton dari Diana seperti yang dinyatakan Jean Louis Beaucarnot. Ada-ada saja ya?

Senin, 24 Juni 2013

Soeharto Tolak Wasiat Terakhir Bung Karno Soal Makam


Sang Proklamator Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970 atau tepat 43 tahun lalu. Dia dimakamkan dekat makam ibunya di Blitar, Jawa Timur.

Lokasi pemakaman di Blitar ini merupakan keputusan pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto . Padahal, sewaktu hidup, Bung Karno pernah mengatakan ingin dimakamkan di daerah Priangan alias Jawa Barat.

Dalam ' Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' (Cindy Adams, 1965), Bung Karno mengatakan tidak ingin dikubur dalam kemewahan.

"Saya ingin sekali beristirahat di bawah pohon yang rindang, dikelilingi pemandangan yang indah, di sebelah sungai dengan air yang bening. Saya ingin berbaring di antara perbukitan dan ketenangan. Hanya keindahan dari negara yang saya cintai dan kesederhanaan sebagaimana saya hadir. Saya berharap rumah terakhir saya dingin, pegunungan, daerah Priangan yang subur di mana saya bertemu pertama kali dengan petani Marhaen," kata Bung Karno .

Belakangan, Bung Karno mengungkapkan tempat yang memenuhi kriteria itu adalah sebuah tempat dekat vila miliknya di Batu Tulis, Bogor. Vila itu dibangun Bung Karno di akhir masa jabatan kepresidennya.

Namun, wasiat itu tidak diindahkan oleh Soeharto , yang memutuskan memakamkan sang proklamator dengan acara kenegaraan. Pemimpin otoriter itu memilih Blitar.
Soeharto beralasan keinginan keluarga Bung Karno perihal lokasi pemakaman berbeda-beda. "Andaikata kita serahkan kepada keluarga besar yang ditinggalkannya, maka saya melihatnya bakal repot," ujar Soeharto dalam ' Soeharto : Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya' (Dwipayana dan Ramadhan, 1989).

Maka, kata Soeharto , "Saya memutuskan dengan satu pegangan yang saya jadikan titik tolak, yakni bahwa Bung Karno sewaktu hidupnya sangat mencintai ibunya. Beliau sangat menghormatinya. Kalau beliau akan berpergian ke tempat jauh, ke mana pun, beliau sungkem dahulu, meminta doa restu kepada ibunya. Setelah itu barulah beliau berangkat."
Atas dasar kedekatan dengan ibu itu, Soeharto akhirnya memakamkan Bung Karno di Blitar, tak sesuai dengan wasiatnya. Soeharto juga memugar makam Bung Karno , hal yang tidak sesuai dengan kesederhanaan yang diinginkan pemimpin revolusi itu.

Sejumlah sejarawan berpendapat, keputusan sepihak Soeharto soal pemakaman itu karena dia merasa terlalu berbahaya jika makam Bung Karno terlalu dekat dengan Jakarta. Stabilitas pusat negara akan terganggu. Rupanya Orde Baru masih takut dengan kharisma pemimpin besar revolusi ini, bahkan setelah dia mati.

Meski dimakamkan di Blitar, tempat peristirahatan terakhir Bung Karno itu masih didatangi banyak orang hingga kini. Setelah 43 tahun Putra Sang Fajar kembali ke haribaan Sang Khalik.

Beredar 'Pesan Bu Tien' Bantah Klaim Enak Zaman Soeharto


Almarhum Ibu Tien selama ini dikenal sebagai pendamping setia Soeharto . Sosoknya yang keibuan, sederhana dan jauh dari dunia politik membuatnya sangat dikenang oleh rakyat Indonesia.

Namun kini tiba-tiba sosok 'Ibu Tien' muncul di dunia. 'Ibu Tien' muncul dalam bentuk gambar yang tersebar dari BlackBerry Mesengger (BBM).

Dalam pesan gambar tersebut, Ibu Tien tampak mengenakan pakaian kebaya hitam lengkap dengan sanggulnya yang khas, berselempang merah serta berkacamata besar. Dalam 'pesannya' Ibu Tien membantah poster atau gambar Soeharto yang kerap nampang di bagian belakang truk.

"Tak kandhani yo le, ndhuk. Ojo pisan-pisan percaya karo omongane bojoku!!!
Jamanne bojoku ki babar blas. ORA PENAK!!!.
(Saya kasih tahu ya nak, jangan sekali-sekali percaya omongan suamiku. Zaman suami itu sama sekali Tidak Enak)

Entah siapa yang membuatnya, namun gambar Bu Tien tersebut ramai beredar dari satu handphone ke handphone yang lain. Poster tersebut seolah ingin membantah poster Soeharto , "Enak zamanku tho' yang lebih dahulu beredar.

Jumat, 21 Juni 2013

Soekarno tak Punya Rumah Pribadi Sampai Beliau Meninggal


Awan hitam menggantung di senjakala hidup Soekarno. Kekuasaannya dipreteli Orde Baru. Tubuh dan jiwanya dimasukkan dalam tahanan rumah. Dijaga ketat sehingga tak bisa melihat rakyat Indonesia. Ini siksaan terberat untuk Soekarno. Menyaksikan kerumunan rakyat dan bicara dengan mereka adalah jiwa Soekarno.

Soekarno ditahan di Wisma Yasoo, tempatnya dulu tinggal bersama Ratna Sari Dewi alias Naoko Nemoto. November 1966, Soekarno meminta Dewi meninggalkan Jakarta. Saat itu Dewi sedang mengandung, Soekarno takut terjadi apa-apa. Maka dia mendesak Dewi kembali ke Jepang.

Bangunan Wisma Yasoo itu milik negara. Setelah Dewi ke luar negeri, rumah itu kosong. Akhirnya Soeharto menahan Soekarno di sana seorang diri. Hingga meninggal, Soekarno tak punya rumah pribadi. 

"Aku satu-satunya presiden di dunia ini yang tidak punya rumah sendiri. Baru-baru ini rakyatku menggalang dana untuk membuatkan sebuah gedung buatku. Tapi di hari berikutnya aku melarangnya. Ini bertentangan dengan pendirianku. Aku tidak mau mengambil sesuatu dari rakyatku. Aku justru ingin memberi mereka," ujar Soekarno seperti ditulis Cindy Adams dalam buku 'Bung Karno, Penyambung Lidah Bangsa Indonesia'.

Sebenarnya Soekarno pernah 'hampir' punya rumah. Ada sebuah rumah di Batu Tulis, Bogor, yang merupakan milik Soekarno. Tetapi saat Soekarno lengser, rumah itu disita Orde Baru.

Tragisnya di Wisma Yasoo, Soekarno hidup kekurangan. Dia sering kekurangan uang, bahkan untuk biaya hidup dan pegangan sehari-hari. Walaupun status tahanan, tentu ada saja keperluan Soekarno yang tak ditanggung negara. Akhirnya Soekarno sempat meminta bantuan untuk meminjam uang.

Soekarno juga tak punya mobil pribadi. Mobil miliknya dijual untuk membiayai pembangunan Patung Pancoran.



Pada Februari 1967, Soekarno dirawat di rumah sakit dan meminta Edhi Sunarso menemui dia. Dalam kondisi sakit, Soekarno meminta Edi menyelesaikan patung itu dan segera dipasang. Edi memberitahukan proyek itu mandek karena kurang biaya.

Sampai-sampai Edhi menggadaikan rumahnya. Mendengar hal itu, Soekarno meminta asistennya menjual salah satu mobilnya dan uangnya diserahkan kepada Edhi Sunarso.

Seminggu kemudian, Edhi menerima uang dari penjualan mobil itu sebanyak Rp 1,7 juta. Dengan uang itu, dia menyelesaikan pembuatan tugu Pancoran.

Soekarno meninggal 21 Juni 1970. Tak ada warisan yang ditinggalkan Soekarno pada bangsa ini selain semangat dan gelora revolusi.

Cerita sedih Soekarno Tak Punya Uang untuk Pernikahan Putrinya]

Soekarno hidup menderita di akhir hidupnya. Dia menjalani tahanan rumah dan selalu dijaga ketat oleh tentara. Pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto memperlakukan proklamator RI ini sebagai pesakitan.

Soekarno tak punya uang simpanan di akhir hidupnya. Ketika salah seorang putrinya hendak menikah, Soekarno tak punya uang. Dengan malu dan terpaksa, dia meminta bantuan salah seorang istrinya, Yurike Sanger, untuk mencarikan utangan Rp 2 juta.

Dengan pengawalan ketat, Soekarno menemui Yurike. Wanita itu menangis melihat Soekarno. Tak ada lagi kegagahan yang dulu tampak. Sosok Soekarno kini tua dan renta karena tekanan batin.

"Mas tak ingin diberi stempel sebagai bapak yang gagal. Yang jadi persoalan utama, Mas tidak punya uang. Hidupku selama ini sama sekali untuk bangsa dan negara, sama sekali untuk kepentingan nasional," beber Soekarno dengan getir.

Untungnya beberapa hari kemudian Yurike bisa mendapatkan uang itu. Dia mendapat pinjaman lunak dari seorang pengusaha.

Hal itu diceritakan Yurike Sanger dalam memoarnya yang ditulis Kadjat Adra'i dan diterbitkan Komunitas Bambu.

Peristiwa lain terjadi tahun 1969, saat itu Rachmawati Soekarnoputri menikah dengan Martomo Pariatman Marzuki. Soekarno dengan penjagaan ketat tentara Orde Baru datang ke pernikahan itu. Suasana sungguh mengharukan. Fatmawati, istri Soekarno menyambut suami yang lama tidak ditemuinya. Fatmawati pun sedih melihat kondisi Soekarno yang kurus dan lemah.


Dengan kasar tentara itu mengusir Fatmawati agar tak mendekati Soekarno. Presiden pertama ini benar-benar diperlakukan seperti narapidana.

Saat Sukmawati menikah, peristiwa itu terulang lagi. Soekarno semakin lemah. Dia bahkan harus dipapah saat naik tangga. Soekarno menangis tersedu-sedu melihat putrinya menikah. Hadirin pun menangis melihat Soekarno sangat tak berdaya.

Tapi tidak demikian dengan para penjaga Soekarno. Tanpa belas kasihan mereka mendorong Soekarno masuk mobil saat jam kunjungan berakhir. Saat Soekarno hendak melambaikan tangan, para tentara itu menarik tangan Soekarno dengan kasar.

Tak ada bedanya dengan memperlakukan bandit jalanan. Inilah senjakala sang pemimpin besar revolusi. Dicampakkan bangsanya sendiri.

Sabtu, 15 Juni 2013

Karma Istri-istri Sukarno


Andai ajal tak menjemput, bagi Bung Karno, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri.

Di hadapan wanita sepuh itu, Fatmawati Sukarno bersimpuh. Sambil berurai air mata, dia bersujud menciumi kedua kakinya. Dengan terbata-bata, Fatmawati meminta maaf karena telah menjalin tali kasih dan menikah dengan Sukarno. “Indung mah lautan hampura (seorang ibu adalah lautan maaf),” si perempuan sepuh itu membalas sambil memeluk dan mengelus kepala Fatmawati.

Hanya, ke depan, dia melanjutkan, jangan mencubit orang lain kalau tak ingin dicubit, karena dicubit itu rasanya sakit.

Si perempuan sepuh itu tak lain adalah Inggit Garnasih. Dia perempuan kedua, setelah Oetari Tjokroaminoto, yang dinikahi Bung Karno. Istri yang cuma bisa memberi tanpa mau meminta kepada suaminya.

Sayang, setelah 20 tahun berumah tangga, bahkan dengan setia nunut Bung Karno hingga ke Ende dan Bengkulu, Inggit harus rela berpisah. Karena si Bung terpikat pada Fatmawati, yang pernah ikut mondok dalam rumah tangga mereka saat di Bengkulu.

Kehendak Fatmawati menemui Inggit di Jalan Ciateul Nomor 8, Bandung, seperti tertulis dalam buku Fatmawati Sukarno: The First Lady karya Arifin Suryo Nugroho, terwujud berkat bujuk rayu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Ali menemui Inggit pada 7 Februari 1980 untuk menjajaki kemungkinan menerima kehadiran Fatmawati, yang telah 38 tahun tak lagi berkomunikasi.

Bagi Fatmawati, kehendaknya menemui mantan ibu angkatnya itu seolah menjadi penyuci diri. Sebab, pada 14 Mei 1980, Fatmawati berpulang setelah menunaikan umrah.

Kehadiran anak kandung sangat diidamkan Bung Karno, dan Fatmawati memberinya lima putra-putri. Tapi kebahagiaannya sebagai pendamping Bung Karno harus terkoyak pada tahun ke-12. Sebab, belum genap dua hari ia melahirkan Guruh, Sukarno mendekat sambil berkata lirih, “Fat, aku minta izinmu, aku akan kawin dengan Hartini.”

Tak terbayangkan betapa sakitnya hati Fatmawati kala itu. Tapi bisa jadi itulah karma yang harus diterimanya setelah Bung Karno terpaksa menceraikan Inggit, yang tak memberinya keturunan.

Kepada Tempo edisi 22 september 1999, Hartini menepis tudingan publik bahwa dirinya telah merebut Bung Karno dari Fatmawati. Untuk bersedia menerima pinangan Bung Karno yang bertubi-tubi, dia harus membayarnya dengan amat mahal. Sebab, hampir semua media dan aktivis perempuan kala itu menyudutkan dirinya, dan lebih membela Fatmawati.

“Benar, sudah ada Ibu Fatmawati, sang first lady, ketika saya menikah dengan Bung Karno. Tapi, setelah saya, juga ada Dewi,” ujar Hartini. Dan, kalau dirinya dikatakan merebut Bung Karno dari Ibu Fat, ia melanjutkan, bukankah Ibu Fat juga merebut Bung Karno dari Ibu Inggit, dan Ibu Inggit merebutnya dari Ibu Tari (Oetari)?

Lalu, setelah Dewi, bukankah masih ada lagi Haryatie, Yurike, dan belum pacar-pacar yang lain? Jadi semuanya sama. Yang membedakan, hanya ada satu first lady. “Saya tidak merebut Bung Karno. Saya menjalani takdir yang digariskan hidup,” Hartini menegaskan.

Total, Bung Karno sembilan kali resmi menikah. Andai ajal tak menjemput, bagi si Bung, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri. Seorang wanita yang dilimpahi aliran cinta yang bergelora harus tabah menyaksikan padamnya api asmara tatkala Sukarno terpikat pada wanita lain.

sumber: http://detik.com/

Selasa, 04 Juni 2013

Mereka yang Memiliki Ingatan Fotografis



Memori eidetik, sering disebut sebagai ingatan fotografis atau fotographic memory adalah kemampuan untuk mengingat gambar, suara atau obyek dalam memori dengan presisi ekstrim. Kata eidetik, mengacu pada recall yang sangat detail dan jelas tidak terbatas, tetapi terutama dari, gambar visual.

APAKAH MEMORI FOTOGRAFIS ATAU PHOTOGRAPHIC MEMORY BENAR-BENAR ADA

Barry Gordon, seorang profesor neurologi dan ilmu kognitif di Johns Hopkins University School of Medicine, memberikan penjelasan: Gagasan dari "fotografi memori" adalah bahwa hal tersebut bagaikan sebuah foto yang tersimpan di otak anda, dan dapat anda akses secara terperinci, bahkan di "Zoom"(perdekat / perbesar) pada bagian yang berbeda. Akan tetapi fotografi memori yang sebenarnya belum pernah terbukti ada.

Bahkan kenangan maupun ingatan visual yang tampak bagaikan fotografi sebenarnya masih jauh dari fotografi memori yang sebenarnya, kenangan tersebut hanya lah kombinasi dari kemampuan bawaan anda maupun genetika otak anda, di kombinasikan dengan studi anda dalam mengolah proses otak anda.

7 ORANG YANG DIKLAIM MEMILIKI INGATAN FOTOGRAFIS

Berikut merupakan orang-orang dipercaya dan diklaim memiliki memori fotografi, walau hanya 2 orang yang terbukti memilikinya yaitu Kim peek dan Stephen Wiltshire :

1. KIM PEEK


Memiliki memori otak yang luar biasa, akan tetapi dia memiliki kesulitan dalam komunikasi sosial, kemungkinan hal ini berdasarkan pada kelainan bawaan otak yang di deritanya.

Ia dapat membaca 2 halaman buku secara bersamaan dengan matanya, bahkan di katakan sebelum dia meninggal dunia, dia telah membaca lebih dari 12.000 buku dan bahkan dia mengingat semua isi dari buku tersebut.

2. FERDINAND MARCOS


Merupakan seorang mantan presiden filipina pada tahun 1965 - 1986. Dia lulus di ujian Bar Examination (Ujian yang dilakukan secara berkala, apakah orang tersebut berhak untuk memenuhi syarat praktek hukum) dengan nilai skor hampir sempurna yaitu 98,01%. Akan tetapi beberapa orang menuntut keaslian skor tersebut dan dilakukan test ulang dimana dia mendapatkan nilai sempurna pada test ke dua.

3. STEPHEN WILTSHIRE


Dikenal sebagai seorang seniman arsitektur yang memiliki kelainan penyakit Autisme. Kemampuannya untuk mengambar dari memori otaknya yang menangkap gambar secara landscape (Luas / Lebar) hanya dengan sekali melihat saja. Karnya telah di kenal di dunia, Dia bahkan menggambar detail kota london hanya dengan sekali naik helikopter.

4. SOEKARNO


merupakan presiden pertama republik indonesia atau di katakan sebagai bapak kemerdekaan indonesia. Di katakan bahwa soekarno memiliki kemampuan fotografi memori dimana membantu dirinya dalam mempelajari bahasa-bahasa asing.

5. JOHN VON NEUMANN
 
 
Di katakan bahwa dia dapat dapat mengingat setiap isi dari halaman buku telepon hanya dengan sekali lihat. Salah satu kemampuannya yang luar biasa adalah dia dapat mengingat isi dari setiap halaman buku maupun artikel yang telah di bacanya sekali, dan dapat mengutip isi dari setiap halaman maupun buku tersebut, bahkan dia dapat melakukanya bertahun-tahun kemudian setelah dia membacanya.

6. SWAMI VIVEKANANDA

 
Merupakan Guru dan Filosofer terkenal di india, dia di katakan dapat mengingat 10 volume buku ensiklopedia hanya dengan beberapa hari membaca. Ia menjelaskan kemampuan nya sebagai "hanya dengan ketaatan yang ketat Brahmacharya (kontinensia) semua pelajaran dapat di pelajari dalam waktu singkat".

7. SAID NURSI

 
merupakan seorang sarjana islam turki, di katakan bahwa ia dapat membacakan berbagai macam buku dari memori otaknya. Oleh karena itu molla fethullah melakukan test kepada dirinya dengan menyalin salinan Al-Hariri of Basra (1054-1122). Molla fethullah bahkan heran dengan kemampuan dirinya yang dapat mengingat hanya dengan sekali membaca.

Walaupu yang terbukti benar-benar memiliki ingatan luar biasa seperti ini hanyalah Kim Peek dan Stepehen Wiltshire, tetapi tidak diketahui secara pasti apakah lainnya benar-benar memiliki memori luar biasa ini atau hanya sekedar klaim.

Jumat, 31 Mei 2013

5 Pasangan Ayah Dan Anak Menjadi Presiden



Menjabat Presiden Bagi Mereka Yang Mendabakan Adalah Suatu Impian Bagi Mereka. Puncak Posisis Disuatu Negara Yang Memberikan Seseorang Menjadi Penguasa Yang Paling Di takuti Disatu Negara. Dan Apalagi Posisi Ini Bisa Di Wariskan Kepada Turunan Mereka, dan Kejadian ini sudah ada di negara Adikuasa (Amerika) dan Tidak Luput Juga di Negara Kita Yang Tercinta Indonesia. Dibawah Ini 5 Pasangan Yang Merupakan Pasangan Ayah Dan Anak Yang Menjabat Menjadi Presiden Disuatu Negara :

1. Hafez al-Assad (Ayah) & Bashar al-Assad ( Anak ) (Suriah)





Hafez al-Assad (Arab: ???? ????? ?afi? al-Asad),


lahir 6 Oktober 1930 – meninggal 10 Juni 2000 pada umur 69 tahun) adalah presiden Suriah untuk tiga kali masa jabatan. Ia digantikan anaknya, presiden Bashar al-Assad yang menjabat sejak tahun 2000 hingga saat ini.

dr. Bashar al-Assad (Arab:???? ????? , Baššar al-Asad)


(lahir di Damaskus, Suriah, 11 September 1965; umur 47 tahun) adalah Presiden Republik Arab Suriah, Sekretaris Wilayah Partai Baath, dan anak mantan Presiden Hafizh al-Assad. Bashar menggantikan ayahnya sebagai Presiden Suriah segera setelah kematiannya pada 10 Juni 2000.


2. George Herbert Walker Bush (Ayah) & George Walker Bush ( Anak ) (USA)


George Herbert Walker Bush



(lahir di Milton, Massachusetts, Amerika Serikat, 12 Juni 1924; umur 88 tahun), atau sering pula dipanggil oleh media sebagai Bush Senior untuk membedakannya dengan anaknya yang juga menjadi presiden Amerika Serikat, adalah Presiden Amerika Serikat ke-41 untuk masa jabatan 1989–1993. Sebelum menjabat presiden, Bush menjabat wakil presiden ke-43 dalam pemerintahan Presiden Ronald Reagan.

George Walker Bush


(lahir di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, 6 Juli 1946; umur 66 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat ke-43. Ia dilantik 20 Januari 2001 setelah terpilih lewat pemilu presiden tahun 2000 dan terpilih kembali pada pemilu presiden tahun 2004. Jabatan kepresidenan kedua kalinya berakhir pada 20 Januari 2009. Sebelumnya, ia adalah Gubernur Texas ke-46 (1995-2000). Jabatan ini ditinggalkan sesaat setelah dirinya terpilih sebagai presiden. Ia digantikan oleh Barack Obama.

3.Lee Kuan Yew (Ayah) & Lee Hsien Loong ( Anak ) (Singapura)


Lee Kuan Yew



(lahir di Singapura, 16 September 1923; umur 89 tahun) (bahasa Mandarin: ???, Pinyin: Li Guangyào) adalah Perdana Menteri Singapura dari tahun 1959 – 1990. Ia tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Singapura sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri. Semasa pemerintahan Goh Chok Tong, Lee menjabat sebagai Menteri Senior. Saat ini jabatan beliau ialah Menteri Mentor, sebuah jabatan baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan anaknya, Lee Hsien Loong, yang menjadi PM ketiga pada 12 Agustus 2004.

Lee Hsien Loong



(Hanzi: ???/???; pinyin: Li Xianlóng; lahir 10 Februari 1952; umur 61 tahun) adalah Perdana Menteri Singapura ketiga. Ia juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Singapura. Lee Hsien Loong adalah anak tertua mantan Perdana Menteri Singapura yang pertama Lee Kuan Yew dan suami dari Executive Director & Chief Executive Officer (CEO) Temasek Holdings Ho Ching, sebuah perusahaan milik negara (BUMN Singapura).

4. Kim Il Sung ( Ayah) & Kim Jong-il ( Anak ) (Korea Utara )



Kim Il-sung


(lahir 15 April 1912 – meninggal 8 Juli 1994 pada umur 82 tahun) adalah seorang politikus berhaluan komunis dari Korea yang memimpin Korea Utara sejak 1948 hingga hari kematiannya. Ia menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 1948-1972 dan presiden pada tahun 1972-1994, tetapi posisinya yang paling berpengaruh adalah Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea. Dalam konteks pemujaan kepribadian, Kim secara resmi disebut sebagai Pemimpin Besar dan menurut Konstitusi Korea Utara, ia adalah Presiden Abadi negara tersebut. Hari ulang tahunnya merupakan salah satu hari libur di Korea Utara.

Kim Jong-il


(menurut versi resmi biografinya lahir 16 Februari 1942 – meninggal 17 Desember 2011 pada umur 69 tahun) telah menjabat sebagai pemimpin Korea Utara (Korut) sejak 1994. Ia menggantikan ayahnya, Kim Il-sung, yang telah memimpin Korut sejak 1948. Kim Jong-il diangkat menggunakan sistem di mana dialah satu-satunya calon pemimpin. Kim yang mendapat julukan Dear Leader juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pertahanan Nasional dan Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea. Ulang tahunnya dirayakan sebagai salah satu hari libur di Korut.

5. Soekarno ( Ayah ) & Megawati Soekarno Putri ( Anak ) ( Indonesia )



Dr.(HC) Ir. Soekarno


(ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun), adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya

Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri


atau umumnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan panggilan "Mbak Mega" (lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; umur 66 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Pada 20 September 2004, ia kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.


sumber: http://politkum.blogspot.com

"Tabun" Senjata Rahasia Mematikan yang Tidak Digunakan Hitler



Bayangkan jika tiba-tiba anda tidak mampu lagi bernafas karena otot dada dan paru-paru menegang. Air liur, lendir terus mengalir dari mulut dan hidung anda, bahkan seluruh tubuh anda menggigil hebat disertai keringat yang mengucur deras. Pandangan pun tiba-tiba kabur karena lubang pupil mata anda mengecil hingga seujung jarum. Pusing dan rasa mual yang hebat mengiringi penderitaan anda bahkan ketika anda sangat tersiksa ingin menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.

Saat itu anda sudah tidak bisa lagi menggerakkan seluruh tubuh anda, tangan, kaki, kepala, leher terasa sangat kaku tanpa bisa digerakkan sedikitpun. Lalu 6 menit kemudian, anda merasakan sekarat yang hebat dan.............kematian pun menjemput.

TABUN, itulah senyawa kimia berbahaya warisan Perang Dunia II yang DICIPTAKAN OLEH ILMUWAN JERMAN pada era 1930an. Seseorang yang terkena tetesan TABUN seukuran ujung jarum dapat meregang nyawa dalam waktu 3-6 menit!
Begitu dahsyatnya efek senyawa kimia ini hingga Liga Bangsa-Bangsa (nenek-moyang PBB) melabelkannya sebagai salah satu SENJATA PEMUSNAH MASSAL (Weapons of Mass Destruction, Chemical Weapons Convention 1993) yang haram bagi negara mana pun untuk memproduksi, menggunakan, dan menyimpannya. Hal ini menjadikan TABUN sejajar dengan senjata pemusnah massal lain seperti Bom Nuklir.

Namun, tahukah anda bahwa senjata super-mematikan ini sama sekali TIDAK PERNAH digunakan Jerman dalam Perang Dunia II (1939-1945) melawan Sekutu ??

Perang Dunia II merupakan perhelatan akbar penghancuran umat manusia yang kedahsyatannya belum pernah disaksikan sang waktu sebelumnya. Puluhan juta manusia terbunuh dalam rentang waktu yang sangat singkat, kota-kota besar rata dengan tanah, rusaknya lingkungan hidup dan tatanan sosial, merebaknya penjarahan, pembunuhan, pemerkosaan, hancurnya negara-negara adidaya, dan menyebarnya paham ideologi menyimpang.

Sewajarnya, Perang Dunia II menjadi katalis dan kawah candradimuka perkembangan teknologi dan sains militer saat itu. Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, dan Soviet berlomba untuk menciptakan mesin perang paling handal yang mampu melibas lawan tanpa ampun.

Mesin perang modern berkecamuk di udara dalam bentuk pesawat pengebom, pesawat pemburu, dan bom missile; di permukaan laut dalam bentuk Battleships, Destroyer, dan kapal induk pesawat; di bawah laut dalam bentuk Kapal Selam; dan di darat dalam bentuk tank, artileri, dan infantri mekanis.

Menariknya, Jerman adalah negara yang paling inovatif dalam mengembangkan teknologi militernya pada Perang Dunia II. Sejarah mencatat bahwa Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler mampu menjadi sebuah negara besar yang tidak hanya unggul di ranah politik hubungan internasional, ekonomi, sains dan teknologi, namun juga unggul dalam angkatan bersenjata dan perkembangan teknologi militer.

Berbagai penemuan revolusioner dihasilkan oleh para ilmuwan Jerman yang kemudian diaplikasikan dalam bidang militer, antara lain:
Pesawat jet pertama di dunia yang kemudian dikemas dalam pesawat pemburu Messerschmitt Me-262.
Pesawat siluman pertama di dunia yang mengaplikasikan teknologi flying wing dan carbon coating untuk menghindari deteksi radar (Horten Ho 229).
Pesawat VTOL pertama di dunia dalam bentuk helikopter (Flettner Fl 282 Kolibri).
Riset bom nuklir pertama yang menggunakan heavy water (jauh sebelum proyek Manhattan Amerika, namun akhirnya gagal karena sabotase).
Rudal roket pertama di dunia yang menginspirasi penerbangan luar angkasa Amerika Serikat (A-1 bombs, V-1, V-2).
Hingga senjata kimia pemusnah massal yang sangat efektif dan berbahaya sehingga memungkinkan Hitler untuk memenangkan Perang Dunia II jika saja dia menggunakannya: TABUN.

Ya, TABUN. Sebuah senyawa kimia yang jernih tidak berwarna, mudah menguap, berbau buah, namun amat-sangat beracun ini adalah hasil penelitian "tidak sengaja" oleh seorang Ilmuwan Jermanbernama Gerhard Schrader pada bulan Januari 1936.


Pada awalnya Gerhard melakukan riset untuk mengembangkan insektisida (obat anti hama/serangga) kepada perusahaan IG Farben. Insektisida yang fungsinya melumpuhkan sistem syaraf serangga itu ternyata juga mampu menghancurkan sistem syaraf manusia dalam sekejap.

Sebagaimana peraturan di Jerman kala itu, semua hasil riset yang memiliki potensi militer agar diserahkan kepada pemerintah. Perwakilan dari IG Farben pun dipanggil menghadap ke Berlin untuk menunjukkan efektivitas Tabun dalam bidang militer. Akhirnya, riset dan produksi Tabun untuk menjadi senjata kimia pun dilakukan besar-besaran.

Sebagaimana senjata "ajaib" dalam perang, proyek Tabun ini benar-benar dirahasiakan keberadaannya sehingga negara-negara Sekutu pun tidak mengetahui secuil pun tentang Tabun apa lagi bagaimana mempersiapkan diri dan counter-attack terhadap senjata kimia ini.

Kedahsyatan TABUN sebagai senjata kimia sudah tidak diragukan lagi. Satu tetes kecilnya, jika tersentuh oleh kulit manusia, maka dapat dipastikan orang itu akan mati dalam 6 menit kedepan.

Bayangkan jika senjata ini digunakan dalam Perang global, di mana terdapat ratusan ribu tentara dalam satu front pertempuran, padahal Jerman kala itu (medio 1943) sudah mampu memproduksi 12000 ton TABUN.


Keefektifan TABUN sebagai senjata pemusnah massal pun jauh melebihi Bom Nuklir yang gemar dibahas oleh negara Sekutu kala itu. Bom nuklir memang memiliki efek destruktif yang sangat besar, namun dengan efek kehancuran yang besar itu juga terjadi collateral damage yang besar pula, antara lain efek radioaktif nuklir berpuluh-puluh tahun yang menimbulkan penyakit genetik, kehancuran lingkungan dan bangunan perkotaan.

Berbeda dengan TABUN yang hanya membunuh manusia (dan serangga), sehingga penggunaannya sangat efektif dan spesifik. Apalagi TABUN adalah senyawa yang sangat mudah menguap dan terurai di udara sehingga tidak terjadi efek buruk lingkungan setelah serangan dilakukan.

Seiring berjalannya waktu, Jerman semakin terdesak dan kalah dalam pertempuran-pertempuran Perang Dunia II.

Hancurnya pabrik industri dan militer oleh pesawat pengebom milik Sekutu, kalahnya industri, sumber daya alam, dan jumlah sumber daya manusia Jerman dibandingkan Amerika dan Soviet, serta bobroknya birokrasi internal pemerintahan Nazi saat itu, hingga pengkhianatan di kalangan angkatan bersenjata, mengakibatkan Hitler semakin tersudut dalam perang.

Selain itu, negara-negara Sekutu juga gencar melakukan serangan pemusnah massal berupa pengeboman besar-besaran ke wilayah penduduk yang mengakibatkan jutaan masyarakat sipil meninggal, dan puluhan juta lainnya kehilangan rumah mereka.

Bahkan tidak jarang pasukan pengebom Sekutu menggunakan bom incendiary yakni bom api yang mampu membakar habis-habisan seluruh kota dalam badai api. Pemboman massal seperti ini justru memiliki efek yang jauh lebih dahsyat daripada penggunaan bom atom/nuklir.

Jika bom atom kala itu hanya efektif untuk sebuah kota yang terdiri dari bangunan semi permanen (kota-kota di Jepang misal Hiroshima & Nagasaki), maka hujan bom incendiary mampu membakar habis kota modern permanen gaya Eropa seperti Dresden, Hamburg, Aachen, dan Berlin.

Namun di tengah keterpurukan ini, Hitler justru tidak mengizinkan penggunaan senjata pemusnah massal TABUN untuk menyelematkan negaranya dari agresi militer sekutu yang semakin merangsek masuk ke jantung Jerman.

Perlu diingat bahwa saat itu Sekutu sama sekali tidak mengetahui perihal TABUN dan bagaimana cara mengatasinya, juga bahwa bom nuklir belum ditemukan oleh ilmuwan Amerika saat itu, sehingga Jerman adalah satu-satunya negara yang memiliki senjata pemusnah massal paling efektif.

Jika Hitler mau menggunakan TABUN, maka bukan tidak mungkin perang akan dimenangkan oleh Jerman.

Mengapa Hitler tidak menggunakan tabun?

Sebagaimana kita ketahui bahwa pribadi Hitler adalah pribadi yang sangat kompleks, orang-orang terdekatnya pun tidak mengetahui secara pasti bagaimana karakter asli Adolf Hitler.

Beberapa kalangan menganggap bahwa trauma masa lalu Hitler dalam Perang Dunia I, di mana ia pernah menjadi korban dalam serangan gas beracun (mustard gas) menjadi alasan utama ia untuk tidak menggunakan TABUN.

Namun kita juga harus mengetahui bahwa Adolf Hitler adalah seorang yang menjunjung tinggi fair-play dalam peperangan, bahkan mendekati kekolotan.

Dalam pertempuran Berlin (Battle of Berlin), tank-tank Soviet sengaja memasang bendera Nazi untuk mengelabui pesawat Stuka Jerman, dan Hitler dengan keras melarang pasukannya untuk melanggar peraturan bendera.

Begitu pula ketika kota-kota besar Jerman mulai dilanda badai ribuan pesawat pengebom Inggris dan Amerika, meluluhlantakkan pemu****n penduduk. Hitler enggan melakukan serangan balasan serupa hingga situasi benar-benar parah dan akhirnya ia hanya melancarkan serangan rudal (flying bombs) V-1 ke London.

Hitler juga satu-satunya pemimpin negara berperang saat itu yang sangat menolak untuk membunuh petinggi negara lain secara sembunyi-sembunyi (assassination).

Kemungkinan utama Hitler menolak penggunaan TABUN adalah dia masih menjunjung tinggi konvensi Geneva sebagai peraturan perang internasional.

Penggunaan TABUN oleh Hitler dimungkinkan dalam dua hal yakni penggunaan strategis dan penggunaan taktis.

Penggunaan strategis sebagaimana sekutu menggunakan armada ribuan pesawat bomber-nya untuk menghancurkan kota-kota Jerman dan Jepang, maka Hitler dapat pula meluncurkan bom-bom TABUN baik melalui pesawat bomber maupun langsung melalui missile V-1 yang bercokol di Prancis menuju sasaran-sasaran padat penduduk di Inggris maupun Soviet, bahkan Amerika.

Efeknya tentu sangat dahsyat, selain menghancurkan kapabilitas Sekutu di bidang sumber daya manusia, TABUN juga mampu menghancurkan moral rakyat yang tahu bahwa efek TABUN sangat mematikan dan pasti mati.

Penggunaan yang jauh lebih praktis namun mampu menyelamatkan Jerman dari kekalahan perang tentu saja penggunaan taktis di medan tempur. Ketersediaan TABUN pada medio 1943 berarti Jerman seharusnya telah mampu menyelematkan dirinya dari kekalahan-kekalahan telak seperti di Kursk (1943), Bagration (1944), Korsun-Cherkassy (1944), Budapest (1945), hingga Battle of Berlin (1945).


Bahkan pendaratan Sekutu barat yang terkenal, yakni Operation Overlord (D-Day, 6 Juni 1944), dapat dengan mudah digagalkan Hitler dengan meluncurkan missile V-1 yang mengandung TABUN ke arah konsentrasi pasukan sekutu di pantai Normandia, mengingat roket V-1 adalah satu-satunya metode pengiriman bom yang dapat menghindari superioritas udara pasukan sekutu.

Jika pasukan sekutu telah kalah telak dalam Operation Overlord, maka akibat politiknya adalah pengunduran diri Presiden Roosevelt, Dwight D. Eisenhower, dan bahkan hancurnya aliansi Amerika-Inggris (kita ketahui bahwa Overlord adalah "ide" dari Amerika, sedangkan Inggris lebih memilih invasi di daerah Mediterania). Ini dapat menyebabkan masyarakat Amerika, Inggris, dan Kanada mengalami kehancuran moral untuk mendukung perang.


sumber: http://forum.viva.co.id

Selasa, 21 Mei 2013

Mengungkap Sejarah Kematian Soekarno


“Kematian Bung Karno sengaja diatur terjadi pada 1970, agar Pemilu Indonesia di 1971 yang merupakan pemilu pertama yang digelar pemerintahan Orde Baru, dapat terlaksana. Pelaksanaan Pemilu 1971, secara politis tidak terkendala.” (Ratna Sari Dewi Soekarno a.k.a. Naoko Nemoto)

Ratna Sari Dewi Soekarno, sudah lama tidak terdengar. Salah satu hal menarik dari wanita asal Jepang itu, setiap kehadirannya di Jakarta selalu menciptakan berita.

Kalau bukan soal kecantikan, yah pernyataannya. Dewi saat ini sudah berusia 72 tahun, lahir 6 Februari 1940. Tapi penampilannya belum seperti nenek-nenek.

Ia masih berdandan seperti wanita berusia 40-an tahun atau setengah abad. Dandanannya masih tetap trendy dan sisa kecantikannya belum hilang.

Ketika demam Soekarno kembali muncul di Indonesia pada 1988 Dewi Soekarno pernah membuat pernyataan yang cukup mengejutkan.

Menurut dia, suaminya, Soekarno (Bung Karno) yang juga Proklamator RI, meninggal secara tidak wajar.

Kata wanita asal Jepang yang bernama asli Naoko Nemoto itu, kematian Bung Karno sengaja diatur terjadi pada 1970, agar Pemilu Indonesia di 1971 yang merupakan pemilu pertama yang digelar pemerintahan Orde Baru, dapat terlaksana. Pelaksanaan Pemilu 1971, secara politis tidak terkendala.

Dewi menjelaskan, akan sangat janggal bagi penglihatan dunia internasional jika Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto menggelar Pemilu di 1971.

Sebab pada saat itu, Indonesia tengah memiliki Presiden Kembar: Soekarno (de jure) dan Soeharto (de facto). Oleh karena itu sebelum Pemilu 1971, Soekarno harus disingkirkan (dilenyapkan).


Soeharto dilantik menjadi presiden setelah mengeluarkan Supersemar ke presiden Sukarno

Pernyataan Dewi itu merupakan salah satu penggalan dari wawancaranya dengan Tabloid Detak. Media yang dikelolah Eros Djarot, sutradara film yang dikenal dekat dengan puteri Bung Karno, Megawati pada saat itu, tidak berusia panjang.

Tabloid yang diterbitkan dari Gedung Prioritas, Jl.Gondangdia Lama, Jakarta, tempat Surya Paloh menerbitkan harian Prioritas dan majalah Vista ketika itu, kemudian menghentikan penerbitannya dan sebagian krunya lalu meluncurkan media internet Detik Dotkom.





Dewi Sukarno a.k.a. Madame Syuga saat muda

Pernyataan Dewi tersebut tidak berhenti di situ. Ia menuduh, sebelum meninggal, rezim militer sengaja mengisolasi Soekarno di Wisma Yaso, sekarang Museum Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta.

Pengucilan dimaksudkan agar suaminya itu mengalami kehidupan yang stress.

Setelah itu ada alasan untuk membawa Bung Karno ke rumah sakit.

Tapi Dewi yang saat Bung Karno menjalani kehidupan sebagai tahanan rumah sedang mengasingkan diri di Paris, Prancis mengaku, mendapatkan informasi tentang keadaan Bung Karno setelah ia mewawancarai para pembantu yang merawat almarhum.

“Bapak (Soekarno) meronta dan berteriak-teriak bahwa dia tidak sakit, ketika sejumlah dokter yang dikawal militer menjemputnya untuk dibawa ke rumah sakit,” berkata Dewi kepada Tabloid Detak.

Pernyataan Dewi itu secara resmi tidak perah dibenarkan ataupun dibantah oleh pemerintahan Orde Baru. Namun isunya kemudian tenggelam dan dilupakan orang begitu saja.

Tapi boleh jadi akuntabilitas Dewi sebagai sumber berita melemah, sebab prilaku Dewi di masyarakat pun, banyak yang tidak patut.

Di 1992, Dewi dilaporkan pernah berkelahi di sebuah pesta dengan anak bekas Presiden Filipina, Minnie Osmena.

Dewi melempar wajah sosialita yang tinggal di Amerika Serikat itu dengan gelas anggur menyebabkan wajah wanita asal Filipina itu harus mendapat jahitan pengobatan. Dewi sendiri harus meringkuk di penjara California selama 37 hari.


Tidak lama berselang, pada 1994 Dewi meluncurkan sebuah buku yang berisikan foto-foto tubuhnya yang tidak dibalut oleh sehelai benangpun. Juga ada bagian-bagian yang diberi gambar tatoo.

Buku yang diberi judul Madame De Syuga itu seperti melunturkan reputasinya sebagai isteri Proklamator RI.

Walaupun buku itu dilarang beredar di Indonesia, tetapi gara-gara sebagian isinya dikutip majalah What’s On Jakarta pengutipan itu mengakibatkan citra Dewi di Indonesia menjadi kurang baik.

Dewi sendiri berdalih bahwa bukunya tidak berisikan gambar ****o, melainkan sekadar menggambarkan bahwa wanita yang sudah berusia hampir setengah abad pun masih bisa memiliki tubuh yang indah, sexy dan menarik.

Namun dalihnya tak bisa menghapus kesan negatif tentang dirinya.

Pada 2001, saat Megawati Soekarnoputri, anak tirinya, baru saja menjadi Presiden RI, Dewi berkomentar singkat “Saya kira, Megawati secara berangsur melakukan apa yang bisa dia lakukan,” katanya.

“Hanya saja memang tidak mudah bagi seorang wanita untuk menjadi Presiden di negara yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam”.

Pernyataan Dewi tersebut sulit ditafsirkan apakah ia mendukung atau meremehkan kemampuan Megawati selaku Presiden RI atau bagaimana?

Sulit ditafsirkan karena dari bahasa tubuhnya, di sisi lain, putri tunggal kesayangannya Kartika Soekarno, sangat lengket dengan keluarga Teuku Umar (Mega-Taufiq). Kedekatan Kartika dengan keluarga Teuku Umar terlihat dari beberapa peristiwa.



Sutan Sjahrir, Sukarno dan Hatta

Kartika ikut serta dalam rombongan Presiden Megawati yang melakukan lawatan ke luar negeri.

Kartika selalu bersama Puan Maharani, putri Mega dan Taufiq.

Mereka duduk di kabin kepresidenan. Terpisah dari kabin kelas bisnis yang diduduki rombongan Menteri, Anggota DPR dan para Pemimpin Redaksi.

Pada 2007, ketika Mega sudah menjadi mantan Presiden dan Kartika menikah di Belanda, Megawati secara khusus diundang.

Tapi yang mengudang Mega bukan Dewi sebagai orangtua. Melainkan Kartika dan suaminya. Dewi sendiri saat ini menetap di kawasan Shibuya, Tokyo, Jepang. Kalau sedang berada di Jakarta, jarang sekali atau bahkan tidak pernah nampak berkumpul dengan keluarga Soekarno.

Tapi sekalipun begitu bukan Dewi Soekarno, kalau kehadirannya tanpa berkumpul dengan keluarga Soekarno, lalu berlalu tanpa pemberitaan media massa.


Sukarno speech

Dewi seakan punya kiat, setiap kali berada di Jakarta akan selalu menarik media untuk meliput atau mewawancarainya.

Dewi seperti punya Public Relations Officer Profesional yang pintar mengatur acaranya di Jakarta agar tidak dilewatkan oleh media begitu saja. Pada hari Minggu 13 Mei 2012 pukul 06:30, Dewi muncul di program TalkIndonesia, MetroTV.

Dalam acara berbahasa Inggris yang dipandu Dalton Tanonaka, bekas presenter CNN tersebut, Dewi diajak berbicara tentang bagaimana seharusnya seorang Presiden RI berperan atau berprilaku.

Dalton, warga Amerika keturunan Jepang itu juga menghadirkan Ayu Saraswati, seorang artis yang diberi label sebagai keponakan Prabowo Subianto, sosok yang mengklaim sebagai pengagum Soekarno sekaligus salah seorang kontender dalam Pilpres 2014.


Saat talk show berlangsung dan muncul gambar Soekarno yang disusul Presiden SBY, terdapat sejumah pernyataan yang membandingkan era sekarang dengan masa kepemimpinan Soekarno.

“Indonesia secara ekonomi masih tergolong negara miskin. Tapi di era Soekarno, Indonesia disegani oleh bangsa-bangsa lain.” jelasnya.

Di era itu, kalau Presiden berbicara, rakyat mendengar apa yang dikatakan oleh pemimpinnya. Sekarang tidak !” Dewi menambahkan.

Dewi melalui di stasiun TV milik Surya Paloh, yang isterinya blasteran Jepang itu, seakan menyindir Presiden SBY dan kepemimpinanya.

***

Dalam sebuah surat semi puisi yang ditulis Bung Karno tanggal 6 Juni 1962, salah satu bagiannya yang sangat lembut, romantis, sekaligus menggemparkan berbunyi:

“Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai seorang istri, yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku.”

Kamis, 09 Mei 2013

Ingin Tahu Siapa Jet li?


Jet Li (lahir di Beijing, Cina, 26 April 1963; umur 46 tahun) merupakan seorang aktor berkewarganegaraan Amerika Serikat kelahiran Beijing, RRC yang hobinya bermain wushu. Dia dilahirkan di Beijing. Dia mulai berkarir di dunia film sejak tahun 1982. Jet Li adalah 1 dari sekian banyak aktor yang tak pernah mengenyam pendidikan formal dalam bidang akting.

Jet Li mulai mempelajari ilmu bela diri ini sejak ia berumur 8 tahun. Banyak sudah medali yang ia peroleh dari menjadi atlet Wushu ini.

Saat terjadi booming film-film Kung Fu di Cina sekitar tahun 80-an, daya tarik dunia peran ini mempesona Jet Li yang belum juga berusia 20 tahun. Jet Li terjun ke dunia film dalam film pertamanya SHAOLIN TEMPLE.

Aktor yang sempat ngetop lewat sekuel film ONCE UPON A TIME IN CHINA ini mendapat julukan 'Jet' karena gerakannya yang cepat dan karena orang Filipina yang merasa kesulitan mengucapkan nama asli Jet Li.

Karir Jet Li rupanya tak berhenti sampai di Hong Kong saja. Jet Li setuju untuk memerankan tokoh jahat dalam film LETHAL WEAPON 4 karena sang sutradara berjanji akan menempatkan Jet Li sebagai pemeran utama pada film selanjutnya. Dan itu jadi kenyataan saat Jet Li membintangi film ROMEO MUST DIE di tahun 2000 lalu.

Permainan Jet Li dalam film DANNY THE DOG sempat mengejutkan beberapa penggemarnya karena tak biasanya Jet Li memerankan tokoh seperti itu.

Aktor yang sempat menolak peran dalam film CROUCHING TIGER, HIDDEN DRAGON lantaran sudah berjanji pada istrinya tak akan main film selama istrinya hamil ini berencana segera mengakhiri karirnya dalam film-film Kung Fu dan berkonsentrasi pada genre film lain. Salah satu yang masuk dalam rencananya adalah pembuatan film dokumenter tentang Buddhism.

Jet Li saat jarang tampil di dunia entertainment dikarenakan ia lebih banyak kosentrasi pada kegiatan sosialnya. Sejak mengalami musibah akibat tsunami pada 2004 lalu, ia mendirikan organisasi kemanusiaan, One Fondation pada Januari 2005. Konsepnya adalah, setiap orang menyumbang satu dolar setiap bulannya. Dengan cara ini, diharapkan ia dapat mengajak lebih banyak orang untuk membantu sesamanya.

Misteri, Ilmu Soeharto Banyak Diburu

Banyaknya pejabat yang menjenguk Soeharto yang sakit di RSPP dulu, sangat bisa dimengerti. Soeharto pernah menjadi presiden selama 32 tahun sehingga hampir semua pejabat saat ini adalah bekas anak buahnya. Hubungan senior-junior atau bapak-anak itu mesti dijaga karena tanpa senior/bapak, junior/anak tak mungkin menjadi seperti sekarang. Inilah mungkin kesempatan terakhir untuk bertemu dan memberi hormat.


Kenangan Soeharto dan Ibu Tien

Dalam perspektif Jawa, menjenguk orang hebat yang hendak menemui ajal, bukanlah sekadar memberi hormat. Lebih dari itu, para penjenguk bisa berharap akan kejatuhan ilmu yang dimiliki orang yang dijenguknya. Sebab, bagi orang Jawa, tidak ada orang kuat, tidak ada pemimpin hebat, tanpa ilmu yang kuat dan hebat pula. Dan ilmu-ilmu itu akan lepas bersamaan dengan lepasnya nyawa dari yang empunya.

 Berbeda dengan konsep Barat, ilmu dalam khasanah Jawa adalah sesuatu yang konkret. Jika di Barat ilmu berarti kemampuan otak manusia dalam menampung dan mengolah informasi dan pengetahuan; dalam tradisi Jawa, ilmu adalah hasil dari laku prihatin, misalnya lewat puasa dan bertapa, yang mewujud dalam bentuk benda-benda, seperti cincin, ikat kepala, keris yang memiliki bahkan merasuk dalam tubuh yang empunya. Itulah kasekten. Sesuatu yang membuat orang menjadi sakti, berilmu.

 Demikian juga dalam soal kekuasaan. Orang Barat melihat kekuasaan adalah sesuatu yang abstrak: kekuasaan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, menggerakkan atau memaksa orang lain. Sementara menurut orang Jawa, kekuasaan adalah sesuatu yang dijatuhkan dari atas kepada orang-orang tertentu. Kekuasaan adalah wahyu, yang hanya diperoleh orang-orang terpilih. Wahyu selalu manjing dalam raga, juga diikuti oleh benda-benda sakti lainnya.

Nah, dalam konteks demikian, maka bisa dimengerti bila Soeharto sakit dan kritis, maka para pejabat datang berduyun. Ya, mereka hendak memberi penghormatan terakhir, tapi dalam hatinya mungkin juga berharap akan mendapatkan ilmu dan wahyu yang pernah dimiliki Soeharto. Tak ada yang salah, sebab dalam tardisi Jawa tindakan praktis itu juga kerap dilakukan para pendahulu. Artinya, tanpa laku prihatin, tanpa puasa dan pertapa, jika ilmu atau wahyu itu mau jatuh ke seseorang, ya jatuhlah.

Oleh karena itu pula, siapapun sesungguhnya punya peluang untuk kejatuhan ilmu dan wahyu yang sempat dimiliki Soeharto. Makanya jangan heran, setiap Soeharto sakit, pada radius 500 meter dari RSPP banyak orang pintar berkumpul. Mereka datang dari pelosok Jawa bahkan penjuru tanah air. Mereka berharap bisa menangkap atau kejatuhan ilmu atau wahyunya Soeharto yang hendak terbang dari raga. Mereka punya peluang yang sama dengan para pajabat yang keluar masuk rumah sakit.


sumber: http://forum.viva.co.id/users/200957/

Jumat, 03 Mei 2013

Kisah Mayat Membaca Surah Yasin di Mekah



Ini adalah Kisah Nyata yang telah diceritakan oleh pelajar-pelajar yang menimba Ilmu di Arab Saudi. Peristiwa ini baru saja terjadi dan dibenarkan oleh Ustaz Halim Naser seorang peneliti Muslim

Alkisah.. Pada suatu hari di musim haji yang, pelajar pelajar tersebut yang sama-sama menunaikan haji kebetulan mengikuti rombongan orang Arab untuk mengebumikan mayat seorang yang meninggal dunia pada musim haji. Makam tersebut terletak di Ma’la….tempat pengebumian para jemaah haji yang meninggal dunia di Mekah….

Cara mengebumikan mayat ialah dengan cara meninggalkan mayat dalam lubang yang disediakan dan menutupnya untuk kira-kira delapan bulan. Setelah delapan bulan, lubang itu akan dibuka lembali untuk mengebumikan mayat yang baru.

Begitu sampai pada pemakaman yang liang kuburnya sudah disiapkan untuk mengebumikan mayat yang baru, orang-orang Arab tersebut behamburan lari ketakutan karena nampak mayat sedang bersila, bukan tidur seperti kebiasaannya. pelajar pelajar tersebut ini memberanikan diri merangkak ke dalam kubur tersebut untuk melihat dengan lebih jelas. apa yang terjadi diliang kubur tersebut. Hasilnya dia mendapati memang ada mayat sedang bersila dan mayat tersebut sedang membaca Al Quran.

Sseterusnya. Ayat Quran yang terbuka ialah Surah Yasin. Satu lagi perkara ialah mayat tersebut tidak hancur dan kain kapan yang membalutinya juga tetap utuh. yang yang tidak ada hanyalah kapas yang diletakkan di antara mayat dengan kain kapan (kain ehram).

Setelah setelah diteliti, rupa-rupanya mayat tersebut ialah mayat seorang lelaki berkulit hitam yang kerjanya ialah membersihkan Baitullah daripada tumpahan air zam-zam. dan ketika perkerjaannya sudah slesai daripada membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Dia akan duduk di satu sudut Baitullah dan membaca Surah Yasin.

Itulah kelebihannya bagi orang yang berbakti ke jalan Allah…

Inilah yang membuatkan kita semakin berkobar-kobar untuk mengunjungi Baitullah… .

Selepas peristiwa itu, lubang kubur itu pun di patri (disemen) dan ditandai agar tiada mayat lagi yang akan dikebumikan di situ….

Semoga dapat menjadi renungan buat kita semua. Inilah bukti akan janji-janji Allah pada hamba-Nya yang taat dan ikhlas bekerja kerana-Nya


sumber:: http://1000000fakta.blogspot.com

Misteri, Fira’ aun Mana yang di Tenggelamkan?


Sampai artikel ini di angkat, saya tidak begitu ingat sudah berapa kali blog ini mengangkat sejarah tentang peradaban yang berasal dari negeri piramida, karena begitu banyaknya cerita dan penemuan penemuan para ilmuwan untuk mengungkap kisah kisah sejarah kuno akan sebuah peradaban. Tempat Nabi Musa mengajarkan wahyu Ilahi.

Salah satu yang paling menarik adalah tentang penenggelaman firaun di laut merah atas mukjizat Allah kepada Nabi Musa. Namun ada satu hal yang perlu kalian ingat dari peristiwa ini, apa itu??

Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur’an dan Alkitab, kronlogi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir’aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir’aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (Al-Baqarah : 50).

Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir’aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir’aun yang dimaksud. Ya disini kita akan dibawa dengan sebuah pertanyaan. Siapakah Firaun yang di tenggelamkan di laut merah??

Fir’aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usuI istilah Fir’aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama – kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir’aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari Raja Menes -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir – hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.

Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir’aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :

Ahmose I (1550 SM – 1525 SM)
Thutmose I (1506 SM – 1493 SM)
Thutmose II (1494 SM – 1479 SM)
Thutmose III (1479 SM – 1425 SM)
Amenhotep II (1427 SM – 1401 SM)
Amenhotep IV(1352 SM – 1336 SM)
Horemheb (sekitar 1319 SM – 1292 SM)
Ramesses I (sekitar 1292 SM – 1290 SM)
Seti I (sekitar 1290 SM – 1279 SM)
Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)
Merneptah (1213 SM – 1203 SM)
Amenmesse (1203 SM – 1199 SM)
Setnakhte (1190 SM – 1186 SM)

Dari daftar beberapa Fir’aun diatas, nama Ramesses II selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir’aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia merupakan sosok Fir’aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir’aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.

Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.

Kemudian menilik ke Raja Merneptah – putra Ramesses II – yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir’aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana’an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.

Lalu bagaimana dengan Seti I, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.

Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.

Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM – 1493 SM), Thutmose II (1494 SM – 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir’aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM – 1425 SM).

Benarkan Thutmose II Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah?



Relief Thutmose II

Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir’aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.

Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir’aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir’aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.

Garnier juga menambahkan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga “semewah” pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.

Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu ‘alam Bishawab (Hanya Allah Yang Maha Tahu: red)

Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir’aun :

Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;” Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. ( QS Yunus 90).

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir’aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir’aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.

Setelah sang Fir’aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.

Jika benar Thutmose II merupakan Fir’aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :

Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.

Kedua, selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir’aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.


Mumi Thutmose II

Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?

Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir’aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.

Bagi kawan-kawan muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut :

Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami. ( QS Yunus 91-92).

Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir’aun.


sumber: betamedialink.blogspot.com